
Happy reading ❤️❤️
Seorang perempuan berjalan di tengah gelapnya hutan, ia berjalan terus dengan sayap yang terbuka di punggung nya.
"Dimana aku harus tidur ya..?"
Pada akhirnya ia kelelahan dan terduduk di salah satu pohon rimbun yang di kelilingi kunang kunang.
"Kairi, kita mau kemana..?"
"Meow~ bagaimana kalau ke puncak gunung itu saja..?
"ada energi kuat yang bisa kau gunakan tuk berlatih Meow~"
Ya, perempuan itu ialah Kairi yang sedang terduduk lelah di salah satu barang pohon.
hanya bulan dan cahaya kunang kunang yang menemaninya.
"Besok pagi saja ya..? Aku lelah sekali.."
Kairi pun tertidur dengan Lienel di pangkuannya.
"Eugh~"
Hari sudah pagi, matahari telah menampakkan bentuknya di langit biru, Kairi telah membuka mata dan melihat dunia yang ia tinggali.
"Eh dari mana semua buah ini, dan dimana 'Mereka'??"Kairi bangkit dari duduknya mengelilingi sekitar.
Di depannya kini telah banyak makanan yaitu buah buahan yang siap makan, dan juga seperti mempunyai energi bagus tuk meningkatkan kekuatannya.
"Waaah, Kairi sudah bangun!!"
"Berisik kau, Cici!!"
Dua makhluk yang setia mengikuti nya akhirnya memunculkan batang hidungnya.
"Kalian kemana..?"tanya Kairi lembut sembari memakan buah buahan di depannya itu.
"Mencari makan tentunya, kau manusia pasti perlu makan bukan..?"
"Kita baik kan?!"ucal Cici excited.
"Terima kasih teman teman.."Kairi tersenyum tipis lalu melanjutkan makannya.
Setelah acara makan makan itu selesai, Kairi membungkus makanan tersebut dengan kain yang dia bawa, lalu melanjutkan perjalanannya.
"Kau cobalah menggunakan kekuatan sayapmu itu, agar tidak kecapean.."
Kairi mengangguk paham, ia mencoba menggerakkan sayapnya yang seperti sayap peri (Emang sayap peri) yang terbuat dari cahaya itu.
Awal awal, Kairi terjatuh namun bukan Kairi namanya kalau pantang menyerah, ia berusaha terus menerus hingga akhirnya berhasil.
"Wah~ jadi ini rasanya terbang"
"Bagus bukan..?!"Teriak Cici yang berada di bawah bersama Lienel
"Iya!! Rasanya seperti anda menjadi ironmen!!"
Kairi terbang kesana kemari, tak lupa ia membuat Lienel melayang dengan kekuatannya.
Sedangkan Cici..? Dia kan bisa terbang sendiri, namanya juga Makhluk/Hantu.
"Ci, lomba lombaan siapa yang duluan ke puncak bukit itu nanti dia yang menang gimana..?"
Kairi sudah berposisi siap untuk melesat.
Cici mengangguk dan berposisi sama seperti Kairi.
"1..2..3!!!"Lienel memberi aba aba kepada dua perempuan itu.
satunya manusia berkekuatan dan satunya mantan manusia biasa :()
Ya, Lienel di lempar oleh Kairi saat dirinya melesat terbang,
Kasian sekali nasib kucing ajaib satu ini, walau makhluk namun ia tak bisa terbang.
Dan apa yang Lienel dapati di atas sana..? Kairi sedang menyerap kekuatan di sekitarnya itu, makanya ia di bekap Cici.
"Diam.. Kairi sedang berlatih.."
Mari kita beralih ke yang lainnya~
"Huh.."
Kini seorang lelaki dengan Surai coklat gelapnya tengah terbaring di ranjang rumah sakit sembari menatap langit langit.
"Hai Heeon kami datang!!"
Teriakan lantang yang ia kenali merupakan suara dari salah satu sahabat perempuannya yang paling hyper aktif, HyuRa.
"Hei jangan berisik, ia baru sadar!!"
"Kalian datang lagi..."
Heeon tersenyum tulus kepada para sahabatnya yang masih mengira ia tak tau kepergian Kairi.
"Ini, Kairi titip, katanya dia mau pergi dulu ke suatu tempat, nanti balik lagi koq.."
Salah satu perempuan dengan rambut merah cabenya memberikan buah buahan yang sudah tersusun rapih dan nama pengirimnya disana.
"Ya, terimakasih.."ucapnya sambil tersenyum.
Mereka memilih tuk tinggal di Jepang dan bersekolah disana, tenang mereka telah memberi tau kedua orang tua mereka masing masing.
'Kaliam selalu berpura pura Kairi hanya pergi 1 jengkal dari ku'Batin Heeon sedih..
"Kami pergi dulu, ingin mengurus pendaftaran sekolah"ucap Yuta di anggukan yang lain.
Sebenarnya mereka pergi agar tak dapat pertanyaan skakmat dari Heeon, makanya mereka lebih memilih menghindar.
"Iya, dah~"
Heeon kembali sendirian di ruangan serba putih tersebut, Ia turun dari ranjangnya lalu mencabut paksa infus yang berada di punggung tangannya.
"Cari dulu deh.."
Dengan menggunakan mantra terbangnya, ia pergi tuk mencari sang kekasih, tak lupa memakai Manyar invisible agar tak terlihat.
"Apa tak apa kita meninggalkannya terus menerus..?"Tanya HyuRa memecah keheningan di mobil sahabat nya.
"Kau ingin kita di tanya tentang Kairi..? Kl iya, nanti mau kau jawab dengan apa..?"
Mereka sedang berunding di dalam mobil yang masih di lanjukan oleh Yuta, dengan Renatha di kursi sebelahnya.
"Aku juga tak tau..''
"Lebih baik kita melanjutkan penyelidikan tentang Ash saja, dia sangat meresahkan!!"Pilihan Renatha memang tepat, mereka semua diam lalu memikirkan berbagai teori.
"Tanya saja ke Porsha..?"ucap HyuRa asal.
...TBC.....
...~...
...Jangan lupa vote ✴️...
...Comment...
...Share ...
...Bye bye...