You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 26



Happy reading ❤️❤️


Ba ba! Ma ma..!!"


Seorang bocah perempuan dengan Surai merah Candy nya menatap orang tuanya yang sudah dibanjiri darah  dengan tatapan sedih sekaligus bersalah


Seorang bocah umur 9thn harus menerima kenyataan bahwa orantuanya meninggal di hadapan ia dan sahabat nya??


"Khu-- mengganggu saja! Lihat saja , walau kalian mengorbankan nyawa kali ini,


di masa depan aku akan mengambil jiwanya!! Cam kan itu manusia!!"


"Hiks.... Kenapa!! Kenapa?! Kenapa kalian harus selamatin aku! Argh.!-- hiks... Baba Mama ber-"


"Uhuk! Tenang nak... Jaga dirimu baik... Baik di masa depan ya... Uhuk uhk!!


Maaf jika keputusan kami membuatmu memikul se-- uhuk!


Sesuatu yang seharusnya belum kau laksanakan-- uhuk uhuk!! Yuta jaga Lina ya??  Uhuk uhuk uhuk!!"


Sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya


"Mama!!!"


Malam itu hujan deras, bagaikan langit tau kesedihan bocah itu


air mata bercampur dengan air hujan yang mengalir


Di taman kediaman keluarga Park, sudah ada 2 mayat orang yang berjasa dalam kehidupan manusia di sekitar situ


namun kini mereka sudah meninggalkan dunia dan berpindah ke alam lain


Selang 1 hari acara pemakaman telah usai, yang tentunya dihadiri oleh orang orang sekitar juga rekan rekan kerja kedua orang itu


"Yuta, kenapa mereka jahat sih...hiks... Mereka.. hiks...niggalin aku


hiks padahal besok kau akan pindah-- Huaaaaaaa hueeeeeee KENAPA DUNIA INI GAK ADIL!! KENAPA!!?"


Lelaki yang di panggil Yuta itu memeluk perempuan tersebut, ia dapat merasakan kesedihan yang dialami oleh sang sahabat


Yuta, lelaki berdarah campuran Jepang-Korea yang setia menemani perempuan tersebut dari kecil, kini harus pindah di karenakan keluarganya yang harus mengurus perusahaan di Jepang


"Maaf Reolina-Chan... Aku minta maaf.... Aku akan pulang cepat koq janji"


Yuta mengacungkan jari kelingkingnya, hingga di balas oleh sang perempuan


Real Life...


"Hiks... Baba Mama... Hiks hiks... HENTIKAN!!!"


"Hei Renatha!!"


Yuta segera membangunkan kekasihnya itu, ia menatap khawatir kepadanya


"Hiks... Yuta..."


Renatha memeluk sang pujaan hati yang menemaninya dari dulu, ia menangis di pundak Yuta


"Shuu~~ udah tenang, Candy. Kamu mimpi itu lagi??"


Yuta mengusap air mata Renatha, Renatha mengangguk pelan, Yuta juga benar benar tau bagaimana persis seperti apa kejadian itu


Karena apa?? Ya karena Yuta juga berada di sana


"Aku takut-- kamu gak bakal ninggalin aku kan?? Hiks"


Renatha sedikit tenang


"Gak bakal koq!! Udah tenang aja, kl 'dia' balik, bakal aku musnahin"


Yuta meyakinkan sang kekasih yang saat ini masih tersedu sedu


"Udahlah jangan nangis lagi, nanti aku makan loh, oh ya kamu ingetkan kl hari ini mau camping??"tanya Yuta sambil memegang pipi Renatha


"Iya, nih dah siap"ucap Renatha sedikit tersenyum


"Makan yuk, mentang mentang gak sekolah, bangunya jam 8 nih??"


Renatha terkejut, sontak ia turun dari kasurnya dan langsung masuk ke kamar mandi


"Akan ku jaga kau selalu Rena, walau harus mengorbankan nyawa ku..."


S


K


I


P


T


I


M


E


"Kita yakin akan Camping disini??"tanya HyuRa sambil memeluk lengan Gaian kuat


Kairi memasang tenda untuk nya dan teman teman ceweknya, ia sengaja menggoda sang teman penakutnya


Heeon juga membantu memasang tenda, bedanya ia memasang tenda tuk laki laki


Heri dan Hikari pergi tuk mencari kayu bakar, Renatha dan Yuta menyiapkan alat masak mereka


Sedangkan Gaian tak bisa ngapa ngapain karena HyuRa yang sedari td memegang tangannya erat


"HyuRa, kamu takut banget ya?? Orang gak ada apa apa koq di sini, biasanya ada makhluk aja tebas, sekarang koq malah melow"


Renatha tak habis pikir, sahabat satu ini benar benar berubah 180° sehabis jadian dengan si Vampire ubanan itu


Canda Ubanan:)


Yuta hanya mengamati kelakuan sahabat akhlakless nya itu


Heri dan Hikari telah sampai dengan banyak kayu bakar di tangan mereka, tenda juga sudah selesai di pasang, hanya tinggal memasak saja


Dan tentunya kegiatan 1 ini di serahkan pada keturunan sang master chef apartemen Shinbi yaitu........Gaian!!


Saking banyak nya dapet gelar master chef keturunan sang Ibu, baru 25 menit saja telah jadi masakan yang enak membahana


"Dah jadi!!"


Mereka yang sedang bercanda ria, terpaku mencium harum yang sangat sedap dan menggiurkan itu


"Wah..!!"


Oke kita skip acara makan makannya karena author gak di bagi sama sekali


Mereka sedang bercanda ria, menceritakan kisah api unggun yang melegendaris, salah satunya tentang tempat yang mereka diami saat ini


"Kalian tau cerita black Skeleton??konon mereka sering berkeliaran di malam hari


disekitar wilayah ini!! Dia akan mengambil jantung dari mangsanya, dia bisa di bilang makhluk kuat loh!!"


Kalian tau kan gayanya Hyoonwo kalau lagi menceritakan kisah seram?? Yap, seperti itu HyuRa menceritakan tentang Black Skeleton


DEG!!


Yuta memandang Renatha khawatir, bisa di lihat bahwa Renatha sedang menahan nangis, Yuta mengusap punggung Renatha agar dia sedikit tenang


Siluet seseorang lewat di balik semak semak, Renatha bangkit dari duduknya, entah kenapa ia harus kesana


"Ren??"


"Aku akan kesana sebentarrrrr... saja"


Renatha berjalan kearah yang ia maksud, Yuta mengikutinya secara pelan


Ia merasakan hawa makhluk yang kuat dan sangat mencengkram, entah kenapa Renatha tetap berjalan ke ara itu


Sampai di sana, Renatha melihat makhluk yang sudah membuat orang tuanya tiada, yang membunuh kedua orang tuanya telat di depan matanya


"Kau....!"


"Sudah kubilang, kita akan bertemu lagi, Pengusir makhluk dengan Jiwa spesial, hahahaha"


Makhluk itu menyerang Renatha secara tiba tib, Renatha yang. Eum siap hanya pasrah saja


Ia merasakan tubuhnya di dorong oleh seseorang, serasa ber nostalgia, kejadian yang hampir sama persis seperti 6 tahun lalu


"Renatha! Yuta!"


Mereka berusaha melindungi Renatha dan Yuta, Yuta sedang terluka lumayan parah


"Yuta diam jangan bergerak hiks... Kau harus tepatin...hiks... Janji mu!!"


Yuta tersenyum


"Iya gapapa koq, cuma luka gini aj-- aduh!!"


Reantha menjitak kepala sang pujaan hati


Ok di saat begini pun mereka masih romantis romantis an aja nih, gak di gaji baru tau dah


"Luka besar juga, duuuh"


Renatha membawa Yuta ketempat yang aman, sementara yang lain menghadang Blackbat


Renatha menyuruh Yuta agar tetap diam di sana, ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada kekasihnya itu


Yuta juga begitu, namun ia tau, Renatha tak ingin kejadian itu terulang kembali


Yuta meng iya kan perkataan sang kekasih, walau ia sebenarnya tidak rela


...______________________________________...


...**Jangan lupa pencet ✴️...


...Comment...


...Dan follow akun author ya...


...TBC**.......