You Are Mine!!

You Are Mine!!
YAM 51



Happy reading❤️❤️


Semua orang sudah berkumpul di tempat yang dijanjikan, Riuh ricuh kerumunan itu membahas tugas yang akan di berikan oleh Tetua Ken.


"Kalian melihat kemana Key?"


"Tidak tuh"


"Katanya dia bakal nyusul nanti"


"Benarkah? kenapa bocah itu tak memberi tau ku?"


Cyclone mengangkat bahunya.


Hari semakin malam, namun tidak ada tanda tanda Tetua Ken akan datang atau tidak, bahkan Guru lain pun tidak ada yang datang untuk sekedar memberi informasi.


"Apa yang sebenarnya kita lakukan disini?"


"Tch, menyebalkan!"


"Kita pulang saja, toh dia tak akan datang!"


Mereka pulang satu persatu hingga tempat itu mulai kosong, hanya sekitar 10-12 orang termasuk tim Cyclone disana.


"Semuanya pada balik ya?"


"Iya, tapi apa kita juga harus menunggu lagi? aku lelah"


Rigai menjatuhkan dirinya ketanah, kakinya gemetar karna terlalu lama berdiri.


"Jangan, pasti ada maksud tertentu dari semua ini"ucap Kairi sembari tersenyum kecut.


Mereka berdiri sampai 2 jam berlalu, dari 12 orang itu, hanya tersisa 10 saja.


Waktu juga berlalu cepat, Cyclone dari tadi tampak santai tanpa sama sekali mengeluh, sepertinya ia telah tau alurnya.


"Hei kalian ber-5"


Mereka langsung mengernyit.


"5?"


"Iya, itu dibelakang kalian jadi lima kan?"


Mereka serempak menoleh dan seketika kaget karna Key sudah berdiri dibelakang mereka dengan tangan yang di lipat di dada.


"ywschanayajjan!! Key, sejak kapan kau disitu?"


Rigai dan Sora yang paling kaget disana, mereka bahkan sampai melompat, Senyum kecil berhasil lolos di wajah Key


"Heh, aku sudah disini dari 7 jam yang lalu"


Mereka menggeleng sambil mengelus dada dan kembali mengalihkan pandangan ke orang yang mendekati mereka tadi.


"Kalian di tahap awal tadi satu tim?"


"Iya"


"Enak sekali, pada setia kawan"celetuk salah satu dari mereka.


Kairi tersenyum renyah membuat mereka tertegun


"Oh ya, kenapa kalian kesini, Hanool, Kirano dan Aze?'


"Ah itu.. kami datang karna seperti ya kalian bawa makanan, kami lapar"


Cyclone meng-oh-kan dan membuka ranselnya namun segera dicegat oleh Rigai.


"Hei, kenapa kau memberikan makanannya untuk mereka? kalau kita perlu nanti gimana??"


"Kalau tidak boleh, tak a--"


Cyclone dan Kairi serempak memberikan 3 buah makanan kepada 3 orang itu.


"Eh?"


"Ini, ambil aja, kami bawa banyak"


Sora melirik Cyclone dan Kairi bersamaan dan menyerahkan satu buah makanan


"Ini, aku juga mau bagi!"


"Terpaksa deh"Rigai dengan berat hati memberikan makanannya ke orang tersebut, hanya 1 koq, mereka tak semurah hati itu.


Key juga mengulurkan tangannya dengan makanan yang ia genggam.


"Wah Terimakasih, makanan kami tadi sudah habis karna hanya bawa dikit"ucap Kirano dengan wajah yang senang.


"Bagilah ke mereka juga"ucap Rigai dengan nada kesal sambil menunjuk 2 orang yang sudah terduduk lemas di tanah.


"Iya, tentu saja"


Mereka berlari dan menyerahkan masing masing dua ke orang orang itu, serta memakan makanannya.


Angin segera berhembus kencang, siluet seorang lelaki tertampak di balik kabut yang entah datang dari mana.


"Kerja bagus.."


Mereka langsung bersiaga dengan posisi masing masing, takut takut itu musuh.


"Kukira anak anak disekte ini kuat, ternyata sangat lembek"


Cyclone menggertakan giginya, ia lantas marah dengan hal itu.


"Memang kenyataannya kan? kalian bahkan memberikan makanan dengan ringan karna mentang mentang itu teman kalian"


Key mendengus kesal, melihat itu ia ingin sekali mengayunkan tangannya namun tidak bisa karna banyak teman disekitarnya.


Sejak kapan aku peduli pada orang lain?-Key


"Lebih baik kau pergi atau kami akan bertindak"


"Bagus juga kata katamu, nak"


Kairi langsung memakai kekuatannya, pendeteksi.


"Teman teman-- dia"


"Aduh, ternyata ada yang punya kekuatan mendeteksi lawan ya?"


Mereka seketika terbelalak, kecuali Key, mendengar suara tersebut, ia suara Tetua Ken!


"Tetua?''


Ren tertawa garing dan melihat ke belakang untuk mengecek keadaan teman temannya.


"Apa kalian baik saja?"


"Han, Mereka pergi"ucap Kiara menunjuk kearah 2 orang yang sedang berlari ketakutan, mereka sangat pengecut.


"Yah.. sudahlah.."


"Jadi hanya segini saja yang tersisa? dari banyaknya orang kah?"


Cyclone mengangguk lemah.


"Maaf saya lama, ini yang membuat saya lama"


Tetua Ken mengeluarkan banyaknya butiran butiran berwarna Merah, biru tua, kuning, oranye, Aquamarine, hijau dan putih serta Hitam yang bercahaya dan mengeluarkan bau harum berbeda beda.


"I-ini--"


"Ya, ini pil meditasi, kekuatan, regenerasi, obat , racun dan peningkatan dari semua misi yang ada"


"Wow"


Tetua Ken membagikan pil itu sama rata, namun karna hanya ada 8 orang, maka masing masing orang mendapatkan 64 butir dengan jumlah per pil yang berbeda beda.


"Baru kali ini kulihat pil berwarna warni"


"Benar"


Kairi sih biasa aja, karna saat ia masih jadi pemburu makhluk, sang ayah sudah sering memberikan pil semacam itu, apa lagi yang oranye.


"Bagaimana? bagus bukan? dan misi kalian adalah... Bermeditasi dengan masing masing pil"


Fyi, per warna pil itu kan ada 8 ya kan? nah ada 1 pil yang untuk obat, racun, meditasi, peningkatan, dsb gitu... Jadi ada 8 peli meditasi.


"Yang bisa melewati hal itu, akan mendapatkan cincin ruang ini! tentu saja tidak kosong"


"Izin bertanya!"


Ken menoleh kearah Sora yang tampaknya harus meloncat loncat agar terlihat.


"ya?"


"Batas? tempat yang diperbolehkan? apa aturannya? dan juga bagaimana kalahnya?"


Tetua Ken tersenyum smirk.


"Batas waktunya 3 hari, berapapun pil yang dapat di serap maka harus datang di jam ini juga, tempatnya silahkan dimana saja, aturannya cukup simpel:Tidak boleh keluar dari tempat meditasi. Saya akan memperhatikan dari jauh. Dan tujuannya adalah..... seenggaknya menyentuh kain baju saya"


Baik Kairi maupun Key semuanya terkejut akibat tujuannya. Artinya bisa saja mereka. terbunuh saat melawan tetua Ken.


"Mulai!!"


Mereka segera berpencar ke segala arah, Cyclone dan Kairi bergegas ke arah yang sama.


"Hei Kairi, kau ditempat lainnya saja!"


"Yang duluan sampai yang menang lah!"


Pada akhirnya Cyclone lebih dulu sampai membuat Kairi harus mencari tempat lain, ia terpikirkan tempat lain.


"Bagaimana kalau aku di 'situ' saja ya"


Kairi mendatangi tempat pertama ia kenal dengan Cyclone, Thunder dan Crystal.


"Ini tempat yang cocok"


Angin malam memang dingin, tapi untuk monster seperti Kairi, ia memakai pilar cahaya agar angin tak mengenai dirinya dan sekitarnya menjadi hangat.


"Huh.. nyaman ya sendiri"


___________________________________


**Like


Komen


share


follow


TBC**...