Up

Up
Juh



"Aaaah~" Yunna menidurkan kepalanya ke meja, menindihi laptop yg terbuka


"Udah bergadang semaleman tapi tugas masih belom kelar. Gue harus gimana?"


Ponsel Yunna berdering. Ia mengangkatnya, menyalakan mode speaker tanpa melihat siapa yang menelpon


"Halo?" Kata Yunna tanpa mengubah posisinya


"Lo masih di rumah?"


Yunna mengangkat kepalanya melihat siapa yg menelponnya


"Siapa?"


"Masa gak apal sama suara pacar sendiri?"


"Bukan suara JHope. Lagian mana bisa dia bahasa Indonesia" gumam Yunna berpikir


"Luwak white kopi passwordnya?" Tanyanya


"Paitnya di kopi manisnya di kamu"


Yunna tertawa begitupun si penelpon


"Dapet nomer gue dari mana?" Tanya Yunna lagi


"Dari mana-mana hati ku senang"


"Gak jelas gue matiin"


"Baperan amat. Lo ada kelas jam berapa?"


"Kepo amat"


"Gue otw rumah lo"


"Ngapain?"


"Minta infak"


Sambungan di matikan oleh Leon


Yap!


Yg menelpon Yunna adalah Leon


"Gak jelas banget manusia"


Yunna kembali menidurkan kepalanya


"Oke! Kita tidur 10 menit"


S


K


I


P


"Unaaa" panggil Jeo di depan pintu kamar Yunna


Tidak ada sautan, Jeo membuka pintu


"Begadang lagi pasti" gumam Jeo melihat adiknya tidur dengan posisi duduk


Ia menutup kembali pintu dan pergi ke luar ingin membeli sarapan


Jeo menatap seorang laki-laki yang duduk di motor di depan rumahnya


Leon juga menatap Jeo


"Cari siapa?" Tanya Jeo


"Yunna"


"Siapa?"


"Gue pacarnya Yunna" jawab Leon percaya diri


"Pacar?"


"Yunnanya ada?"


"Sejak kapan?" Tanya Jeo


"Hah? Apanya?" Bingung Leon


"Sejak kapan kalian pacaran? Lo satu kampus sama Yunna?"


'Ni cowo siapa sih? Bapaknya? Gak mungkin, masa muda banget. Abangnya kali ya?' -Leon


"Udah 2 minggu. Lo siapa?"


"Gue abangnya Yunna"


"Oh, gue Leon"


Tanpa membalas ucapan Leon, Jeo kembali masuk ke rumahnya. Ia masuk ke kamar Yunna


"De" panggil Jeo membangunkan Yunna


"5 menit lagi abang" jawab Yunna tanpa bergerak


"Sejak kapan kamu pacaran?"


Yunna membuka mata, mengangkat kepalanya menatap Jeo


"Engga" sangkal Yunna


"Jangan bohong"


"Engga abang, aku gak pacaran"


"Terus di depan siapa? Abang tanya katanya pacar kamu"


"Hah?" Bingung Yunna


Ia berpikiran, maklum lemot baru bangun tidur


'Mampus' -Yunna


"Leon? Dia bukan pacar aku bang. Beneran deh, seriusan. Dia kan tukang luwak, lagi ngelawak dia. Dia mau minta infak" jawab Yunna


Ia bangun dan langsung keluar menghampiri Leon


"Lo gila apa? Ngapain kesini bego?"


"Gue waras, enak aja ngatain gue gila" omel Leon "Ya gue jemput lo lah, ya kali minta infak beneran" tambahnya


"Gue berangkat sama abang gue. Udah sana pergi sebelum abang gue bawain golok buat lo"


"Ohhh,, yg tadi itu abang lo"


"Udah sana pergi elah"


"Gue kesini mau berangkat bareng lo"


"Gue berangkat sama abang gue ih! Please ya Leon, duluan aja. Gue gak mau kena marah  abang gue" mohon Yunna


"Tapi ada syaratnya"


Leon memakai helm, menyalakan motornya lalu pergi


...🌸🌸🌸...


"Oh, dia cewe yg lagi deket sama Leon"


"Keliatan banget lontenya"


"Pake pelet kali. Coba tanya beli pelet dimana"


"Apa sih yg diliat sama Leon?"


"Paling juga cuma jadi maenan"


Yunna menghela napas. Ia masuk ke perpustakaan, langsung duduk membuka laptopnya


Perpus tidak terlalu ramai


Semenjak dekat dengan Leon. Banyak wanita yg tidak suka pada Yunna. Membicarakannya terang-terangan dan mencaci maki


Penyebabnya apa?


Ya karena banyak wanita yg tidak suka melihat Yunna dekat dengan Leon


Untung saja Yunna tipikal wanita cuek dan tidak peduli apa yang mereka bicarakan tentangnya selagi mereka tidak kasar


Yang ia pikirkan sekarang bukan mereka yg membicarakannya, tapi memikirkan abangnya yg mendiaminya


Lagi, Yunna menghela nafas. Menatap leptopnya bengong


Ellen menghampiri Yunna, duduk di hadapan Yunna yg masih diam


"Lo bergadang lagi?" Tanya Ellen


"Hmmm" jawab Yunna tanpa bergerak


"Katanya udah kelar?"


"Hmmm"


"Terus ngapain lo bergadang?"


"Hmmm"


"Lo gila?"


"Hmmm"


Ellen menghela napas melihat sahabatnya itu


"Ck! Gimana dong El?" Tanya Yunna


"Kenapa sih? Kayanya hidup lo gak ada berwarnanya gitu. Item semua kek ****** Ziko"


"Pagi Leon ke rumah dan ketemu sama bang Je. Dia bilang sama bang Je kalo dia pacar gue. Jadinya abang diemin gue" cerita Yunna


"Ya lo jelasin aja siapa Leon"


"Abis gue cerita kejadian ciuman itu terus gue di kerem gak boleh keluar. Gila aja kali"


"Kan lo bisa ngarang cerita elah. Di skip aja kejadian ciumannya"


Yunna menghela napas


"Awa belom dateng?"


"Belom, dia berangkat bareng Hanif keknya"


"Si Koko pandan mana?"


"Gak tau, chat gue belom dibales" Ellen memeriksa ponselnya


...🍃🍃🍃...


Argha tersenyum melihat Ran yg sepertinya ingin ke kantin


Ia melempar bola basket yg ia pegang ke Dimas lalu berlari menghampiri Ran dan menjempit lehernya


"Apaan sih Aga ihhh? Lepas! Ketek lo bau" berontak Ran


"Siapa suruh gak ngangkat telpon gue hah?"


"Lepas ih, engap bego"


Argha melepas rangkulannya


"Ketek lo bau asem banget najis"


Argha mengangkat tangannya dan memberikan keteknya meledek Ran


"Aga bego! Jorok banget najis!" Ran memukul-mukul lengan Argha


Argha tertawa puas, sedangkan Ran menatap Argha jengkel


Tentu saja Ran tidak diam


"Eh Ga, lo udah tau belom?"


"Tau apaan?" Tanya Argha


"Itu loh, masa lo gak tau sih?"


"Apaan sih? Gak jelas banget lo hujan"


"Ih seriusan, lo gak tau?"


"Apaan?"


"Sini dah gue bisikin"


Argha mendekatkan telinganya


Ran tersenyum


"AGA JELEK KAYAK BAGONG" Teriak Ran di telinga Argha dan langsung berlari


Argha memegangi telinganya, menatap Ran jengkel


Ran berhenti berlari, berbalik menatap Argha, memeletkan lidahnya tersenyum puas lalu berlari lagi


Argha tidak diam, ia ikut berlari mengejar Ran


"Awas ya lo hujan kalo kena. Gak gue kasih ampun" teriak Argha


Ternyata sedari tadi Hani memperhatikan Argha dan Ran


"Kok mereka deket banget" gumam Hani


"Dia kak Ran, anak OSIS juga. Sekertarisnya OSIS" jawab Siti yg mendengar gumaman Hani


"Oh" balas Hani seadanya


"Yg gue denger mereka tuh deket pake banget. Katanya sih sahabatan. SD bareng, SMP bareng dan sekarang juga bareng. Tapi banyak juga yang bilang mereka pacaran. Gak tau juga sih"


"Gak ada namanya persahabatan antara cowok sama cewek" gumam Hani


"So, sekarang gue bisa liat kalo ternyata lo suka sama kak Argha"


Tbc~