You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 20



Happy reading❤️❤️


"Kairi.."


Deg!


Kairi berhadapan langsung dengan Heeon di sana, dia agak terkejut namun langsung menetralkan ekspresi nya, mengingat kejadian tadi.


"Maaf anda siapa ya? Sepertinya Salha kenal orang"


Deg!


Gak mungkin, aku kenal energi ini-Heeon


Ekhem untuk Twilight dan Heeon, mohon turun karena kompetisi masih berlanjut.


Heeon langsung menteleportasikan mereka berdua ke tempat yang sepi.


"Kau Kairi kan?"


"Maaf anda salah orang, saya Twilight bukan Kairi"


"Kau bohong! Pasti kau adalah Kairi, pacarku kan?!"


Kairi menghempaskan tangan Heeon walau hatinya sakit melakukan itu.


"Aku bukan Kairi, jangan berhayal terlalu tinggi, kita tidak selevel"ucap Kairi lalu melangkah pergi.


"Kau Kairi!! Pasti kau dia!! Aku yakin!!"


Tanpa mereka sadari Thunder dan Poem melihat dari kejauhan, menguping ceritanya.


Hup!


Heeon menggenggam tangan Kairi erat, tanpa bisa dilepaskan oleh Kairi, Heeon berkata dengan lantang.


"Aku memang tak selevel dengan mu, tapi TAK USAH KAU INGATKAN JUGA!! KAU KAIRI CHOI, KAN?!! PERI CAHAYA TINGKAT 8 YANG MEMBUATKU KEREPOTAN DI TERAKHIR KALI KITA BERTEMU!! APA KARENA KAU BERTEMU ORANG YANG LEBIH KUAT KAU JADI MERENDAHKAN KU BEGINI?! AKU INI PACAR MU, KAIRI!!"


Heeon menarik cadar yang dipakai Kairi, namun..


"Tolong jangan ganggu pacarku, lagi pula dia bukan Kairi, namanya TWILIGHT KAU TAU? Perlakuanmu ini tidak sopan!"


Thunder memeluk Kairi, menyembunyikan wajah Kairi di dadanya, ia tau Kairi tak ingin bertemu dengan lelaki ini.


"Aku tak percaya.."Heeon agak terkejut


"Aku tak percaya kau menghindari ku!"


Plak!


Kairi yang telah membuat cadar baru lalu menampar wajah Heeon kencang hingga membekas kemerahan di pipinya.


"Jaga ucapan mu! Aku tak kenal makhluk rendahan seperti mu itu!"


Kairi mengajak Thunder pergi sembari menangis dalam diam dan hening, Thunder tak membuka pembicaraan sama sekali.


Poem mendekati Heeon, pas sekali saat itu Kairi menengok, Poem lagi menyentuh pipi Heeon.


"Kau pun juga sama"Gumam Kairi sedih.


••••••••


Babak kedua dimulai, tersisa 505 orang saja dari sekian banyaknya peserta, tentu saja termasuk Heeon dan Kairi.


Tanpa mau menunggu lama semua yang menjadi lawan Kairi mundur satu persatu membuat Kairi bosan karna menang dengan tak adil.


"PAYAH!! AKU KESINI INGIN KOMPETISI TAU!!"Jeritnya setelah kembali ke tempat duduknya.


"Haha Mereka pada takut Padamu Kak, Kau sih terlalu kuat"


"Kairi, aku ingin bicara dengan mu, Empat mata saja"Kairi mengikuti Thunder ke tempat yang lebih sepi.


"Ada apa?"


"Tadi itu.. pacar mu?"


"Yang mana?"


"Yang kau berantem saat itu tadi lho.."


Kairi terdiam sambil menunduk dalam dan merenung.


"Kenapa kau ragu Kairi..? Kan memang benar Heeon itu pa--"


"Bukan, aku tidak kenal dia, salah orang kali"ucap Kairi memotong perkataan Cici dan Lienel yang hendak menasehatinya.


"Kau bohong, ya..?"


"Apaan sih? Gak usah dibahas, watashi Lelah, letih, lesu"ucap Kairi sambil mendramatisir.


"L3 kenapa? Kau hanya berdiri tanpa melakukan apapun dan langsung menang begitu saja koq!"


"Haha, kau merasa tercurangi ya?"


"Iya lah!"


"Hey hey, berduaan aja, nanti jatuh cinta lho.."


Cyclone dan Crystal datang sambil senyum senyum berbunga bunga sendiri.


"Kalian lolos?"


"Oh iya donk, kalau Twilight bersaudara gak lolos bisa marah Ayah"ucap Crystal sambil membayangkan hukuman sang ayah.


"Aku gak pernah memaksa"mereka langsung membeku di tempat ketika mendengar suara bass milik sang Membuat kedua anaknya kincep.


"Bilang modus biar bisa ke babak selanjutnya sama Kairi"lanjutannya.


Duo C itu langsung cengengesan lalu memasang tangan 'Piece'


Makin kesini alurnya makin kacau ya Thor?-Cici


Ya begitulah..


"Kairi.."Cici dan Lienel melihat Kairi dan Heeon yang sekarang layak musuh saja..


Baiklah para peserta sekalian, berhubung telah sore, kompetisi dilanjutkan besok pagi jam 9 pas, bagi yang telat di catat tak datang, terimakasih


Kairi berjalan tanpa tau bahwa Heeon mengikutinya dari belakang, sedangkan Thunder masih memikirkan beberapa hal yang menurutnya janggal


Thunder POV


'Entah kenapa setelah Kairi bilang dia gak kenal sama tuh bocah, koq gak nyaman ya? Rasa nyuri pacar orang


Haha gak mungkin juga sih Kairi pacaran sama orang kayak gitu, songong, sombong dingin pula.


Tapi kenapa reaksi Kairi sampe kayak gitu pas pertama denger namanya? Katanya kenal?


Jadi dia bohong ya?


Masa Peri bohong sih?


Kenapa dia semarah itu?


Ah!! Baka baka baka sudahlah males mikirin ini, jd ketinggalan jauh kan sama yang lain.


"Woi Thunder lama banget sih!!"


Srak Sruk..


Apaan tuh?!-Thunder


Perasaan kayak denger ada orang yang ngekutin deh, gak mungkin hantu kan? Jangan jangan mau nyulik Kairi? Atau Crystal?!


Atau 'dia' yang ngikutin kita?


"Woy Kak!! Ngelamun terus, kesambet nanges!!"


Apa salah watashi sampai sampai punya adik seperti ini tak sopan pula, untung Sedarah.


Thunder POV end


°Behind the side..°


"Kalian udah Nemu tuh bocah belum sih?! Ngulangnya lama bener!!"Renatha memijat pelipisnya, huh... Untung Yuta ada di sebelahnya kalau tak sudah mengamuk dari tadi pacarnya tuh (canda ngamuk..)


"Belum"Gaian juga mondar mandir sambil menunggu Heeon pulang, sudah lebih dari 3 hari dia pergi.


Hyura memukul mukul tembok karna marah, mana Kairi hilang, Heeon hilang, semua aja sekalian hilangnya!!


"AAAAARGH!! Hilangnya koq bisa beda 2-3 Minggu sih mereka!! Bikin pusing aja Asw"


Gaian menengok saat sang kekasih marah marah sampai mengeluarkan kata kata mutiaranya.


"Ngomongnya sayang.."


"Hueeee maaf, lagian mereka ngeselin banget sih!!"Hyura menangis dalam pelukan Gaian, hangatnya..


"Kalau beda cuma 2 mingguan kemungkinan..."Renatha menggantung kata katanya sembari melihat Yuta


"Apa?"


"Ya, Heeon mencari Kairi ke tempat yang tidak kita atau dia ketahui"kini Yuta angkat bicara, dia juga geram karna membuat Renatha sampe stress begini.


"Tuh orang bego yah! Udah tau kan Kairi niatnya buat apa! Tapi tetep kekeuh buat ngejar!!"ucap Renatha dan Hyura bersamaan memukul paha mereka.


"Hah sudahlah, pala batu mang kayak gitu"ucap Gaian sambil menggeleng.


"Dah sono pada tidur, udah jam berapa ini? Mana kamar Saiya jadi bonyok kerja kalian pukulin" Gaian menunjuk tembok yang sekarang sudah banyak cekungannya.


"Gomenne, bye watashi nak bobo"


Renatha menarik Yuta pergi, tenang bukan tidur berdua koq hanya mengajaknya keluar dari kamar.


"Terus kita ditinggal berdua?"tanya Hyura polos minta ampun dengan watadosnya.


"Mau tidur berdua?"Goda Gaian


"Iiih gak mau! Mesum!!"Hyura langsung pergi tanpa pamit.


Brak!!


"Seneng banget ninggalin watashi ya"


5 menit kemudian...


Saat itu Gaian tengan menatap langit langit kamarnya sambil memikirkan banyak kemungkinan yang terjadi kepada 2 sejoli itu.


"Ah sudahlah, dua duanya kuat koq"Gaian pun tidur tanpa menghiraukan pikirannya yang berkecamuk tentang bahaya yang akan menimpah Kairi dan Heeon.




Huaaaaa kangen banget deh sama temen temen yang lagi stress karena mereka pergi pergi gak ngajak



Ada yang kangen gak?



like!!



Komen!!\*



Share!!\*



Follow!!\*



\*\=Wajib yesssss



Update besok!!! :: Jum'at, 8/9/22


Bubye