Wedding Secrets

Wedding Secrets
Anak SMP



"Clay ... Buruan!" Teriak Cherryl yang sudah siap dengan seragam SMA nya.


"Ya, sebentar." Sahut Clay, ia berjalan sambil menatap layar ponselnya.


"Clay, hari ini kita naik motor ya."


"Boleh," jawab Clay, masih sibuk dengan ponselnya.


"Aku yang nyetir," ucap Cherryl yang kini berada di atas motor lengkap dengan helm pink.


"Eh, emangnya kamu bisa? Udah kamu di belakang aja, biar aku yang bonceng kamu." Clay mengangkat Cherryl seperti anak kucing.


Cherryl tertawa, saat Clay mengangkatnya ia jadi teringat masa dulu ketika dirinya bersembunyi dari hukuman Clay, ia ketahuan akan kabur dan dirinya di angkat seperti itu juga.


"Sudah siap?" Tanya Clay.


"Let's go ...." Seru Cherryl sembari memeluk pinggang suaminya.


Jika dulu saat pertama Clay memboncengnya, Cherryl berteriak ketakutan lain hal dengan sekarang. Gadis itu merentangkan kedua tangannya menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya.


Gadis itu kembali memeluk mesra suaminya, senyum bahagia terpancar dari keduanya. Sembari menyetir motor sebelah tangan Clay menggenggam tangan sang Istri.


.


.


.


.


.


***


SMA Sanvitalia.


Clay memarkir motornya, dan membantu Cherryl untuk turun dari kendaraan roda dua miliknya.


Saat Clay membuka helm, para murid perempuan yang melihat ketampanan seorang Clayton langsung mengerubunginya untuk di mintai photo. Saking banyaknya yang mengerubungi Clay sampai membuat Cherryl tersisih jauh dari suaminya.


Melihat suaminya banyak di perebutkan wanita, Cherryl mulai kesal ia mengerucutkan bibirnya dan melipat tangan di dada.


"Heuh, dasar pria. Sudah tahu punya istri masih saja tebar pesona pada gadis lain," dengus Cherryl mendelikan matanya.


"Cie, cemburu," ledek Erick menyenggol bahu Cherryl.


Cherryl menoleh, ia melihat Erick dari atas sampai bawah dan di detik berikutnya Cherryl tertawa sampai perutnya terasa keram menertawakan style Erick yang terlihat sangat lucu di matanya.


"Eh, kenapa kamu ketawa? Kamu kesurupan ya." Erick mengerutkan dahinya sebab tidak ada hal lucu tapi, Cherryl malah tertawa sampai terbahak-bahak.


"Rick, kamu ngapain sih ikut-ikut pake seragam, mana seragamnya seragam cewek lagi." Cherryl berusaha menahan tawanya.


Erick memindai dirinya sendiri, rok sekolah di atas lutut, baju seragam yang ketat, kaos kaki panjang berwarna pink, sepatu balet lengkap dengan bando kupu-kupu.


Ia baru sadar jika barusan dirinya, dikerjai oleh siswi-siswi di sekolah tersebut. Karena tanggung untuk malu Erick mengajak Cherryl melihat-lihat sekolah Sanvitalia, yang kebetulan di sana juga sedang menyelenggarakan pesta kelulusan.


Beberapa jam kemudian, Clay baru saja selesai meladeni para siswi yang meminta photo bersamanya. Ia baru sadar jika istrinya tidak ada di sampingnya, ia masuk ke dalam sekolah dan mencari keberadaan Cherryl.


Setelah berputar-putar, ia akhirnya melihat Cherryl ada di sebuah ruangan ia menunggu gadis itu di depan pintu, begitu Cherryl keluar dengan sengaja Clay mengambil pita yang sedang di kenakan istrinya.


Clay mengacungkan pita tersebut ke atas, membuat Cherryl harus lompat karena tinggi badannya yang berbeda jauh begitu tubuh Cherryl menempel padanya Clay langsung mendekapnya dan keduanya pun tertawa bersama.


"Dasar modus," dengus Cherryl terkekeh.


"Tapi suka kan." Clay, mencolek hidung istrinya.


"Kak Clay, minta photo dong," seru seorang siswi yang memimpin sekelompok siswi yang lainnya untuk berphoto.


Cherryl menyembunyikan Clay di balik punggungnya, agar siswi itu tak mengganggu lagi kebersamaan dirinya dan Clay.


"Tidak boleh! Dia milikku." Cherryl merentangkan kedua tangannya.


"Is, kamu itu siapa sih? Kok ngelarang-ngelarang kita buat minta photo sama kak Clay," desisnya


"Aku ini istrinya tau," jawab Cherryl sebal.


"Aku nggak percaya, masa kak Clay nikah sama anak smp yang baru lulus sok pake seragam SMA lagi," cetus siswi tersebut.


Clay terkekeh mendengar pernyataan murid tersebut, sementara Cherryl terlihat sebal karena orang-orang menertawakannya.


"Iiihhh!" Cherryl mengepalkan kedua tangannya erat.


"Sayang ... mereka cuman bercanda kok." Clay mengelus kepala Cherryl.



"Siapa yang bercanda, kita nggak bercanda kok ... Iyakan guys," celoteh sang Siswi membuat Clay menepuk jidat.


Cherryl menghentakan kakinya, dan membawa Clay pergi dari sana. Ia membawa suaminya ke taman sekolah lalu mencecarnya dengan banyak pertanyaan.


"Emangnya aku keliatan kayak anak SMP apa!" Dengus Cherryl melipat kedua tangannya.


"Iya, tinggi badan kamu menyerupai anak SMP," ujar Clay yang duduk di bangku taman.


"T-tidak, bukan begitu maksudku." Clay mengusap tengkuk lehernya.


"Terus maksud kamu apa? aku jelek dan pendek begitu ... Kamu nyesel nikahin aku," ketusnya.


"Astaga, kenapa jadi merembet begini sih," gumam batin Clay.


"Kok diem, berarti aku benarkan. Kamu ngatain aku pendek dan jelek."


"Ya ampun, Sayang ... aku nggak ngomong gitu loh. Kamu itu sempurna di mata aku." Ucap Clay memegang kedua bahu istrinya.


"Bohong!" Cherryl memalingkan wajahnya dari Clay.


"Aku nggak bohong, kamu itu cantik dan imut mangkanya aku suka."


"Bener?"


"Iya, sayang ngapain aku bohong. kalau aku bohong nggak mungkin aku kembali lagi sama kamu."


"Terus kamu ngapain ngelayanin mereka buat Photo bareng?"


"Ya ampun, kamu cemburu sama mereka." Clay kembali terkekeh melihat istrinya yang marah karena cemburu. "Bahkan dunia saja tahu, jika aku cuman milikmu. Sudah ya jangan marah lagi," bujuk Clay.


"Minta maafnya mana?"


"Hemm, baiklah aku minta maaf aku salah."


"Yang ikhlas dong, masa kayak gitu."


Clay menghembuskan napasnya, lalu mencium pipi Cherryl membuat wajah gadis itu merona.


Clay menarik tangan Cherryl, karena acara sudah menuju puncak merekapun ikut bergabung bersama para siswa dan siswi yang sedang mencoret-coret seragamnya.


Semuanya tampak bahagia merayakan kelulusan yang sudah lama di nanti, begitu juga dengan Clay dan Cherryl pada akhirnya mereka bisa ikut merasakan bahagianya merayakan hari kelulusan SMA meskipun tidak bersama teman sebayanya tapi Clay dan Cherryl sangat menikmatinya.


Selesai merayakan kelulusan dengan mencorat coret seragam, dan melompat-lompat di bawah air yang di semprotkan oleh pemadam kebakaran. Kini Clay dan Cherryl bergegas menuju hotel, untuk menyelesaikan daftarnya yang kedua yaitu berdansa bersama di prom night.


Dengan gaun putihnya Cherryl terlihat begitu cantik dan anggun, sedangkan Clay tampak tampan dan gagah dengan stelan jas hitam.


Clay yang sudah menyiapkan kejutan sengaja menutup mata Cherryl dengan kain, ia menuntun istrinya dengan sangat hati-hati menuju ballroom hotel.


"Kok aku deg-degan ya," ucap Cherryl, gugup.


"Ya deg-degan kan kamu hidup," celoteh Clay.


"Bukan itu ... Ini kapan nyampenya sih perasaan dari tadi kita jalan terus," protes Cherryl yang sudah tidak sabar untuk melihat kejutan yang di beri oleh Clay.


"Oke, udah sampai aku hitung sampe tiga baru kamu boleh buka mata ya," ujar Clay membuka kain yang menutupi mata Cherryl.


"1 ...."


"2 ....."


"3 ...."


CHERRYL WILL YOU MARRY ME?


Sebuah tulisan, yang terbuat dari lampu Tumblr berukuran besar membuat Cherryl tak bisa berkata-kata. Matanya langsung berkaca-kaca saat Clay berlutut di hadapannya sambil mengasongkan kotak kecil berwarna merah yang di dalamnya terdapat sebuah cincin berhias berlian merah darah.


"Mungkin ini aneh tapi, tidak apa-apa ... meskipun kita sudah menikah sebelumnya tapi aku ingin mengulangnya kembali. Jika pada awalnya pernikahan kita karena terpaksa dan di jodohkan kali ini aku ingin menikahi mu karena aku mencintaimu tulus dari lubuk hatiku yang terdalam." Clay menarik napasnya panjang, ia terlihat sangat gugup.


Clay menatap manik mata Cherryl dalam ia mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba berdebar dengan kencang.


"Aku mau," sambar Cherryl sebelum Clay melamarnya.


"Tapi, aku belum mengatakannya," protes Clay salah tingkah.


Cherryl membangunkan suaminya lalu, tersenyum dengan begitu manis.


"Kau terlalu lama mengungkapnya, jadi aku langsung menerima lamaran mu," jawab Cherryl memegang kedua tangan Clay.


Clay tersenyum, matanya ikut berkaca-kaca. Mungkin Cherryl adalah istrinya yang sudah lama ia nikahi tapi, untuk melamarnya ini adalah hal yang pertama kali Clay lakukan.


"Terimakasih sudah menerima lamaran ku," ucap Clay menyematkan cincin di jari manis Cherryl lalu mengecup keningnya.


Clay mengasongkan tangannya, ia setengah membungkuk dan mengajak Cherryl untuk berdansa. Cherryl mengangkat gaunnya sedikit dan menyambut ajakan Clay dengan senang hati.


Di bawah lampu yang hanya menyorot pada keduanya, Clay dan Cherryl berdansa dengan begitu indah di iringi lagu romantis membuat keduanya hanyut.



"Kau cantik hari ini," puji Clay yang tak lepas memandang Cherryl.


"Kamu juga tampan hari ini." Cherryl balik memuji suaminya.


Keduanya pun saling berci*uman, sebuah ci*uman yang semakin lama semakin dalam dan panas.


Di saat Clay dan Cherryl tengah berbunga-bunga, di sudut ruangan ada pria yang tengah meratapi nasibnya sebagai seorang jomblo, Erick menatap haru pada pasangan yang sedang berdansa dengan romantis. Ia mengusap air matanya entah itu air mata kesedihan, entah air mata bahagia karena melihat kedua sahabatnya yang bisa bersatu kembali dengan bahagia hanya Erick lah yang tahu.


Bersambung.....