You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 30



Happy reading❤️❤️


"A-apa kau baik saja?!"


Kairi membuka matanya perlahan melihat Heeon yang mengguncang tubuhnya lembut, Tampak air mata hendak menetes dari matanya.


"A-aku tak apa apa"


"Huaaaaa aku kira kau mati!!"


Renatha yang ada disampingnya menangis kejer karnanya, tampak ia sedang membopong tubuh Yuta yang terluka juga.


Bau amis darah terpencar ke segala arah angin berhembus, menembus Indra pernapasan yang semua orang.


Para polisi sudah mengamankan tubuh makhluk besar yang di deteksi oleh Yuta sebagai 'Gigava' dia adalah hasil percobaan mutasi gen para vampir.


"Sudah berakhir??"


"Ya, sudah"


Saat melihat sekitar, tak banyak kerusakan yang terjadi selain jalanan yang sedikit hancur karna pijakan sang makhluk 'Gigava'


"Tiba tiba ia memukul mu, Tapi untungnya Yuta cepat mengambil mu kalau tidak sudah jadi Kairi penyet"Ujar Heeon menjelaskan keheranan yang terdampak jelas di wajah Kairi.


"Siapa yang mengalahkan Gi-- apa namanya??"


"Gigava, Yuta yang mengalahkannya"


Saat melirik ke arah Yuta, dapat dilihat ada beberapa bagian kulitnya yang terdapat darah mengering.


"Kowai desu"Ucap Renatha saat tubuh Gigava melewati mereka.


Teriakan meriah para staff dari gedung itu membuat hati mereka menghangat, Untungnya topeng mereka tidak terlepas.


"Arigatou, Hiro-Hiroine!!"


"Douita!!!"


Mereka pulang ke apartemen, hari mulai sore membuat pemandangan Sunset tertampar dengan sangat indah.


"Apa kalian ada yang punya sihir penyembuhan??"Tanya Renatha yang melihat ada satu titik yang tak berhenti mengeluarkan darah.


"Aku"Ucap Kairi.


"Ambil aja semua sihirnya!"


"Huaaaa akhirnya keluar dari gelang itu"Pada akhirnya Cici kembali setelah sekian lama di taruh Kairi di dalam gelang.


"Siapa itu??"


"Cici, jangan kaget ya.."


Kairi memulai sihir penyembuhannya, berlangsung cukup lama tapi berhasil.


"Akh!!!"


Yuta melompat seketika ketika merasakan sakit yang luar biasa, benar benar sakit seakan menggerogoti organ dalamnya.


"Sakit!!"


"Kau kenapa, Yuta??!"


Yuta melirik sekitar dan menarik tangan Renatha untuk mendekat. "Jangan jauh jauh"


Kepanikan itu diakhiri dengan sweatdrop dari Heeon dan Kairi. "Kukira sakit, ternyata nyariin istri"


Renatha memerah semerah kepiting rebus karna hal tersebut, Yuta terang terangan menariknya di depan kedua temannya itu.


"Kau ini--"


"Dadaku sakit, tapi sekarang baik saja"


Renatha memegang dada Yuta dan tak merasakan detak jantung sang suami.


"Kemana detak jantung mu??"


Seketika hening, tak ada suara dari ke tiga manusia itu, Mereka menatap Yuta.


"Oh ada deng"Helaan nafas lega ke tiga orang itu membuat Renatha heran sendiri, Ia yakin bahwa mereka menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


"Kalian sembunyikan apa??"


"Tak ada"Jawab Kairi seketika.


"Yang benar ih!!"


Waktu berlalu cepat, Yuta segera mengalihkan pembicaraan dari detak jantung menjadi malam.





"Sudah malam..., Ayo tidur"













"Apakah tak bisa lebih lama?? Aku akan capek sekali mencari Laboratorium nya dan kerja..."


"Ada suami mu noh, Jangan lupa"Ucap Kairi menanggapi Renatha yang meminta mereka tinggal lebih lama.


"Iya sih tapi aku mau sama Kairi lebih lama lagi..."


Heeon dan Yuta menghampiri dua perempuan itu, Satu hal lagi! mereka belum di beri kabar apapun oleh Gaian atau Hyura.


"Kairi, Ayo.."


"Dadah Renatha, Yuta!!!"


Hiduplah lebih lama lagi, Yuta, Aku tak kuasa melihat Renatha menangis-Kairi


_____________________________________________


"Akhirnya.... Tsukarette.."Kairi telah sampai di Twi-Lang, dan baru saja sampai ia disambut oleh sebuah tubuh yang terlempar.


Brak!!


"Eh??"


Saat Kairi menghampiri tubuh itu, siapa sangka bahwa tubuh yang terlempar itu adalah Cyclone.


"Cyclone??"


"Eugh.., Kairi?? Wah akhirnya kau kembali!!"Tanpa menghiraukan rasa sakitnya, ia segera melompat memeluk Kairi.


"Kau kalah!! Wleek!!"


"Cyclone Twilight!!!!!"


Teriakan Thunder membuat Kairi bergidik, kilatan Halilintar keluar dari tubuh seorang lelaki yang identik dengan warna merah itu.


"Kau yang bertaruh kan?"


"Tapi itu curang!!"


"Tapi kau yang melemparku"


Perdebatan tak berujung pun terjadi diantara kakak ber adik itu, bahkan Kairi pusing dibuatnya.


"Sudah hey.."


Mereka sontak menatap Kairi tajam, Membuat sang empu diam sambil menutup mata.


"Hayaku Yare Yo desu"


Mereka benar benar melanjutkan perdebatan itu hingga sebuah kaca melayang di udara.


"Urusai!!!"


kaca itu pecah dan membuat sebuah tiang bersih diantara mereka. "Aw!! Sakit Crystal"


Wajah Crystal tampak memerah karna marah membuat kedua kakaknya benar benar diam, Kairi sudah menghilang dari sana saat melihat kaca melayang itu.


"Kalian ini ya!! Memalukan tau tidak?! Hazukashi!!!"


Dari pada mellihat.. Membaca mereka yang berantem mari beralih ke perempuan yang bernama Kairi Choi atau Twilight Angel atau Nona Choi... Nona Raymond deng.


"Aku kangen Mama Papa"


Saat melihat malam yang indah, ia teringat saat di malam hari yang mana kekuatannya pertama muncul, sangat menyedihkan..


"Hiks.."


Pintu kamarnya terbuka menampakkan Thunder yang sepertinya sangat khawatir. Karna tampak di wajahnya.


"Maaf soal tadi.."


"Tak apa, Kalian sangat lucu tadi, Apa masalahnya??".


"Tak ada"Ia sedikit memerah membuatnya tampak lucu untuk seorang Thunder. "Lucu"ucap Kairi yang sampai ke telinga Thunder membuat mukanya semakin memerah.


"Oh ya, bagaimana keadaan mu?? O Genki desu?? Cyclone?? Crystal??"


"Genki, Baik baik saja"ucap Thunder.


"Aku mau latihan saja langsung, kau keluar dulu donk..."Mendengar itu, wajah Thunder langsung berubah menjadi dingin lalu keluar tanpa sepatah kata pun.


"Aku ada salah kah??"


"Mungkin ada"


"Tapi apa??"Monolog perempuan berambut coklat itu.


"Entah deh"


Dia langsung masuk ke (Ya kalian tau lah, tak usah ku jelaskan) Dan mendapati tempat itu berantakan!! Sangat.


"Necha, Michan....."


"Bukan kami!! Itu Lienel!! dia mengejar ngejar kami!!"


Kairi mengeluarkan sebuah perempatan di dahinya. "Kalian ini?!!!!!"



***Like


Komen


Share


Follow



TBC***...



Oke Sampe sini aja