
Happy reading ❤️❤️
"Ayo ayo elang!!"
"Ayo Leader!!"
Banyak anak yang menyemangati masing masing tim, bahkan Kairi ikut menyemangati ke duanya
"Apakah kita bisa menang, Kairi??"
Teman setimnya ada yang meragukan kemampuan dari tim mereka, namun Kairi mengangguk mantap
"Kita pasti menang jika kita berpikir kita akan menang!"
Ash dari td memperhatikan Kairi, ia kagum dengan Kairi yang yakin akan pendiriannya
Ia mungkin menyukai Kairi
"Baiklah, skor telah mencapai 5, tim Elang lanjut!!"
"Yeay"
Mereka bertos ria atas kemenangan mereka
"Baiklah sekarang tim Star dan tim menang yang akan bermain, diharapkan yang sudah menang boleh pergi dari lapangan dahulu!"
"Ayo menang"
Mereka menyatukan tangan lalu mengangguk nya, mereka mengambil posisi seperti yang sudah di rencanakan td
"Baiklah mulai!"
Mereka memulai perlombaan, tim menang mengambil bola lalu mengopernya ke rekan
"Oper ke aku!"
Kairi menangkap bolanya lalu melemparkannya ke ring lawan, maka mereka menang 1 poin
"Bukan kah terlalu cepat??
"Iya cepet sekali, baru beberapa detik langsung mencetak skor"
"Mungkin kita terlalu meremehkan mereka"
Begitu seterusnya, para penonton lalu menyemangati kedua tim
Ada yang percaya tim Star yang akan menang, sedangkan ada yang percaya tim menang yang akan menang
"Ayo ayo"
"Yeay!!"
Tim Kairi sudah mencetak skor lagi, perbandingan mereka sekarang adalah 4:2
"1 skor lagi kita akan menang, semangat ya..!"
"Go....Menang!!"
Pertarungan skor terakhir lebih sulit, tim Memakai cara curang, yang tentunya tak di lihat oleh guru
"Kairi awas!!"
Bola melayang ke arah Kairi, ia tidak sempat menghindar, namun bola itu tiba tiba saja berhenti lalu berbalik ke arah yang melempar
Ya ini cara curangnya, yaitu membuat si pemain terbaik nya jatuh, namun Malah senjata makan tuan
Guru melihat cara curang itu langsung menghentikan permainannya
"Akh!"
Priiit...(bayangin suara peluit)
"Kairi Kau tidak apa??"
"Kekuatan apa itu??!"
Semua orang terkejut melihat hal tersebut, mereka tak pernah melihat kekuatan seperti itu
Kairi agak terkejut, ia tidak sengaja menggunakan kekuatan Peri Cahaya nya
"A-aku baik baik saja"
"Lihat kan??! Karena tim menang mengajak si sial itu bergabung, alhasil Kairi hampir tertimpa musibah!! Hahahaha"
Ash menundukkan kepalanya, ia sudah berkali kali di caci maki namun tetap saja hatinya rapuh
"Hei diam kalian!! Itu karena dia ingin berbuat curang!!"
Mereka semua diam, kalau sudah si ratu sekolah yang berbicara, mereka akan diam
Ash mendongakkan kepalanya, ia melihat Kairi yang berdiri di depannya
Hatinya berdegup kencang, ia mengagumi sosok pemberani Kairi itu
"Kairi... Arigatou"
"Ya Sama sama, dan ayo kita lanjutkan permainannya!!"
Pada akhirnya tim Kairi memenangkannya, mereka bertos ria, sekarang babak final
Dan tim menang, akan melawan tim Elang
°di negara lain°
"Kenapa firasatku buruk ya??"
Heeon sedang mondar mandir kesana kemari dari tadi, ia mepunyai firasat buruk seakan Kairi akan di ambil dari nya
"Ayolah kak, kau sudah berputar putar disana 20 kali, apa tuh kaki gak capek??"
Heri bosan melihat kakaknya mondar mandir seperti itu, sekarang jam istirahat, namun Kairi tidak mengangkat teleponnya
"Heeon, disana dan disini beda waktunya, disana paling masih pelajaran olahraga"
Yuta ikut memberi nasihat, ia juga pusing melihat Heeon mondar mandir
Kekhawatiran Heeon berkurang, ia menghela nafasnya lalu duduk di samping teman temannya
"Renatha, gimana kabar Kairi saat kamu ke Jepang kemarin??"
Heeon melirik Renatha khawatir, ia takut Kairi akan berpaling darinya
"Lelaki atau perempuan??"
"Wow wow kawan, khawatir sampai membuatnya berprasangka buruk kah??"
HyuRa mengeleng geleng kan kepalanya, kawannya yang satu ini berlebihan
"Itu perempuan, namanya Porsha"
Heeon menghela nafas lega, tiba tiba saja teleponnya berbunyi, itu panggilan dari sang kekasih
"Hai Kairi kau sedang apa??"
"Heeon aku menang main basket!!"
"Baguslah, kalau begitu, jangan lupa makan siang ya"
"Iya sunshine"
"Kairi ayo kita kekantin!!"
Muka Heeon berubah khawatir saat mendengar suara Ash yang memanggil Kairi
"Itu siapa??"
"Itu rekan se tim ku, kamu cemburu??"
"Iya lah!!"
"Tenang koq sunshine, Teddy bear gak akan pergi dari kamu"
"Yaudah aku percaya, makan dulu Sanah, Shu Shu"
"Mata ne~~"
Tuuut...
"Siapa td Kairi??"
Porsha menyuapkan mie udon yang telah ia pesan dengan lahap hingga blepotan
"Pacar ku"
Krek...
Ash yang mendengar itu dari dekat langsung patah hati di buatnya, bagaimana tidak??
Cinta pertamanya telah memiliki pacar, bukan kah itu menyakitkan??
"Ooh, pwacar kamu perhwatian bangewt sama kamiu" ucap Porsha dengan mulut penuhnya
Kairi terkekeh geli, ia lalu memesan makanan yang ia suka yaitu..... Mie udon dengan kuah pedas level 3
"Seperti biasanya, Nii-san"
"Ok"
Tak menunggu lama, mie udon pesanan nya sudah datang dengan selamat dan hangat
Kairi pun memakannya dengan lahap
"Kau sudah punya pacar, Kairi??"
"Udwah"
"Abisin dulu yang di mulut baru makan!!"
Kairi segera mendapat jitakkan kasih sayang dari orang di sebelahnya ini, yaitu Porsha
"Pasti tampan dan baik, hingga bisa mengambil hati kamu sebelum aku berucap"
"Kamu kenapa Ash??"
Porsha menaruh telapak tangannya di dahi miliknya dan milik Ash
"Sehat, gak gila"
"Ya kali aku Gila!!"
Akhirnya perdebatan 2 insan pun terjadi, Kairi hanya diam sambil memakan makanannya
"Kalian cocok"
Mereka berhenti berdebat lalu memandang 1 sama lain dan kembali menatap Kairi
"Yak!!"ucap mereka bersamaan
"Loh emang benar kan?? Sama sama nyebelin, oh ya Ash kamu mau kemana malam ini?? Katanya ada festival kembang api, mau ikut aku dan Porsha??"
"Aku lebih cocok sama kamu, ri"
Batin Ash sedih
Ash kembali di jatuhkan dari terbang tingganya saat mengetahui bahwa bukan hanya mereka berdua
"Boleh"
Mereka melanjutkan makan dengan penuh candaan dan perdebatan hingga akhirnya bel masuk berbunyi membuat suasana kantin itu kembali menjadi suasana kuburan
TBC..
Jangan lupa vote ✴️
Comment
Share
Bye bye