You'R My Destiny

You'R My Destiny
Hari sebelum Alex hilang 6



Setelah Ricky mengantarkan Chelsia pulang. Rickypun pergi menemui Alex dirumahnya.


"Selamat siang, Buk..." Ucap Ricky menunduk dihadapan ibu presdir, mamah Alex.


"Ya... ada apa kau kemari." Tanya mamah Alex.


"Saya berkali kali menelpon ponsel pak Alex, tapi tidak masuk buk. Apa Pak Alex ada dirumah?" Tanya Ricky.


"Mulai sekarang, Kamu saya pecat..." Ucap mamah Alex.


"Pecat? Tapi kenapa Buk? Apa kesalahan Saya?" Ucap Ricky. Kaget.


"Kesalahanmu sangat banyak, Bahkan sangat fatal... Aku menyuruhmu menjadi asisten pribadinya. Bukan berarti, dia bisa bebas keluar dan kamu yang mengerjakan semua. Kau bahkan tidak melarangnya, pacaran dengan wanita kampung itu. Malah kau sangat mendukungnya bersama wanita itu" Ucap mamah Alex.


"Tapi, Buk. Yang memilih saya menjadi asisten pribadi pak Alex adalah pak presdir Raka Buming. Beliau juga berjanji, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi saya. selagi saya masih mampu membantu Alex." Ucap Ricky.


"Hah... Baiklah. Mungkin kamu akan menjadi pengangguran, jika aku memecatmu. Suamiku sudah melakukan kesalahan, menjadikanmu asisten pribadi anak saya. Tapi, tidak apa apa... Aku akan mempekerjakan mu di devisi industri dan pertambangan. Aku akui, Kau sangat berbakat dibagian ini. jadi mulai hari ini kamu tidak menjadi asisten anak saya lagi. Paham." Ucap mamah Alex. lalu pergi meninggalkan Ricky diruang tamu sendirian.


....


"Aaaaaaa... Kenapa Tuhan? Kenapa? kenapa aku sebodoh itu. mengiakan semua inginnya. Sekarang dia sudah menghianatiku. yang ku kawatirkan sudah terjadi... Aaaaaa... Aku harus akhiri semua disini. Aku malu, Aku malu bahkan menatap bumi aku malu..." Ucap Sasa menangis memyesali semua yang telah dilakukannya bersama Alex. Bahkan jantung yang pernah berdetak itupun Sasa disesalinya.


"Haaaah... Maafkan Sasa ayah... maafkan Sasa buk.hhhaaaaaaaa.." Ucap Sasa. Menangis dipinggir pulau.


Sasa berjalan lambat masuk kedanau dan mencoba mengakhiri hidupnya.


Tiada sedikitpun Sasa memikirkan masa depannya. yang ingin sekali membahagiakan ayah dan ibunya.


Tiba tiba Roy berjalan menuju tepi pantai. Roy sangat tau, kalau dulu Sasa sering kesana, untuk menenangkan fikirannya.


Saat Roy ingin duduk dibebatuan. Roy melihat seorang wanita berjalan menerobos ombak danau, dan semakin lama tubuh wanita itupun semakin memendek, dan akan hilang.


Spontan Roy mengejar wanita tersebut, kedalam danau, sampai akhirnya wanita itu tenggelam. Roy mempercepat langkahnya, untuk menemukan wanita yang ingin mencoba bunuh diri tersebut.


"Ricky... Kamu yakin Sasa disini?" Tanya Chelsia.


"Ya... Kita harus ketempat dimana dia biasa menenangkan fikirannya." Ucap Ricky. berjalan cepat dari pelabuhan, kebetulan sangat dekat dengan tepi pantai tempat Sasa sering menyendiri.


"Semoga kita bisa menemukannya disini." Ucap Chelsia.


"Ya... Ayo." Ajak Ricky. Berlari agar cepat sampai.


Roy yang berusaha meraih tangan wanita itupun. akhirnya mendapatkannya. Hari yang sudah gelap, Roy tidak bisa mengenali wajah wanita tersebut, sambil berjalan dan tetap membawa wanita itu ketepi pantai.


Saat Roy meletakkannya. Betapa Roy sangat kaget, Bahwa wanita yang diselamatkannya itu adalah Sasa.


"Sasa? apa yang kau lakukan barusan? Sasa bangun..." Ucap Roy. Memberikan pertolongan kepada Sasa. memberikan pertolonfan pertama, memompa dada Sasa. Roy sempat berhenti, bahwa dirinya akan mencium bibir Sasa, demi menolongnya.


"Hufff... maafkan Aku." Ucap Roy memberikan nafas buatan untuk Sasa.


Chelsia dan Rickypun tiba dan melihat Ricky memberikan pertolongan pertama kepada Sasa.


"Siapa kamu?" Tanya Ricky. Melihat Roy memberikan nafas buatan untuk Sasa.


Roy tidak memperduliakan Orang yang menyapanya.


"Berhenti... Apa yang kau lakukan kepadanya?" Tanya Chelsia. Membuat Roy menghentikan pertolongannya.


"Suara itu? Kenapa seperti tidak asing bagiku." Ucap Roy. halam hati.


"Hentikan." Ucap Chelsia. Mendorong Roy yang memberikan pertolongan pertama kepada Sasa.


Ricky melihat laki laki, yang menolong Sasa adalah Roy Sanjaya. saingan terberat Alex didunia bisnis dan percintaan. dan Ricky tau bahwa Sasa dan Roy memang memiliki hubungan. Sementara Chelsia dan Roy saling bertatapan. Dua kekasih yang pernah saling mencintai, dihadapkan kembali.


"Cepat Ricky... Bawa Sasa." Ucap Chelsia. Ketakutan menatap Roy.


"Dia butuh pertolongan. Ayo Ricky cepat bawa Sasa." Ucap Chelsia.


Roypun langsung bergerak memberikan nafas buatan untuk Sasa. Sasapun akhirnya sadar.


"Ahuuk... huk.. huk... Aku lelah." Ucap Sasa. lalu pingsan lagi.


Roypun mengangkat Sasa kehotel terdekat.


....


Setelah sampai dihotel, Roy meletakkan Sasa dikasur.


"Ganti bajunya, dan olesi minyak angin yang ada disana. Agar tubuhnya kembali hangat." Ucap Roy. Menunjuk Kotak P3K.


"Baiklah..." Ucap Chelsia. Menahan perasaan yang belum usai dulu.


"Aku pergi ganti baju dulu. Ini hotel ku. Jangan terburu buru melakukannya, itu bisa melukai tubuhnya." Ucap Roy. Pergi mandi dan berganti pakaian.


Ricky yang menunggu diluar, berusaha menelpon Alex.


"Angkat, Lex... Jikalau benar kau salah. Pertanggung jawabkan semua ini. Ayo angkat..." Ucap Alex. didepan pintu kamar hotel.


"Halo..." Jawab Alex.


"Dari mana saja kau? apa kau tidak tau apa yang terjadi saat ini? atau kau pura pira tidak tau" Ucap Ricky marah kepada Alex.


"Ada apah? kenapa kau begitu marah padaku?" Ucap Alex.


"Temui aku, dihotel tempat kita menginap satu bulan yang lalu dipulau." Ucap Ricky.


"Ada apa disana?" Ucap Alex tidak sadar dengan semua yang terjadi.


"Alex... Sasa melihat mu berciuman dengan Elsa dihotel grand suaka. Dia sangat kecewa, bahkan Sasa ingin mengakhiri hidupnya." Ucap Ricky


"Apa? Aku kesana sekarang." Ucap Alex. Keluar dari kamarmya.


Alex melihat Elsa dan mamah Alex duduk tertawa diruang tamu.


"Mah... Apa yang terjadi tadi sore?" Ucap Alex. Merasa kalau mamah dan Elsa sedang menjebaknya.


"Eh... Alex... Tadi itu." Ucap Elsa. Ucapannya terputus oleh Alex.


"Diam... Aku tidak bicara padamu." Ucap Alex. Menunjuk wajah Elsa.


"Alex..." Saut mamah Alex.


"Mah... Jelaskan ke Alex, apa yang sudah terjadi tadi sore." Bentak Alex.


"Sudah duduk dulu, biar mamah cerita." Ucap mamah Alex. Gugup.


"Tidak usah... Jelaskan sekarang." Ucap Alex.


"Jadi begini. Mamah dan Elsa berniat menjemputmu kehotel. Buat, makan malam bersama. Saat mamah dan Elsa menunggu, tiba tiba kamu datang. Dan langsung meminum kopi yang ada diatas meja." Ucap mamah Alex. sedikit gugup.


"Lalu... Apa lagi mah?" Ucap Alex. Dengan nada tinggi.


"Setelah kamu meminum kopi tersebut. Kamu bilang kalau, kamu ingin istrahat sebentar, lalu tertidur dikantor. Saat Elsanya ingin membangunkanmu, tidak sengaja Elsa terjatuh kepelukanmu. Lalu Sasa datang dan melihat Kamu dan Elsa berciuman." Ucap mamah Alex berbohong.


"Oh... Tuhan. Lalu kenapa mamah membiarkan Alex tidur dan tidak membangunkan Alex? Aku tidak menyangka mah, mamah mau masuk dalam perangkap wanita licik ini." ucap Alex kepada mamahnya.


"Dan kau. Ingat, jika terjadi sesuatu dengannya. Aku tidak akan memaafkanmu seumur hidupku." Ucap Alex. menunjuk tajam kearah Elsa.