You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 44



Happy reading❤️❤️


Malam hari yang dingin, angin berhembus kencang membuat semua tanaman merunduk.


Semua orang digulung selimut, diluar sudah sangat sepi, tak ada orang yang lalu lalang. Semuanya tidur dalam selimut yang hangat.


Key sudah kembali kekamarnya untuk tidur, Kairi dan Sora sudah terlelap dalam tidurnya, di alam mimpi masing masing.


Sedang kan Rigai dan Cyclone masih tertawa bersama, mereka bermain catur dan saat ada yang mematikan pion salah satu dari mereka tertawa.


"Hahahaha skakmat!"


Rigai berdecih kesal, padahal selangkah lagi ia bisa menang namun ia terlalu fokus sehingga tak melihat arah laju pion milik Cyclone.


Besok pagi mereka sudah harus pergi ke sekte dengan cepat. masih banyak bunga Apinya jadi bisa dipastikan mereka menang.


"Main lagi?"Senyuman masih tak luntur dari wajah pengendali angin itu.


"Cih, gak mau, mendokuse"


Cyclone tertawa cekikikan melihat Rigai yang langsung masuk kedalam selimut.


"Iiih Rigai ngambekkan"


Setelah itu Cyclone merapihkan papan catur lalu mematikan lampu, ia duduk di jendela.


Menghirup angin malam dalam lalu menghembuskannya dengan wajah tenang dan seperti tak ada beban.


"Malam ini tidur gak ya?"


Ia menatap ke bulan, air matanya menetes seakan melihat wajah sang Ibu yang memberikan amanat padanya.


"Aku gagal jaga kak Thunder lho, Ma.."


"Dia malah pergi dari sekte untuk ke gunung kematian, padahal membuktikan diri tak perlu seperti itu kan?"


Air mata mengalir bebas, ini yang selalu ia lakukan setelah memastikan semua orang tertidur.


Ia melihat sebuah potongan kayu didekatnya lalu mengangkatnya dengan kendali anginnya.


"Mama, Cycy kangen lho sama Mama"


Ia memutar potongan kayu itu lalu memecahnya menjadi kepingan kepingan yang lebih kecil lagi.


"Mama tau gak? Kak Thunder jadi gila karna cinta"


Cyclone memutar potongan kecil itu lalu membuatnya menjadi serbuk.


"Crystal gak satu kelompok, oh ya Mama anakmu ini punya temen baik serta kuat lho.. kayak yang Mama anjurkan"


"Dia cantik, tapi gak secantik Mama"


"Dia kuat, tapi belum sekuat Mama"


Cyclone memejamkan matanya lalu membiarkan serpihan kayu itu dibawa angin, Angin itu sangat nyaman, seperti elusan seorang Ibu.


Elusan dari tangan yang nyaris dingin namun menenangkan, menghangatkan dan merasa terjaga.


"Cyclone kangen Mama.."


setalah Berjam jam berlalu dengan penuh deraian air mata.


Pengendali angin itu menjatuhkan air mata terakhir lalu wajahnya berubah lagi.


"Sudah ya Mama! Cycy mau terbang dulu!!"


Ia melesat ke antara awan awan, melihat bulan penuh yang menawan, bermain bebas diangkasa dengan kekuatannya.


"Wooohuuuuuu"


Semua bebannya terbawa angin, memang wajahnya selalu tersenyum tapi beban didalamnya tak pernah keluar dari mulutnya. Yang pernah merasakan mari berhalu.


"Hiks...Seruuu!"


Air matanya terbawa angin dan jatuh entah ketanah mana.


Ia membuat alas menggunakan kekuatan anginnya lalu berselancar diawan. Menembus awan yang terbuat dari embun.


Menahan tangis dengan menarik nafas lalu menghembuskannya pelan pelan, merentangkan tangannya lebar seperti sayap.


"Thunder balik dulu ya Ma!!"


Setelah 30 menit puas bermain dengan angin, ia kembali ke penginapan, kembali ke dalam selimut karna fajar nyaris menyingsing dari arah timur sana.


"Cyclone, Rigai, bangun"


Cyclone langsung bangun dan mengguncang guncang tubuh Rigai membuat sang empu terkaget kaget dan langsung siap ikut turun kebawah.


"Kalian udah menguasai tornado way kan?"


Semua mengangguk.


"Ayo!!!"


Mereka meloncat ke udara dari genteng lalu melesat bagaikan angin tornado yang berhembus.


"Yang duluan sampai dia yang menang!!"


"Yang kalah harus traktir di kantin, dan makanan termahal!!"


Sungguh 2 barbar itu tak tertahankan bahkan Rigai ikutan dan mengabaikan luka nya yang baru kemarin didapat


Tak sampai 15 menit, mereka sampai di sekte dan masih harus berlari ke tempat lomba dan men-chek poin tempat mereka kemarin


Mereka tersenyum sambil melambaikan tangan dan menatap satu sama lain sedangkan Key tentu saja tidak.


...----------------...


Semua orang sudah berkumpul dan Tetua Ken cukup terkejut melihat hasil yang didapat Kairi Dkk di tempat yang berlawanan dengan elemennya.


"Subarashi"


Mereka tertuju pada kata kata yang keluar dari tetua Ken.


"Baiklah baiklah, semuanya DIAM!!"


Tak ada kericuhan lagi dan dari 5 atau 7 misi elemen hanya akan dipilih 5 kelompok saja, dan masih harus diseleksi lagi.


"Dari misi 1 yang lolos..... tak ada"


Lantai dibawah mereka terbuka dan mereka jatuh kedalam lubang yang entah isinya apa.


"Dari misi 2 yang lolos adalah.... Kelompok Cyclone"


"**misi 3&4 tak ada"


"Misi 5, 2 Kelompok**"Kelompok mereka ditunjuk dengan menggunakan senter.


"**misi 6, kelompok Kirao"


"Misi 7, kelompok Hanool**"


Tetua Ken menyuruh mereka naik ke atas dan kelompok Cyclone ada di sebelah Tetua Ken.


"**Sejujurnya, saya hanya akan memilih 2 - 3 murid saja namun sungguh kelompok ini membuat saya merasa mereka lebih pantas"


"Secara mereka mendapatkan lebih dari 100+ Bunga api dan memakainya dengan baik**!!!"


semua membelalakkan matanya.


Tak ada yang melampaui mereka bahkan paling paling hanya 5 atau 10.


Acara berlangsung cukup singkat karna ada rapat antara para Tetua.


Lomba secara per-orangan akan dilakukan sore hari, mereka diperkenankan melakukan apapun sebelum lomba dimulai.


Key tentu mengunjungi seseorang.


Kairi diam di kamar sambil berusaha untuk menghubungi Heeon yang ada di gunung kematian.


Cyclone mengabarkan hal itu dan rupanya Crystal juga lolos.


Rigai bermain dengan teman teman lainnya sembari menyombongkan diri.


Sora.. ya dia hanya duduk dikamar miliknya.


"Huuuuft"


Menatap foto seseorang dengan marga Wei yang sekarang terpisah jauh darinya


"Tenang saja Sora, aku pasti akan kembali bagaimanapun caranya!"


"Akeno Wei, kau ini. Ayahmu yang sudah melarang kita kan??"


"Aku tak peduli, kau tau kan aku mencintaimu?"


"Aku janji Sora! Kita akan bersama lagi, tapi sekarang aku harus pergi, Guru ku akan datang"


Mengangguk, ia tersenyum simpul sembari mematikan komunikasi rahasia miliknya yang tersambung dengan lelaki bernama Akeno itu.


"Dasar keras kepala"Air matanya bergulir.


Ia menidurkan dirinya sambil menarik napas panjang lalu berusaha untuk tidur.


Namun gedoran di depan pintunya membuatnya kembali membuka mata dan membuka pintu.


"Iya?"


"Kau tau kan kalau aku juga Lolos?!"Crystal rupanya


"Iya, gak tau sih baru tau sekarang"


Crystal memanyunkan bibirnya dan melirik ke dalam kamarnya. "Mana janjinya? katanya bakal biarin aku Room tour?"


Sora menoleh ke kamarnya lalu tersenyum canggung.


"Kan Aku juga lolos"


"Kan aturannya kalau aku lolos aku boleh liat liat kamarmu, tapi kalau tidak aku harus mentraktir mu"ucapnya dengan bangga.


"Baiklah baiklah, tapi Crystal jangan kaget ya.."


"Tentu saja!!"


_____________________________


**Like


komen


share


follow


TBC**...