
Happy reading❤️❤️
Malam yang gelap, ada banyak suara suara di luar goa itu, Kairi dan Heeon memilih untuk berdiam di goa semalaman.
""Dingin"lirih Kairi di tengah gelapnya 2 lapisan, Gelap malam dan gelap nya di dalam goa.
"Sini, mendekat lah"
Heeon merangkul tubuh mungil Kairi, ia mendekatkan tubuh nya agar Kairi merasa hangat, yang menjadi pertanyaan kalian pasti kenapa mereka tidak membuat api kan??.
"Maaf ya aku tidak membuat api, aku takut hawa panas akan semakin terasa oleh mereka"Lirih Heeon.
"Iya, tak apa, aku sudah hangat"
Udara dingin berhembus dari dalam goa, membuat Heeon bertanya tanya. Dari mana asalnya udara itu? bagaimana bisa masuk kedalam goa?
Melihat Kairi yang sudah tertidur, Heeon tak sampai hati untuk membangunkannya, ia menaruh perlahan Kairi lalu melepaskan jubah yang ia pakai.
"Aku akan segera kembali"Tak lupa kecupan di kening sang kekasih.
Heeon menelusuri Goa dengan penglihatan malam atau biasa di sebut 'Magic of invisible night' Di cerita ini.
Setelah berjalan cukup jauh, ia menemukan sesuatu yang berada diluar nalar manusia.
Ada kehidupan yang cerah di dalam goa yang gelap.
"Apakah...."
"Wah? ada yang berkunjung!"
Seorang perempuan, dan Seorang lelaki yang tinggal disana, Ada juga seorang tua renta yang sedang menempa besi.
"Jarang jarang ada yang kemari, Mari masuk"
Heeon mundur satu langkah lalu berkata. "Maaf saya lancang memasuki pekarangan rumah seseorang di malam hari"Ia menunduk tanda hormat.
"Tak apa, justru kami senang, beberapa tahun terakhir tak ada yang datang soalnya"ucap perempuan itu.
"Permisi, bolehkah saya bermalam disini?? Kalau boleh saya akan menjemput kekasih saya di ujung goa ini"Ucap Heeon tak meluruhkan rasa hormatnya.
"Ah, Boleh saja, kami akan tunggu"ucap Perempuan itu yang entah kenapa nampak kecewa.
Heeon berlari menuju ke mulut Goa dan menggendong Kairi."Kairi, ayo kita ke dalam goa"Kairi nampak belum bangun sepenuhnya.
"Kita kemana??"
Heeon tak menjawab, namun di balik kegelapan itu Kairi tau bahwa Heeon sedang tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum, Heeon??"
"Tidak"
Saat sampai di sana, sudah di sambut hangat dengan ketiga orang itu, dan juga seekor kucing milik mereka.
"Wah, Selamat datang kembali"
"I-iya"Kairi menatap Heeon heran, dia tak tau ini dimana dan kenapa ia bisa ada disini.
"Maaf saya tidak sopan lagi, Nama Saya Heeon Raymond dan ini Pacar saya Kairi Raymond"Heeon memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang yang entah bagaimana bisa fasih.
"Kau orang luar ya?? Namamu seperti orang dari selatan (Korea)"Ucap lelaki yang berada disebelah perempuan itu.
"Iya kami memang orang Korea"
"Kenalkan saya Takara Sora dan ini Kakak kembar saya Takara Akio"Ucap Perempuan yang di ketahui namanya adalah Takara Sora.
Dan yang lelaki bernama Takara Akio. "Dan ini Kakek kami Takara Asashi"Heeon mengangguk ria bersamaan dengan Kairi.
"Sebenarnya apa yang terjadi?? Aku gak tau apa apa"ucap Kairi dengan bahasa Korea, malu kalau mereka tau apa yang dia ucapkan.
"Nanti akan kuceritakan"
Mereka masuk kedalam salah satu rumah. Disitu ada 3 gubuk, satu yang mereka berdua, satu lagi punya si kakek dan satu lagi kosong.
"Jadi begitu..."Di meja makan yang dipenuhi kehangatan, Heeon dan Kairi menceritakan tentang perjalanan mereka kenapa bisa sampai disitu.
"Masuk akal, memang banyak vampir yang berkeliaran di malam hari dekat sini"ucap Kakek Asashi kepada ke empat anak muda itu.
"Ahahaha makanannya enak, terimakasih"Heeon menatap Kairi dengan tatapan 'jangan beri tau'
Kairi mengangguk, Heeon pun melepaskan tangannya. Entah kenapa Sora tersenyum senyum sendiri yang mana di ketahui oleh Akio.
"Hei Sora-chan. Nande??"
"Daijobu, hanya saja dia tampan ya??"Bisik kedua kakak beradik itu, yang tak terdengar oleh siapapun selain mereka.
"Kau ini, dia sudah punya pacar"
"Tapi dia tampan, tak bisa ku pungkiri"
Akio menggeleng heran.
"Sora, tolong bawa mereka kekamar nya"Ucap Akio setelah mendapat isyarat dari Kakek Asashi.
"Terimakasih sekali lagi"
Sora menuntun kedua sejoli itu, dia bagaikan obat nyamuk karna Heeon dan Kairi sibuk sendiri.
"Jangan beri tau, kenapa??"
"Ini bukan rahasia umum"
"Iya mungkin"
"Kau sadar gak??"
"Apaan?"
Pembicaraan yang terdengar samar samar membuat Sora kesal karna terlalu ingin tau, siapa tau mengatakan apa makanan kesukaan Heeon? pikirnya.
"Ini kasur kalian, Maaf hanya ada satu"Sebenarnya Sora merasa cemburu saat melihat itu, artinya mereka berdua akan tidur satu ranjang.
"Jangan berbuat yang aneh aneh ya"
Sora menutup pintu gubuk itu.
"Kasurnya hanya ada satu ya??"
Heeon menatap Kairi yang terus menerus bergantian menatapnya. "Tidur bar--". "Aku tidur lantai aja!!"ucap Kairi sambil menghentakkan kakinya menahan malu.
"Pffft.. Majahmu merah tuh"Goda Heeon sambil menoel-noel pipi sang kekasih.
"Apaan sih!! Udah ah aku ngantuk!!"
"Eits... jangan tidur di lantai, aku aja kamu tidur di kasur sana"Ucap Heeon yang langsung merebahkan dirinya di lantai yang hanya beralaskan tikar.
"Nanti kamu kedinginan"Lirih Kairi.
"Heeon kan Strong man"
"Iya iya, tapi pakailah selimut ini, ada dua koq"ucap Kairi sembari melempar selimut yang sudah terlipat rapih diatas kasur.
"Yang bangunnya lambat harus kasih morning Kiss"
"Ih gak mau ah!!"
"Atau Night kiss??"
Kairi langsung melempar bantal kearah Heeon dengan kencangnya.
"Aduh aduh"
"Kamu sih!!mesum!!"Rengek Kairi.
"Lagian kamu ninggalin aku"
"Pasti Yuta yang ajarin kan?! ngaku deh!!"
Heeon tersenyum tipis, ia sangat rindu saat seperti ini. Ia mengambil tangan Kairi lalu menarik kedalam pelukannya.
"Jangan donk, aku sakit nih"Nadanya seakan akan di manja manja kan oleh Heeon
"Tch, Awas aku mau tidur"
"annyeonghi jumuseyo, ~ege..."
Mereka pun terlelap ke alam mimpi masing masing. Dengan Sora yang sudah overthinking di luar sana.
"Iiish mereka ngapain sih?!"
Saking keponya ia tak sadar sang kakak sudah berada di belakangnya.
"Ketauan, Sora-Chan"
"Uaaaa, Yuurei!!!"
Akio langsung menutup mulut sang adik.
"Kore wa Onii-chan, shuuuu"
Akio pun membawa Sora kegubuk dan menceramahinya habis habisan.
"Gomennasai"
**Like
komen
share
follow
TBC**...