
Demi menjaga perasaan halus putranya, Venus hanya bisa menggumamkan kepuasan itu dalam hati. “Akhirnya dia tertangkap juga!”
Menurut pemikiran Venus, semua tindakan kriminal pria itu perlahan akan diungkap setelah penangkapan ini. Chester benar-benar lihai dalam menjalankan strategi dan mencari sekutu.
“Apakah Chester mengajak Lennox dengan tawaran menjadi pewaris keluarga Von Amstel? Rasanya tak mungkin. Karena tanpa campur tangan orang lain pun, Lennox akan menjadi ahli waris utama satu-satunya. Kecuali kalau ... berita kematian Hugo belum terkuak!”
“Mata Venus membelalak lebar. Bagaimana para pelayan dan penjaga tak ada yang mengetahui kematiannya?” pikir Venus tak mengerti.
Lama menunggu, Chester dan Lennox belum keluar juga dari ruang dalam. Ruang yang tak semua anggota keluarga bisa masuki. Venus tak pernah pergi lebih jauh dari ruang makan dan sekali ke ruang kerja Damon bersama Hugo di awal pernikahan mereka.
“Apa yang membuatnya lama sekali belum keluar?” desis Venus tak sabar. Dia merasa tegang. Seberapa jauh penjara bawah tanah rumah Damon? Venus berusaha mengingat pulau karang tempat bangunan itu berdiri. Tidak terlalu tinggi juga dari permukaan laut. Mungkin sekitar dua puluh meter saja dari dermaga, dimana beberapa speed boat dan yacht mewah Damon ditambatkan.
“Yah ... dengan tinggi segitu, dia masih bisa membangun dua lantai bawah tanah secara aman.” Venus mengangguk yakin.
Dengan asumsi itu, Venus menunggu dengan sabar. Sementara Damon sendiri sudah dibawa pergi dengan helikopter oleh kepala polisi sendiri.
Tak lama mendarat helikopter ambulans. Itu membuat Moreno dan dirinya terkejut. “Siapa yang sakit?” gumam anak kecil itu.
Satu per satu petugas medis turun dan membawa brankar. Kemudian brankar kedua. Dan mendarat lagi helikopter rumah sakit lain, disertai turunnya beberapa petugas medis. Mereka membawa brankar lagi.
“Berapa banyak yang sakit di dalam bangunan itu?” Mata Venus terbuka lebar ke layar tivi. Mulutnya mengatup rapat, menahan geram.
Lalu muncul Chester, mengiringi satu brankar yang didorong ke keluar. Venus tak bisa melihat dengan jelas siapa yang didampingi ayahnya. Petugas kamera dilarang menyorot wajahnya.
Lalu muncul Lennox. Dia juga mengiringi satu pasien lain. Wajah Lennox terlihat merah dibawah sinar lampu sorot. Entah dia lelah, sedang dalam pengaruh alkohol, atau menahan marah. Pria itu benar-benar pendiam di sana.
Dua pasien itu dibawa pergi dengan helikopter. Lennox mendampingi keduanya. Sementara itu, Chester memberi isntruksi beberapa orang dan kembali ke dalam.
Masih ada dua pasien lagi menyusul keluar dari ruang dalam. Para penyiar tivi itu mengatakan masih belum bisa mengkonfirmasi nama-nama orag yang diduga sakit akibat hukuman Damon di penjara bawah tanah. Sementara mereka belum boleh meninjau ke dalam, hingga situasi aman.
***
Di sebuah rumah sakit, Seorang pria yang masuk pagi itu dengan luka sayatan besar di leher, masih belum sadarkan diri. Dia belum lepas dari masa krisis. Terlihat layar di samping tempat tidur yang mendeteksi detak jantungnya. Selang infus dan selang untuk mengalirkan darah juga terpasang di kedua lengannya. Di sebelahnya, pengawal setianya menunduk sedih dan cemas.
***
Dalam seminggu, berita penggrebekan kediaman Damon von Amstel menguasai acara televisi. Setelah penggrebekan itu, tuntutan yang dilayangkan padanya, jadi makin banyak. Apa lagi saat polisis memeriksa catatannya. Beberapa orang musuhnya ternyata juga pernah ditawan dan tewas dalam kekejamannya.
Venus menggeleng melihat berita. Chester tak banyak mengatakan apapun. Dia hanya memenuhi janji Venus pada Hugo, untuk menyelamatkan ibu Hugo dan kekasih Frisia. Yang lain adalah urusan Penguasa Kota, Baron Holloway, mau membuat tuntutan seperti apa.
“Kakek, ayo berenang,” ajak Moreno dari pinggir kolam. Nancy menemaninya bermain air di kolam kediaman Chester.
“Baiklah ... tapi tidak boleh lama-lama,” jawab Chester.
Angin kencang musim gugur berhembus, menggoyangkan jejeran batang cipres yang tinggi. Udara yang mulai dingin, mendinginkan hati orang-orang yang sebelumnya penuh dengan dendam. Kebahagiaan menanti mereka yang sabar dan berusaha keras.
End --
Terima kasih untuk pembaca setia yang sudah mengikuti dan mendukung novel ini dari awal. Sementara author mau selesaikan kisah Eric. Lalu memulihkan kesehatan.
Terima kasih untuk semua support, Gift, Like, komen, Vote, Rate dan tap lovenya yaa..
Thanks alot for my readers: @nurul zakiyah, @vhye, @Evi Ridho, @Silvia Dewi, @Pena Darah, @ Atie Bundanya Afifa,@azzalea, @Lwa, @Jumriah Jum, @F Intan, @Widia Hera, @Nani Kurniasih, @Imran Kalimanjaro dan masih banyak yang lain yang tak bisa ditulis satu persatu.
Banyak cinta untuk semuaa