
Happy reading ❤️❤️
"Ini kamar mu, tenang tenang ya, jangan di ancurin, besok akan kami jelaskan selebihnya"ucap Cyclone lalu pergi dari situ
Kairi pun tidur di kasur itu, ia teringat pemberian dari Lasell paman tua itu, dan melihat bukunya
" mari kita lihat apa yang bisa aku pelajari dari buku ini"
"Eik..? Bukankah kebanyakan dari ini bersifat sama dengan yang ayah ajari, bahkan sudah tingkat 3 loh yang di ajari ayah"
"Pantas saja dia terkejut"
Kairi menemukan 7 kekuatan tingkat 7 yang mungkin bisa ia pelajari.
"Mari pelajari dasarnya dulu, aku tertarik dengan jutsu elemen ini"
Semalam tanpa tidur, Kairi membuka semua kuncian Jutsu dan menguasainya hanya dalam beberapa jam
"Peningkatan Elemen tahap 7 check!"ucapnya senang
Ia pun sudah mempelajari 7 elemen tingkat 7 puncak, yaitu
Petir
Tanah
Angin
Air/es
Api
Tanaman
Cahaya
Kairi lanjut membaca dan seketika ia terkejut, rupanya setiap jutsu ada jurusnya, itu yang membuat di merasa terkhianati
"Aku ingin sekali punya tempat yang bisa di gunakan untuk berlatih"
Gelang yang di berikan oleh sang nenek bercahaya, ya, gelang itu seakan menariknya masuk ke dalam.
"Tuan!!!! Huhuhu akhirnya kau berinteraksi dengan kami"
"Eh? Eh? Eh??!!!!!"
Kairi sedang berada di Padang rumput hijau dengan sebuah Tungku, rumah, perpustakaan yang penuh jurus rahasia dan langka serta lengkap atau sesuai dengan yang ia inginkan.
"Cici? Lienel,kalian kenapa berada disini?!"tanya Kairi menunjuk mereka
Dan perhatiannya teralihkan oleh 2 orang loli kecil yang sangat imut membuat Kairi mimisan modenya on.
"Kawaiii~"
Tak sanggup menahan, Kairi mencubit pipi kedua loli itu, membuat mereka menggerang kesakitan
"A-aduh sakit!"
"Ampun tuan"
Kairi melepaskan cubitan itu karena kasihan, ia lalu menanyakan nama mereka.
"Siapa nama kalian??"
"Necha"
"Michan"
Mereka berdua bertepuk tangan, sekalian itu adalah salam perkenalan dari mereka pada loli kecil.
"Akhirnya setelah 3 tahun tuan mau datang kesini"
Kairi menggaruk kepalanya dan kini giliran 2 makhluk yang mengikuti nya menjelaskan apa yang terjadi
"Ekhem, Lienel......"
Tatapan mematikan membuat kucing yang dalam mode manusia itu merinding hingga mengubah bentuknya lagi
"Miaw, kau jangan marah lah, aku kira kau sudah tau"
"Ha'ah, waktu Cici ingin memberi tau Kairi, Lienel bilang 'biarkan tuan kita tahu sendiri'"kata Cici yang memang polos nan jujur
"Pervect, minta di kasih pelajaran"
"Tp sebelum itu! Keliling dulu ah"
Sembari di ajak roomtour oleh kedua loli kecilnya, ia diberikan penjelasan cara tuk membuka buku buku jurus kuno nan langka serta kuat
Juga kegunaan tungku itu, dan mengatakan bahwa ada pohon yang akan berbuah setiap bulan satu buah. Spesial
Bahan obat yang lengkap berada di dunia itu, dan juga tak lupa cara meningkatkan world itu menjadi lebih bagus.
"Ini sudah di tahap berapa?"tanya Kairi sambil memetik beberapa bahan obat.
"8 baru 8, karena tingkatan kultivitas Kairi yang sudah mencapai Tahap 8 awal"
Mata Kairi terbelalak, wtf?! Jauh sekali dari yang di katakan Lienel dan Gaian.
Kairi akhirnya pusing karena memikirkan banyak hal hari ini, dia ingin mencoba membuat pil obat tuk meningkatkan kultivitas nya.
Dan juga membuat pil racun dan obat untuk nya di masa depan
"Aku harus buru buru, besok sudah harus berlatih"
"Kenapa buru buru tuan?"
"Waktu disini adalah 1 hari sama dengan 1 jam di sini, dan di dunia nyata baru jam 7 malam"terang Michan dan Necha
Kairi menghembuskan nafas lega, lalu pergi dengan membawa sekarang bahan obat, dan yah, dia melihat Cici yang sedang bertapa untuk membuat wujudnya padat.
"Kau ingin apa dengan bahan obat sebanyak itu..?"tanya Lienel menghampiri Kairi
"Membuat pil obat dan pil racun, juga pil kultivitas! Haha"
Di dunia nyata, Teman teman Kairi sedang terbang menghampiri target ke dua malam ini.
Ya, Atamanein uang yang mengamuk di pinggir kota dan ingin memasuki kota
"Kalian lama!!"ucap Seorang bersurai coklat dengan berpose santai.
"Kenapa kau tak menyerang duluan??"tanya Renatha gemash
"Lah tadi katanya aku gak boleh nyerang makhluknya, ya aku diam aja bukan?"
Tak mau menunggu lama, tanpa ba-bi-bu mereka menyerang makhluk dengan kepala sembilan itu bergantian
"Akh!"
HyuRa terkena salah satu serangan dari sang makhluk Jahanam dan tentunya membuat si Vampire marah.
"Kau?!!"
Aura menekan yang sangat pekat membuat makhluk itu jatuh ketanah seketika, mereka takjub melihat kekuatan dari penerus kerajaan Vampire itu.
"BERANI MELUKAI, PACARKU?!!!"
Mereka yang di bawah ada yang ketakutan dan ada yang tertawa melihat tingkah kekanak Kanakan sang Vampire
"Sabar euy!! Lo bisa ngancurin kota keles"
Tak menunggu lama, Gaian meluncurkan serangan dan 4 dari 9 kepala makhluk itu pecarh DNA menjadi abu
"Gila! Serem men!!"
Mereka menyerang secara bersamaan dan akhirnya makhluk itu kalah dan merek langsung selonjoran ria di tanah.
"Capek kalian??"ucap Heeon dengan nada mengejek
"Gak!! Gak capek sama sekali bang!!"
Ucap Yuta sinis
Heeon tertawa lalu mengeluarkan energinya tuk di transfer ke keempat temannya.
"Thanks.."
"Any time👍.."ucap Heeon laku berjalan tuk pulang
Mereka heran, koq langsung pulang sih, padahal masih mau main main sama kroco" makhluk loh ..
"Pulanglah malam ini, masih ada hari esok"ucapan Heeon terdengar sangat bijaksana di telinga mereka
"Baiklah.."mereka menggendong pasangan masing masing untuk pulang
Heeon melihat itu dari sudut matanya sedih dan senang karena temannya tak merasakan hal yang sama
"Jangan lupa pake pengaman!!!"ucap Heeon dan langsung melesat ke apartemen nya
Tanpa menghiraukan muka para gadis yang di gendong memerah
...••••••••••...
"Bagaimana hasilnya ***? Kau berhasil membunuh keturunan pengusir makhluk terkuat itu..?"*****
"Maaf tuan, hamba belum berhasil, namun hamba yakin selanjutnya akan berhasil"*****
"Baik, jangan kecewakan aku, dan tetap pertahankan sekte ini di peringkat teratas lusa besok"*****
"Baik, tuanku!"*****
...TBC.....
...~...
...Jangan lupa vote ✴️...
...Comment...
...Share ...
...Bye bye...