
Happy reading❤️❤️
Kairi sudah diam di gelang itu selama 1 bulan yang hanya dianggap 1½ hari atau tepatnya 30 jam-an.
"Kau tidak capek Kairi??"
Kairi menoleh kearah makhluk yang memanggilnya itu lalu tersenyum sumringah, "Aku sangat senang sudah bertambah kuat 1 level!!"
Usahanya tak sia sia, ia menjadi Peri cahaya tingkat 9 dalam 1 hari 2 malam. "Syukurlah Miaw, kalau gitu sana keluar"
Kairi mendekat kearah Lienel dengan senyuman besar namun tampak menyeramkan "Kenapa aku harus keluar dari rumah ku??"
"Miaw!! Kau seram!!"Lienel melompat memeluk Necha disebelahnya. "Ck ck aku kenapa pula diikut??"
Kairi terbahak bahak melihat hal itu, ia keluar dari tempat itu dan kembali ke dunia nyata. dan tepat saat itu juga ada seorang lelaki yang membuka pintu kamarnya.
"Sudah??"
"Ya, sudah, kau juga kah??"
Thunder, lelaki itu mengangguk diambang pintu dengan makanan di tangannya. "Makanlah, dari semalam kau belum makan"
"Tapi aku tak la--"Perut Kairi berkata lain dengan mengeluarkan suara besar yang menandakan bahwa ia lapar.
"Tak usah mengelak"
Thunder menaruh makanan itu di meja samping tempat tidur itu, baru setelah itu ia keluar tanpa sepatah kata pun. Bagi Kairi itu sudah biasa.
"Itadakimasu!!"
Kairi makan dengan lahap untuk mengisi perutnya yang kosong melompong, dia mengisi energi untuk setelah itu pergi keluar.
"Selamat malam Kairi-san!!"
Sora menghampiri perempuan itu dan memeluk tangannya. "Kairi-san! Bantu aku yuk!"
Sora menarik tangan Kairi tanpa mendengarkan jawaban Kairi yang walaupun begitu pasti Kairi akan mengatakan Iya.
"Chotto matte, pelan-pelan, aku hampir jatuh"Sora membawa Kairi ketengah hutan dan mendapati Padang rumput yang luas nan gelap.
"Mau apa kita disini??"
Saat ia melihat ke samping nya, Sora telah menghilangkan dan ia tau siapa yang akan melakukan itu padanya.
"Heeon, keluarlah"
Benar saja, Kekasihnya yaitu Heeon muncul di belakangnya dan memeluk dirinya erat. "Kangen..." Kairi terkekeh kecil.
"Kau ini ada ada saja, jangan seperti tadi lagi"Heeon mengangguk dengan mengelus eluskan kepalanya di tengkuk leher sang kekasih.
"Kapan kita bisa kembali ke Korsel?? Aku ingin menikahimu"ucap Heeon dengan nada memelas yang dibuat buat.
"Yakin apa yakin???"
"Yakiiiin"
Kairi mencondongkan tubuhnya ke belakang membuat keduanya terjatuh ke rumput rumput yang bergoyang itu.
"Malam ini indah, padahal cuma 1 hari tapi aku kangen banget sama kamu"ucap Heeon di sampingnya yang telah mengubah posisi.
"Alay.."
Mereka berdua bercerita dan bercanda ria melepaskan segala rasa lelahnya, "Hahaha lalu bagaimana kondisi Cyclone setelah di lempar itu??"
"Mungkin tulangnya retak sedikit, tapi dia baik baik saja dan masih bisa melompat saat itu"Ucap Kairi sembari tertawa kecil.
"Oh ya Kairi, Mungkin setelah ini kita akan jaraaaang bertemu, karna aku sudah akan diberikan misi misi oleh pemimpin sekte"Ucap Heeon, Lelaki itu mencium dahi nya membuat sang empu yang di cium merasakan ketenangan.
"Oke, aku tak apa"
"Nanti kalau kangen lihatlah bintang itu, anggap saja itu aku"Ucapnya sembari menunjuk satu bintang yang berwarna biru muda yang mungkin di mata orang biasa hanya berwarna putih.
"Lalu kalau kau yang kangen??"
"Aku akan menutup mata dan memandang mu, kau tau aku sudah belajar penglihatan jarak jauh??"
"Aku belum~"
Heeon mengelus rambut coklat milik pacarnya itu lalu tersenyum manis. "Aku yang akan menjagamu, kau cukup melihatku dari jauh saja, Kan??"
"Jadi bagaimana?? apa rencana kalian selanjutnya???"
Saat ini, Xin, Gaian dan Hyura sedang berada di taman belakang istana, ada danau disana yang memantulkan cahaya bulan kembali.
"Aku harus mencari tempat mereka mengubah rakyat kita, lalu mengembalikan Hyura sebelum 4 nya berakhir"
Hyura sedang berada di pinggir danau, memainkan kakinya sambil membuat percikan di air yang tenang itu.
"Kau meninggalkan dia disini kah??"
"Tidak, Paman Xin, aku akan membawanya"
"Dengan??"
Gaian diam tak bersuara.
"Aku akan mencari cara, dan juga aku akan mencari tau 4 itu adalah berapa lama"Gaian menatap Hyura sedih, harusnya ia bisa menjaga Hyura lebih lagi.
"Sepertinya... Hyura bisa merubah size"ucap Xin sembari menunjuk perempuan berambut merah itu yang berubah menjadi kecil.
"Hah??"
Saat menolehkan kepala betapa terkejutnya ia bahwa sang kekasih telah menjadi anak kecil.
"Hyura?"Hyura menoleh dan berlari kecil kearah Gaian.
"Ada apa, Gaian??"
Sepertinya Hyura tak menyadari akan hal itu.
"Badanmu mengecil??"
"Apa??"
"Kau jadi lucu, bajumu jadi over size"ucap Xin di sebelahnya, saat itu juga Gaian mempunyai sebuah ide cemerlang.
"Coba Paman ambilkan papan kayu pohon Laff, kira kira aku butuh 8 papan Kayu"Gaian berdiri lalu menggendong tubuh Hyura yang mengecil.
"Ayo kita contoh Tanjoru Kadomo!!"
"Tanjiro Kamado Gaian..."Hyura mengucapkan lafal yang benar dari nama yang disebutkan oleh sang kekasih.
"Iya itu"
Mereka berlari dengan Hyura digendongannya ke ruang kerja sang ayah.
"Ayah!!"
Saat pintu terbuka, Gaian menghampiri Ian yang sedang meminum secangkir kopi, Vampire butuh asupan kopi ya ges ya.
"Ada apa??"
Gaeun sudah tertidur di sofa yang ada disana membuat Gaian memelankan suaranya. "Aku ingin membawa Hyura untuk mencari tempat orang yang mengambil rakyat kita boleh kan??"
Ian mengalihkan pandangan nya ke seseorang yang digendong oleh sang anak. "Apa yang terjadi dengannya??"
"Dia bisa mengubah ukurannya!!"
Seketika Ian tertegun sejenak. "Mengubah ukuran??"
"Ya, Ayah tak lihat??"Gaian mengangkat Hyura ke udara. "Nak, pacarmu bukan Vampire ataupun Manusia lagi"ucap Ian dengan wajah tenang.
"Maksud Ayah??"
"Gigitan, bekas gigitannya, aku ingin lihat"
Gaian membawa Hyura mendekati sang Ayah
"Ada satu tusukan super kecil lagi disini"ucap Ian sambil menunjuk sebelah dari bekas gigitan yang ada di leher Hyura.
"Ya, itu apa??"
"Ini bekas suntikan untuk memasukkan darah, Kalau ini tak ada mungkin Hyura sudah tidak ada"Gaian masih belum mengerti begitu juga dengan Hyura.
"Ini suntikan darah, Darah Iblis"
Gaian tertegun, jantungnya berdegup kencang mendengar hal itu, Hyura diam membeku mendengar hal itu.
"Hyura adalah Iblis sekarang"
Hyura diam, Gaun diam, keheningan terjadi diantara mereka membuat udara di ruangan itu menjadi terasa berat.
"Apa?"
"Angka 4 di pipinya artinya ia harus membunuh 4 orang agar tetap hidup dan itu kutukan awal menjadi Iblis"
Gaian menatap Hyura, Hyura juga menatap dirinya dengan mata berlinang."Aku Iblis??"
Ian mengangguk "Itu lebih baik dari vampire, seenggaknya kau bisa beregenerasi tanpa henti"
"Benarkah??"
"Papan Laff datang!!!"Xin datang membuat ketegangan itu hilang seketika layaknya kaca yang pecah.
(Gaje sumpah)
**Like
komen
share
follow
TBC**..