Up

Up
Ma Luh Pan



Happy Reading...


~


~


~


"Ayang gue belom dateng?" Tanya Yunna yang baru datang


"Gue potong, dijadiin opor" balas Yoga


"Itu ayam, kambing!"


Yunna duduk di sebelah Alif, meletakan paper bagnya di meja. Dia sedang di kantin fakultas gedung sebelah bersama anak Bangtan kecuali Agam dan Leon


"Gak ada yang mau ngadain prank buat Leon?"


"Kalo lo mau prank, gue gak ikut-ikutan" balas Alif


"Kenapa gitu?"


"Kalo udah pundung, serem banget pacar lo, Na."


"2 kali kita prank, kapok kita. Gak mau mau lagi" kata Nico


"Kok bisa?" Penasaran Yunna


"Pertama kita prank, dia ngediemin kita seminggu. Yang kedua, dia ngamuk abis"


"Kalian kalo nge-prank keterlaluan sih."


"Yaaa namanya juga prank" balas Yoga


"Gak asik banget"


"Lo aja sono yang prank. Kalo yang prank elo, gak bakalan ngamuk kali" Alif


"Gak ah, takut"


"Yeuhhhhhhhh" seru Alif dan Yoga bersamaan


"Morning" sapa Leon yang baru dateng mengusap puncak kepala Yunna


Yunna hanya tersenyum. Ada Bella juga ternyata


"Pindah Lip" suruh Leon


"Ck! Udah pewe ah!" Kesal Alif, tapi pindah juga duduknya


Bella duduk di sebelah Yoga, berhadapan dengan Yunna


"Nih, dari Mama" Yunna memberikan paper bag yang dia bawa


"What this?"


"Roti bakar"


"Leon doang, kita mah engga?" celetuk Yoga


"Itu kan ada 5 potong, pas noh bagi-bagi"


"Engga mau! Orang Mama buatin buat gue" tolak Leon


"Pelit banget, najis" kesal Alif


"Apa kabar Bel?" Sapa Yunna sekedar basa-basi lah. Padahal mah males banget nyapanya


Bella tersenyum


"Baik kok" balas Bella "Tadi uduknya enak banget, besok-besok kita kesana lagi ya" tambahnya menatap Leon


Owhhh, ceritanya mau pamer abis ngeuduk dulu


"Pantesan lama. Ngeuduk dulu" celetuk Yoga mewakili Yunna


'Segala ngomong lagi' -Leon


"Lo kan udah kenyang, buat yang lain aja rotinya" kata Yunna


"Enak aja! Mama buatin buat gue, jadi buat gue lah. Gue masih laper, nih ya gue makan" Leon membuka kotak makan, lalu memakan sepotong roti bakar


Yunna tidak menanggapi, memilih memainkan ponselnya


"Lo bawa motor?" Tanya Leon


"Iyaaa" balas Yunna tanpa menoleh


"Gue bilang jangan bawa motor sendiri"


"Terus gue berangkat ke kampusnya terbang?"


"Kan bisa-"


"Apa?" Potong Yunna "Lo kan berangkat sama Bella. Sekarang Ziko bareng Letha. Alif motornya lagi di bengkel, dia bawa mobil. El juga bawa mobil, bareng Awa. Kalo punya sayap, gue mending terbang" tambahnya


"Lo kan malaikat tanpa sayap" celetuk Nico membuat Alif dan Yoga tertawa


Leon tidak mau kalah ngomong lah


"Kan bisa-"


"Udah ah, gue duluan. Ada kelas pagi" potong Yunna lagi lalu pergi


Tapi kalah ngomong juga dia


Yoga menatap Bella


"Gue tau, lo sengaja kan bilang kayak gitu. Tolong dong Bel, jangan jadi perusak hubungan orang. Leon sama Yunna saling sayang, jangan ganggu hubungan mereka" katanya lalu pergi juga


"Apaan sih Yoga ngomongnya?" Kesal Bella


"Kita juga duluan ya Bel" kata Alif, menarik Nico untuk ikut pergi menyusul Yoga


Diantara anak Bangtan, Yoga adalah orang yang paling tidak suka melihat Bella yang menurutnya diam-diam merusak hubungan Yunna dan Leon. Sama seperti Ellen, ia akan sangat terang-terangan menegur atau marah seperti tadi jika sikap Bella keterlaluan





"Mah"


"Kamu enggak ke rumah sakit?" Tanya Emy yang sibuk mencuci piring


Jeo duduk di kursi meja makan, menghadap sang Mama


"Engga. Hari ini izin, mau ngobrol sama Mama"


Emy berbalik menghadap si sulung setelah selesai mencuci piring


"Mau Mama buatin teh atau susu?"


Jeo menggeleng kepalanya


Emy menghampiri Jeo, duduk di sebelahnya


Setelah 2 minggu, Jeo baru berani cerita dan ngobrol soal masalahnya dan Galuh


Emy tidak memaksa setiap anaknya untuk menceritakan atau memberitahukan setiap masalah pribadi mereka. Ia percaya, Jeo, Yunna dan Argha akan menyelesaikan masalah mereka masing-masing. Emy akan sabar menunggu sampai mereka sendiri yang ingin bercerita


"Maaf, aku buat masalah lagi"


"Kamu gak salah, kamu gak usah minta maaf" balas Emy "Mama bangga sama kamu. Kamu bertanggung jawab sama ucapan kamu sendiri. Mama dukung semua keputusan kamu yang menurut kamu baik untuk semuanya" tambahnya


"Tapi, Arin?" Tanya Jeo "Aku gak bisa bilang langsung sama Arin. Aku takut Arin marah, benci sama aku. Aku gak kuat liat Arin nangis nantinya" tambahnya


"Umur, rezeki, jodoh udah diatur sama Tuhan. Entah apa yang direncanakan Tuhan untuk kamu, Galuh dan Arin, Mama yakin, pasti Tuhan udah punya rencana baik di balik cobaan ini"


"Mama gak memaksa. Pilihan ada di kamu. Kamu harus memilih yang menurut kamu benar dan baik untuk kita semua. Entah kamu milih Galuh, siap untuk menjadi suami dan ayah untuk anak yang dia kandungan. Atau milih Arin, dan kamu tau kan jika kamu lebih milih Arin?"


"Aku gak bertanggung jawab atas ucapan aku sendiri" jawab Jeo


Emy menganggukan kepalanya. Ia menggenggam tangan Jeo


"Mama ada di samping kamu jika kamu butuh bantuan. Jangan takut"


Jeo menarik sang Mama ke pelukannya


Ternyata tanpa mereka sadari, Galuh mendengar semua obrolan ibu dan anak itu. Menahan tangisnya agar tidak pecah. Sekarang Galuh sangat bingung harus bagaimana. Ia tidak mau membuat Jeo bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan dan merusak hubungan Jeo dan Arin


Atau ia harus menggugurkan kandungannya saja?


Oh tidak! Ternyata kehadiran dirinya hanya menjadi beban untuk keluarga ini


Dan tanpa Galuh sadari, Argha berdiri ditangga menatap sedih Galuh


"Apa gue aja yang nikahin kak Galuh? Tapi gue kasih makan apa kak Galuh sama anaknya nanti kalo gue aja masih minta uang sama Mama?" Gumamnya


"Abang gue, definisi jagain jodoh orang" gumamnya lagi lalu naik, pergi ke kamarnya


🍃


🍃


🍃


Yunna menatap Letha setelah mendapatkan chat dari Ziko


Pantesan diem aja, pikir Yunna


"Tha" panggil Yunna


Letha menoleh


"Ziko emang goblok. Kalo ketemu, gue janji bakal pukul dia"


Letha tersenyum


Ellen dan Nazwa hanya diam, menyimak. Mereka sedang di kantin sekarang


"Gue paham lo pasti marah. Lo berhak marah kok. Tapi lo harus inget, mencintai itu harus bisa nerima kenanga masa lalu orang yang kita cintai. Lo paham kan maksud gue?" Kata Yunna "Apa pentingnya masa lalu? Toh itu cuma kenanga. Yang penting sekarang, adalah masa sekarang untuk menuju masa depan" tambahnya


Kalo masalah penasehat Yunna dan Nazwa bisa dipercaya


"Lo tenang aja Tha, nanti gue bantu pukul Koko pandan kok" Ellen


"Belom kapok kalo belom di selesaing dia mah" Nazwa


Letha tersenyum. "Jangan keras-keras ya mukulnya, nanti sakit" balasnya


'Na, kayanya Letha marah sama gue gara-gara dia tau kemaren gue nganter Caca pulang'


Begitu lah isi chat dari Ziko


Ceritanya kemaren Letha mampir dulu ke Kafe bareng Ellen sama Nazwa. Pas mau pulang Letha nelpon Ziko dan gak diangkat. Ternyata Ziko lagi nganterin Chaca pulang. Gak tau gimana ceritanya Ziko bisa nganter Chaca pulang. Letha kesel dong, udah nunggu Ziko sampe 2 jam. Dari situ Letha diemin Ziko


TBC~