
Happy reading❤️❤️
Di tengah malam, hujan turun dengan deras menghujani kota, orang orang masih berlalu lalang dengan memegang payung ditangannnya.
"Yuta.., Peyuk~"
2 Pasutri yang sedang tidur dengan selimut menutupi tubuh, Renatha meminta dirinya agar dipeluk Oleh Yuta.
"Sini"
Renatha segera datang dan memeluk Yuta dengan erat, hingga dirinya merasa hangat di tengah malam yang dingin.
Yuta mengelus rambutnya pelan, jendela ia tutup, lampu kamar dimatikannya, dan AC dinyalakan oleh mereka malam itu.
Yuta tak terpengaruh oleh gelapnya lampu, hanya jika terkena tempat gelap atau cahaya Bulan.
"Wangiiii"
Lirih Renatha sebelum dengkuran halus keluar dari mulutnya.
Yuta belum juga tidur, ia memiliki banyak pikiran yang berputar di kepalanya. Dia masih setia mengusap kepala sang istri.
Pernikahan mereka sangat lucu, dilakukan dengan buru buru seperti orang yang kebelet kawin, hal itu membuat Yuta merasa betapa bodohnya dia membiarkan sang Surai merah ini lelah.
"Terimakasih banyak ~"
Kecupan sebelum tidur di dapat oleh Renatha yang sudah tenggelam ke alam mimpinya, Yuta bangkit dari kasur untuk pergi ke ruang tamu.
Ia menyeduh teh, dan duduk di depan TV untuk melihat acara apa yang akan di tayangkan tengah malam ini.
Beberapa menit memencet tombol next, namun tidak ada yang menarik dimatanya, Ia pun mematikan TV dan kembali ke kamar.
"Hoaaam"
Lelaki berambut kebiruan itu membuka matanya lebar lebar, ada 2 titik cahaya berwarna keemasan dari balkon.
"Siapa disana?!"
Dia menuju kasur dan mendapati Renatha tak ada ditempatnya, ia mengamati sesuatu itu lebih lekat dan melihat rambut panjang.
Ia kenal rambut sepanjang itu, itu istrinya.
"Renatha?"
Tak ada jawaban.
"Renatha? itu kau kan?"
Yuta berusaha menghindari cahaya bulan yang masuk keruangan, bisa bisa ia terbakar.
"Kenapa tidak kemari, Yuta? ini aku"
Yuta membeku, itu bukan Renatha, tapi suaranya sama persis dengan suara istrinya itu.
"Siapa kau??"
"Aku istri mu, Yuta? masa kau lupa?"
Badan Yuta bergetar, tubuh itu naik ke teralis di balkon tersebut. tanaman yang ditanam Renatha jatuh kebawah karna tersenggol.
"Ayo sini.. nanti aku jatuh lho"
Yuta berkeringat, badannya membeku, ia berusaha bergerak namun seakan akan ada yang mengingatkan bahwa cahaya bulan akan membakarnya.
"Kau........bukan Renatha, jangan pakai tubuh Renatha..."
Sosok itu tertawa keras, ia tertawa seakan akan itu sesuatu yang lucu.
"Baiklah, kuberi pilihan padamu, Vampire, keluar atau tubuh ini jatuh"
Yuta membelalakkan mata, bagaimana sosok itu tau? dan kata tubuh itu akan jatuh membuatnya yakin bahwa.. bahwa istrinya sedang dikendalikan.
"J-jangan!! jangan apa apa kan dia!!"
Tak ada suara lagi, cahaya keemasan itu hilang dan tubuh itu oleh kebelakang.
"Tidak!!"
"Ayo... Renatha"
Renatha pingsan, bahkan saat ia hampir jatuh ia tak bangun.
"Kumohon, jangan..."
Akhirnya Yuta berhasil menarik Renatha dan langsung terjatuh kebelakang, ia segara membawa Renatha memasuki kamarnya.
Yuta memeluk Renatha erat tanpa menghiraukan kulitnya yang terbakar.
"Aku tak mau kehilangan lagi, kau tau kan?"
"Hahahaha"
Suara tawa itu muncul di barengi tubuh Renatha yang bangun dari pelukannya dan duduk di depannya.
"Lucu sekali, aku sampai mau meneteskan air mata"
Cahaya keemasan itu kembali, kembali ada dalam kegelapan ruangan itu.
"Aku iri dengan Renatha punya pasangan seperti mu"
Walau hanya bayang bayang, Yuta melihat tangan itu mengelap air mata yang hampir menetes.
"Kemana Renatha??"
Kali ini Yuta sudah tau siapa itu.
"Ng? apa?"
"Kau kemana kan istri ku??"
Tiba tiba saja, cahaya keemasan itu redup, seperti menutup setengah mata.
"Ya ampun... ku kira kau akan ketakutan seperti tadi"
Jelas sekali nada sedih ada dalam kalimat simple itu.
"Cih, Renatha melulu"
Cahaya itu kembali menghilang dan tubuh Renatha ambruk namun segera ditangkap oleh Yuta.
"eugh..."
Yuta menggendong tubuh Renatha dengan lembut, Yuta sudah ingat akan sesuatu.
"Tadi kau sungguh membuatku khawatir, dasar lolipop"
Yuta meneteskan air matanya.
"Kenapa dia balik hum?? kau panggil ya?"
Yuta mengelus kepala Renatha, mengelusnya lembut membuat sang empu mendengkur karna nyaman.
"Padahal kau sudah berobat, sudah pergi tapi kenapa datang lagi?"
Yuta menghentikan tangannya dan tidur disamping sang istri lalu memeluknya.
"Kenapa Catharine datang lagi??"
_____________________________________
**like.
komen.
share
follow
maaf pendek
TBC**....