You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 25



Happy reading ❤️❤️


"Anak anak, kalian sudah siapkan peralatan untuk latihan kepemimpinan siswanya??"


Seluruh kelas menganggukkan kepalanya, mereka berjalan beriringan menuju ke bus


"Duduk di kursi masing masing, kita akan segera berjalan"


Kairi tidak 1 bus dengan Heeon, jelas lah, Kairi kelas 1 Heeon kelas 3


"Hei kalian sadar gak sih kl Kairi tuh caper sama Kak Heeon"


Perempuan yang berbisik itu bernama Ji-he, sebelahnya terdapat sahabat yang akan ikut nge gosip juga


"Bukan kah mereka kekasih??"


Su-yo bertanya karena seingatnya mereka berdua sepasang kekasih, toh SuYo juga gak ngincer Heeon tp ???


"Eh?! Tp tetap saja, padahal aku suka kak Heeon~~"


Ji-he menghentakkan kakinya pelan, Su-yo geleng geleng kepala di buatnya


"Lebih baik kau move on, seperti aku saja, sudah tau Yuta punya kucing Garong, beralih ke...."


Su-yo malu ingin mengucapkannya, Ji-he menaikkan sebelah alisnya meminta kelanjutan dari kata kata sang sahabat


"KeiNan?"


*Blush..


"Hum hum, ia sangat tampan dan juga belum punya pacar, jadi aku masih punya kesempatan"


"Baiklah baiklah jika benar tentang pagoda batu berisi kekuatan supranatural itu ada, mungkin kesempatan ku masih ada untuk kak Heeon tehee~~"


Kita beralih ke tempat duduk Kairi dengan Renatha dan HyuRa


Fyi, mereka 11 baris ada 3 ya


"Hei HyuRa, kau tidak jadi ku traktir ya, kan dah jadian ma Gaian"


Renatha dari tadi terus mengulang kalimat kalimat yang membuat HyuRa atau Kairi jengkel


"Iya iya, ini semua karna author laknat yang menyuruh Gaian menembakku"


"Kalau kau di tembak bukan kah mati??"


"Jajahajnqjakb, Author bagaimana kau ada di sini??"


Kairi menampil wajah cantik author yang melebihi dirinya, HyuRa dan Renatha mengelus dada mereka agar jantung tak copot


"Ya... Author juga butuh refreshing dari tugas matematika yang buat kepala pusing tujuh keliling"


"Baik anak ank kita dah sampai, oh ya kita ada tambahan orang namanya--- siapa tadi??"


"Panggil saya author"


"Nah itu dia, author yang membuat kalian ada dalam novel ini silahkan tepuk pantat"


Mereka bertepuk tangan ria, Kecuali anggota Ghost Ball tentunya yang hanya memasang muka datar


Mereka keluar dari bus secara dorong mendorong hingga wajah author ini terkena aspal, canda~~


"Loh itu siapa??"


Heeon yang baru mau menghampiri Kairi menunjuk ke arah orang yang dari td berada di belakang Kairi


"Orgil dari dunia nyata"


"Author ya??"


Author terkesima, babang tampan tujuh turunan mengenalnya


"Hua~~ Kaka tampan tujuh turunan mengenal Saiya☆▽☆"


"Ekhem!!... Author??"


Kairi mengeluarkan Aura mebunuhnya saat melihat author memeluk Heeon


Kairi mendorong author lalu melemparnya ke matahari


*R.I.P author


"Fuh... Masalah selesai"


Kairi menggenggam tangan Heeon lalu mengajaknya berkeliling, begitu pun dengan Renatha dan Yuta, Gaian dan HyuRa


Kalau kalian tanya Heri dan Hikari mana, jawabnnya karna mereka masih SMP jadi gak ikut trip ini


(Padahal 1 lingkungan beda gedung doank)


Di sisi lain...


"Ji-he kau mau kemana??"


Su-yo mengejar Ji-he yang berlari kearah Gezebo


"Mau duduk aja di sini"


Ji-he mendudukkan pantatnya di alas kayu Gezebo tersebut


"Kita harus mempelajari tempat ini bukan??"tanya Su-yo


Selang beberapa menit, Ji-he berbohong kepada SuYo bahwa ia ingin ke toilet


"Aku akan ke toilet sebentar"


Yang nyatanya dia ke tempat di mana pagoda batu berada


"Jadi disini, tp mana cincinnya--"


Ji-he melihat cincin berkilau yang cantik, ia mengambilnya cincin tersebut lalu mencari Kairi


Ia diam diam meletakkan cincin tersebut dalam tas milik Kairi tanpa di ketahui oleh Orangnya


"Lama sekali kau Ji-he"


"Hehehehe maaf ya, td aku tersandung jadi kotor makanya harus membersihkan inindulu"ucapnya sambil menunjukkan lengan bajunya yang basah di buat buat


"Oh baiklah, bagaimana kalau kit--"


"Anak anak, bagi yang belum berkumpul harap segera berkumpul ke tempat bus"


Suara Guru vokal yang secempreng dan merdu seperti suara toa itu memanggil hingga terdengar ke penjuru area wisata, gak koq ini terlalu berlebihan  ꈍᴗꈍ


Ji-he dan SuYo segera ke tempat kumpul dan naik ke bus


Mereka pun berangkat ke tempat penginapan


"Mana katanya ada kekuatan supranatural nya?!"


"Ada apa Ji-he?"


"Tidak hanya sa--"


Mata Ji-he membesar melihat makhluk yang penuh dengan lumpur duduk di belakang bangku Kairi


"Apa yang kau lihat??"


"I-i-i-itu!!"


Ucapnya sambil menunjuk ke arah yang ia maksud


"Tak ada apa apa koq, mungkin karna kamu kebanyakan nonton horor jadi ke bawa bawa"


"Hehehehe mungkin ya~"


S


K


I


P


T


I


M


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Malam hari tiba, Ji-he tidak bisa tidur karna ketakutan akan apa yang ia perbuat sendiri


Heeon sudah menyadarinya sedari awal namun ia mengesampingkan pemikirannya itu


'aku merasa Kairi tidak baik baik saja '


Makhluk itu berjalan ke arah Kairi hingga Ji-he berteriak karna takut, membuat Makhluk itu mengurungkan niatnya tuk menyerang Kairi


"Em...ada apa Ji-he?? Eh baju ku kotor"


"Aku ke toilet dulu ya"


Kairi berjalan ke toilet, Ji-he khawatir dan mengikutinya, tepat saat itu Heeon berkeliling karna tak bisa tidur hingga ia mendengar jeritan sang kekasih


"Aaaaa....."


"Kairi!"


Heeon berlari mengikuti suara jeritan itu, ia menemukan Jihe yang mematung di depan pintu kamar mandi


"Kairi mana??"


"I-itu d-i dalam"


Tanpa ba-bi-bu lagi Heeon masuk ke dalam


"Cahaya Petir beku, Nehon"


Lumpur itu membeku, memudahkan untuk Heeon menghampiri Kairi


Makhluk itu tidak menyerah, ia menarik Kairi ke dalam dunianya


Namun untung saja Heeon sigap menarik Kairi hingga keluar dari sana , ia memeluk Kairi dan segera melumpuhkan makhluk itu


"Siapa kau??"


"Cincin ku..."


"Hah??!"


"Cincin ku yang berharga."


Flashback...


"Tuan muda ini sangat cantik, namun dunia kita beda, kau orang kaya dan aku hanya pelayan mu"


"Aku tidak peduli, aku yakin di dunia ini ada tempat untuk kita, kita kawin lari saja, jam 7 malam ini ya"


Pemuda itu mengemasi barangnya begitu juga dengan perempuannya


Seorang putri yang menyukai pangeran tersebut mencelakai wanita itu hingga masuk ke kubangan lumpur hisap


"Tolong nona, tolong aku"


"Apakah ki--"


"Biarkan saja dan anggap ini tak terjadi"


Mereka membiarkan wanita itu masuk ke lumpur hisap


"Apakah ia berubah pikiran??"


"Biarlah cincin ini abadi seperti perasaan ku"


Pangeran itu pergi sendiri tak tentu arah


Flashback off


"Jadi begitu ya, tp kenapa kau mengejarku??"


Heeon menatap tajam Jihe, Jihe ketakutan hingga akhirnya mengakuinya


"Maaf maaf, aku yang melakukannya, cincin itu di dalam tas mu, aku iri karena kau dapat berpacaran denga. Kak Heeon, tp aku tak menyangka begini aku aku--"


"Sudahlah tidak apa, huff.. ada ada saja kau ini Jihe.."


Kairi menjitak kepala Jihe hingga membuat Heeon geleng geleng kepala, padahal ini kesalahan fatal, tp dengan mudahnya, sang Teddy bear memaafkan itu


Mereka pun terbang ke tempat pagoda batu berada (pake kekuatan Heeon)


Dan meletakkannya kembali di sana


"Sekarang istirahat lah dengan tenang"


"Terimakasih tp aku akan menunggu pangeran ku kembali"


Makhluk lumpur


"Teddy bear!"


"Ah.. ya ada apa??"


"Kenapa kau memaafkannya semudah itu hah?? Bukan kah itu kesa--"


Kairi menutup mulut sang kekasih yang mengomel kepadanya


"Udah diem ish, udah biasa aku tuh, seenggaknya dia minta maaf, dan tambahannya bisa di peyuk Ama sunshine ini"ucap Kairi sambil memeluk Heeon


"Modus nih cewek gue"


"Dih ngikutin Heri masa??"


Heeon mengacak acak rambut Kairi, mereka pulang ke penginapan 1 jam setelah itu karena mau mesra mesraan dulu katanya


...______________________________________...


...Jangan lupa pencet ✴️...


...Comment...


...Dan follow akun author ya...


...TBC.......