VIRGIN NOT FOR SALE

VIRGIN NOT FOR SALE
AKHIR CERITA



Pagi menjelang, mereka terbangun dengan perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, Amanda yang merasa malu, sedangkan Evan yang tidak tahu diri untuk meminta jatah lagi.


"Sayang, ayo kita lakukan lagi."


Amanda membenamkan mukanya pada bantal. Bahkan menatap ke arah Evan saja ia masih merasa malu.


"Kau sudah kubuka semalaman, kenapa kau masih malu?"


"Aku belum terbiasa."


"Oke kalau begitu, tidak ada yang bisa aku lakukan selain membuatmu terbiasa kan?"


Amanda terkekeh geli saat Evan kembali merajuk dan mulai menggelitiknya. Amanda pada akhirnya hanya bisa pasrah saat Evan kembali meminta dirinya untuk melakukan lagi bersama.


Dan selama tiga hari ke depan, rencana Evan untuk bermain dengan Amanda di area puncak ini telah gagal total. Mereka hanya menghabiskan lebih banyak waktu berada di kamar dan di atas ranjang. Evan seperti tidak ada habisnya, Amanda dibuat kelelahan hingga ia tidak mempunyai tenaga lagi.


"Terima kasih, aku mencintaimu." Evan mengecup bibir isterinya itu untuk yang kedua kali.


"Aku ingin istirahat," celetuk Amanda saat hari ini dia tidak bisa menghitung lagi berapa banyak yang ia minta.


"Iya, sayangku. Maafkan aku. Kau benar-benar seperti candu." Evan terkekeh geli dengan perbuatannya. Tapi mau bagaimana lagi? Evan sudah terlalu lama untuk menunggu, dan ketika Amanda membuka lebar tubuhnya, Evan tidak akan pernah menyia-nyiakannya.


"Tidur lah, sayang. Aku janji aku akan berhenti untuk hari ini." Evan kembali mengecup pipi itu sambil menyelimuti Amanda. Tapi sepertinya, Amanda sudah tidak kuat lagi menahan rasa kantuknya. Ia kemudian terlelap, jatuh ke dalam kegelapan untuk mengistirahatkan tubuhnya.


***


Hari berganti dengan sendirinya. Semua berjalan dengan indah dan Evan benar-benar bahagia. Mereka bergandengan tangan menyusuri senja saat perut Amanda membuncit dengan sempurna.


"Hati-hati, ini sudah sembilan bulan. Anak lelakiku sebentar lagi akan keluar."


"Iya, sayang."


Roberto dan Melina juga bergandengan tangan saat melihat mereka berada di kebun mawar milik Melina di pekarangan luas rumahnya.


"Hati-hati, sayang. Bayimu."


"Tidak apa-apa, Ma." Amanda tersenyum dan menatap ke arah Mamanya.


Ya, Amanda memutuskan untuk tinggal sementara waktu dengan Roberto dan Melina. Evan tahu, saat bayinya nanti lahir mungkin Amanda butuh seorang teman. Dan Amanda mengatakan ia ingin sekali bersama dengan Melina dalam mengurusi bayinya nanti.


Tentu saja hal itu membuat Roberto dan Melina senang. Tidak ada yang tahu betapa bahagianya Roberto kala melihat puteranya itu berada dalam satu atap yang sama.


Mereka kemudian duduk di meja makan yang sama. Mereka saling tertawa bahagia, Evan terus meremas tangan Amanda begitu pun dengan Roberto yang tidak henti-hentinya meremas tangan Melina.


"Terima kasih, sayang. Kau mau tinggal di sini."


Evan mengangguk. "Ya, Mama pasti juga senang kan mempunyai teman untuk mengurusi kebun belakang rumah."


Deg.


Jantung Melina seperti berhenti untuk berdetak kala mendengar kalimat itu. Begitu pun juga Roberto dan Amanda.


Kita semua tahu bahwa Evan sama sekali belum pernah memanggil Melina dengan sebutan Mama.


Tiba-tiba ada tangis yang pecah di sini. Melina tiba-tiba menangis dengan sangat keras ketika tidak percaya mendengar Evan memanggilnya dengan sebutan Mama.


"Mama? Aku tidak salah dengar kan?"


Evan berdehem. "Aku lapar. Berikan aku makanan."


Melina kemudian berdiri, ia melangkah mendekat ke arah Evan dan memeluknya erat-erat. "Terima kasih, terima kasih."


"Mama, sudah lah. Kau membuatku malu di depan isteriku. Aku bukan anak kecil. Hey! Kenapa kau memelukku!"


Dan lagi-lagi, setelah ia mendengar namanya disebut dengan panggilan Mama, Melina malah kembali menangis dan semakin memeluk erat Evan.


Sedangkan Roberto dan Amanda hanya tersenyum, terkekeh melihat interaksi antara Ibu dan anak itu.


Lalu, semuanya berakhir dengan sempurna. Amanda akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan yang benar-benar membahagiakan mereka dengan sempurna.


***


"Aku mencintaimu,"


"Aku juga mencintaimu."


Di rumah sakit, mereka menatap bayi mereka dengan begitu haru. Beberapa teman mengunjungi mereka termasuk Beryl, mereka mengucapkan selamat atas kelahiran bayi mereka yang benar-benar membuat mereka bahagia.


Sampai pada suatu ketika Monika datang lagi ke kehidupan mereka, tapi dengan cerita yang berbeda. Beryl menggenggam tangan Monika dan memperkenalkan kalau Monika adalah kekasihnya.


Beryl sedikit takut dengan reaksi Evan, tapi ternyata Evan dan Amanda sudah memaafkan semua hal yang ada di masa lalu mereka. Karena masa sekarang, jauh lebih membahagiakan dari pada terus menerus menatap ke arah masa lalu.


Mereka pada akhirnya tertawa bahagia. Evan merangkul Beryl, dan Amanda menyambut lebar-lebar Monika yang meminta maaf kepadanya.


Amanda dengan Evan, dan Beryl dengan Monika.


Semuanya begitu sempurna dengan kebahagiaan. Dan mereka janji, bahwa mereka akan terus menerus mempertahankan kebahagiaan sampai nanti selamanya.


Mereka begitu bahagia. Sampai-sampai Amanda tidak sadar bahwa sebuah ponselnya bergetar. Nama Paman muncul di atas layar tapi Amanda masih belum mengetahuinya.


Mungkin, Paman akan minta maaf?


Atau mungkin, Pamannya akan menangis minta diberikan tempat tinggal.


Tapi yang jelas, Amanda masih sibuk dengan kebahagiaannya sendiri. Mungkin nanti, Amanda akan berpikir ia akan bersikap bagaimana terhadap Paman dan Bibinya.


Tapi tidak sekarang, karena Amanda masih terlalu sibuk dengan kebahagiaannya sendiri.


***


TAMAT (Devi Nanda)


Instagram : hi_alaleana


Kenapa tamat ...? ya karena emang segini di tulisan aku...


HTA juga bentar lagi tamat?


why ...? karena aku gag ingin ceritaku malah pergi ke mana-mana dan jatuhnya malah ga nyambung nantinya.


dan setelah aku menamatkan dua cerita itu, izinkan aku untuk vakum di dunia noveltoon untuk waktu2 yang mungkin agak lama...


hehe, bukan karena apa2. karena aku memang ada projek nulis di tempat lain. so, jangan lupa ikutin aku di Instagram ya... supaya kalian bisa tahu aku nulis dimana aja...


jangan lupa di follow akunya di Instagram juga (dih, ngarep wekaweka)


see u,


love u gais