
Happy reading❤️❤️
"Jadi...... Apa rencana mu?? Kau mau bawa Hyura kemana hn??"Gaian sudah selesai membuat kotak dari kayu Laff yang ringan namun kuat.
"Aku rencananya akan membawanya ke Jepang, apakah tidak apa?? sekalian melanjutkan sekolahku juga mencari siapa yang mengambil para vampir"
Gaian menuliskan strategi atau rencananya di kertas selembar, "Seperti ini"Hyura melompat kecil ingin melihat kertas yang di tulis oleh Gaian, namun ukurannya masih kecil dan ia tak tau cara membesarkannya.
"Ini Hyura"Gaian yang sadar akhirnya memberikan kertas itu pada Hyura, sang empu sangat senang sampai tersenyum lebar.
"Ini rencana mu?? kenapa berantakan sekali tulisannya??
Deg!!
"Nusuk, Ra. Nusuk"Seketika Xin dan Ian yang ada di sana tertawa bersamaan
"Asal Hyura tak apa, kau boleh saja, tapi izin dulu pada paman Hyunwoo dan Tante Sara"Ucap Ian tanpa melunturkan senyumnya.
Kalian bertanya kemana Gaeun?? Gaeun kembali ke dunia manusia untuk menggantikan pekerjaan Ian disana.
"Baiklah, Hyura, tidak apa apa kan??"Hyura melihat kotak itu lalu masuk perlahan kedalam. Ada beberapa lubang udara super kecil jadi sinar matahari tak dapat masuk.
"Nyaman~"
"Syukurlah"Saat Gaian melihat ke arah kotak tersebut, Hyura sudah tertidur dengan pulas di dalam kotak tanpa memperhatikan posisinya.
"Hyura, Kau ini"Gaian membenarkan posisi sang kekasih lalu membawa kotak itu di bahunya.
"Aku pergi dulu ya, Paman, Ayah"
Gaian pergi tanpa meminta jawaban dari Xin dan Ian. "Kebiasaan" Ian kembali melanjutkan kerjanya dan tiba tiba Xion datang.
"Well bagaimana kerjanya, Raja??"Xion datang, oh ya, for info... Xion sudah berkeluarga makanya tidak ada sejak kemarin.
"Yayayayayaya tidak bagus"Xin keluar dari ruangan itu, niatnya mau nemenin Ian biar gak sendiri, tapi karna Xion sudah datang makanya ia pergi.
"Aku dengar tadi saat di perjalanan para pelayan mengatakan banyak rakyat kita di Jepang yang hilang?? bagaimana anakmu yang ditugaskan disana??"
"Tadi baru pergi"
Xion mengangguk paham dan menarik kursi tuk duduk di depan meja sang adik, "Siapa Vampire yang bersama anakmu?? katanya pacarnya manusia??"Xion mengambil selembar kertas dan melihat jumlah fantastis.
"Pacarnya berubah menjadi Iblis, bukan Vampire, tapi tipe api dan tidur"Xion agak terkejut namun kembali meng-oh-kan.
"Kehilangan, 200-346. Kerugian, 3000 Coin emas"Ian menggulirkan matanya malas. "Ya begitulah, sangat merepotkan"
"Bagaimana Gaeun??"
"Syukurlah Baik, Kalau Rena??"Xion mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang di luncurkan oleh sang adik.
"Aku butuh bantuan, bisakah kau membantu ku, Ian??"
___________________
"Hyura, apa di dalam sana nyaman?!"
Gaian melompat dari pohon ke pohon, ia agak takut Hyura terhentak hentak kejedot kayu. Tapi hanya suara dengkuran yang di dengar nya.
"Yokatta desu Yo"
Hingga Gaian sampai di apartemen miliknya di Jepang, Jadi kisahnya tadi tuh Gaian salah teleport, malah ke tengah hutan.. gitu, nah karna hal itu dia jadi lompat kayak tupai kesana kemari.
"Sudah sampai"
Dia menaiki lift, saat di bawah tadi dia mencium bau dara vampire tapi sangat kotor seperti terkontaminasi oleh sesuatu.
"Hei, Gaian, kamu tak lelah? aku tak berat??"Suara Hyura terdengar samar dan seperti anak kecil dari dalam kotak.
"Tidak, sangat enteeeeeng sekali"
"Houtoni?? baguslah"Hyura menghela nafas pelan. Saat mereka sampai di lantai yang di tuju, ada sepasang lelaki dan perempuan yang sedang berniat masuk ke dalam lift.
"Gaian??"
"Renatha?? Yuta??"
"Heiiiiiiiiii Kairiiiiiii Bangun lah!!!!!"
Pagi hari telah tiba di sekte Twi-lang, burung sudah keluar dari sarang untuk mencari sumber penghidupan.
"Iyaaa iya!!! Jangan teriak teriak Sora-Chan!!"Sungguh, Kairi tak menyangka Sora memiliki suara yang sebesar itu.
"Kakak kan sudah janji ingin membantu ku latihan!!!"Seketika Kairi tertegun untuk berpikir.
"Kapan??"
"Di mimpi!! Kakak sudah janji!!"
Kairi menepuk jidatnya di dalam rumahnya, "Dasar, Sora"
Kairi segera bersiap, walau ia tak merasa membuat janji tapi tetap saja ini menguntungkan untuk kedua belah pihak.
"Ayo Sora-Chan"
Saat berjalan ke arena latihan, Crystal datang dengan tangan melambai ke arah mereka berdua.
"K-kak Kairi, tolong!! Kak Thunder... Dia!!"
"Bernafas dulu donk, Thunder kenapa??"
"D-dia nekat ke Gunung kematian!!"
Kairi maupun Sora membelalakkan mata, saat mendengar nama Gunung 'kematian' yang katanya tak ada yang pernah kembali dari sana.
"Sedang di ruangan Ayah, kumohon hentikan dia, Kak Kairi!!"
Kairi langsung berlari meninggalkan Sora dan mengikuti Crystal, "Aku ditinggal?? QwQ"
Saat sampai di tempat yang di tuju, mereka menemukan tembok yang sudah bolong dari atapnya, bahkan ada Cyclone yang lagi mengelus punggung sang ayah.
"D-dimana Thunder, Ketua??"
"Dia pergi ke Gunung"ucap Cyclone mewakilkan.
Lutut Crystal lemas, ia tak mau kehilangan Kakaknya lagi karna gunung kematian. "T-Tidak... Jangan lagi.. hiks..hiks"Lasell tau pasti anak gadisnya ini sangat trauma akan hal itu.
"Lagi?"
"Bukan waktu yang tepat, nanti ku ceritakan"Cyclone membawa Crystal ke kamarnya untuk menenangkan diri, sedangkan ruangan itu sudah kembali seperti semula.
"Maaf melibatkan mu, dia bilang ingin membuktikan bahwa dia sudah lebih kuat dari....."
"Ah sudahlah kembali, dan latihan lah, 2 hari lagi kau ada misi panggilan dari Penjaga Kanan perguruan Iblis, dan ada kabar yang entah bagus atau tidak tapi kompetisinya di undur satu bulan karna ada 5 anak yang curang"Lasell duduk di mejanya.
Kairi mengangguk lalu izin untuk keluar, ia tak meminta penjelasan dari kata 'Lagi' pada Lasell Twilight karna Cyclone sudah mengatakan bahwa ia akan menceritakannya.
"hah...Bosan~"
Suara malas dari seorang perempuan yang diketahui adalah Sora yang sedang bertopang dagu. "Sora? kau menunggu disini??"
"Iyalah!! Kakak gimana sih?! hum!!"Sora menggembungkan sebelah pipinya yang membuat dirinya tampak sangaaaaat lucu di mata Kairi.
"Maaf maaf deh, bagaimana kalau sekarang kita latihan??"Sora berbinar, ia menarik lengan
Kairi untuk ikut dengannya ke arena berlatih.
"Karna Kakak besok sudah ada misi, jadi kakak harus lawan aku sekuat tenaga nantinya ya!"
Kairi tersenyum kecil, ia jadi teringat Hikari, Rindu memakan hati kecilnya ini. "Baiklah"
Saat sampai disana, ada satu tempat yang kosong, padahal mereka sudah sampai, padahal sudah menggunakan kartu agar tempat itu disewa sementara.
Tapi Gina dan beberapa orang yang tak dikenal oleh Kairi datang dan mendorong mereka keluar arena.
"ini tempat Kami!!"Mereka merebut tempat itu padahal Sora yang membayar, Untung Kairi gercep sehingga mereka berdua tidak terkena tendangan anak buah Gina.
"Hei!! aku kan yang bayar!!"
"Salah sendiri, LEMAH!!"
Kairi membuat panah dari cahaya. "Kalau panah ini dapat memecahkan dinding kekuatan ini, dan menembus mukamu bagaimana ya, Gina-chan??"Kairi mengarahkan panah itu ke arah Gina.
"A-apa yang mau kau lakukan??"
"Mengambil apa yang diambil"
***Sriiiing
Crakk
Trang!!!
Like
komen
share
follow
TBC***...