You'R My Destiny

You'R My Destiny
Alex hilang.



Alex melaju sangat kencang. berharap cepat sampai dipelabuhan.


"Aku tidak akan memaafkan diriku, jika sesuatu terjadi padamu." Ucap Alex. Kawatir.


Roy melihat Chelsia berdiri didekat Sasa yang belum sadarkan diri.


Roy memberanikan diri, untuk menyelsaikan kisah yang pernah terjalin antara mereka yang terhalangi oleh kedua orang tuanya.


"Aku ingin bicara padamu." Ucap Roy. Menatap Chelsia.


"Soal apah?" Tanya Chelsia. Panik.


"Ikut aku." Ucap Roy. keluar dari kamar hotel.


Chelsia melihat Ricky. Rickypun mengangguk memberi izin kepada Chelsia.


"Ada apa?" Tanya Chelsia.


"Darimana kau mengenal Sasa?" Tanya Roy. membelakangi Chelsia.


"Dia menyelamatkanku dari penculik. Dan membawa ku bekerja dikota." Ucap Chelsia. jujur.


"Lalu?" Tanya Roy.


"Lalu apah?" tanya Chelsia.


"Kenapa kau tidak menolak?" Tanya Roy.


"Menolak apa?" Tanya Chelsia. Takut.


"Menolak semua yang ditawarkan mami padamu, dulu." Ucap Roy.


"Ohhh... Hahhh... Dengar. Aku tau kau mendengar semua ucapan ku didepan mamimu, tapi kau tidak menghalangikukan... Semua yang ditawarkan mamimu itu, semuanya bohong. satu senpun, aku tidak menerima apapun. semua keinginan mamimu, sudah aku penuhi. tapi apah? apa yang sudah mamimu lakukan padaku. Dia menyuruh orang untuk selalu mengganggu keluargaku. bahkan sampai ayah dan ibuku meninggal. Kejam sekali." Ucap Chelsia.


"Apa yang mereka lakukan." Tanya Ricky.


"Hah... Sudahlah, Aku sudah mengiklaskannya." Ucap Chelsia. Berbalik dan ingin masuk kemar hotel.


"Tunggu... Aku minta maaf." Ucap Roy.


"Maaf mu tidak akan bisa mengembalikan ayah dan ibuku hidup lagi. dan tidak akan bisa mengembalikan bahagiaku yang sudah dirampas oleh mamimu." Ucap Chelsia. pergi meninggalkan Roy. dan pergi menemui Sasa.


Roy terdiam mendengar semua penderitaan yang Chelsia alami.


Roypun menyusul Chelsia.


"Pulanglah, aku akan menjaganya." Ucap Roy.


"Tidak. aku tidak mau,." Ucap Chelsia.


"Chelsia... ayo kita pergi, sebentar lagi Alex juga akan datang." Ucap Ricky.


Roy terdiam mendengar ucapan Ricky.


Merekapun pergi meninggalkan Sasa bersama Roy.


Saat Ricky dan Chelsia didepan pintu hotel, Alexpun sampai.


"Dimana dia?" Tanya Alex.


Chelsia merasa sangat kesal kepada Alex. menatap tajam, lalu.


Plak... Suara tamparan keras dari Chelsia diwajah Alex.


"Apah? hah? kau sudah puas. Setelah apa yang telah kau lakukan padanya. Kau masih berani datang menemuinya?" Tanya Chelsia. matanya berkaca kaca.


"Chelsia... apa yang kau." Ucap Alex. kaget.


"Diam... dia sangat mencintaimu. dia buka lagi hatinya untuk menerimamu. dia bahkan sudah berikan segalanya untukmu. tapi apah? apa yang sudah kau lakukan padanya, Aleeeex." Ucap Chelsia. Menangis.


Alex melihat Chelsia sangat marah. Alexpun memeluk Chelsia.


"Dengarkan aku... kejadian kemaren itu bukan aku... aku tertidur setelah meminum kopi yang ada dimeja. aku fikir itu kopi yang Sasa sajikan untukku. Tapi ternyata, Mamah dan Elsalah yang menyugukannya dengan mencampurkan obat tidur kedalam kopi tersebut." Ucap Alex. melepaskan pelukannya dari Elsa.


"Sudahlah... aku bisa menerima mu jika Sasa sudah menerimamu." Ucap Chelsia.


"Baiklah... Aku kesana dulu." Ucap Alex.


"Kamu sudah sadar?" tanya Roy. melihat Sasa sudah membuka matanya.


"Dimana aku?" Tanya Sasa. dengan wajah yang pucat.


"Kamu harus istrahat... jangan berfikir yang lain dulu. ini minum obat..." Ucap Roy.


"Kenapa? kenapa aku disini?" Tanya Sasa.


"Aku menyelamatkanmu dan membawamu kesini." Ucap Roy.


"Kenapa Roy... kenapa? kenapa kau menyelamatkanku? kenapa Roy? Ucap Sasa. Menarik narik baju Roy.


"Aaaaa...haaa aaaa, aku malu Roy... haaaaaa." Ucap Sasa. menangis.


Alex melihat dan mendengar ucapan Sasa, betapa sakitnya Sasa melihat kejadian itu.


Alex berjalan mendekati Sasa dan Roy.


"Saa..." Ucap Alex. menghentikan tangisan Sasa.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sasa dengan mata yang sudah bengkak.


"Saa... Biar aku jelaskan." Ucap Alex.


"Tidak perlu... Aku tidak butuh penjelasan dari seorang penghianat sepertimu." Ucap Sasa. Memalingkan wajahnya.


"Aku pergi dulu." Ucap Roy.


"Tunggu Roy..." Ucap Sasa. Menghentikan langkah Roy.


"Bicaralah, dan selesaikan dengan baik baik." Ucap Roy.


"Tidak... Jangan tinggalkan aku. Aku baru sadar bahwa, kamulah selama ini yang paling mengerti aku. Yang paling menjaga ku. bahkan yang paling mencintaiku. Aku telah salah mencintainya." Ucap Sasa.


Alex langsung memegang bahu Sasa.


"Sasa... tidak... kamu tidak salah mencintaku. yang kamu lihat itu salah Saa... Sebenarnya." Ucap Alex. Ucapannya terputus.


"Aku tidak mau mendengar kau bicara lagi. Cukup. Aku melihatmu menatapnya penuh cinta. sekarang aku baru sadar bahwa kau, selama ini membodohiku." Ucap Sasa. Air matanya semakin deras.


"Saa, itu tidak...." Ucap Alex. lagi lagi ucapannya terputus.


"Pergi... Pergiiii." Ucap Sasa. tekanan suaranya semakin meninggi.


"Maafkan aku Saa... apa yang harus aku lakukan, agar kau mau memaafkanku, Ha?" Ucap Alex. Memohon, air mata Alex jatuh.


"Tinggalkan aku." Ucap Sasa. Menaikkan dagunya.


"Tidak, aku tidak bisa meninggalkanmu." Ucap Alex memegang kembali bahu Sasa.


"Pergiiiii." Ucap Sasa. Murka, menghempaskan tangan Alex dan menunjuk pintu keluar.


"Saa.. dengarkan aku dulu." Ucap Alex. Berdiri.


"Pergi... pergi... pergiiiiiiiii." Ucap Sasa mendorong Alex kearah pintu. dan menutup pintu kamarnya.


"Sasa... Dengarkan penjelasanku dulu... Saaa.... Sasa... Ku mohon." Ucap Alex. menggedor gedor pintu kamar Sasa.


"Saa..." Panggil Roy.


"Roy..." Ucap Sasa. memeluk Roy.


"Dengarkan penjelasannya dulu Saa. atau kau akan menyesalinya nanti." Ucap Roy.


"Tidak... " Ucap Sasa. menggelengkan kepalanya dipelukan Roy.


Alex berjalan dengan tatapan kosong. seakan mimpinya bersama Sasa sudah berahir.


"Alex... Alex kamu kenapa?" Tanya Ricky.


"Hah... Sasa tidak mau mendengar penjelasanku kyy." Ucap Alex. meneteskan air mata.


"Aku akan menjelaskan padanya." Ucap Ricky.


"Tidak... Dia sudah tidak mau mendengarkan siapapun lagi." Ucap Alex. menahan Ricky.


"Tapi Lex... Kau hanya dijebak." Ucap Ricky.


"Sudahlah. Biarkan aku sendiri dulu." Ucap Alex. berjalan menuju mobilnya.


"Alex... kita harus menjelaskannya. atau masalah ini semakin besar. Alex... Alex..." Ucap Ricky. menahan Alex. tapi Alex, tidak mau mendengarkan Ricky.


Alex yang sedang kecewa dengan ucapan Sasa. membawa mobil dengan sangat kencang. Alex sudah tidak terkendali. Emosinya semakin memuncak.


"Aku harus mengikutinya." Ucap Ricky.


"Ada apa?" Tanya Chelsia. terbangun dari tidurnya.


"Alex dan Sasa sepertinya cekcok. kita harus mengejarnya. aku takut terjadi sesuatu padanya." Ucap Ricky tancap gas.


"Ya ampun. kenapa jadi begini." Ucap Chelsia. Kwatir.


Alex melaju kencang dengan tatapan kosong. melewati semua mengendara dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ricky dan Chelsia sesekali ingin memotong mobil Alex, tapi tidak bisa.


Bayangan suara Sasa menghantui telinga Alex, membuat Alex semakin menambah kecepatan mobilnya sampai akhirnya Alex menabrak trotoar. Mobilnya terpental dan akhirnya jatuh kedalam sungai.


"Alex..." Jerit Ricky dan Chelsia didalam mobil. memyaksikan mobil Alex terjun kedalam sungai.