You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 53



๐™ท๐šŠ๐š™๐š™๐šข ๐š๐šŽ๐šŠ๐š๐š’๐š—๐š โ™กโ™กโ™ก


Dimalam hari, Key pergi dari sekte sebentar setelah ijin dengan Tetua Ken. Sepanjang jalan dia memutar mutar cincin yang ia pakai.


"Ck.. Harusnya Kairi saja"


Ia pun sampai disana dan tampak seorang perempuan sedang menjemur pakaian, yang memang selalu ia lakukan dimalam hari.


Key mendekat dalam diam dan memeluknya dari belakang, menanamkan kepala di antara lehernya, menghirup aroma yang dikeluarkan perempuan itu.


"Key, kau jadi sering datang"


"Tak boleh?"


Key menggenggam tangan Sora yang terdapat cincin dan memutar mutar cincin tersebut.


"Kenapa hum??"


Sora mengusap kepala yang ditutupi rambut tersebut.


"Aku akan pergi, dan akan jarang kesini, maaf"Ucap Key to the point.


"Kenapa harus izin?"


"Karna kau kekasihku, jadi aku takut kau marah jika pergi tiba tiba"


Pipi Sora bersemu merah dan tersenyum tipis. Ia mengusap rambut lelaki tersebut dengan lembut.


"Pergi saja harusnya.."


"Aku takut kau juga meninggalkan diriku dengan menikah dengan pria lain, aku tak mau"


Sora membalikkan badannya lalu menatap mata Key dengan mantap dan yakin.


"Terimakasih, tapi aku akan menolaknya, aku hanya mencintai satu orang saja, dan itu kau"


Key mengangguk. Ia lebih tenang untuk pergi.


"1 tahun, beri waktu satu tahun untuk aku kembali"


"Baiklah, aku akan menunggu"


Key tersenyum lebar di balas senyuman oleh Sora.


Akio sudah tau..


Mereka berbincang sedikit lalu Akio berjanji akan menyimpan (eak menyimpan) Sora selama satu tahun itu, dan juga mempersiapkan adiknya yang cantik untuk 1 tahun ke depan.


Key kembali ke tempatnya dengan hari sedikit lebih tenang dari pada sebelumnya.


Ia mengemas barang dan tertidur, 2 jam cukup kan?


Sedangkan di sisi lain, Kairi pergi untuk coba memanggil Cici yang tak dapat di hubungi melalui batin, ia berjalan cepat ke gunung kematian.


Sesampainya di kaki gunung, dia tak melihat Cici perasaannya buruk.


Hingga ia mendapatkan pesan dari Cuci yang mengatakan dia baik baik saja, membuat Kairi tersenyum lega.


Dia meminta menyampaikan pesan kepada Heeon dan Cici berjanji akan menyampaikannya, dia kembali dengan kecepatan tak masuk akal.


Setelah itu ia berbaring di tempat tidur memikirkan masa depan yang akan dia jalani.


"Kira kira diajarkan apa ya?"


Ia memejamkan mata menunggu sang Surya menyinari kamarnya di pagi hari nanti, dan semoga ia masih hidup sampai saat itu.


_____


Ges tau gak? awalnya aku berniat membuat Cyclone dan Kairi yang jadi murid nya Tetua Ken tapi malah berubah.


Secara, Cyclone masih harus nyari Thunder dan masih punya tanggung jawab menggantikan sang kakak.


Sedangkan, Kalau Key kan jadinya dia bisa berpisah dengan Sora gitu, biar ada ramncenya gitu.


Kalau Kairi, awalnya ku coba tuk membuat dialog dimana dia mendesak Key agar dia saja yang masuk dan Kairi sendiri tidak.


Namun entah bagaimana malah 2 2 nya yang jadi murid Tetua Ken.


Dan ini masih belum selesai ya, setelah jadi murid para Tetua selama 7 bulan, akan ada seleksi lagi agar masuk ke inti perguruan Iblis dan diajar langsung agar menjadi ahli waris pemimpin.


Jadi sistem kepemimpinannya untuk cari ahli waris yaitu dengan menyeleksi murid para tetua.


Dah segitu dulu aja.


Bye bye..