You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 52



3 hari berlalu dengan sangat lambat, mereka sudah dikelilingi oleh darah yang keluar dari mulut karna tekanan dari pil tersebut


Memang sih, sangat menyakitkan namun itu sepadan, Key sudah pucat, Sora Cyclone serta Rigai hampir kehilangan kesadaran.


Naasnya, Kairi sama sekali tak ada darah disekitarnya, mereka tak mengingat bahwa selain ada pil meditasi, tapi juga pil obat.


"Kalian baik saja?"


Mereka sudah berkumpul bersama, 7 orang yang masih bertahan.


"Tidak, kami tidak baik baik saja"


"Ak-aku b-baik saja"


"Kemana Kiran? bukankah harusnya dia disini?"


Aze dan Hanool menatap satu sama lain dan menjawab dengan gelengan kepala.


"Dia pingsan dan tak bisa bangun, badannya lemah juga.."


Key berdecak melihat Kairi yang berdiri tegap sedangkan ia dan yang lain seperti orang yang habis kehilangan banyak darah.


Lah emang iya kan?


"Kalian tidak memakai pil obat gitu?"


Mereka membelalakkan mata dan segera mengambil pil yang ada di kantong, serta segera memakannya.


"Wow wow pelan pelan teman"


Kairi terkekeh. Key menatapnya kesal.


"Dasar kalian ini, kan itu tujuannya diberikan pil dengan jumlah sama banyak"


Hanool terkikik geli melihat Aze yang meminum pilnya secara langsung.


"Tidak di kunyah?"


"Pahit"


Hanool dan Kairi tertawa untuk sejenak sebelum ada sesuatu yang jatuh di sekitar mereka.


"Awas!!"


Cyclone dengan cepat memeluk Sora juga Kairi, dan yang lain melindungi diri masing masing.


Ya masa mau dilindungi sama Cyclone juga?


"Waaah sepertinya berkurang satu ya? bagaimana kalau kita langsung saja?"


Tanpa aba aba, Tetua Ken langsung menyerang ke arah Hanool yang tentunya dapat dihindari.


Hampir saja-Hanool


Yang lain juga berusaha memukul Tetua Ken dengan cara yang berantakan.


"Bagaimana kalian bisa menang dengan kemampuan segini?"


Tetua Ken menghempaskan mereka.


Oh ya, satu lagi. Key dan Kairi tak ikutan menyerang secara brutal itu, nanti kita liat.


"Akh--!"


Darah segar keluar dari mulut Rigai membuat batu yang tadi ditabraknya hancur dan di basahi oleh darah.


"Rigai, kau baik saja?"


Rigai mengangguk lemah menjawab pertanyaan dari Aze disana.


"Kenapa kalian tidak ikut, Key dan Kairi?"


Kairi mengangkat bahu dan menunjuk Key, seketika yang ditunjuk pun mendelik kesal.


"Apa apaan?!"


Inginnya, Tetua Ken bertarung melawan Kairi namun masih ada orang yang bertahan di depannya dan mengharuskan ia melawan yang didepan dulu.


"Iiish, Tetua berhentilah bergerak dahulu!"ucap Sora dengan nada nya yang merengek.


"Mana bisa?! kau ini ada ada saja"terdengar sahutan dari belakang sana yang berasal dari Rigai.


"Yang sudah gugur diam saja deh"


Rigai tampak memalingkan wajah dengan kesal.


Cyclone kewalahan ditambah ia juga harus melindungi Sora yang mana tubuhnya kecil, kalau terlempar bisa bisa mati.


"kalian anak yang tangguh ya.."


Key mendekat ke Kairi dan mencomot kripik yang di peluk Kairi, Kairi sih tak apa toh masih banyak.


"Kwau twak adwa wiatan ubtuj ke ikut?"Tanya Key dengan mulut penuh ciki


"Tidak"


Tetua Ken berdecak tak puas dan pada akhirnya menghempas Sora dan Cyclone secara kasar.


"Hei Kalian berdua, jangan bersantai"


Tetua Ken melesat untuk menangkap salah satu dari mereka namun yang ditangkapnya hanya angin.


"Yah, Gimana sih kau ini! jadi jatuh kripik nya kan"


"Yee salah saya lagi.."


Tetua Ken tersenyum puas melihat ke arah Kairi dan Key yang dengan tenang menghadapi dirinya.


"Terlalu santai"


Lagi dan Lagi dan lagi. Tetua Ken mendekat dengan kecepatan tinggi hingga bagaikan cahaya yang memotong angin.


Cepat!-Kairi.


Untung saja mereka berhasil menghindar, namun serangan itu tak memberikan waktu kepada mereka untuk menarik nafas dan segera menyerang.


Kairi dan Key yang sadar langsung membentuk pertahanan dan terpental cukup jauh.


Mereka mengambil nafas sejenak lalu langsung melesat menyerang secara bersamaan.


"Kain baju kan?"


Kairi dan Key berkata secara bersamaan setelah memegang tangan Tetua Ken.


setelah kabut terbuka, baru lah terlihat mereka yang sedang menggenggam tangan Tetua Ken.


"Waaaah!!"


Tetua Ken tersenyum puas dan bertepuk tangan.


"Aku terlalu meremehkan kalian, padahal hanya satu serangan tapi aku sudah kalah telak begini"


Mereka menang dan diberikan hadiah sesuai perjanjian.


"Tapi, karna hanya akan mengambil satu orang setiap elemen, bagaimana jika kalian bertarung satu sama lain? sebagai penentu siapa yang lebih pantas?"


Kairi saling berpandangan dengan Key dan secara tiba tiba ia mengangkat tangan.


"Buat Key saja Tetua, aku tak terlalu butuh"


"Heh?! Mending kau saja, kan Kau lemah dasar!"


Ya kalian tau kan alasan masing masing dari mereka kenapa tak mau pergi?


"Kau"


"Kau!"


"Heh, kalian nih menghina kami tau tidak?"


Kairi dan Key menatap kebelakang dengan tatapan tajam nan seram.


*Masalahnya akan susah untuk berkomunikasi dengan Heeon!!-Kairi


Aku jadi tak bisa bertemu secara bebas dengan Sora tau gak sih?! cewek lemah-Key*


Melihat pertikaian itu, Tetua Ken terkekeh dan langsung mengatakan "Baiklah, kalian berdua diterima"


Pada akhirnya keduanya menatap tajam satu sama lain dengan tatapan marah.


"Baiklah, kalian harus berkemas besok ya"


Mereka pun pulang dan Sora, Rigai, Hanool, Aze serta Cyclone dibawa ke unit kesehatan.


"Selamat pada kalian"ucap mereka ber-5


--------------------------------


**Like


Komen


share


follow


TBC**