
Happy reading❤️❤️
Di pagi hari, Kairi dan Heeon memohon izin untuk pergi dan melanjutkan perjalanan mereka. Walau awalnya Sora mendesak agar mereka tetap disana beberapa waktu lagi, mereka menolak dengan sopan.
"Maaf, tapi kami perlu melanjutkan perjalanan"Ucap Heeon. Kairi disebelahnya juga menunduk maaf.
"Yasudah, Hum!"
Sora berbalik lalu masuk ke gubuk itu dan menutupnya dengan kencang. Akio dan Kakek Asashi saja Samapi terlonjak saking kagetnya.
"Maafkan Sora, dia memang terlalu dimanja"Ucap Akio merasa bersalah. Kakek Asashi pun juga minta maaf karna tak bisa melayani tamunya dengan lebih baik.
"Tidak apa-apa, Kek. Kami merasa senang koq"Heeon, lelaki itu menunjukkan senyuman manis diwajahnya. Sora yang mengintip dari dalam pun tak tahan untuk tersenyum gemas.
Setelah selesai berbicara, mereka pergi menelusuri Goa dan membuka batu besar itu dengan kekuatan sihir tentunya.
"Aku penasaran apa yang sedang dilakukan Hyura dan Gaian"Kairi nampak sangat senang dia tak bisa menyembunyikan hal itu.
"Aku juga"
"Bagaimana ini?!"
"Jumlah mereka bertambah banyak!"
Perempuan dengan rambut merah itu mengayunkan pedang yang sudah bersimbah darah berwarna hitam itu.
"Kau sudah menghubungi Gaian belum sih, Yuta?!"
"Aku tak bisa mengalihkan pandanganku, Ren"
Mereka berdua yaitu Yuta dan Renatha tengah mengeluarkan semua kemampuan yang mereka punya.
Seluruh apartemen itu ditutupi oleh vampir, semua penghuni disana di kurung dengan mantra milik Renatha. Namun, anehnya Vampir itu bukannya terbakar malah semakin banyak seperti membelah diri.
"Tolong!!!!"
Seseorang diatas tepatnya di rooftop hampir menyentuh pinggir dari rooftop yang tak berpagar itu. Renatha dengan sigap melompat lalu menerjang langit dan menangkap orang itu.
"T-terimakasih"Renatha tersenyum.
Orang itu segera ia pindahkan dari apartemen ke tempat yang lebih aman. Yuta dibawah sana selalu saja hampir di gigit oleh makhluk makhluk peminum darah itu, kalau tidak sigap ia sudah menjadi vampire sedari tadi.
"Yuta!! arah jam 5!!!"Renatha tak sempat mengayunkan pedangnya, untungnya Yuta sigap sekali saat mendengar kata yang keluar dari mulut sang kekasih.
"Cih! mereka semakin banyak"
"Apa aku harus pakai peledak Api??"tanya Renatha ditengah tengah pertarungannya.
"Nanti gedung ini runtuh, sayang"Yuta berusaha sebaik mungkin dan selembut mungkin kepada Renatha yang notabenenya adalah kekasih nya.
"Tapi ini merepotkan"
"Aku tau tapi kita harus menunggu sampai ada yang membantu"
Perkataan itu langsung terjawab oleh kilatan cahaya di depan mereka, Vampir disana langsung terbakar hangus, kira-kira ada 70-71 Vampir yang terbakar oleh cahaya itu.
"Apa yang terjadi?!"Suara cempreng khas Hari Koo telah tertanam di anak perempuannya yang siapa lagi kalau bukan Kairi Choi.
"Kairi?!"
"Hai"Heeon membalas dengan nada datar, ia mengayunkan pedang dengan santai dan sekali tebas langsung 13 vampire yang mati.
"Jelaskan"sambung Lelaki dengan rambut coklat itu.
"Saat fajar tiba, kami terbangun karna jeritan yang sangat kencang"Teriak Renatha yang layaknya membacakan sebuah cerita pendek.
"Intinya Vampire ini muncul saat fajar tiba, dan sekarang tak terbakar, malah bertambah banyak!!"Yuta menjelaskan panjang lebar. Renatha, dan Kairi sampai kaget mendengar teriakan yang tiba tiba itu.
"Begitu, jadi tak bisa pada cahaya ya??"Ucap Kairi dengan polosnya sambil berhenti bertarung.
"Kau gila?? jangan berhenti bodoh!!"Renatha mengejar Kairi yang di sebelahnya sudah ada Vampire.
"Hmmmm artinya..."
Kairi melesat keudara begitu Renatha hampir sampai. "Tinggal menutupi mataharinya saja kan??"
Jedar!!
"Huaaaa!!"Renatha melompat memeluk Yuta membuat sang empu kewalahan dibuatnya.
"Apa itu??"Heeon tak terkejut sama sekali. Baginya ini biasa untuk Twilight Angel.
Kairi membentangkan sayapnya yang terbuka dan menutup, seakan menggiring awan hujan untuk ke atas apartemen itu.
"Kenapa kau menggiring awan hujan?!"Renatha di buat heran dengan temannya yang baru saja datang bertingkah aneh.
Heeon dan Yuta tak luput menepuk jidatnya karna melihat tingkah laku kedua perempuan itu.
"Lah iya ya?? kan aku bisa elemen dark"Kairi menepuk keningnya lalu setelah itu ia mengambil semua bayangan benda yang ada di bawah sana, Makhluk hidup tak termasuk.
"Bagaimana bisa??"Renatha, Yuta dan Heeon agak terkejut namun Heeon mengangguk angguk mengerti bagaimana Kairi bisa menciptakan elemen baru itu.
"Bagaimana??!! hebat kan!!!"Kairi turun dan menghabisi para vampir yang sudah mulai terbakar, Aneh memang.
...•••••••...
Semuanya sudah selesai, para vampir itu telah musnah, walau itu Vampir yang mereka tau adalah mereka bukan dipimpin oleh Ian ataupun Gaian selaku raja vampire.
"Aneh, sangat aneh"Renatha dan Kairi sedang duduk di meja makan. Yuta dan Heeon membersihkan diri mereka masing-masing.
Mereka seakan tak nafsu untuk makan mengingat kejadian para vampir itu. "Apakah disekitar sini ada laboratorium??"monolog Renatha.
Kairi juga sudah menjelaskan semuanya. Dan ikut termenung di depan makanan yang mungkin sudah menjadi dingin sekarang.
Masalahnya bentuk para vampir itu tidak normal, tidak normal sekali. Mereka bergigi tajam, Cakar yang panjang dan tajam, Bagian tubuh mereka sobek dan ada beberapa yang tak berada di tempatnya. Ada yang matanya mau copot hingga keluar belatung dari sana.
"Nampak seperti Zombie kau tau kan??"
"Iya, kenapa ya??"
"Cici bisa diajak ngobrol ternyata"Celetuk salah seorang dari mereka. Renatha lebih tepatnya.
"*Tentu saja"
"Kan Cici baik*"
"Kau tau tentang itu Cici?? Tentang hal itu??"Cici menggeleng, ia tak tau ada Vampire yang seperti itu, Lienel saat ditanya juga tak tau.
"Renatha, Kairi"
Mendengar namanya dipanggil, kedua perempuan itu lantas menoleh ke belakang mengikuti asal suara itu.
"Iya??"
"Kami harus pergi sebentar"
Yuta tampak memegang lengannya. Ia seperti menahan sakit.
"Kemana? kalau kami diserang vampire bagaimana??"Tanya Renatha khawatir. Kairi mengangguk cepat, Ia juga khawatir malam ini vampir 'lain' akan menyerang Heeon dan Yuta.
"Tak akan, Kairi bisa menjaga kalian" Kairi langsung membelalakkan matanya.
"Tak mau!!"
"Harus Kairi"
"Tapi nanti gimana kalau aku.."
Yuta membalikan badannya ke arah jendela.
Mereka tak boleh tau-Yuta
"Baiklah!!"Kairi menarik Renatha kekamar dan mengurung mereka berdua. Ohya jangan lupa, piring mereka juga terbawa.
"Kau baik saja?? aku akan membawa ke tempat seseorang untuk luka itu"Heeon mengetahui bahwa Yuta tergores oleh vampire vampire yang tadi pagi.
"Ya, mumpung masih siang"ucap Yuta singkat .
Mereka berangkat tak lupa berpamitan di pintu. Kairi dan Renatha tertidur pulas, mungkin kalau Renatha karna lelah, tapi kalau Kairi mungkin karna ingin turu.
**Janlup::
Like
Komen
share
follow
TBC**...