You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 29 (end)



Happy reading ❤️❤️


3 tahun berlalu dengan cepat, hubungan Kairi dan Heeon juga semakin dekat


Namun, ini saat saat yang paling tidak di sukai oleh sepasang kekasih itu


Kairi mendapatkan beasiswa full di negara Jepang, negara impian Kairi dari kecil


Namun mau tidak mau ia harus berpisah dengan Heeon, keluarganya dan teman temannya


Ia ingin namun juga tidak mau meninggalkan kekasihnya, egois memang, namun itulah Kairi Choi


"Sudahlah.. tidak usah risau kak, kak Heeon pasti akan memperboleh kan.."


"Tp--"


"Kairi, ini impian mu dari kecil, Heeon pasti akan mengerti, lebih baik kau beri tau dia, Minggu depan kau sudah akan berangkat bukan??"


Anggota Ghost Ball menyemangati Kairi agar tidak menyerah pada impiannya


"Lagi pula kau bisa menghubungi mereka melalui Handphone bukan??"


Si Goblin ini ikut menasehati teamnya atau lebih tepatnya ponakan :V


"Tp.. aku--"


"Kakak Heeon pasti akan mengerti, Kak Kairi!"


Heri selaku sang adik dari kekasihnya yang telah menjelma menjadi pacar dari adiknya sendiri ikut memberi semangat


"Tenang saja, di sana ada cabang perusahaan ku yang baru dibuka 1 tahun yang lalu, jadi kl aku ada perlu ke sana, bisa sekalian ajak yang lain"


Si teman miliardernya ini, bisa bisanya menggunakan perusahaan sebagai alasan tuk kesana


"Baiklah.."


Akhirnya Kairi menyerah, mau tak mau ia harus berpisah dengan kekasihnya


...~...


...6 hari sebelum ke Jepang.......


"Heeon kita ke sana yuk!! Ke Timezone!!"


Gak tau dah di Korut ada Time Zone atau gak


"Bukannya kau tidak suka kesana??"


Karena setiap kali Heeon mengajaknya kesana, Kairi selalu tidak mau, katanya berisik


"Ayolah..kita bersenang senang sebelum aku pergi"


Yang tentu saja kata kata itu di ucapkan dalam hatinya, ia belum mau memberi tau pacarnya, bahkan Kairi berpikir, ia tidak perlu memberi tau Heeon tentang kenyataan pahit tersebut


"Baiklah baiklah, hari ini tingkah mu aneh, Choi... hahahaha"


"Hehehe lagi pengen banget, buat kenang kenangan"


Mereka bermain di Time Zone dengan ceria dan sangat menyenangkan, sampai sampai keyakinan Kairi tuk tak memberi tau pacarnya itu semakin besar


"Kita foto dulu yuk!!"


Kairi mengeluarkan ponselnya lalu melakukan Selfi, beberapa kali Kairi diam diam memfoto Heeon


...~...


Hari sudah sore, mereka memilih tuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang


Jika kalian tanya kenapa mereka gak di cariin, karena mereka bukan lagi anak anak yang harus di atur menurut kedua pasangan sahabat itu


Heeon yang mau masuk Kuliah tahun kedua dan Kairi sudah mau lulus SMA, menurut mereka itu sudah besar, jadi sudah bisa bertanggung jawab sendiri


"Aku traktir ya.."


"Kamu tumben banget, Teddy.."


"Biasanya selalu nyuruh aku bayar, sampe sampe rengek rengek kayak anak kecil"ujar Heeon sambil memperagakan cara Kairi memelas


Kairi tersipu di buatnya, ia akan merindukan Heeon-nya ini


"Udah ah, malu tau~ mau pesen apa kamu??"


"Ini aja, biar gak marah marah, wlek~"


"Ih kamu mah makin!!"


Heeon tertawa lepas tanpa ada beban, dia tak tau bahwa tinggal seminggu lagi sebelum dirinya tak bisa begitu lagi


"Mbak, pesan ini..........."


Tak menunggu lama, pesanan mereka sampai, Kairi langsung menyantap burger pesanannya, begitu juga dengan Heeon yang menyantap spaghetti carbonara kesukaannya


"Hati hati makannya, belepotan tuh.."


Heeon mengambil tissu lalu mengelap kotoran di sudut bibir Kairi, Kairi agak terkejut namun seketika menitikkan air matanya


Ia menyadari kenyataan bahwa, seminggu lagi ia tak bisa lagi seperti itu dengan sering, itu membuat Heeon heran


"Kamu kenapa, Bear??"


Buru buru Kairi mengelap Air matanya, ia langsung tersenyum palsu menutupi kesedihannya


"Tidak apa apa, hanya kelilipan saja"


Heeon mempercayai kata kata sang Teddy bear nya itu, ia kembali menceritakan kejadian di kampusnya, dan berharap Kairi masuk ke kampus yang sama dengan dirinya


Kairi mendengarkan dengan jelas, walau dihatinya seakan di tusuk ribuan jarum super tajam akan kenyataan pahit yang akan ia alami


...~...


...H...


ari ini adalah 3 hari sebelum Kairi berangkat, ia semakin tak mau berpisah, namun ia sudah menyetujui beasiswa full nya tersebut


Seharian Kairi terlarut dalam lamunannya, hingga tak mendengar panggilan Heeon


"Kairi Choi!"


Kairi terlonjak saat Heeon memanggil namanya agak membentak, dari mimik muka Heeon, terlihat ia marah


"Kamu kenapa sih?? Hm??"


Suara Heeon menjadi lembut, hal itu membuat Kairi menangis, apakah ia jahat meninggalkan pacar sebaik Heeon


Kairi memeluk Heeon sambil menangis, yang bisa di lakukan oleh Heeon hanyalah menenangkan nya saja


"Kamu PMS?? Dari td kayak ngelamunin sesuatu abis itu tiba tiba nangis??"


Kairi hanya diam sembari menangis, ia seakan tak mau lepas dari Heeon


Akhirnya Heeon diam sambil mengusap kepala Kairi lembut, ia tau di saat Kairi nangis ia harus diam atau malah tambah nangis


Tak terasa 3 hari berlalu, keberangkatan Kairi adalah jam 10 pagi, dan sekarang masih jam 8.30


"Kau yakin akan berangkat sekarang?? Heeon sudah di beri tau??"


Kairi menggeleng sebagai jawabannya, orangtuanya hanya bisa menghela nafas panjang


"Kairi!!"


Itu HyuRa, Renatha, Yuta dan Gaian, mereka kesal karena tidak diberi tau bahwa berangkatnya pagi


Heri juga berada disana, tepatnya di samping Hikari, mereka memeluk Kairi erat


"Jaga dirimu di sana ya??"


HyuRa dan Renatha menangis tanpa sadar, air mata mereka berdua membasahi pundak Kairi


"Iya, oh ya, kalian trio cowok!! Jaga mereka tuk diriku ya??!"


Di saat seperti ini, Kairi masih bisa teggas sambil menahan air matanya


"Tak perlu kau beritau, kami pasti menjaga mereka"


"Mama, Papa, aku berangkat dulu ya, kalau Heeon datang, beritau dia, dia akan datang 30menit lagi"


"Kau bahkan sampai hapal jam berapa ia akan mendatangi mu,nak"


Kanglim berusaha tegar, Hari memasukkan barang barang yang di perlukan oleh Kairi, termasuk Ghost Ball nya


"Kita gak bisa dobel X lagi donk??🥲"


"Udah gede cengeng..!"


Malah terjadi aksi ledek ledekan antara keduanya, yang lain hanya tertawa garing saja


"Baiklah aku berangkat ya, sampai jumpa.."


Kairi memasuki mobil dan berlalu pergi meninggalkan mereka


...20 menit kemudian.......


Tok tok tok....


"Iya, ooh Heeon, kenapa??"


Hari cepat cepat menghapus air matanya, agar tidak membuat calon mantunya khawatir


"Ibu kenapa?? Koq nangis??"


Lihat saja, Belum jadi mantu saja sudah peduli, apa lagi jadi mantu beneran??


"Gpp.."


"Oh iya Kairi mana?? Koq gak ada??"


Wajah Hari berangsur angsur murung, ia tersenyum paksa lalu...


"Kairi dapet beasiswa di Jepang!"


Bukan Hari yang mengatakannya melainkan HyuRa dan Renatha, mata mereka masih sembab


"Maksud kalian--"


Gaian menepuk pundak Heeon, ia tau perasaan kakak sepupunya bisa dibilang Kaka sepupu bukan tuh??


"Kairi mengikuti beasiswa dari sekolah tuk kuliah di Jepang, berangkat jam 10 pagi ini"


Heeon terkejut, sangat terkejut, bagaiman bisa kekasihnya tak memberi tau dirinya tentang itu


"Gak gak, kalian pasti bohong kan?? Ini cuma prank??"


Heeon berusaha menghindar dari kenyataan, ia tak terima bahwa Kekasihnya pergi Tampa sepengetahuan dirinya


"Kamu gak bohong, lebih baik kau susuk dia sebelum terlambat, ini tinggal 1 jam sebelum dia berangkat"


"Gak, gak. Kalian bohong, dia gak mungkin ninggalin aku!"


"Nak, itu benar, lebih baik kau menyusul diriny"


Kanglim menepuk pundak Heeon untuk memberi semangat


Karena tak percaya, Heeon bergegas ke bandara dekat situ, dan pergi menggunakan mobil nya


"Salahkah kita memberi taunya sekarang??"


Heri agak gusar, bila sudah di hubungkan dengan kakak iparnya, kakaknya akan tak terkendali


"Tidak, waktu ini pas"ucap Yuta yakin


"Maksud mu??"


Heri menghela nafasnya kasar, ia kalau menjelaskan bahwa selama 1 bulan pertama di Indonesia dulu, Kakanya stress dan depresi di sana


Akhirnya mereka memanjatkan doa agar Heeon tidak stress maupun depresi


...Di bandara pukul 9.15...


Seorang laki laki baru saja sampai, ia terburu buru ingin menyusul sesuatu, laki laki itu adalah Heeon


Ia menyusul pacarnya yang akan pergi ke luar negeri


"Kairi!!"


Tak peduli pandangan orang sekitar yang seakan menatapnya 'ganteng ganteng tp gila' atau 'orang aneh'


Hingga akhirnya ia menemukan siluet sang kekasih lalu berlari ke arahnya


Kairi, sebagai kekasih dari Heeon Raymond menoleh saat mendengar panggilan namanya


"Heeon..."


Ia menitikkan air matanya, lama kelamaan lelaki tersebut semakin dekat dan kini berada di depannya


Terpampang ekspresi Wajahnya yang  marah, sedih, khawatir. Ah tidak dapat di jelaskan sekarang ini


"Kau....."


Kairi tau pacarnya ini akan marah, ia menutup matanya, ia tak mau melihat selanjutnya apa yang terjadi


Bukan kemarahan atau pukulan dan lain sebagainya yang ia rasakan, namun yang ia rasakan adalah Heeon Memeluknya erat


"Kenapa kau tidak memberi tahuku?? Kau jahat...!!Hiks"


Runtuh sudah pertahanan Heeon, ia menangis di pundak Kairi, Kairi ikut menitikkan air matanya sedih


"Maaf"


"Kenapa gak beri tau diriku dulu, mm?? Merasa aku ini ap?? Padahal kl kamu bilang aku bisa ikut pindah kesana!!"


Heeon menyusahkan tangisannya, ia tak mau membuang buang waktu yang tersisa dikit itu


"Aku gak tega liat kamu sedih... Seminggu ini kamu bahagia banget, aku gak mau ngerusak itu!!


"Bodoh, Kairi ku dapet beasiswa tp bodoh!! Sekarang kamu bukan ngerusak kebahagiaan aku lagi Kairi, tp ini ku juga"


Ucap Heeon sambil menunjuk hatinya, Kairi merasa bersalah, ia seharusnya memberi tau dari awal tentang itu


"Maaf kan aku, sunshine..."


Heeon mencium kening Teddy bear miliknya itu, ia bahkan belum menyerahkan kalung yang niatnya lagi ini akan ia berikan


...Pukul 9.20...


Heeon mengeluarkan kalung berlambang hati yang dapat d pasangkan, kalung Couple yang ia buat sendiri dengan kekuatannya


"Ini untuk kamu"


Ucapnya sambil memasangkan setengah kalung itu di leher sang kekasih


"Ini--"


"Aku membuatnya sendiri, dengan ini kita akan saling mengingatkan, aku sengaja memberi inisial terbalik, agar kau selalu mengingat ku dan juga aku selalu mengingat mu"


Lagi lagi Heeon mencium kening Kairi, namun kali ini air matanya menitik


"Lihat kalung ini?? Terang bukan?? Warna unicorn sangat bagus dengan mu, dan cocok dengan milikku yang berwarna galaksi"


...Pukul 9.27...


"Jika kalung ini berdekatan, bintang bintangnya akan berwarna terang dan bersinar, radius 50meter, bila berjauhan akan redup"


Kairi semakin meneteskan air matanya, ia menyesal membohongi lelaki sebaik Heeon


"Jangan merasa bersalah, Kairi..."


"Saat kau sampai disana wajib hubungi aku ya?? Itu wajib oke??"


Lagi lagi Heeon berusaha menahan air matanya


"Sampai disana kau tidak boleh selingkuh! Tp Kairi ku tak akan selingkuh ya kan?? Bukan begitu??"


"Foto?"


Mereka berfoto sesuai keinginan Kairi, gaya romantis, ceria, tertawa maupun sedih


"Terimakasih"


"Hahahaha kau aneh Kairi, bagaimana kalau kita menghubung kan kalung ini menjadi satu??"


"Setuju"


Mereka menyatukan kalung itu, warna Galaksi dan Unicorn saling menyambung, nama mereka menjadi lengkap bukan inisial lagi


Foto foto ceria selama 3 tahun masa masa indah mereka perlahan lahan muncul dan saling bergantian


...Pukul 9.39...


"Ini luar biasa, Sunshine!!"


Heeon tersenyum senang, ia suka bila Kairi suka


"Hadiah??"


"Eum apa?? Aku tidak punya hadiah kecuali..."


Kairi merogoh sakunya, terdapat liontin disana, berwarna biru muda seperti manik milik Heeon


"Indah seperti kamu"


Kairi tersenyum tipis, ia memberikan liontin berbentuk kristal itu ke Heeon dan di pasangkan di kalung milik Heeon


"Dengan begini kita akan terus bersama"


...Pukul 9.55...


"Makasih ya..."


"Kairi!!"


Kairi berbalik, menghentikan langkahnya yang akan meninggalkan negara kelahirannya itu


Heeon menarik tangan Kairi lalu mencium bibir milik Kairi


Kairi awalnya terkejut, namun akhirnya menikmatinya


Heeon melepaskan tautan bibir mereka lalu memeluk Kairi erat


"Hubungi aku ya??"


"Iya, tenang aja sunshin, dah~~"


Kairi membiarkan air matanya jatuh, lalu menghadap ke depan untuk naik ke pesawat


...Pukul 10.00...


...P...


esawat telah lepas landas memisahkan kedua pasangan itu


Perlahan lahan kalung mereka meredup, pertanda bahwa masing masing telah jauh


Mereka berdua membiarkan air mata kesedihan tumpah begitu saja tanpa ada niatan untuk menghentikannya


Hari paling suram bagi dua sejoli tersebut, pergi ke negeri Bunga sakura impiannya namun berpisah dengan masa depannya


Mereka tampak sedih namun, pemberian yang telah di berikan masing masing dari mereka membuat keduanya percaya bahwa mereka selalu ada di sampingnya


"Mata ne.... Heeon~~"


"Sampai jumpa lagi....Teddy bear..."


Matahari telah berada di puncaknya, Heeon memilih untuk pulang, ia berusaha tersenyum, walaupun jauh mereka tetap bisa saling menghubungi


Heeon mampir ke sebuah cafe yang sering ia dan kekasihnya kunjungi, sampai sampai pelayan cafenya hafal apa yang akan dibeli


"Seperti biasa, kak?? Oh ya Pacarnya mana, Kak??"


"Lagi kuliah, ia seperti biasa tp menu pacar saya saja, mbak"


Pelayan itu pergi tuk membuatkan pesanan sang pelanggan setianya, Heeon yang sedang larut dalam kesedihan


"Aku akan menunggu mu di sini... dan Aku janji tak akan melupakan mu, Kairi..."


Gumamnya sambil menatap kursi kosong di depannya


"Ini kak pesanannya, cheesecake dan Fanta float nya"


"Terimakasih, setiap saya kesini, ini menu saya ya, kecuali bila saya ingin pesan yang lainnya"


"Baik kak"


Akhirnya 2 pasangan ini menjalani masa masa sulit, yaitu hubungan jarak jauh akan keterpaksaan


..."Terimakasih Kairi yang telah menemani hari hari ku selama 3 tahun ini menjadi bahagia luar biasa"...


...~Heeon~...


..."Terima kasih, telah menjadi pacarku dan menerima segala kekurangan ku, sunshine"...


...~Kairi~...


...The end...


season 1 Novel ini sudah selesai 🥳🥳


Gimana endingnya??


Bikin sedih kah??


Marah??


Atau malah aneh??


^^^Ada pesan buat author??^^^


^^^Ada pesan buat Kairi?^^^


^^^Ada pesan buat Heeon??^^^


^^^Ada pesan tuk Hikari??^^^


^^^Ada pesan tuk Heri??^^^


^^^Ada pesan tuk HyuRa??^^^


^^^Ada pesan tuk Gaian??^^^


^^^Ada pesan tuk Renatha??^^^


^^^Ada pesan tuk Yuta??^^^


...~...


...[Mata ne]...