Up

Up
Wa Luh Tu



"Beneran gak papa kita makan dulu di sini? Nanti yang lain marah"


"Gak papa, lagian masih ada 3 jam. santai aja kayak di pantai" jawab Leon meletakan makanan untuk Yunna dan dirinya


"Nanti salahi lo ya"


"Dih! Siapa yang laper minta makan?"


"Kan bisa makan di kantin sekolahan"


"Udah makan" suruh Leon


Yunna tersenyum


"Thank you" ucapnya lalu memakan makanannya


Lagu milik Andmesh Kamaleng yang Cinta Luar Biasa berputar setelah lagu Justin Bieber berhenti


"Gue suka banget sama lagu ini" kata Yunna


Leon menatap Yunna menunggu kelanjutan ucapannya


"Ini tuh lagu yang paling sweet menurut gue, apalagi kalo cowoknya yang nyanyiin buat ceweknya. Pengen banget di nyanyiin lagu ini" lanjut Yunna


"Di nyanyiin sama siapa?" Tanya Leon


"Ya sama cowok gue nanti lah"


"Ko nanti? Gue bisa nyanyiin lagu ini buat lo, gue kan cowo lo"


"Cowo gue? Sejak kapan?"


"Sejak 6 bulan yang lalu"


"Whatever" balas Yunna malas meladeni Leon


-


"1 3 4 5 6, kenapa gak ada 2nya?"


"Apaan sih? Gak jelas"


"Jawab aja dong! Kenapa gak ada 2nya?"


"Lo gak bisa ngitung" jawab Yunna seadanya


"Salah!"


Yunna menatap Leon


"Karena kamu tidak ada duanya. Baper gak? Baper gak? Iya lah! Masa engga"


-


"Kok pake kacang sih?"


"Lah iya ya! Gue lupa gak bilang" jawab Leon. Ia mengambil bubur Yunna


"Sini, kacangnya buat gue" Leon mengambil kacang dan daun bawang di mangkok bubur milik Yunna


"Makanya jangan lupa dong. Kebiasaan lo mah" Yunna mengingatkan


"Iya, maaf"


"Masa lupa, pacarnya sendiri alergi kacang"


Leon tersenyum menatap Yunna


"Iya maaf, gue engga lupa lagi. Gemes banget gue sama lo ay" ucapnya sambil mengacak rambut Yunna pelan


-


"Ay"


"Ayyy"


"Ayang~"


"Gak usah manggil gue gitu ih! Geli banget" jengkel Yunna


"Manggil apa dong?"


"Yaudah sih biasa aja. Repot banget hidup lo"


"Gak seru dong. Biar kayak pacaran orang-orang gitu"


"Yaudah, pacaran aja sama orang-orang"


"Ay"


"Jangan manggil gitu ih!"


"Lo mau di panggil kayak gimana dong? Baby? Honey? Manis? Yank? Ayang beb? My baby bala-bala?-"


"Ih alay!" Potong Yunna


"Atau istri ku? Yeobo biar kayak ala-ala Korea? Una kekasih ku? Lo mau gue panggil apa?"


"Ya Allah berilah kesabaran menghadapi setengah manusia dan maung ini" ucap Yunna tanpa membalas pertanyaan Leon


"Apa buru? Bilang sama gue"


"Yunna aja kayak biasa. Una kek, apalah terserah yang penting gak alay. Malu gue"


"Ayang atau ay"


"Ck! Bodo amad ah, terserah lo maung" Yunna menyerah


Leon tertawa mengelus 3 kali rambut Yunna


~ ~ ~


~ ~


~


"Wayoloh! Masih bilang biasa aja sama Leon? Gak baper apa lo? Kalo gue mah udah baper abis. Gila, sweet pake banget" Ellen menyenggol lengan Yunna


Lamunan Yunna buyar


"Apaan sih, biasa aja" balas Yunna menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal


"Kayanya Leon beneran serius deh Na. Emang lo gak suka apa sama Leon? Kalo gue jadi lo juga, pasti baper. Apalagi lo udah lama sama Leon. Hampir 6 bulan kan?" Nazwa


"Lo masih pengen gini-gini aja? Gak mau coba buka hati buat Leon?" Tanya Ellen


"Bukanya gak mau, tapi gue takut"


"Apa yang lo takutin sih?"


"Nih ya Na, dengerin gue" Ellen memegang kedua bahu Yunna


"Coba deh pikir, kalo misalnya Leon cuma maenin lo doang, mungkin udah dari lama dia ninggalin lo kayak cewe-cewe lainnya. Buktinya sampe sekarang Leon malah makin serius sama lo, bahkan dia juga udah ngenalin lo sama bokap-nyokapnya" jelas Ellen "Gak salahnya buat mencoba. Nikmatin aja dulu yang ada, masalah yang lainnya jangan dipikirin. Lo harus positif thinking, hilangin semua yang negatif. Dicintai harus siap mencintai, semuanya ada sebab akibatnya" tambahnya


"Wawwww! Gue merinding El. Kayanya lo pro banget soal dunia percintaan" Nazwa tertawa


Ellen melepaskan tangannya pada bahu Yunna. Menatap Nazwa jengkel


Yunna ikut tertawa


"Gue kan baik, ngasih saran yang baik menurut gue"


Yunna merangkul Ellen "Iya, makasih sarannya" katanya


~ ~ ~


~ ~


~


Acara sukses besar sampai akhir-akhir acara. Bahkan banyak penonton dari luar sekolah


"Gimana acara pensi hari ini guys? Seru gak?" Tanya Dini selaku MC


"Seru pake banget!"


"Gak mau pulang, maunya di goyang!


"Lanjut sampe subuh!"


"Bangtan lagi dong!"


"Pasti seru lah! Secara kan, guest kita spesial" balas Agung MC juga "Tapi sorry, Bangtan udah pulang" lanjutnya membuat penonton wanita kecewa


"Tapi kalian tenang aja. Ternyata ada seseorang yang mau tampil. Gak kalah ganteng deh kayak kak Agam Bangtan"


"Udah ya gak usah banyak basa-basi deh. Kita panggil aja waketos kita, Argha" balas Agung


Aga naik sambil membawa gitar


"Kasih tepuk tangan yang meriah dong! Ini nih yang buat acara pensi kita sukses besar"


Dengan lucunya Aga melambaikan tangannya


"Btw, gak ada angin gak ada ujan lo mau nyanyi? Biasanya paling susah kalo di suruh tampil-tampil kek gini?" Tanya Dini


Aga menggaruk belakang telinganya


Aga dan Yunna memiliki beberapa kebiasaan yang sama


"Pengen aja sih" jawab Aga seadanya


"Mau nyanyi lagu apa?"


"Judulnya garis terdepan, tapi gue lupa penyanyinya siapa" jawab Aga


"Rasa-rasanya gue paham nih" Dini tersenyum jail


"Udah lah, langsung aja. Good luck bro" kata Agung


Agung dan Dini kebelakang panggung. Sedangkan Argha duduk memegangi gitar siap bernyanyi


"Maaf guys kalo suara gue gak sealus bang Alif" katanya, lalu mulai memetik gitarnya


..."*Bilur makin terhampar~...


...Dalam rangkuman asa~...


...Kalimat hilang makna~...


...Logika tak berdaya*~"...


..."*Di tepian nestapa~...


...Hasrat terbungkam sunyi~...


...Entah aku pengecut~...


...Entah kau tidak peka*~"...


..."*Ku mendambakan mu, mendambakan ku~...


...Bila kau butuh telinga tuk mendengar~...


...Bahu tuk bersandar~...


...Raga tuk berlindung~...


...Pasti kau temukan aku di garis terdepan~ Bertepuk dengan sebelah tangan*~"...


..."*Kau membuat ku yakin~...


...Malaikat tak selalu bersayap~...


...Biar saja menanti~...


...Tanpa batas tanpa balas~...


...Tetap menjelma cahaya di angkasa, Yang sulit tertampik dan sukar tergapai...."...


Lama Argha memainkan gitarnya. Menatap Ran yang menatapnya juga.


..."*Ku mendambakan mu, mendambakan ku~ Bila kau butuh telinga tuk mendengar~...


...Bahu tuk bersandar~...


...Raga tuk berlindung*~"...


..."*Aku lah orang yang selalu ada untukmu~ Meski hanya sebatas teman~...


...Yakin kau temukan aku di garis terdepan,~ Bertepuk dengan sebelah tangan*~"...


Banyak yang bertepuk tangan dan berteriak kagum. Ternyata wakil ketua OSIS mereka boleh juga


"Adawww! Ran mana Ran?! Aduh Ran, nyesek banget ini anak orang" Dini heboh


"Pengalaman banget ya pak, pas banget lagunya. Apalagi di kalimat 'entah aku pengecut, entah kau tidak peka' paling menyentuh ginjal" Agung tak kalah heboh


Argha hanya tertawa. Ia menoleh, menatap Ran yang duduk di bawah pohon pinggir lapangan bersama Nadine. Tersenyum karena Ran memberikan jempolnya yang ia turunkan ke bawah


Dari kejauhan Hani pun menatap Argha. Hati sakit seperti jari yang terjepit pintu. Ia menunduk kepalanya, tersenyum getir


"Jadi gini rasanya cinta bertepuk sebelah tangan" gumamnya pelan


TBC~