
Happy reading❤️❤️
Hah..
Huh...
Terdengar deru nafas seorang pemuda yang sedang berlatih suatu jurus yang sangat susah
"Hei, Heeon!! Kau sudah latihan sejak 2 jam yang lalu!! Berhentilah atau kau akan mati konyol!!"
Seorang lelaki dengan Surai putih di pinggir mengingatkan sang pemuda tuk beristirahat barang sejenak saja
Pemuda itu malah menggeleng dan akhirnya jurus baru yang ia pelajari berhasil dan membuat ledakan kecil
"Staminanya benar benar gila!"ucap seseorang di sebelah si Surai putih
Ya, Heeon berhasil menguasai jurus yang di sebut, "Tinju Halilintar"
"Ya, akhirnya"
Heeon sudah akan membuka segulung kertas rol lagi jika tak di hentikan oleh Renatha
"Baka!!!"
Tamparan lumayan keras bisa membuat Heeon memalingkan kepalanya
"Renatha.."
"Berhentilah berlatih kalau tak ingin mati!! Kau baru sembuh beberapa hari yang lalu!!"
Renatha kemudian mengambil gulungan itu lalu melemparnya
"Sudahi dulu Heeon, masih ada besok"
Ucap Gaian sambil membantunya berdiri
Heeon malah menggeleng kuat, minimal 1 hari harus 2 jurus
"Tidak! 1 jurus lagi baru aku akan selesai"
Tak bisa di pungkiri, sifat keras kepala nya memang menurun dari Heewon dan Rion.
"Tapi--"
Heeon langsung mengambil gulungan kertas tersebut lalu berlari (dibaca:melompat) ke tengah hutan dari pohon ke pohon
"Dia--!!"
Yura menghentikan Renatha yang hendak mengejar Heeon masuk ke hutan
"Biarkanlah dia, kalau sampai gelap belum pulang baru kita cari"ucap Yuta yang seakan mengerti Heeon
Ya, Heeon hanya ingin menjadi kuat agar sebanding dengan Kairi, ia tak mau malah nanti dia yang harus di lindungi
•
•
•
•
Heeon POV..
Sebenarnya, beberapa hari yang lalu aku pergi ke hutan, dan aku menemukan suatu perguruan.
Nama perguruan itu sekte An, dan saat itu aku masuk ke situ
Aku di sambut hangat oleh orang orang dan di ajak bertemu kepala sekte
Dari situ juga aku mendapatkan gulungan berisi jurus itu.
Dan ya, aku menjadi murid di sana, dengan harapan aku bisa lebih kuat dari Kairi dan juga bertemu dengannya , siapa tau
Aku tidak tau pasti akan bertemu atau tidak, kalau iya bagus, kalau tidak, Aku akan cari sampai ke ujung dunia.
Sekarang, Kairi beserta Cici dan Lienel sudah keluar dari dunia ruang dan waktu
"Waduh?! Berantakan"
Kairi dengan jurus petir cepatnya itu dengan sekejab membersihkan tempat tersebut dan..
"Kairi, ayo kita la..ti..han.."Thunder tertegun saat melihat Kairi yang sedang menyisir rambutnya
"Oke tunggu sebentar"
Kairi bangun dari duduknya lalu menghampiri Thunder yang sedang diam menatap wajah Kairi yang cantik.
"Hei? Hei Thunder?"
Thunder seketika itu sadar dan cepat cepat menghadap ke arah lain.
"Ekhem, jadi ayo sebelum terlambat"ucap Thunder dan langsung menggunakan Halilintar kilatnya untuk pergi dari situ.
"Dia kenapa?"
"Kak Thunder malu padamu"
Tiba tiba Crystal datang entah dari mana, dan menjelaskan kenapa sang kakak pergi dengan cepat
"Oh, tapi kenapa dia malu?"
"Entah, oh ya kabar baik, pertandingan antar sekte tahunan di undur hingga bulan depan"sambungnya Crystal
Kairi merasa senang sekali karena memiliki waktu lebih banyak tuk berlatih
Dan juga ia masih bisa bertemu Heeon walau dari jauh sebelum mati, tp itu jika...
"Baguslah, oh ya bolehkah aku keluar sebentar dari sekte ini?"ucap Kairi memohon
"Tp kata Ayah kita harus berlatih minimal 1 jurus"
"Oke, jurus apa?"
"Pusaran Gleser"
"Akhirnya kalian datang, kenapa lama sekali?"Cyclone merengek layaknya anak kecil
"Gomen..jadi kapan kita berlatih?"tanya Kairi to the point
Kairi pun di ajari oleh Crystal sebagai penguasa jurus satu itu, kalau kalian membutuhkan jurus elemen 3 saudara ini lah tempatnya
"Apakah seperti ini?"percobaan pertama bisa di bilang lumayan untuk pemula
Namun yang membuat mereka terkejut adalah Kairi yang sudah menguasai elemen Tanah
"Tehee~ sejak tadi malam"dengan enteng Kairi mengatakan itu sembari menggaruk tengkuknya
"Sugoi!!"
Orang di sekitar sana semakin memuji Kairi, namun tampa mereka sadar ada rasa iri dari beberapa murid
'bagaimana bisa si Kairi itu mempelajari elemen secepat itu? Aku saja membutuhkan minimal 1 tahun! Dan cuma satu elemen pula!"
"Bagaimana caranya?!!!"
Entah siapa yang berteriak namun sepertinya orang itu marah karena merasa iri
"Sudah jelas bukan, dia saja sudah di tingkat Dewa/Dewi level 8, buatnya pasti mudah"celoteh salah satu orang di sana menanggapi itu
"Psst.. Kairi, sepertinya satu satunya jalan keluar ialah.....kabur!!"Cyclone menarik Kairi menghindari kerumunan tersebut
Suatu tempat entah di hutan bagian mana yang jelas, ada seorang lelaki dengan badan penuh luka
Sorry salah, Kaki penuh luka
"Hah..hah...hah.."
Yap, dialah Heeon Raymond, mempelajari Gerakan Halilintar.
Bisa di bilang tujuan utamanya menguasai jurus-jurus elemen paling kuat yaitu Halilintar/petir
Hari sudah berganti menjadi pagi kembali namun dia tetap tak mau menyerah sebelum berhasil
Tiba tiba, ada sekelompok makhluk yang mendatanginya dengan cepat
Bruk...
Drag..drug..drag..
Suara langkah kakinya membuat tanah berguncang, bisa dibilang bukan makhluk lah ya, tp...Monster
Chakra atau energi Heeon sudah hampir habis karena kelelahan berlatih
Jika saja Gaian tak datang menolong
"Baka!!"
Sambil meneriaki begitu, sang teman melawan monster itu hingga mati
"Dasar keras kepala!! Kalau kau mati kami juga yang repot!!"entah sejak kapan kepribadian tenang Gaian berubah
"M-maaf"
"Kau ini ya...Huff... Pulang!"tanpa ba-bi-bu lagi Gaian memapah Heeon lalu terbang begitu saja
"Sebenarnya kenapa sih kau ini?! Setiap hari berlatih sampai td malam saja tak pulang!!"
Sepanjang perjalanan Gaian memberi ceramah panjang lebar kepada Heeon
Yang tentu saja hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri
"Hah mendokusai"
"Kau di rasuki apa Dek?"di saat saat itu saja Heeon masih sempat sempatnya bermain main
"Baka!!!!!"
Dengan kesal Gaian menjatuhkan Heeon dari ketinggian 7 meter lalu menghampiri Heeon kembali
"Wfvsbnbahab"
Orang di bawah sana kaget melihat lelaki jatuh dari langit
"Ya ampun, Napa Heeon jatuh dari langit"
Saat melihat ke atas, pelakunya hanya menatap ke arah Heeon kesal
"Gaian?"
Mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Hyura, Renatha, dan Yuta yang sedang ikut mencari Heeon
"Aish... Kau berlebihan Gaian"
Gaian hanya menatap Heeon kesal dan tak menanggapi kemarahan sang teman.
TBC..
Jangan lupa vote ✴️
Comment
Share
Bye bye