
Happy reading ❤️❤️
"Hoaaam..., Ada apasih HyuRa??ganggu tidur siang aku aja "Kairi mengucek matanya
lantaran baru bangun tidur langsung di panggil HyuRa untuk ke Apartemen Shinbi
"Kami dapat misi untuk mengalahkan makhluk yang menggangu warga di pegunungan!"HyuRa, Heeon, dan Heri yang merupakan Anggota Aegis menatap mereka 1 per 1
"Apa nama makhluknya??"Yuta yang sedari td ngintil Renatha, hingga akhirnya berada di sana
"Golem Ice!"ucap mereka serius
"Yosh yosh, kita kalahkan di--"belum selesai Hikari berbicara kepalanya di geplak oleh Gaian
"Hei sakit.."ringis Hikari
"Hayuk hayuk, mank kamu tau makhluknya kekuatannya kayak gimana, abis itu rencananya gimana, kl gegabah yang ada metong kita"
Kairi mencubit pipi gembul milik adiknya, sedangkan Gaian hanya geleng geleng kepala dibuatnya
"Hahahaha"
"Huh kalian benar benar jahat"
Heri mendekat ke arah Hikari, semua menanti nanti apa yang akan selanjutnya di lakukan oleh Heri kepada Hikari
"Udah bacotnya???"seketika gelak tawa kembali pecah
Hikari semakin cemberut, sedangkan Heri tertawa lepas, Heeon senang melihat teman temannya begini terutama Gadis yang ia cintai
"Shinbi!Shinbi! Teleport kita donks"teriak Renatha, padahal Shinbi berada di dekatnya hanya saja mereka tidak menyadari
"Iya iya, dan gak usah teriak teriak Napa kucing Garong"
Shinbi memutar bola matanya malas, Renatha marah ia berlari kearah Shinbi hendak mengejarnya
Namun Shinbi lebih cepat, Shinbi buru buru meneleportasikan mereka ke tempat yang penuh dengan salju putih, sehingga Renatha jatuh namun di tangkap oleh Yuta
"Cie... Cie..."dengan kompak, HyuRa dan Gaian meledek keduanya
"Akh! Lu pada banyak bacot banget sih"Heri semakin geram akan tingkah laku kelompoknya
ingin rasanya ia menggetok mereka satu satu tp nanti Hikari gak mau temenan Ama dia jadi gak bisa pedekate deh//oops canda Heri
"Sangat kuat"sekarang giliran Heeon dan Kairi yang berbarengan, namun tidak ada yang mengejek karena mereka merasakan aura mencengkam di sekitarnya
"Ini bener tempat nya??"tanya Yuta yang berada di samping Renatha
"Iya, tunggu.."HyuRa mengeluarkan alat pendeteksi makhluknya (yang punya Hyoonwo ituloh)
alat itu berbunyi sangat keras yang berarti makhluknya sangat dekat dengan mereka
"I-iya, kayaknya d-disini"suasana menegang, namun Kairi meledek mereka
"Ayolah kita ini anggota Ghost Ball yang kuat, masa tegang kayak gini"semua menghela nafas lega, benar juga kata Kairi
Kairi berjalan lebih dulu menaiki bukit yang tertutup oleh salju tebal, terlalu semangat!! Hingga ia tidak menyadari di depannya ada air yang membeku, alhasil ia tergelincir
Namun, insting seorang jodoh tidak akan pergi, Heeon menangkap Kairi dengan cepat, tak sengaja mata mereka bertemu, yang lain tidak mempedulikan mereka
Hingga akhirnya Kairi mengalihkan pandangannya, mereka melanjutkan perjalanan walau wajah Kairi dan Heeon sudah Semerah tomat
Tanah berguncang, ternyata salju yang mereka pijak longsor, mereka langsung melompat menghindari longsor tersebut
Namun Hikari kalah cepat, tubuhnya terseret longsor, semuanya terkejut, Heri langsung melompat ke dalam longsor salju itu untuk menyelamatkan Hikari
2 menit kemudian...
Semuanya khawatir, mereka takut terjadi apa apa kepada Hikari dan Heri
Tiba tiba mereka melihat siluet seorang anak SD yang sedang menggendong temannya, bisa di tebak kan ya... Yap, bagi yang menebak itu adalah 2H, kalian salah mereka adalah Heri dan Hikari bukan 2H
Sama aja author-readers
Wehehehehe, biar gak tegang tegang amat-author
Bodo lah, cepet lanjutin-readers
Okay,back to story'
"Hikari Heri!!"Mereka senang 2 sejoli itu baik baik saja, namun seperti Hikari lemas
Baru saja bahagia, bencana datang lagi, makhluk makhluk itu bermunculan, namun bukan Golem Ice yang mereka cari, itu adalah anak buahnya
"What the!!"Heri terkejut, ia lelah menggendong tubuh Hikari dan sekarang malah disuguhi oleh anak buah Golem Ice yang jumlahnya belasan
"Heri, aku minta jaga Hikari"Heri bernafas lega bahwa dirinya tak perlu mengeluarkan tenaga lagi
"Kemari waktunya main"Yuta mengeluarkan pedangnya, pedangnya memilki 2 sisi
Mereka yang mendengar kata kata Yuta ngeri, seakan akan Yuta seorang Psycho yang hanya membunuh makhluk
"Kekuatan kartu savir, Cahaya merah dari langit, Hood"Heeon mengeluarkan kekuatan
Makhluk makhluk itu tumbang semua, namun pertarungan belum selesai, muncul 3 kali lipat dari yang sebelumnya
Di hadapan mereka ada 33 anak buah Golem Ice
"Hei kalau begini terus gimana mau selesai!"Teriak Renatha
"Pedang api"Akhirnya Kairi mengeluarkan kekuatan nya, Renatha juga membantu yang lain di ikuti oleh Yuta yang setia melindungi diri nya
"Kairi awas!"potongan es berbentuk runcing mengarah ke Kairi, Heeon reflek mendorong tubuh Kairi hingga membuat serangan es itu mengenai bahu kanannya
Bahu kanan Heeon mengeluarkan banyak darah karena sayatannya yang lumayan banyak, serangan berasal dari pemimpin mereka yaitu Golem Ice
"Kak Heeon"Kairi menghampiri Heeon, ia memegang luka itu berusaha menutupnya
Heeon meringis saat lukanya di pegang oleh Kairi, "Kak tahan ya, mungkin sakit" Dengan kekuatan Peri Cahaya ia mengeluarkan sinar yang mengarah ke luka tersebut
Renatha, dan HyuRa melindungi Kairi dan Heeon sedangkan Gaian dan Yuta mengalahkan anak buah Golem Ice
Heeon menahan sakit, sesaat kemudian luka itu sembuh
Mereka bangkit, Heri jadi kepengen ikut, tp harus menjaga pujaan hatinya di situ
Sekarang, ditangan Yuta telah ada pedang yang berwarna merah, dan Gaian memiliki pedang bercahaya
"Astaga kenapa muncul terus sih?!"kesal HyuRa sambil meliukliukan naga apinya
Tring...
Trang...
Sreet..
"Huh..hah Kak Heeon pake apa kek buat bikin anak buahnya gak bisa liat"
seketika Heeon yang tdnya adil bertarung menepuk jidatnya, kenapa dia tidak ke pikiran ide Yuta ya??
Kairi sedari td menyerang Golem Ice, ya sendiri dengan membangkitkan kekuatan Darah suci peri Cahaya nya
"Woi bantuin donk"Kairi berteriak, lumayan jauh dari mereka namun terdengar jelas
"Kakak, Hikari koq gak bangun bangun"
Heri semakin panik, sudah 30 menit Hikari ia taruh di kakinya hingga keram dan mati rasa, tp tak kunjung membuka mata
"Awan keputusan asaan, Genbura"
seketika muncul awan berwarna putih membuat anak buah Golem ice tak dapat melihat mereka
Kesempatan ini tidak di sia siakan, mereka langsung berlari ke arah Kairi yang terbang menyimbangi Golem Ice
Golem ice melempar Kairi hingga membentur pohon, walau tubuhnya sakit ia tetap berdiri, tentu saja di bantu oleh Heeon tercintahnya
"Kairi, kau diam saja di sini"Kairi bersikeras tidak akan istirahat sebelum Golem ice kalah
"HyuRa aku minta 1 kartu savir......, sama Kau Heeon minta 1 kartu Savir..."
mereka menuruti permintaan Kairi, dengan tertatih dia menggabungkan kedua kartu tersebut di tangannya
"Cahaya api, bergabung dengan kekuatan Peri Cahaya, lunon!"
cahaya kilat dengan 3 warna mendekati Golem Ice dengan kecepatan cahaya
Cahaya itu menembus hingga ke punggung Golem Ice, Bisa dipastikan Golem Ice mati karena telah menjadi abu
Kairi ambruk karena menggabungkan kekuatan segitu besar juga butuh energi yang besar
Bola cahaya masuk ke dalam Bola makhluk dan Power coin milik Renatha
Mereka pulang, dengan Hikari di gendong sama Heri, dan Kairi di gendong oleh Heeon
"Kita berhasil!!tp aku belum sempat nyerang"
Renatha senang namun sedih karena merasa dirinya tak berguna saat itu
Yuta menyemangatinya, "Aku juga gak nyerang tp gak nangis kayak kamu, nanti Cantik luntur loh"ucap Yuta sambil merangkul Renatha
Blush....
"Ululu lagi cute cute an nih tiga Couple"HyuRa dan Gaian gencar sekali meledek teman temannya
Mereka semua pulang dengan berjalan kaki, karena saat di lihat lagi, bukit itu dekat dengan gedung Shinbi
...______________________________________...
...Jangan lupa pencet ✴️...
...Comment...
...Dan follow akun author ya...
...TBC.......