Up

Up
Ma



"Oke, sampai sini ada yg ingin ditanyakan?" Tanya pak Ahrul


Ziko dengan percaya diri mengangkat tangannya


"Iya kenapa Zikolla?"


"Dalam cairan di dalam suntikan itu apa pak?" Tanya Ziko


"Obat lah goblok" itu Ellen ngomong pelan tapi gak nyelo


Yunna dan Nazwa sudah menahan tawanya


"Obat yg berbentuk cairan. Tadi kan saya sudah jelaskan"


"Oh iya, bisa gak pak kalo obatnya saya campurkan dengan Aqua? Biar bisa diminum aja. Soalnya kan banyak orang yg takut di suntik. Saya juga pengalaman pak, takut sama jarum suntik"


Banyak mahasiswa yg tertawa dengan ucapan Ziko. Ya termasuk Yunna dan Nazwa. Sedangkan Ellen sudah masa bodo amat dengan kelakuan kawannya itu, dan Hanif menggelengkan kepalanya


"Saat SMP ada penyuntikan, pas saya di suntik malah salah tusuk dokternya. Dari situ saya agak-agak ngeri sama suntikan" tambahnya


Tawa Yunna dan Nazwa pecah mengingat saat itu. Ellen dan Hanif ikut tertawa


Mereka sudah bersama sejak SMP


Pak Ahrul menghela napas sabar


"Terus kenapa kamu masuk jurusan kedokteran Zikolla?"


"Saya ikut temen-temen saya"


"Sekian penjelasan hari ini. Saya tunggu tugas yg belum di kumpulkan sampai besok sore" ucap pak Ahrul malas meladeni muridnya itu lalu keluar dari kelas


"Jahat banget pak Ahrul, gue nanya kaga di jawab. Giliran gue belom ngumpulin tugas dia ngejar-ngejar gue. Gue gak ngumpulin tugas mampus loh" dumal Ziko


Orang-orang mulai meninggalkan kelas


"Yang ada elo yg mampus kalo gak ngumpulin tugas bego. Nilai lo yg mampus. Kaga naek mampus lo" Ellen


"Lo kira SMA ada naek-naekan"


"Lagian pertanyaan lo gak bermutu banget" Nazwa


"Contohnya pertanyaan yg bermutu tuh kaya gimana coba?"


"Kapan lo mati misalnya" skakmat kalo udah Yunna yg jawab


"Astagfirullah, kematian, jodoh dan rezeki Allah yang atur. Lagian mau banget kalo gue mati. Gue masih belom punya banyak bekel buat ke akhirat"


"Udah lah, mending kita ke kantin. Urusan mati lanjut di bahas nanti" Hanif


"Let's go" setuju Yunna


Akhirnya merek keluar kelas dan menuju kantin


~


"Siti anterin aku ke kelas XI.Ipa1 ya. Mau ngasih kue ke kak Argha"


"Ngasih kue apaan?"


"Kemarin kak Argha bantuin aku bawa belanjaan"


"Kok bisa?"


"Ternyata rumah yg baru aku tempatin satu komplek sama rumah kak Argha, cuma beda blok doang" jawab Hani sambil tersenyum senang


"Suka ya lo sama kak Argha?"


"Hah? Engga"


"Bohong banget. Keliatan tau"


Hani memegang wajahnya


"Engga ih, anterin ya"


"Iya, ayo"


Hani dan Siti berjalan menuju kelas 11.1 IPA


"Kamu ya yg manggilin" kata Hani


"Engga ah, lo aja. Lo yg ada perlu"


"Manggilnya gimana?"


"Maaf kak, ada kak Argha nya gak?" Tanya Siti kepada 3 cewe yg sedang duduk di depan kelas


Salah satu dari mereka bangun, membuka kaca jendela


"Aga ada yg nyariin lo" teriaknya


"Siapa?" Tanya Argha


"Siapa?" Tanya cewe itu menatap Siti


"Hani kak"


"Hani, ade kelas"


"Bentar"


"Bentar katanya"


"Makasih kak"


"Hmmm"


Tidak lama Argha keluar


"Kenapa?" Tanya Argha


"Ini dari Bunda kak" Hani memberikan kotak makan yg berisi kue


"Hmmm? Buat gue?"


"Kemaren Bunda udah nyiapin buat kak Argha, tapi kak Arghanya udah pulang"


"Keberan gue lagi laper, makasih ya"


"Iya kak, sama-sama. Aku duluan ya kak"


"Hmmm"


Hani tersenyum, Argha juga. Lalu ia pergi menarik Siti


"Cieee yg lagi suka sama seseorang" ledek Siti melihat temannya sedari tadi tersenyum


"Apaan sih, engga ya" sangkal Hani


"Iya engga, tapi nanti sukanya"


"Engga ih. Udah ah gak usah ngeledek ihhh"


Siti tertawa


"Iya deh maaf"


~


"Cantik tapi kelakuan brengsek apa guna" balas Yunna


Mereke berjalan akan pergi ke perpustakaan


"Ada alesannya dia kayak gitu Na. Lo mah berprasangka buruk terus orangnya, heran"


"Berprasangka buruk apaan sih, orang keliatan dari mukanya kalo mukanya muka setan"


"Cakep juga dia dari pada lo"


"Suka gak inget siapa yg nemenin lo pas lagi nangis-nangis. Penghianat banget"


Ziko merangkul Yunna


"Lo cantik dari yg tercantik deh Na"


"Nyenyenyenye" balas Yunna menye-menye


"Kak Ziko"


Keduanya menoleh


"Caca? Lo ngapain di sini?" Kaget Ziko


Yunna menatap Caca tidak suka


"Lagi kunjungan ke Universitas. Kak Ziko kok enggak bales chat aku sih?"


"Itu, gue gak punya kuota"


"Tapi aku chat ceklis 2"


'Mampus! Jawab apa gue' -Ziko


"Ngapain di dibales, males juga ngebalesnya. Iya kan Ko" balas Yunna


"Kak Ziko males jawab chat aku?"


"Engga! Bukan gitu" jawab Ziko


"Lo kenapa sih gak suka banget kayaknya sama gue" kata Caca menatap Yunna


"Ya iya lah gak suka. Gue masih normal suka sama cowo"


"Emang lo tuh siapanya kak Ziko sih? Terlalu ngatur-ngatur tau gak"


"Lah Lo siapanya Ziko? Emaknya? Bukan, bapaknya juga bukan. Pacarnya apa lagi. Cuma mantan ya sorry. Udah selingkuh tapi masih aja ngejar-ngejar Ziko, gak tau diri banget"


"Unaaa" kata Ziko


Ia takut jika Yunna dan Caca bertengkar seperti dulu


"Kak Ziko mau gak temenin keliling kampus?" Tanya Caca mengalihkan pembicaraan


Yunna menatap Ziko yg menatapnya seolah berkata 'jangan'


"Aku minta tolong loh kak"


Ziko menatap Yunna seolah berkata 'maaf'


"Sorry Na, nanti gue telpon"


"Gue blokir nomor lo" balas Yunna lalu pergi


"Punya temen bego banget, heran. Disakitin beberapa kali masih aja suka. Gak punya pikiran apa si Koko pandan. Ah kesel banget" dumal Yunna sambil berjalan


"Woi!"


"Anying!" Kaget Yunna


Pok


Leon memukul bibir Yunna pelan


"Apaan sih ih! Maen tepak- tepak aja" kesal Yunna mengelusi bibirnya


"Mulutnya kasar amat"


"Bodo amad, mulut-mulut gue. Suka-suka gue lah"


"Gue gak suka cewek kasar"


"Terus kenapa? Gak peduli juga gue"


Leon berdiri di hadapan Yunna


"Awas ih! Gak usah nyebelin deh lo. Gue lagi gak mood berantem"


"Lo mau kemana?" Tanya Leon


"Bukan urusan lo"


Leon menggenggam tangan Yunna dan menariknya


"Lo apa-apaan sih!? Kebiasaan banget suka narik-narik. Emang gue tambang apa!"


Leon tidak mendengarkan omelan Yunna


"Mau kemana? Gue mau kerja kelompok di perpus"


"Temenin gue makan"


"Hah?"


"Temenin gue makan elah, budek banget punya kuping. Gue traktir dah"


Yunna tersenyum


"Oke, gue suka nih kalo gini"


"Guenya suka gak?"


"Siapa lo?"


"Pacar lo lah"


"Najis!"


TBC~


...----------------...


.............


~Chaca Anggita





Mantan Ziko, 1 tahun 3 bulan mereka pacaran. Adik kelasnya, beda 3 tahun. Suka putus nyambung soalnya sifat si Chaca yang rese pake banget, sedang Ziko yang sabar pake banget. Mereka Putus soalnya Ziko udah gak tahan sama kelakuan Chaca, terlebih lagi Chaca ketauan selingkuh. Susah banget Ziko move onnya soalnya udah sayang banget katanya sama Chaca merica hey hey. Yunna sama Ellen seneng pake banget Ziko sama Chaca putus