
Happy reading❤️❤️
...*****Kairi POV*****......
Hari ini adalah hari pertama Renatha dan Yuta menjadi pasangan dadakan yang sangat dadakan bahkan kata Heeon seperti tahu bulat yang ada di Indonesia.
"Kalian...., Aku turut bahagia"
Renatha sumringah sejak pagi hari walau kadang senyum senyum sendiri saat membaca kata kata dari para tamu.
"Aku merasa sedih"
ucap Heeon yang ada di sampingku, Ku harap sangat sangat........ Renatha tidak akan tau persoalan Yuta yang terkena racun vampir.
"Nyusul!"
Aku bisa melihat senyuman diwajah sahabatku yang satu ini, aku bahagia karna dia akhirnya menikah walau di usia muda tapi aku harap tubuh Yuta lebih kuat dan efek obat yang kuracik itu lebih panjang.
"Kairi ku belum mau....."Ucap Heeon yang membuat sensasi geli padaku
"Apaan sih"
Mulutku sangat gatal ingin teriak bahwa Yuta sudah tak lama lagi akan... tak perlu Ki ingatkan lagi lah.
Aku dan Heeon menelusuri sepanjang jalan apartemen itu dan tak menemukan laboratorium yang dekat sana.
"Kalian sudah menemukan Labo nya??"
"Ya, belum lah"
Renatha berdecak kesal karna Aku yang bilang 'ya' tapi di sambung dengan kata 'belum'.
"Yuta, nanti jangan lupa, bikinin Dedeq kembar"Aku terkekeh kecil mendengar ucapan pacarku yang dibarengi dengan memerahnya wajah kedua insan itu.
Dan kalian tau?? Saat tidur Yuta terpaksa tidak mematikan lampu karna kalau iya... maka semuanya tamat.
"Ku harap... Kalian bersama lebih lama dari yang terlama"Ucapku, walau acaranya kemarin tapi entah kenapa aku selalu ingin mengucapkannya.
"Iya donk!!"
"Oh ya, kalian kapan ke sekte lagi??"
"Minggu depan, dan itu juga kami gak tau boleh balik lagi kapan"ucapku sambil memakan kripik yang sudah tersedia.
"Kalau aku boleh 1 bulan sekali"
"Cepat..."
Kami menonton suatu siaran yang memperlihatkan vampir yang layaknya zombie mengerumuni suatu gedung.
"Yosh yosh, Kita harus pergi bukan??"
"Ya!! Kami duluan!!"Renatha menarik tangan Yuta dan mengubah baju keduanya, lalu pergi terbang lewat jendela.
"Kalian!!!"
Aku memastikan bahwa tempatnya, kordinatnya benar di kepalaku. "Ayo, Heeon!"
Kami pergi dari jendela dan menyusul kedua Pasutri baru itu. Padahal baru kemarin mereka terlihat lelah sekali tapi sekarang sangat bersemangat.
"Hei!! kita gak pakai topeng?? ini pagi lho"
"ah, iya benar juga"Renatha mengerem dan karna Renatha tak belajar cara terbang maka ia digendong Yuta.
"Sayang, pasangin"Kata kata Yuta entah kenapa membuatku geli sendiri karenanya.
"Nyamuk banyak ya"ucap Heeon sambil menunjuk ke arah gedung yang kami tuju
Setelah semua memakai topeng, kami melaju cepat hingga membuat kerumunan vampir itu terpental pental.
Banyak yang terjebak di gedung dan orang disekitarnya pada kejar kejaran dengan para vampir yang lebih unggul dalam kecepatan.
"Kau blokir semua akses ke gedung dan buat pilar untuk menahan agar para vampir itu tak ada yang kabur, Rena masuk ke gedung dan tenangkan orang orang, aku akan membantu orang yang dikejar, dan Yuta kau lawan vampir yang ada dalam blokiran"Arah Heeon lalu kamu melesat ke bawah.
"Pilar cahaya!!!"
Sebuah pilar terbentuk dari cahaya matahari yang ada, aku tak berani memindahkan awan seperti waktu itu mengingat adanya Yuta.
"Huwaaaa Tolong aku!!!"Ada seorang perempuan yang hampir jatuh dari kaca gedung dan rupanya disana ada Vampire yang mengincarnya dari dalam.
"Rena!!! Arah jam 3!!"
Rena meloncat begitu tinggi lalu menangkap perempuan itu pas dengan jatuhnya dia. "T-terimakasih"
"Bisa bantu aku??"
"A-apa??"
"Tenangkan orang orang dikantormu lalu bawa ke ruangan direktur yang paling atas jika tak muat bawa ke rooftop"Terangku, Perempuan itu langsung pergi untuk mengumpulkan para teman teman kantornya itu.
"Kau siap??"
"Ayo mulai!!!"
Dari kejauhan ku lihat dua manusia itu menyerang para vampir secara brutal membuat satu persatu menjadi abu.
"Arah jam 2.30!"
"jam 6!!"
Teriakan mereka terdengar kepadaku yang sedang menunggu orang orang di rooftop yang entah kenapa tidak sampai sampai.
"Hah hah... ayo cepat, dia menunggu kita!!"
Akhirnya perempuan itu membawa semua orang ke rooftop yang tampaknya hanya segitu dan cukup.
"Aku akan bawa kalian semua ke kantor polisi dan diam disana. Jangan khawatir kami akan membantu semaksimal mungkin!"Aku menteleport mereka dengan cepat.
"Awas muntah!!"Peringat Renatha yang (Aku) ikut (kan) dengan mereka semua.
°Kairi kami butuh bantuan°
Telepati Heeon berhasil datang ke diriku dan dengan cepat aku terjun dari atas sana.
"Nani??"
"TASUKETE!!!"Teriakan Yuta yang tampaknya sudah lelah.
"Ah, Hai(k)"
Aku menyerang mereka dengan kombo-ku dan Heeon, semua berubah menjadi abu namun anehnya dari vampir kali ini adalah.. Tubuh mereka sangat baik tanpa cacat.
Tak ada luka, seperti rupa orang yang baru... baru saja menjadi vampir.
"Mereka bermutasi untuk memperbaiki sel"ucap Yuta padaku, Dia juga merasakannya.
"Karna kekuatan mereka diserap oleh 'Itu'"Ucap Heeon sambil menunjuk ke seorang, ah mungkin sesuatu yang seperti sedang menyerap kekuatan para vampir.
"A-apaan itu?!!!"
Tanah berguncang hebat, makhluk 'itu' mendekat kearah kami dengan sangat menyeramkan.
"Cih, Kuso!!"
Makhluk itu berusaha mendobrak pilar yang ku buat dan tentunya tak bisa kan?? ya tampaknya tak bi---
Crakk
"Apa yang.."
Pilar yang ku buat retak sedikit, namun membuatku terkejut bukan main.
"Jangan sampai terpukul!!!"
Aku yang mengatakan tapi... Tangan besar itu mengarah ke diriku dengan cepat.
Yabai!!-Kairi
"ie!!!!!"
...Kairi POV Off.......
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
^^^In the another side (Korsel)^^^
"Kau baik saja, Gaian??"
Gaian tampak lemas dan terus menerus memijat kepalanya, Mereka masih tinggal di istana vampir dan belum keluar dari sana.
"Jangan ganggu dulu, Hyura"
Hyura menghampiri Gaian dan melihat apa yang ia lihat, senyuman tipis nan miris terbit di wajahnya.
"Jangan terlalu lelah, Vampire"
"Kau juga"
"Jangan ingatkan aku"
"Kau haus??"
Gaian menatap Hyura dengan wajah sendu dan berusaha tersenyum, Miris, Pikirnya.
"Sedikit"
Gaian bangkit dari duduknya lalu mengambil sebuah gelas dan mengambil sesuatu dari kulkas yang ada di ruangan itu
"Ini"
Darah itu terlihat menggiurkan tapi Hyura masih tak terbiasa.
"Tidak mau"
"Katanya haus??"Gaian menaikan sebelah alisnya heran.
"Tapi ini darah"
"Ini minuman mu"
Hyura dengan ragu mengambil gelas itu lalu meminumnya sedikit, ia merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan.
"E-enak..."Lirihnya sedih.
"Tak usah sedih, Kau mau jalan ke danau??"
Hyura menatap Gaian berbinar dan senang, Ia meminum sedikit darahnya dan memberinya ke Gaian
"Sudah!"
Gaian tersenyum kecil dan meminum sisa darah yang ada di gelas itu.
"Ayo, Aku tunjukkan bahwa malam tidak selalu menyeramkan"Ucap Gaian, ia tau Hyura agak takut jika gelap tapi di kerajaan vampir, malam sangat indah.
"Oke!"
Saat mereka keluar dari ruangan itu, sebuah suara familiar memasuki pendengaran kedua insan itu.
"Hei, Gaian!!"
"Paman Xin??"
***Like
komen
share
follow
TBC***..