
Happy reading❤️❤️
Malam yang indah namun menegangkan bagi Yuta, Renatha atau lebih tepatnya Catharine berkali kali mengerjainya.
Mata Catharine yang berwarna keemasan membuatnya mudah mengenali jika sang istri berubah.
"Bisakah kau biarkan Renatha tidur, Cat?"
"Tidak, hihihi"
Yuta beranjak dari kasur lalu kedapur mengambil seutas tali, lalu kembali kekamar.
"Dari mana kau?"
Yuta tak bergeming lalu merebahkan Catharine yang anehnya menurut, ia ditekan oleh feromon Yuta yang berkoar koar.
"Mau apa kau?!"
"Tidur, Renatha besok ada meeting"
Yuta mengikat tubuh Renatha dengan tali yang dibawanya dan seketika mata keemasan yang bercahaya itu perlahan redup dan tertutup.
"Huuuf"
Yuta menghela nafasnya lega,
Ia berbaring di sebelah tubuh Renatha dan memeluknya erat.
"Hei Key bangunlah! kau tak apa?!"
Key pingsan, Ia dibopong oleh Akio dan Rigai yang dibangunkan oleh Takara Sora.
"Dia hujan hujanan??"Tanya Sora yang ikut terbangun mendengar teriakan panik dari perempuan yang memiliki nama sama dengannya.
Kairi pun tak luput, ia ikut bangun di barengi Cyclone yang sudah ada di samping Key memeriksa denyut nadi rekannya itu
"Kau melihatnya menjerit??"
"I-iya, dia menangis"
Rigai langsung memasang wajah malas, kesal dan sedih.
"Biarkan saja, nanti dia bangun"
Rigai kembali ke tempatnya lalu bersiap tidur, ia sudah biasa dengan Key yang pingsan habis menangis.
"H-hey kenapa? kenapa biarkan saja? badannya panas nih"ucap Sora dan Akio.
"Sudah biasa"
Rigai tampak tak peduli membuat semua yang ada disana mengerutkan keningnya.
"Apa yang membuatnya--"
"Kairi, Sora, dan Takara Sora"Mereka menatap Rigai aneh
"Maksud?"
Rigai tak menjawab, ia begitu cepat kembali ke alam mimpinya, terlelap begitu saja tanpa menghiraukan temannya yang sedang pingsan.
"A-apa benar kita biarkan saja?"
Cyclone mengangguk dan membawa Sora serta Kairi kembali kekamarnya, membiarkan Key melawan sakitnya sendiri.
"T-tapi--"Akio memegang pundak sang adik untuk diam dan membiarkan saja Key.
"Ayo, besok kita harus ke kota menjual obat"
Sora menggeleng.
Akio mengangguk, ia kembali ke kamarnya meninggalkan sang adik berdua dengan tamunya itu.
"Karna ini salahku.."
Dia duduk menggunakan kursi di samping ranjang Key di baringkan, menahan kantuk agar sang empu berhenti meringis sedih seperti itu.
Hingga kira kira satu jam sampai 2 jam setelah itu, Key tiba tiba mengepal kuat, Sora langsung panik.
"Hei kau tak--Mppph!!"
Key menarik kepalanya, Menciumnya dalam, masih tetap dalam keadaan tak sadarkan diri. Key memegang erat tangan Sora dan semakin menekan agar ciumannya semakin dalam.
"Mphhh....mmmmh!"
Key semakin brutal, padahal ia tidak sadarkan diri, sudut bibirnya mengeluarkan darah karna Sora melawan.
Sora mulai mengatur nafasnya agar tenang, ia mencoba mengikuti alur, hingga tanpa sadar ia masuk dalam ritme ciuman seorang Key.
"Mmmmmm..."
10 menit kemudian, Key melepaskan tangannya dari kepala Sora. Sang empu langsung menarik diri, wajahnya memerah, matanya nyaris mengeluarkan air mata.
Sora mengusap bibirnya kasar.
"Dia..!"
Ia ingin pergi namun genggaman Key atas tangannya tak melemas malah makin menguat.
"Orang ini..!"
Wajahnya memerah semerah jambu yang matang, jantungnya berdegup kencang sembari ia menyentuh bibirnya yang di cium oleh orang yang baru ia kenal.
Sungguh ini pengalaman pertama yang sangat...
"Jangan tinggalkan aku Ibu..."
Lirihan seorang lelaki yang sejak awal tampak dingin menjadi seperti anak kecil tak berdaya, air mata keluar dari matanya.
"Kenapa...... kalian tinggalkan Key......?"
Air mata semakin deras, Sora melihat itu, ia tak tega sehingga tetap di sampingnya. Ia mengusap kepala Key lembut membuat sang empu menghentikan tangisnya.
Tak sadar, Sora ikut tertidur, di samping ranjang Key yang belum membuka mata.
Keduanya terlelap dalam satu alam mimpi, apakah akan bertemu??
Yang Sora tau, mungkin Cinta yang sebenarnya adalah ini, Key orangnya. Bukan Heeon.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
**Like
komen
share
follow
TBC**.....