You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 34



Happy reading❤️❤️


"Jadi bagaimana??"


"Apa yang bagaimana??"


"Hyura, Bagaimana keadaannya??"


Gaian sedang duduk bersama kedua temannya itu sambil memeluk sebuah kotak yang kira kira 1/3 dari badan manusia dewasa lebih sedikit.


"Hyura?? Aku juga bingung tadi kenapa kau tak dengan Hyura"


Hari masih siang membuat cahaya masuk ke ruangan itu. Sehingga Gaian tak ada niat untuk mengeluarkan Hyura sekarang.


"Dia di dalam kotak ini"Ucap Gaian singkat sambil menepuk kotak itu.


Mereka memandang satu sama lain hingga akhirnya kembali mengucapkan kalimat.


"Bagaimana bisa?? kau potong potong dia??"


"Tunggu malam tiba, aku akan mengeluarkannya"Gaian meminta ijin untuk menyelesaikan interogasi itu lalu kembali ke kamarnya.


"Awas sampai kau apa apa kan Hyura!!"


Gaian mengangguk lalu keluar dari kamar apartemen dua pasutri tersebut, sedari tadi ia seperti di interogasi tanpa disediakan minum atau apa pun itu.


"Hyura, kau lapar??"


Tak ada jawaban yang menandakan sang empu sedang tertidur pulas di dalam kotak itu.


"Kita sampai ke kamar.."Gaian menaruh kotak Hyura di kasur lalu membuka tirai, dan melihat kamarnya yang agak berdebu.


"Sabar ya, Hyura, aku bereskan kamar ini dulu"


Dengan gerakan kilat, Vampire satu ini berhasil membersihkan kamar tersebut hingga ada percikan cahaya dari lantainya.


"Fyuuuuh"


Gaian menutup tirai dan menyalakan AC di ruangan itu, dan dengan perlahan menidurkan kotak terebut.


"Hyura~"


Saat Gaian membuka kotak itu, ia di nampakkan pemandangan sang kekasih yang sedang tertidur hingga mendengkur.


"Kawaii ne..."


Dengan telaten dan perlahan, Gaian memindahkan tubuh mungil Hyura dan menaruhnya ke tempat tidur serta tak lupa memasangkan selimut agar tak kedinginan.


"Cup~"


Gaian keluar dari ruangan itu dengan perlahan-lahan agar tak menimbulkan suara sedikitpun.


"Dimana remote tvnya ya??"


Setelah menemukan remote TV ia duduk di sofa dan menonton sebuah film aksi-fantasi yang menceritakan tentang apabila segala teori di dunia ini menjadi nyata.


Ia menonton hingga tak terasa 2 jam berlalu dan film itu hampir selesai. Ia sampai tak mengalihkan perhatiannya dari layar TV.


Suara pintu terbuka membuat perhatiannya teralihkan. "Gaian??"


Ia seketika menoleh dan mendapati Hyura yang sedang mengintip dari celah pintu kamar, Gaian segera mematikan TV dan masuk Ke kamarnya.


"Ada apa hmm??"Tanya Gaian sembari menggendong tubuh kecil Hyura yang belum kembali seperti semula.


"Aku lapaaaaar"Ucapnya sembari menepuk nepuk perutnya sendiri, Gaian tersenyum kecil melihat tingkah sang pacar.


"Baiklah, mau apa??"


"Mie aja"


Gaian mengangguk lalu keluar dari kamar setelah mendudukkan Hyura di kasurnya.


"Aku akan cepat"Pintu kembali tertutup meninggalkan Hyura sendirian.


Entah bagaimana hal ini bisa terjadi, size Hyura kembali ke semula namun anehnya Hyura tidak terkejut karna ialah yang melakukan itu.


"Enak saat kembali ke semula..."


Hyura mengelilingi kamar itu berkali kali dan melihat tirai kamar yang tertutup rapat, "Gaian sangat menyayangi ku sepertinya"Ucap Hyura dengan perasaan senang.


"Makanan datang"


Ia kembali ke size kecil lalu berlari ke arah Gaian.


"Gaian..., Laparrrrrrr"Ucap Hyura dengan nada imutnya, Gaian tersenyum dan mengelus kepala sang perempuannya itu.


"Ayo makan"Hyura memakan makanannya dengan sangat lahap membuat wajahnya belepotan oleh cipratan kuah mie itu.


Melihat hal tersebut, Gaian tak bisa menahan tawa kecilnya, Ia mengambil tisu yang ada di meja samping tempat tidur dan mengelap pipi serta mulut sang kekasih.


"Kamu ini lho ya..., makannya berantakan banget"


Sang empu hanya menunjukkan baris baris giginya yang tapi dan lanjut makan namun sekarang dengan lebih Slay💅💅


"Jadi makin cayang~"



"Enak??"



Gina mendengus kesal ke arah 2 orang di depannya, kedua cecunguknya juga menatap tajam kearah 2 perempuan yang sedang berdiri.



"Cepat mana uang gantinya!!"



Kaewo yang adalah pengurus disana meminta uang ganti rugi kepada Gina karna ia melihat kejadiannya dari awal hingga akhir.



"Tapi kan mereka yang merusak"



"Tapi kau yang memulai!!"



Sora yang tak mau kalah menaikkan suaranya agar tak kalah besar dengan suara perempuan di belakang Gina, Ucha Ki.



"Sudah! cepat bayar, kalau tak mampu kau harus membersihkan arena selama 1 Minggu bersama 2 orang di belakang mu itu!!!"



Mendengar hal itu, Gina membelalakkan matanya, ia langsung memberikan kartu miliknya pada Pengurus Kaewo.



"Nah, kan enak"ucap Kairi merendahkan, "Terimakasih, Kaewo-sama"



Kaewo mengangguk lalu pergi untuk memotong saldo yang ada di kartu milik Gina. "Ini"



Gina pergi dari sana dengan wajah kesal membuat senyuman kemenangan terbit di wajah Sora dan Kairi.




\[mohon kepada seluruh murid di sekte Twi-lang berkumpul di lapangan utama\]



"APA-APAAN INI?! AKU DI TUNDA MELULU!!"



Kairi dan Pengurus Kaewo terkejut mendengar suara Sora yang begitu keras, Kairi sampai mengelus dada saking kagetnya.



"Sudah ayo, kita ke lapangan utama, mau bagaimanapun ini perintah kan??"



Sora meloncat hingga tanah yang dipijaknya hancur, sungguh Kairi tak menyangka bahwa loli kecil seperti Sora mempunyai kekuatan yang besar ketika marah.



"Anak itu tipe kekuatan kaki ya??"



Ucapan Pengurus Kaewo sukses membuat Kairi menoleh namun ia langsung pergi setalah mengucapkan "Nanti aku akan main kesini ya, Kaewo-sama"



Setelah itu Kairi segera pergi dengan berlari, hemat tenaga spiritual katanya.



Hingga akhirnya Kairi sampai di Lapangan utama.



"Hei kau tau ada apa??"



"Aku tak tau"



"Gosipnya sih para tetua dari perguruan Iblis kita yang akan mengangkat murid"Ucap salah seorang dari gerombolan itu.



"Benarkah??"



"Kalau iya ini kesempatan kan??"



Riuh ricuh membuat pendengaran Kairi tak fokus pada satu suara, hingga Cyclone menarik kerahnya keluar dari kerumunan itu.



"Jangan disana, Ayo ke depan"ucap Cyclone sembari menarik dirinya dan di belakang ada Sora dan Crystal yang mengekor.



Seseorang pada akhirnya naik ke panggung dan menyuruh semuanya untuk diam.



\[Dimohon perhatiannya kepada semua murid sekte Twi-lang\]



Semua seketika diam,saat Kairi berada di depan sana, sudah ada 5 orang yang memakai baju berwarna Hitam, putih, Merah-hitam, putih-kuning, dan Biru tua-biru muda.



"Memberi hormat pada para tetua perguruan Iblis"Ucap Cyclone dan Crystal diikuti oleh Kairi dan Sora di belakangnya.



"Bangunlah"



Mereka berdiri di belakang para tetua itu karna memang itu tempat khusu mereka ber lima, termasuk Thunder.



\[Jadi kami mengumpulkan kalian disini untuk memberikan misi kepada masing masing pengguna elemen!!\]



"Tampaknya misi yang mudah"



"Iya, aku elemen air pasti hanya di sungai"



"Aku api, pasti cuma akan di kirim mengambil daun di gunung kan??"



\[Tapi, karna banyaknya tetua yang tak setuju, maka misi akan di bagikan perkelompok dan masing masing kelompok terdiri dari 5 orang yang harus sama elemennya\]



Semua tertegun dan saling menatap.



"Pasti mudah kan, bagimu, Kairi??"



Tiba tiba seorang tetua menoleh kebelakang, menatap Kairi intens dan tajam serta lekat.


"Apa maksud anda, tetua Ken??"Cyclone tampak tau bahwa Tetua yang bernama Auzui Ken, tertarik dengan Kairi.



"Aku nantikan pertunjukan yang bagus ya.."



Kairi masih tak mengerti maksud dari perkataan tetua Ken itu...



***Like


komen


share


follow


TBC***...