
Happy reading❤️❤️
Mereka berlima bermalam di pekarang rumah goa itu, tak ada larangan sehingga mereka tak keberatan atau sebagainya.
"Kak Kairi, bisa bantu aku tidak??"Tanya Sora, bukan Takara Sora but Sora sekte.
"Ada apa Sora??"
Sora menepuk tempat di sebelahnya menyuruh Kairi untuk duduk, "Aku menyukai seseorang"
"Bagus donk, lalu apa yang bisa ku bantu?"tanya Kairi heran.
"Tapi dia musuh keluarga ku, bagaimana donk?"
Sora menyenderkan kepalanya di bahu milik Kairi, air matanya tampak hampir menetes sedikit. "Siapa hmmm??"
"Pokoknya dia musuh keluarga ku, Marganya Wei, tapi aku sangat mencintainya..."ucap Sora, jujur Kairi agak tak percaya anak seceria Sora bisa mencintai seseorang.
"Dia mencintaimu??"
"Kami sering keluar bareng saat dulu, namun setelah keluarga kami tau, 2 hari yang lalu, Ia di bawa pergi dari Jepang ke Amerika"
Pada akhirnya air mata Sora menetes, sepertinya beban yang selama ini ia tahan akhirnya terlupakan saat ini.
"Kalian tidak tidur nak??"
Sora segera menghapus air matanya lalu menjawab Kakek Asashi yang sekarang berada di belakang mereka berdua.
Ia berbalik lalu mengatakan.
"Maaf Kakek, kami belum mengantuk"Kakek Asashi mengangguk lalu tak berkata apa apa lagi.
"Oh ya, Kak, bagaimana kau menemukan tempat ini??" Sora mengalihkan pembicaraan dengan topik baru yang lebih masuk akal.
Kairi tau Sora berusaha tak memikirkannya lagi jadi ia mengikuti topik baru yang dibuat oleh Sora sendiri.
"Ingat seminggu yang lalu?? Aku pulang dengan kekasihku lalu ada hal yang membuat kita tercegat jadi kami masuk ke goa dan ilalahnya pintu goa ini tertutup batu yang akan beresiko jika memecahkannya di malam hari, jadi kami menelusuri Goa dan menemukan Akio, Sora juga kakek Asashi"Ucap Kairi sembari tersenyum.
"Pacar kakak yang waktu itu ya??"
Kairi mengangguk sebagai jawaban. "Tapi katanya kami akan tak bertemu cukup lama"
"Dari sekte an ya?? Kakak tau gunung kematian kan??"
"Iya, itu tempat yang sangat ingin Thunder datangi sampai kabur kan??"Tanya Kairi dengan nada sedih.
"Ya, disana sangat sangat sangat banyaaaaaak sekali makhluk makhluk level atas, dan kakak tau gak dia kesana demi apa??"
Kairi menggeleng.
"Mungkin agar bisa menguji kemampuan dirinya sendiri??"tanya Kairi dengan wajah sedih.
"Bukan, dia menyukai seorang wanita yang sangat kuat membuatnya tak yakin dengan kekuatannya, padahal wanita itu sudah ada kekasih tapi katanya 'selama belum ada undangan pernikahan, waktuku masih banyak' aneh kan??"Kalian tau pasti siapa yang dimaksud oleh Sora.
"Benarkah??"
"Ya, dia mencintai wanita itu di pandangan pertama kata kak Cyclone"Sora menatap Kairi yakin.
"Bukankah itu bunuh diri demi seseorang yang bahkan tak mencintainya??"
"Ya, kalau kata pepatah yang aku tau sih.. "Cinta itu buta"
Kairi agak tertegun juga dengan hal yang baru saja ia dengar
"Dan juga, para lelaki bernama Dimas, Liam dan juga Heeon pacar kakak, dari sekte An dikirim kesana untuk merebut kembali tempat Milik mereka yang diambil oleh para makhluk"ucap Sora.
"A-apa....?"Jantung Kairi berdegup kencang.
"Dan aku takutnya dia tak bisa kembali, bukan karna dibunuh oleh sekte Yin dan juga lainnya. Karna yang berhasil membersihkan gunung itu maka gunung itu akan menjadi hak milik sekte mereka"ucap Sora dengan wajah yang entah bagaimana digambarkannya.
"B-bohong, dia bilang hanya misi membu....nuh...makhluk...."Kairi menutup mulutnya tak percaya.
"Ayah aja tak mau mengirimkan murid kesana"
Pikiran Kairi langsung berkecamuk dan pikiran negatif memenuhi kepalanya.
"Tidak..."
"Kau sudah kenyang??"
Hari sudah malam, Gaian dan Hyura makan malam berdua di meja makan. Masakan Gaian memasang tak ada tandingannya.
"Terimakasih Gaian!!"
"Kenapa makasih??"
Hyura tak sempat menjawab pertanyaan tersebut mendengar ketukan di pintu, "Pasti Yuta dan Renatha"Ucap Gaian menerka.
"Kau aja yang buka!!"
Hyura membuka pintu dengan tubuh kecilnya, walau agak sedikit kesulitan tapi ia berhasil melakukannya.
"Selamat datang!!"
Renatha serta Yuta tertegun melihat penampakan anak kecil yang bajunya kebesaran di ambang pintu.
"Hyura?"
Hyura mengangguk.
Mereka berjalan masuk perlahan dan menutup pintu dengan tenang.
"Ini kau??"
lagi lagi Hyura mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang ditujukan untuknya.
Renatha mensejajarkan tingginya dengan Hyura.
"Beneran??"
Hyura mengangguk untuk ketiga kalinya membuat dirinya sendiri agak kesal, Renatha memegang pipi Hyura lalu mencubitnya kecil.
"Koq lembut??".
Yuta menepuk jidatnya mendengar pertanyaan istrinya yang sangat polos itu, Mimpi apa dia semalam hingga punya istri seperti ini.
"Ren, dia Hyura koq"Saat Yuta membuka matanya, Renatha sudah memeluk Hyura kuat
"Huaaaaa Kawaiiiiiiiii"
Gaian bersweat drop melihat hal tersebut, "Renatha, Hyura sesak!"Ucap Hyura yang bukannya menghentikan dirinya, ia malah membuat Renatha lebih kencang memeluknya.
"Kawai Kawai Kawai!!"
"Huaaaa Aian Rena meluk Hyura melulu!!!"Hyura mencoba menjauhkan dirinya dengan Renatha yang sedari tadi tak henti hentinya memeluk dirinya.
"Tapi kau lucu sekali Hyura-chan!!"
kedua lelaki itu menggeleng melihat kelakuan Renatha yang seperti anak kecil di beri boneka beruang sehingga tak mau melepaskannya.
"Renatha, Hyura itu Iblis"
Renatha terdiam mencerna perkataan yang keluar dari mulut Gaian, Dia melonggarkan pelukannya dan menatap Hyura dari atas hingga bawah.
"Iblis?? koq bisa?"
"Huh, kamu memelukku terus, aku jadi sesak dan tak bisa berbicara!!!!!"
Renatha ingin memeluk Hyura lagi tapi tak jadi karna mengingat temannya adalah Iblis, Bisa bisa dia kena amuk.
"Yang menggigitnya adalah iblis, makanya bisa menembus penahan mu itu"ucap Gaian, ia mengelus pucuk kepala perempuannya dengan lembut.
"Koq gak dilanjut meluknya sayang??"
"G-gak nanti aku digigit kalau dia marah"
Hyura tertawa lalu mencoba menakut nakuti Renatha "Kan tadi kamu dah meluk aku kenceng, sini ku gigit"ucap Hyura mengeluarkan taring taringnya dan mengejar Renatha.
"Iie nanti aku jadi iblis kaya kamu!!"
Kejar kejaran pun terjadi lagi.
"Siapa sih itu?"Tanya Yuta yang memijat keningnya.
"Entah"
Gaian dan Yuta memilih ke balkon kamar itu dan berbicara empat mata.
"Sejak kapan??"
"Apanya??"
"Sejak kapan kau seperti itu??"Yuta tersenyum simpul.
"1 Minggu lalu, ada serangan vampire dan aku tercakar"
"Itu racun lho"
"Ya memang, sepertinya racun yang parah ya??"
"Tidak, tapi dia bisa membuatmu jadi vampire yang kehilangan akal"ucap Gaian setelah melihat lengan temannya itu.
"Kairi sudah memberi obat koq"
"Boleh ku lihat??"
Gaian melihat obat itu dan tersenyum kecil hingga tak terlihat.
"Obatnya benar, pendetoksifikasi racun dan juga pencegah penyebaran benda asing, kau mungkin akan bertahan lama"
"Apakah bisa melihat anakku??"
"Entah, tapi sepenglihatanku racunya belum menyebar lebih dari 2cm di sekitarnya akibat kandungan obat ini, tapi kenapa cuma ada 3??"
"Dia hanya membuat 4 katanya"
"Belum kau minum lagi?? Minumnya 2 bulan sekali kalau dosisnya sebesar ini"
"Benarkah??"Yuta agak terkejut karna Kairi bilang bahwa minumnya seminggu sekali.
"Ya, selamat datang di dunia setengah Vampire"
"Aku ingin bertanya Gaian"
"Y?
"Apakah anakku akan punya darah vampire??"
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
***Like
komen
share
follow
TBC***....