You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 46



Happy reading❤️❤️


"Kumohon Heeon angkatlah.."


Kairi mengguncang guncang gelang nya, karena sedari tadi tak ada jawaban dari sang kekasih.


Padahal Jamnya sudah di modifikasi oleh mereka agar bisa menghubungi walau ada Makhluk disekitarnya.


"Kairi, nanti Gelangmu rusak"


Kairi menatap Lienel sembari bergelimang air mata.


"Hiks... Lienel!!"


Kairi memeluk Lienel erat sembari menumpahkan semua air matanya, Cici hanya bisa menepuk nepuk dari belakang, apalah dayanya yang hanyalah makhluk.


"Sudah Kairi, cup cup"


"Nanti kalau Heeon kenapa Napa gimana? nanti aku merasa bersalah lagi"ucap Kairi sedih tanpa mengendorkan pelukannya pada Lienel.


Ia berguling guling di kasurnya.


"Meow kasihani aku Kairi!!"


Lienel membuat wujudnya menjadi manusia dan segera melepaskan pelukan Kairi dengan gesit dan kabur dari sana dengan menghilang.


"Huweeee Lienel jahat!! katanya kucing bisa nenangin rasa sedih tau!!"


Kairi pun hanya bisa memeluk bantal sambil menangis tersedu sedu.


"Kairi~ jangan nangis..."


Kairi menatap Cici.


"Bisakah kau menyusul Heeon dan menjaganya? kau kan kuat, Cici"


Cici tersentak dan melambaikan tangan tanda menolak.


"Lienel saja! dia lebih kuat dan bisa diandalkan"


Kairi menggeleng.


"Kau saja, kumohon Cici~"


Melihat Kairi yang memelas, Cici kemudian mengangguk dan pergi, Ia sudah berada di kaki gunung kematian.


Awalnya ia biasa saja karena makhluk disana tak menyerangnya karna menganggap Cici sama, hingga suatu ketika.


Cici sedang berjalan sembari mencari kesegaran arah, tiba tiba terdengar suara gemericik sesuatu yang tumpah, seperti mengalir.


Ia berjalan mendekati dan menemukan sesuatu yang mengerikan yang bahkan tak pernah ia lihat.


Kepala.


Kepala itu menggelinding kedekat tubuhnya yang transparan, darahnya masih keluar dari bekas potongannya.


Dan ada pula tubuh tanpa kepala yang baru saja jatuh membuat darah terciprat kemana mana.


"Merepotkan"


"Dia!!"


Cici segera pergi dari tempat itu, ia berlari mendaki gunung untuk mencari tempat aman.


"Lelaki itu monster!!"


Ingatan menyedihkan kembali ke dalam memori makhluknya, ia ingat bahwa orang itulah yang membunuhnya.


"Ak-aku harus lari!!"


Hingga setibanya di suatu pohon dia beristirahat disana, ia mengatur dirinya agar tidak takut.


Walau makhluk, ia tetap punya rasa takut kan??


"Tenang Cici, disini buat cari Heeon bukan bunuh orang"


Saat itu juga kukunya memanjang, taringnya keluar dan matanya memerah, ia menjambak helaian rambutnya kuat


"Tahan!!"


Dirinya seakan diambil alih oleh sesuatu, tubuhnya yang awalnya transparan menjadi bentuk, darah dimana mana.


"Tahan Cici!!!"


Dan orang itu tiba saat itu juga.


Ia datang dengan baju yang sudah penuh dengan darah, dan pedang yang disarungkan ke sarungnya.


"Sepertinya tadi ada Makhluk disini"


Deruan kasar muncul, Cici tak tau, ini pertamakali nya setelah sekian lama ia tak merasakan deru nafasnya sendiri.


Pandangannya menjadi buram.


"Aku mungkin salah lihat"


Ya, ia memang meninggal karna asma, namun itu hanya diagnosisnya saja, sebelum meninggalnya dirinya ia sudah di tusuk.


"Kumohon, cepat pergi Kakak!!"


Mendengar teriakan itu, lelaki itu menoleh dan memutar balikkan badannya melirik sekitar takut takut ada bahaya.


"Ta-tadi itu--"


Srrrk!


Cici keluar dari semak semak dengan wujud mengerikannya, Kukunya menjadi tajam, bajunya pun penuh darah.


"C-cepat per-pergi Ka.....-kakak..."


Lelaki itu tak percaya melihat hal didepannya, bagaimana bisa? pikirnya.


"Ci--cici?!"


"Pergi Kaka!! per-pergi!!!"


Bukannya pergi, ia malah maju mendekati Cici, sang empu hanya bisa menangis melihat hal itu


"Bagaimana i-ini bisa terjadi p-padamu Ci--cici??"


"Cici!!"


Sang empu tak menjawab karna kesadarannya sudah tak lagi ada ditempatnya.


"Ini aku!! Caiyu, Kau ingat kan?!"


Percuma saja, makhluk perempuan itu menyerang dengan tatapan kosong penuh dendamnya.


Ia bergerak tak tentu arah dengan air mata yang mengalir di pipinya seakan akan mengatakan 'kenapa?'


"Argh!"


Lelaki itu berlari, rupanya ia punya elemen petir, namun Cici dalam keadaan tidak sadarnya mengejar Caiyu dengan liar.


"Maafkan aku!!"


"Kemari kau!! makhluk rendah!!"


***Cring!!


Trang!!


tak***!!


"Cici!!!!!"


......................


Kairi memilih keluar, siapa tau ada yang bisa membuat dirinya lebih tenang dan rupanya ia memilih untuk keperpustakaan.


"Permisi"


Penjaga perpustakaan itu tampak jutek dan menatap Kairi malas membuat mood sang gadis hancur seketika.


"Level?"


"Ini"


Dia memberikan sebuah benda kotak berwarna rose gold, pria tua itu tampak kaget dan melihat Kairi dari atas hingga bawah.


"Kau lulusan terbaik kompetisi Pagi ini ya?!"


Kairi mengangguk dengan wajah datar akibat marah


"Terserah sampai lantai berapa, fasilitas nya gratis"


Kairi mengangguk meninggalkan pria tua itu yang masih terkagum kagum dengan benda kotak rose gold yang baru saja ia pegang.


"Benar benar legenda"


Kairi sebenarnya tak tau kalau ada lulusan terbaik atau tidaknya namun ia hanya mengiyakan agar bisa masuk perpustkaan kesukaannya itu.


Dan siapa yang bisa menduga bahwa di dalam perpustakaan itu ada sebuah ruangan seperti sekolah, Atau kuliah pada umumnya dan penuh dengan materi dari seluruh universitas terbaik yang ada di dunia.


"Wuuu, moodku lebih baik"


Buku buku itu rangkuman dari berbagai materi dan bahasa yang mudah dipahami oleh orang bodoh sekalipun


"Pasti teman teman akan suka'


Ia mengingat semuanya dengan meminum ramuan, yang katanya akan meningkatkan kemampuan menghapal hanya dengan satu kali lihat.


Lumayan ia akan jadikan buku lalu bagikan keteman temannya yang lagi sekolah, hehe dia mah kagak.


Toh tetap bakal jadi ahli waris, kan Kanglim ayahnya gak punya sodara.


"Selesai"


Waktunya cukup lama namun semua hurufnya sudah ia hapal lekat lekat dikepala


Ia keluar dengan lunglai karna sedikit pusing berlama lama melihat buku, kurang lebih 1,5 jam ada kali ya??


"Ini"


Pria tua itu mengembalikan benda milik Kairi dan seketika Kairi menghilang dari pandangannya karna ingin cepat cepat kembali.kekamar.


"Kapan ya aku akan menulisnya?"


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu memaksa Kairi untuk membukakan pintu yang ternyata tak ada orang diluar, hanya ada secarik kertas.


"Dari siapa ini y?"


Ia membalikkan kertas itu dan melihat nama Heeon tertera diatasnya membuat senyumannya mengembang.


"Heeon!!"


Ia menutup pintu kencang dan masuk kekamarnya lagi untuk menjadi manusia goa


"Aku sangat senang!"


**Untuk kekasihku, Kairi Choi.


^^^Hai Kairi, kau mencoba menghubungiku berkali kali ya? maaf ya, saat itu aku harus mematikan segala suara yang akan membuat makhluk terpancing pada kelompok ku.^^^


^^^Oh ya, apa kabarmu? padahal cuma baru 2 hari kayaknya ya? eh 3-4 hari deng.^^^


^^^Thunder ketemu kami dan sekarang ikut kami ke puncak gunungnya, btw kamu kangen gak?^^^


^^^Gak usah dibales ya, sayang, lagi pula aku cuma beberapa Minggu doank koq, ok??^^^


Salam sayang dari Heeon..


_______________________


Like


komen


share


follow


TBC**...