You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 41



Happy reading❤️❤️


Kairi POV.....


Ini aku, Kairi Choi.


Setelah fajar menyingsing dari arah timur, kami berpamitan pada Akio, Sora dan Kakek Asashi. Namun anehnya Sora selalu menunduk sejak pagi tadi.


"Kami berangkat ya!!"


Untuk ke gunung itu, perjalanan kami masih jauh, harus melewati kaki gunung yang lebarnya minta ampun.


"Masih lama??"


Lienel menggeleng lalu berlari cepat kedepan sana dan di depan ada banyak makhluk dengan api di punggung nya.


Kenapa jauh? karna...


"Kita harus melewati rintangan ini?!"Rigai melihat 3 buah jembatan yang kayunya sudah reyot.


Dibawahnya terdapat sungai lava yang mengeluarkan ledakan ledakan lava, dan jika tertiup angin, semburan Lava akan menjulang ke langit.


"B-bagaimana kita melewati ini??"


Key tak berbicara atau menatap kami sejak meninggalkan kediaman Takara itu, ia seperti menyembunyikan sesuatu.


"Key, kau ada ide?"Sora hendak menyentuhnya namun ia segera menghempaskan tangan perempuan kecil itu.


"Sudah kubilang jangan sentuh aku"


Ia melihat rintangan didepannya lalu kembali menatap kami, namun tatapannya seperti merendahkan.


"Ada jembatan kayu disana, kenapa tak naik??"


Ia berjalan ke jembatan yang paling tengah dengan tenang tanpa ada ketegangan seperti kami.


Lienel saja tidak berani.


"Lihat?"


Dia sudah melewati rintangan di depan, kalau kami tak bergegas juga, mungkin waktunya akan habis.


"Cyclone, nanti ambilnya satu satu??"


Cyclone mengedikkan bahunya tanda tak tau dan disambung "Ambil saja untuk jaga jaga"


Cyclone, Aku, Sora dan Rigai mengikuti Key yang ada didepan sana, hampir saja Rigai dan Sora jatuh karna kalian tau?? jembatan itu tak punya pegangan.


"Kowaiiii"


Sampai diujung, ada lagi rintangan baru, ada lubang lubang yang menyemburkan api dan lahar jika bagian bagian tertentu diinjak.


"Aku tau kalau yang ini"


Sora mengambil ancang ancang.


"Pusaran angin badai"


Zrrrrt.


Sora sampai diujung sana dengan cepat, ia bahkan melewati rintangan itu tanpa menyentuh satu jebakan pun.


"Ayoooooooo"teriaknya dari ujung sana.


Rigai menjadi bersemangat karna hal ini, ia mengambil ancang ancang yang sama dengan Sora.


"Badai petir"


Ia cepat, namun ada kesalahan dalam gerakannya. ia menyentuh titik ledaknya.


Brooooom.


Api menyembur membuat tubuh Rigai pontang panting karnanya, tubuhnya terhempas dan menyisakan asap.


"Rigai!!!"


Key acuh tak acuh dengan keadaan Key lebih memilih duluan ke depan sana.


Sora juga tak bisa kembali karna harus mengisi tenaganya dahulu sebelum melepaskan kekuatan lagi.


Cyclone dan Aku berlari cepat dengan menghindari titik titik itu dan datang ke Rigai yang terbaring.


"Kau baik baik saja?"


Api itu membuat tangannya mendapat luka bakar cukup besar, bajunya robek.


"Tunggu sebentar"


Aku mengeluarkan kekuatan Es ku dan menyiram luka itu dengan es yang dicairkan, jadi air es


"Kau sangat ceroboh"


Masih saja Cyclone menghardik orang yang sedang kesakitan itu, aku tak ambil pusing karna sudah ada pertolongan pertama.


"Cyclone, kau jaga Rigai ya? biar aku yang ambilkan untuk kalian berdua"


"Hey Kairi"


Belum juga aku bangkit, ia menarik tanganku.


"Hati hati, didepan sana banyak kelompok lain, menurutku inti dari lomba ini adalah mengambil bunga itu sebanyak banyaknya tapi sisakan 2/3 dari yang ada"ucapnya. Aku hanya mengangguk walau setengahnya tak kumengerti.


Aku melesat dengan kekuatan petir menyusul kedua insan yang ada didepan sana, Sora dan Key sudah ada didepan para makhluk itu.


"Bagaimana??"


Mereka menatapku.


"B-ba-nyak ya-yang ma-mati"Sora membeku melihat tubuh yang berserakan, daging bakar tercium ke rongga hidungku.


Menyesakkan.


Key menggeleng.


"Belum ada yang sampai kesini, atau mungkin mereka tak mau, ini dari sekte lain yang mungkin juga ikut lomba pemilihan murid ini"ucap Key. baru kali ini ku lihat ia berbicara panjang lebar.


"Ingat, Tetua Ken mengawasi area ini"Dia menatap kelangit diikuti oleh Sora.


"Tuhan, selamatkan kami ya.."


Kami bertiga melompat ke arena itu dan melawan para makhluk level 10.


Banyak bunga yang kami dapatkan.


dalam pertarungan singkat ini, agak mengecewakan para pendekar mati begitu saja ditangan makhluk yang menurutku lemah.


"Ini serius??"


Kami kembali dengan 1 Kareng penuh bunga api dari makhluk yang kami bantai. Bahkan Cyclone dan Rigai terbelalak.


"Dengan ini kita bisa punya elemen Api!"ucap Sora senang.


Ah, aku sudah punya jadi aku tak perlu.


Key sedari tadi memegangi bibirnya, wajahnya memerah.


"Hei, ayo kita kembali"


Key tersentak dari lamunannya dan mengikuti kami.


Entah memang ini jalannya atau gimana Tapi saat tadi kami ingin kesini, jalanan ini seakan tak ada, bahkan sama sekali tidak ada.


"Sungguh ilusi"


Saat kami perjalan kembali yang butuh waktu lumayan... lama, malam tiba dan mungkin kami nyasar tapi ada kota.


kota yang menyilaukan, ada banyak cahaya. Kota kuno atau tradisional yang menjual obat, pil, hewan bertingkat dan sebagainya.


"Wah! Kota ini!" Sora menarik kami semua menggunakan jurus tali angin yang mampu menjadi banyak.


"Aku tau tempat makan yang enak, mau??"


Kamu menatap satu sama lain, tak ada yang membawa uang.


"Kami tak membawa uang"ucap Rigai, Cyclone dan aku, Key masih tak berbicara.


"Ah... begitu ya"


Dia melihat ke arah kami dan tampaknya punya ide.


"Aku tau toko yang akan memberi kita uang!"


...----------------...


"Mau menukar ini berapa?! Ini akan kuhargai 500 Yen!!!"Kami agak kalut karna 500 Yen jepang yang ditawarkan.


"Kami tukar 3 saja, Pak"


Sora mengeluarkan tiga Bunga api dan menjualnya, ia lalu memegang 15 lembar uang 100 Yen.


"Kita dapat uang!!"


Kami mengambil masing masing 300 Yen dan pergi mencari makan tapi yang pertama dilakukan tentunya..


"Penginapan ini satu kamar satu malam 50 Yen kalian mau??"tanya Sora.


Kami mengangguk, kami berencana untuk memakai 2 kamar saja tapi Key bersikeras membayar dengan uangnya sendiri tuk satu kamar.


"Baiklah baiklah, terserah kau saja"


Aku dan Sora langsung bersih bersih dan bersiap tidur karna besok harus cepat cepat kembali ke sekte sebum deadline-nya habis.


"Selamat malam, Kak Kairi"


"Malam"


Kairi POV end...


...----------------...


Ditengah malam yang dingin, seorang pria sedang merendam tubuhnya dibak penuh air.


"Hah..."


Helaan nafas disertai ******* kecil membuatnya tak berhenti memikirkan seorang perempuan yang tadi malam ia temui.


"Dia pasti takut"


Jantungnya selalu berdebar setiap kali ia menyentuh bibirnya sendiri, sungguh kecelakaan.


Ia menatap dirinya di cermin yang ada tepat didepannya dan menatap bibirnya yang berwarna pink.


"Aku sungguh.."


"Menyukai perempuan itu??"


Pikirannya berkecamuk, dia mengusap wajahnya gusar. ia paling benci perempuan namun dia malah mencintai seseorang di saat yang sama dengan dia mengatakan itu


"Bodoh ya aku"Wajahnya memerah.


_____________________


**Like


komen


share


follow


TBC**..