You'R My Destiny

You'R My Destiny
Hari sebelum Alex hilang 5



Setelah sampai diruangan pak Dude. Alex melihat ada kopi dimeja tamu, Alex merasa kopi itu adalah kopi buatan Sasa. Alex tersenyum dan langsung meminum kopi tersebut.


"Mah..." Ucap Elsa. melihat mamah Alex. Heran melihat Alex meminum kopi yang disajikan Elsa. tanpa bersusah payah membujuknya.


Mamah Alex tersenyum melihat Alex, Meminum kopi yang sudah diberi Obat tidur.


Tanpa proses lama. Alex langsung mengantuk dan tertidur disofa.


"Baiklah kalau begitu. mamah pergi dulu." Ucap mamah Alex, meninggalkan Elsa dan Alex yang sudah tidak sadar.


"Harus yah? bikin kopi, pake senyum segala?" Ucap Chelsia. sambil minum air putih disamping Sasa.


"Harus lah. Ini kan buat bos besar." Ucap Sasa.


"Buat bos apa buat bos?" Ucap Chelsia.


"Okeh... sudah siap, aku pergi dulu." Ucap Sasa. mengantongi ponselnya yang terletak dimeja. lalu pergi membawa kopi untuk Alex.


"Hei... Buat siapa tuh?" Tanya Office girl yang mengantarkan kopi untuk Alex.


"Buat pak Alex GM." Ucap Sasa lalu pergi.


"Tapi aku, tadi." Ucap Office girl. Ucapannya terpotong oleh Chelsia.


"Sssttt sudah sini.... Biarin dia mengantarnya. Maklum lagi Kasmaran dia." Ucap Chelsia.


"Masalahnya. Tadi, aku sudah mengantarkan kopi untuk pak Alex." Ucap office girl.


"Apah? siapa yang menyuruhmu?" Tanya Chelsia. Heran.


"Sepertinya itu Ibu presdir bersama mantan tunangan pak Alex." Ucap Office girl.


"Darimana kamu tau itu ibu presdir dan mantan tunangan Alex?" Tanya Chelsia.


"Aku cuma menebaknya saja." Ucap Office girl.


"Kok aneh yah?" Ucap Chelsia.


"Aneh kenapa?" tanya Office girl.


"Aku kesana dulu. Sepertinya ada yang tidak beres..." Ucap Chelsia.


Alex sudah tertidur dengan posisi duduk dikursi sofa.


Tok... tok... tok... ketuk Sasa di depan pintu ruangan pak Dude.


Karna tidak ada respon dari dalam, Sasapun langsung masuk keruangan pak Dude.


Pling.... Suara pecahan gelas kopi, jatuh dari tangan Sasa.


"Hah... haaaaaaa... Alex." Ucap Sasa. Air matanya menetes. Sasa melihat Elsa duduk dipangkuan Alex, sambil berciuman. kedua tangan Alex, memegang pinggul Elsa.


"Ehhh... Sasa." Ucap Elsa. Tersenyum. Mengalungkan tanggannya dileher Alex.


Sasa langsung berbalik dan berlari. Tiba tiba Sasa menabrak Chelsia.


"Saaa... Ada apa?" Tanya Chelsia. memegang tangan Sasa, dan melihatnya menangis terisak isak.


Sasa menghempaskan tangan Chelsia. dan pergi berlari, dengan keadaan hati yang hancur.


Chelsia yang penasaran. melihat apa yang terjadi diruangan pak Dude.


Chelsiapun melihat Elsa masih dengan posisi yang sama. tersenyum menyentuh bibir Alex.


"Hay... Kamu siapa? kenapa kamu bisa disini bersama pak Alex." Tanya Chelsia. Marah.


"Aku, siapa?" Tanya Elsa. Turun dari pangkuan Alex.


"Ya..." Saut Chelsia. Melolot.


"Aku... Tunangan Alex. Dan kami akan menikah. Apa yang kau lihat tadi. itulah yang sering terjadi antar aku dan dia." Ucap Elsa.


"Dasar. Kalian berdua memang sama sama bukan manusia. Bahkan kalian tidak malu melakukan ini didepan umum." Ucap Chelsia.


"Bukan kah ini sering dilakukan orang bertunangan?" Ucap Elsa tersenyum puas.


"Oh yah? apa kau sudah yakin, Alex melakukan itu dengan cinta? Atau kau, melakukannya dengan menjebaknya saja." Ucap Chelsia. Mengepal tangannya.


"Haahhh..." Saut Elsa. Tersinggung, mendengar ucapan Chelsia.


Chelsia yang menatap tajam Elsa, menahan amarahnya. Lalu pergi mengejar Sasa.


"Sasa, kamu kemana?" Ucap Chelsia. Sambil berlari menelpon Sasa.


Elsa melihat Alex masih tertidur disofa. Ucapan Chelsia sangat menyayat hati Elsa.


"Hah... memang benar. Dengan ini aku bisa memilikimu, maka akan ku lakukan." Ucap Elsa. Pergi meninggalkan Alex. Rencananya bersama mamah Alex sudah berhasil.


"Halo, ada apa Chel?" Tanya Ricky.


"Sasa. Kyy... Aku tidak mau terjadi sesuatu padanya. Ayo kita cari Sasa." Ucap Chelsia. menangis. Takut Sasa akan melakukan hal bodoh yang merugikan dirinya.


"Dimana kamu?" Tanya Ricky. panik.


"Aku masih dihotel." Ucap Chelsia.


Chelsiapun pergi keruang ganti, mengganti pakaiannya.


kring... kring... kring... Telpon Ricky.


"Cepat keluar, aku didepan hotel." Ucap Ricky.


"Baiklah." Ucap Chelsia.


Cepat cepat Chelsia lari menemui Ricky.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Ricky.


"Sasa, melihat Elsa dan Alex berciuman diruangan pak Dude..." Ucap Chelsia. Matanya berkaca kaca .


"Apah?" Tanya Ricky. Kaget.


"Iah... Aku melihat Sasa sangat kecewa. Kita harus mencarinya, Kyy." Ucap Chelsia.


"Tapi kemana? Tunggu... Aku ingat... Kemarin waktu Sasa hilang. Alex menelpon orang suruhannya. Kamipun menemukan dimana Sasa berada..." Ucap Ricky.


"Telpon Kyy... Aku kwatir. Matanya menunjukkan kekecewaan kyy... Aku takut Sasa." Ucap Chelsia. Ucapannya terputus.


"Sudah... sudah. Aku akan telepon sekarang." Ucap Ricky. menenangkan Chelsia.


"Yah..." Saut Chelsia.


"Yah... Baiklah Saya tunggu." Ucap Ricky. menutup teleponnya.


"Dia bilang apa?" Tanya Chelsia.


"Dia akan share lokasi terahir Sasa... Kita pasti segera menemukannya." Ucap Ricky. menunggu pesan dari cyber.


"Baiklah." Ucap Chelsia.


"Oia? Apa Alex masih disana?" Tanya Ricky.


"Ia. Masih disana bersam Elsa." Ucap Chelsia


Saat Ricky dan Chelsia ingin pergi menemui Alex.


Kling...


Suara pesan dari Cyber.


"Dia disini " Ucap Ricky melihat Share lokasi, yang dikirim cyber.


"Ayo kita pergi, kyy." Ucap Chelsia. Langsung masuk kemobil Ricky.


"Ayo..." Ucap Ricky.


"Semoga dia masih disana." Ucap Chelsia.


"Yah... Oia Chels. Apa kau melihat apa yang Elsa dan Alex lakukan?" Tanya Ricky.


"Ya... Alex duduk disofa, sementara Elsa duduk dipangkuannya. mereka sangat memalukan sekali." Ucap Chelsia.


"Tapi Chel... Alex sangat mencintai Sasa. Aku tau itu. Tidak mungkin Alex, melakukan hal konyol kepada Elsa, sementara Alex sudah menganggap Elsa sebagai adiknya." Ucap Ricky.


"Entahlah... yang aku lihat Alex juga menikmatinya." Ucap Chelsia. Sangat kesal kepada Alex.


"Huf... Sepertinya ada yang tidak beres ini." Ucap Ricky. merasa aneh.


Ricky sangat tau Alex. Batapa Alex sangat mencintai Sasa. Ricky juga tau bahwa Alex tidak mudah berpaling, meskipun Sasa menyakitinya sekalipun. Ricky tidak habis pikir, bahwa Alex semudah itu telah menghianati Sasa.


"Dia disini.... Taman kota. Ya benar. Taman kota." Ucap Ricky memastikan lagi share lokasinya.


"Aku cari disana dan kamu cari kesana." Ucap Chelsia.


Ricky dan Chelsiapun mencari Sasa ditaman kota. tapi mereka tidak menemukan Sasa disana. Merekapun kembali setelah berkeliling mencarinya.


Ricky dan Chelsiapun kelelahan setelah berkeliling.


"Ada?" Tanya Chelsia.


"Tidak." Jawab Ricky. menggelengkan kepalanya.


"Ya ampun... Kemana kamu Saa." Ucap Chelsia. Kawatir.


"Ayo kita kehotel... Kita temui Alex. Kita tanyakan apa sebenarnya yang terjadi." Ucap Ricky.


"Maling mana ada mau ngaku." Ucap Chelsia. Tidak percaya lagi kepada Alex.


"Ayoh..." Ajak Ricky.


Merekapun pergi menemui Alex.


....


Sesampainya dihotel. Ricky dan Chelsia tidak menemukan Alex diruangan pak Dude.


"Kemana dia pergi?" Tanya Chelsia. semakin jengkel.


"Aku akan mengantarmu pulang... Mungkin dia sudah kembali kerumahnya." Ucap Ricky.