
Happy Reading ❤️❤️
Seorang anak perempuan sedang bermain dengan peliharaannya yang berupa Salamander berwarna merah yang sangat cantik
Dia bermain dengan sembunyi sembunyi karena di kampungnya Kadal seperti itu di anggap pendatang bencana
Namun, anak itu bermain dengan apa yang dilarang oleh orang orang kampung nya
"Sala.., kl kita main disana gimana??"tanya sang gadis kecil sambil menggendong sang kadal
Kadal itu hanya bisa pasrah di bawa kesana, namun ternyata disana ada orang yang melihat gadis kecil itu dengan salamendernya
"Hei kau, kenapa kau bermain dengan kadal"ucap orang tersebut lalu merampas Salamendernya
"Jangan, lepaskan itu peliharaan ku"ucapnya sambil berusaha menggapai peliharaan nya
Salamender berusaha untuk melindungi diri dengan mengigit tangan orang itu
Orang itu meringkih kesakitan dan melempar Kadal itu ke batu yang lumayan jauh dari mereka hingga akhirnya mati
"Sala..huhuhuhu, akh.."Gadis itu terjatuh dan kepalanya terantuk batu tajam di dekat peliharaan nya dan akhirnya meninggal
Sedangkan orang orang td hanya pergi saja, "Sala.. hiks.."Gadis itu pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan kepala berdarah
Flashback off
"Hiks... Kasian sekali kau"ucap Hikari sambil mengelus makhluk itu
"Apa yang terjadi??"tanya Renatha yang tidak mengerti
"Hikari dan Kairi dapat melihat masa lalu makhluk"Heeon menghampiri Hikari lalu mengusap kepalanya
"Sekarang istirahat lah dengan tenang"ucap Kairi lalu makhluk itu berubah menjadi cahaya yang terbang kelangit hingga akhirnya bola cahaya kekuatan muncul
Salamender
"Boleh aku minta??"tanya Renatha sambil menyerahkan power coinnya
"Untuk??"
"Sebenarnya power coin hampir sama dengan bola makhluk, namun hanya bisa digunakan sekali"ucap Renatha sambil menunduk
"Bagaimana kita bisa per--"
"Nih aku kasih"ucap Kairi sambil tersenyum, itu tidak masalah Kairi hanya memberi 1/10 kekuatan Salamender
"Koq dikasih??!kan kita belom kenal dia lama"ucal Heri tak terima
"Hehehehe kami memang belom kenal lama namun, aku merasa di bukan orang jahat"ucap Kairi sambil menjitak kepala Heri
"Aduh ngapain pake mukul coba"ucap Heri protes
Mereka tertawa lepas, Renatha tak menyangka bahwa Kairi Dkk tidak jahat ataupun membeda bedakan. Mungkin akhirnya ia menemukan teman pikir Renatha
"Aku bole jadi anggota Ghost ball??"tanya Renatha ragu
"Boleh tp syaratnya harus.... Bisa bikin Kairi mundur"semuanya langsung mundur kecuali Kairi dan Renatha yang tidak siap
"Hei kenapa aku??bukannya Shinbi??"Kairi tak terima
"Udahlah kak, cepet ayok"ucap Heri dan Hikari bebarengan
"Huh yasudah. Renatha mari kita lihat apakah kau bisa membuatku mundur 5 langkah"ucap Kairi menantang
Renatha sudah menggenggam power coin di antara kedua jarinya, "Pedang Leo!"Renatha mulai mengeluarkan jurus andalannya
"Woah aku juga bisa. Pedang api!"Kairi juga mengeluarkan senjata nya
Mereka beradu pedang, hingga terdengar suara besi berbenturan (padahal bukan dari besi😅🤣)
"Akar akar pohon"
"Pedang api!"
Booom...
Suara ledakan besar membuat Kairi dan Renatha mundur, HyuRa segera memadamkan api nya
"Selamat ya sudah berhasil bikin Kak Kairi mundur"ucap Heri sambil menjulurkan tangannya untuk membantu Renatha, Heeon segera membantu Kairi bangun
"Terima semuanya, td itu seru sekali"ucap Renatha girang
"Baru di sini belom di markas Ghost ball"celetuk Gaian
"Oh ya sini"Heeon menggerakkan tangannya seperti memanggil Renatha
"Dengan ini kamu menjadi Anggota Ghost ball, ucapkan janji!"tegas Heeon kepada seluruh anggota Ghost Ball
"Kami berjanji akan bertarung bersama dalam luka maupun mati!"
Renatha mengikuti mereka mengatakan itu
Heeon menempelkan 2 jarinya pada dahi Renatha, di sana terlihat lambang anggota Ghost ball yang bisa di gunakan bila sangat sangat mendesak namun bisa mengakibatkan kematian kepada yang menggunakan
Heeon sudah menjelaskan resiko itu namun Renatha tidak takut
Mulai hari ini Renatha menjadi anggota dari Ghost Ball
...keesokan harinya...
Disebuah rumah sedang terjadi keributan yang lucu dan bikin jungkir balik
"Hikari, kembalikan ayam Kaka!"Perempuan cantik yang masih kelas 1 SMA itu mengejar adik nya
"Kakak habisnya gak makan" Bocil yang di panggil Hikari itu hanya trus terusan menggoda kakaknya
Mereka berputar putar mengelilingi meja makan hingga sekitarnya berantakan
Kanglim dan Hari hanya diam, saat Hikari terjatuh Kanglim sigap menangkapnya dan membiarkannya lari lagi
Begitu pun jika Kairi, hingga akhirnya mereka berdua jatuh bersamaan
"Aduh sakit... Huaaa Mama"Hikari akhirnya menangis sambil memegangi tangannya yang terantuk lantai
Sedang kan Kairi hanya meringis lalu mengambil es untuk mengompres bagian yang kena lantai
Karna hari libur mereka tidak terlalu terburu buru
"Tuh kan jatoh, siapa suruh iseng"ucap Hari sambil mengompres anak bungsunya itu
Kanglim hanya terkekeh melihat kelakuan putri² nya itu, Hikari memang kl lagi hari libur jadi manja sekali epribadih....
Kairi langsung masuk kamar, ia memilih untuk membaca buku tentang matematika nya, dan mengerjakan pr
Ting nong...
Hari membuka pintu rumahnya, seorang anak laki laki yang biasa di panggil Heeon itu telah berada di ambang pintu rumah keluarga Choi
"Halo Ibu, Kairi dan Hikari ada??di tunggu di taman nih"ucap Heeon sambil senyum
10 tahun kemudian..., Eh kelamaan maksudnya 10 menit kemudian..
Anggota Ghost ball telah berkumpul di taman, termasuk Anggota baru mereka, Renatha
"Ren, kamu aku kenalin sama sahabat kami satu lagi ya"ucap HyuRa lalu memanggil Shinbi dan Geumbi
Fyi, walau dah generasi ke 2 tp tetep ya, goblinnya Geumbi dan Shinbi
"Ada apa kalian memanggil ku??"seorang Goblin hijau setinggi dua kepala sudah berada di hadapan mereka
"Wah jadi ini ya Anggota baru kita"ucap Geumbi sambil menunjukkan senyumnya
"Iya nih namanya Renatha Park"
"Oh aku Geumbi dan ini Shinbi si tuyul hijau"Geumbi menjabat tangan Renatha
"Hei, aku ini suami mu tidak boleh berkata begitu!"Shinvi tidak terima di panggil Tuyul hijau oleh Geumbi, istrinya
"Iih kl bukan karena harus ada Goblin lain aku tidak mau sama kamu mending sama oppa Rion atau Kanglim"Geumbi hanya mendengus kesal padahal nyatanya bukan begitu
"Hehehehe kalian ini, senang bertemu dengan mu Geumbi yang cantik dan Tuyul hijau"Renatha menirukan panggilan Geumbi untuk Shinbi
Hal itu mengundang tawa banyak orang, beruntung disana hanya ada mereka saja
"Hei kalian kenapa pada ketawa??aku lebih tua dari buyut kalian tau!!"ucap Shinbi marah
"Oh iya senang bertemu kalian Shinbi Geumbi"
"Senang juga bertemu dengan kau, pengusir makhluk dari selatan" Geumbi dan Shinbi serempak
"Hei ayah ku bilang ada makhluk di sekitar tempat ini"ucal HyuRa to the point
"Oh mana aku tidak merasakan aura makhluk nya??"tanya Shinbi
"Oh aku tau pasti--"Heri melirik ke arah Geumbi dan Shinbi
Semua orang langsung mengerti dan tertawa ngakak sampe jungkir balik 7 kali
"Mana sih!!"Geumbi mulai habis kesabaran
"Udah ini beneran deh, bukan disini tp di sana"Hyura menunjuk ke arah gunung yang terdapat di hutan
"Oh sok lah"Hikari langsung menahan Heri yang ingin langsung jalan ke sana
"Gimana kl kita lake mantra kecepatan??"Tantang Hikari mantap
"Ayok"yang lain ikut meng iya kan kecuali Geumbi dan Shinbi
"Tp... Kita kan ga--"Shinbi dan Geumbi langsung di tinggal sebelum menyelesaikan kata katanya
"Ish.. di tinggal"geram Geumbi
Di sisi lain
"Hahahaha gak ada yang ngeduluin aku"Heri tertawa puas akan mantranya
"Yes aku pertama sampai"Heri berteriak agar di dengar oleh yang lain
"Kata siapa?"Hikari menyeringai bahwa ia berhasil mengalahkan Heri
"K- kau bagaimana bis--"
"Gampang makanya belaJar"ucap Hikari sambil menekan kata 'Jar' nya
"Kalian dah sampai duluan??"HyuRa terlihat ngos-ngosan saat sampai disana
"Ish kau curang Gaian, masa terbang cahaya "HyuRa merengek kepada Gaian karena dia pake mantra terbang cahaya walau emang dia bisa terbang
"By the way, Kairi, Renatha ma kak Heeon belom Dateng??"Gaian menanyakan kabar sahabat nya itu
Hup...
Shinbi dan Geumbi Dateng ke tempat dimana Gaian Dkk berada
"Gawat Kairi di tangkap makhluk, Renatha dan Heeon sedang membantu Kairi
"Apa!?"mereka bergegas ke tempat Kairi berada
Disana mereka melihat Kairi yang sedang di lilit oleh tanaman yang sangat besar
"Power coin, tombak api"
"Tujuh tombak api, Hesset"
Seketika tombak api itu membakar makhluk tanaman yang sedang menyerang mereka namun itu tidak cukup untuk mengalahkannya
"Tanaman kalah sama apa??!"HyuRa bingung sambil mikir pake kaki
"Gaian coba ikat tanaman itu dengan sinar UV"titah Heeon yang sudah mulai kehabisan tenaga
"Baik tali cahaya-- Hikari!!"Gaian tersentak melihat Hikari yang terdorong hingga menabrak pohon
Heri segera mendekati Hikari yang tidak sadarkan diri, sementara yang lain melawan makhluk itu
"Hikari bangun woy, jangan mati susah gue bawa mayat elu"Heri menepuk nepuk pipi Hikari
Gaian dan yang lainnya terhempas ke tanah, Heeon masih tidak menyerah walau sudah luka luka
Hikari terbangun dari tidur cantiknya lalu menghampiri kakaknya
Mereka meneriaki nama Hikari namun tidak diindahkan olehnya
Setiap cabang cabang makhluk itu mendekatinya langsung di tangkisnya dengan pedang yang ia genggam
Hingga mencapai kakak nya ia membisikkan sesuatu ke telinga kakak nya Kairi, seketika Kairi terbangun dengan matanya bercahaya membuat Makhluk itu lemah
Tubuh Kairi terbang dan seketika jatuh kembali, Hikari langsung bergegas ke tempat Kakanya terjatuh
Energi dari makluk jahat itu telah masuk ke dalam Bola makhluk mereka dan power coin Renatha
"A-a pa itu tadi??"tanya Heeon gugup
"Itu kekuatan darah suci peri Cahaya!!"gumam Renatha terkejut
"Kairi aadalah keturunan atau reinkarnasi dari darah suci peri Cahaya, maka dari itu setiap serangan darinya pasti dasyat bila ia bersungguh sungguh"terang Geumbi sambil mengobati Kairi
"Jangan sebarkan ke siapa pun atau nanti dia akan dalam bahaya, darah suci peri Cahaya 1 tetesnya sangat ajaib"lanjut Geumbi
"Lalu apa dia tau??"tanya Gaian yang juga terkejut
"Tidak, sewaktu umur 10 thn saat pertama kali muncul kekuatan ini kami segel dengan segel ringan, dan menghapus ingatannya akan ini papa dan mama juga tau"terang Hikari
"Huh sahabat kami tp kami tidak tau sendiri"HyuRa mengusap wajahnya gusar
"Oh iya kita harus membawa Kairi pulang"titah Shinbi
Mereka pun membawa Kairi pulang