You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 35



Happy reading❤️❤️


[Baiklah!! apakah semua sudah mendapat kelompok nya??]


Kairi di ajak oleh Cyclone untuk memasuki kelompoknya yang bersama Sora juga 2 orang lainnya.


"Crystal elemen apa memangnya??"Tanya salah seorang dari mereka yang sedari tadi menengok kesana kemari.


"Dia elemen tanah tingkat 5, kristal"Ucap Cyclone menerangkan.


"Oh ya, Namaku Rigai Aoika, Yoroshiku Oregai shimasu, Kairi-chan"ucap lelaki bernama Rigai.


"Yoroshiku ne"


Hingga salah seorang diantara mereka yang sedari tadi tak melakukan apapun dan hanya diam sembari menatap panggung.


"Hei Key, berkenalan lah dengan Kairi"ucap Rigai sembari menyenggol pundak sang empu.


"Apaan sih?! jangan dekat dekat"


Dia tampak dingin, dia tak peduli dengan sekitar membuat Kairi terkekeh kecil.


"Yoroshiku Oregaishimasu, Key-kun"


Key hanya menoleh sekilas dan kembali memalingkan kepala dengan angkuh, ia tampaknya tipe introvert.


[Jika sudah semua, datanglah ke Tetua Ken jika kelompoknya elemen Angin dan Tumbuhan, Jika Tanah maka ke Tetua Lan, Jika Api dan cahaya Tetua Konae yang akan memberi tugas, untuk elemen petir Tetua Lanli sudah menunggu di sana dan air akan bersama Tetua Kiriana]


Mereka langsung berhamburan menarik kelompoknya masing-masing ke para Tetua.


"Kairi-san ayo kesana!!"


Mereka berlima berjalan ke arah barat yang dimana tempat Tetua Ken, Ken Laolan lebih tepatnya.





"Bersiaplah, Kairi Choi.."











Entah bagaimana bulu kuduk Kairi berdiri di tengah perjalanan, "Brrr"Suara aneh yang dikeluarkan oleh Kairi menjadi pusat perhatian Key.


"Kenapa kau??"


"T-Tidak apa apa"


Hingga akhirnya mereka sampai di tempat dan masih mendapat tempat di depan jadi lebih terdengar.


"Kita disini saja"


Tiba tiba ada sebuah papan sihir di depan mereka yang memisahkan antara elemen Angin dengan tumbuhan dan muncul sebuah misi.


Ada kira kira 7 misi, masing masing elemen 4 misi dan Mereka bisa memilih sendiri untuk menentukan hidup dan mati.


"Pilihlah misi misi ini, jika bertentangan dengan elemen kalian, yang kalian bisa lakukan hanya berusaha. Tapi jika sesuai kemungkinan untuk selamat adalah 70%!! pemilihan dimulai dari sekarang"


Mereka berlarian ke tempat tepat misi itu dan hanya ada 7-8 kelompok yang masuk ke tempat misi nomor 2.


"Pilihan yang bagus..., Sekarang misi akan diumumkan!!"


Zriiing..


Kairi, Cyclone, Sora, Rigai, dan Key melihat ke papan di depan mereka dan mata mereka segera membelalakkan mata.


"Ke mengambil bunga api dari makhluk tingkat 10!!?!"


Semua langsung jatuh ketanah kecuali kelompok Cyclone yang hanya menyayangkan pilihan mereka yang salah.


"Berbahaya.."


Sora gemetaran namun Rigai segera menepuk kepalanya sehingga lebih rileks dari sebelumnya.


"Bagaimana dengan pilihan kalian?? ada yang mau mundur??masih ada waktu 10.menit, satu mundur maka semua mundur"ucap Tetua Ken dari atas dengan penuh penekanan.


Seketika hampir 50 dari 126 kelompok mengundurkan dirinya secara bersamaan.


10 menit berlalu dan mereka langsung dibatasi oleh pilar dari cahaya yang membuat mereka tak bisa kemana-mana.


"Perlombaan ini dimulai sekarang, siapapun yang tak berhasil dalam 3 hari maka akan dianggap tereliminasi. Sekarang pergilah!!"


Mereka seketika langsung pergi termasuk kelompok Cyclone, mereka tak membawa apapun kecuali kantong air yang hanya terisi setengahnya.


"Key, kau tau kan tempatnya?!"


"Kau saja, aku malas"


Seketika mereka berhenti.


"Jadi Kak Cyclone gak tau tempatnya?!"


"T-tau cuma kalau tempatnya nggak"


"Lalu bagaimana ini Cyclone?? Kita hanya diam gitu?"


Kairi sebenarnya tau jalan pintas tuk menemukan tempat makhluk itu yaitu dengan Cici atau Lienel tapi ia tak di ijinkan berbicara sejak tadi.


"Kumohon Key, beri tau ya?"


"Aku bukan ketuanya"


Rigai sedari tadi memohon pada Key namun tak di hiraukan, Kairi hanya diam hingga akhirnya mereka semua menyerah lalu duduk di tanah.


"Sudah selesai kan?? mau ku bantu tak??"


"Memangnya kau bisa apa?? Cyclone saja tak tau"Ucap Rigai putus asa.


"Ya... Aku bisa pakai Cici atau Lienel, tidak melanggar aturan kan??"


"Iya, tapi pertanyaan ku, siapa Cici dan Lienel itu??"


Kairi tersenyum kecil karna akhirnya dia bisa mengutarakan idenya "Cici, Lienel keluarlah"


Cici dan Lienel muncul dari gelang yang ada di tangan Kairi dan membuat Sora menutup mata serta Rigai takut hingga meloncat memeluk Key disampingnya.


"Huaaa hantu!!"


"Hantu?! mana mana?? huaaaaa Kairi Cici takut!!!"


Cici ikut ikutan ketakutan hingga ngumpet di belakang Kairi "Tak ada hantu Cuci, Miaw"


"Lepaskan Aku Rigai!!"


Sora dan Rigai membuka matanya dan melihat Lienel yang sedang mengusap bulunya.


"Hewan spiritual??"


Mereka mendekat dan mengelus kepala atau hulu sang kucing yaitu Lienel,


"Jangan sentuh buluku, Miaw!!"


Cyclone tertawa kecil melihat itu dan ia beralih ke Key yang tampaknya tak peduli dengan hal itu.


"Key, kau tak mau memegangnya??"


"Tidak, kotor, jorok"


Lienel tertohok sangat dalam dengan waktu singkat karna hal tersebut. "Apa katamu?!"


Kairi segera menenangkan kedua belah pihak agar tak terjadi kelanjutan dari hal tersebut.


"Jangan berantem konyol, oh ya Lienel bisakah kau melacak Makhluk api tingkat 10??"tanya Cyclone sambil mensejajarkan tingginya dengan kucing sedikit besar itu.


"Maksudmu seperti kobaran api disana, Miaw??"tanya Lienel sembari menunjuk ke sesuatu yang menyala jauh dari gunung tersebut.


"Sejak kapan ada gunung disana??"


"Sudah dari tadi, Rigai-san..."Sora menatap Rigai malas.


"Bisa kau pandu kami??"


Key menatap Cyclone tak setuju.


"Hey!! Bagaimana jika ternyata dia bohong dan berkhianat nantinya?! Pergi sana kau kucing!!"


"Key, jangan buat keributan"


Kairi sedikit bingung, begitu juga Cici di sebelahnya. "A-ada apa dengan Key??"


Cyclone memegang dahi Key. "Hey Kaliya, jangan kendalikan Key, dia sedang ada misi"


Key jatuh lemas ke tanah membuat Kairi sedikit terkejut, "Rigai, gendong Key, ayo kita berangkat"


Sungguh Kairi butuh penjelasan atas semua hal ini kenapa Key di panggil Kaliya dan kenapa Key tampak lemas seketika?.


"Kau pasti bingung ya?? jangan khawatir, key sudah biasa seperti ini"ucap Rigai sambil menepuk tangan Key yang digenggamnya.


"Mana badannya berat lagi"tambahnya.


Mereka berjalan dan Sepenjang perjalanan, Sora dan Kairi serta Cici tertawa ria. Key sendiri belum bangun padahal sudah setengah perjalanan.


"Masih lama ya, Lienel??"


"Dikit lagi"


Hingga akhirnya mereka memilih untuk bermalam di salah satu goa yang ada disana. dan tampaknya Kairi kenal.


"Hei teman teman, mau masuk ke dala goa ini?? aku kenal yang tinggal disini, semoga dia tak keberatan"


Sepertinya ini goa yang waktu itu deh. pikir Kairi


Dan pada akhirnya mereka memasuki Goa gelap gulita itu dan bertemu secercah cahaya di ujung sana.


"Lho?? Kairi??"


Senyuman Kairi mengembang.


"Boleh bermalam sekali lagi tidak??



***Like


komen


share


follow



TBC***...