
H
A
P
P
Y
"Masuk gak ya? Masuk gak ya?" Gumam Hani di depan rumah Argha bingung
Sudah hampir 30 menit, Hani disana. Berpikir harus masuk atau tidak. Pasalnya sekarang sudah hampir magrib, Hani takut menggangu Argha yang mungkin sedang istirahat. Tapi kalo gak masuk kepikiran sama keadaan Argha
Ah! Serba salah jadinya
"Oke!" Hani berbalik, menghadap pintu pagar rumah Argha "Kalo engga liat kak Argha, pasti nanti malem gak bisa tidur. Nanggung udah disini, kita masuk aja" tambahnya
Baru saja akan mengetuk pintu pagar, seorang laki-laki keluar. Reflek, Hani kembali berbalik
"Kenapa balik badan sih Hani" gumam Hani lagi
Jeo menatap punggung Hani yang terlihat. Ia sudah rapih menggunakan baju koko akan pergi ke masjid untuk sholat magrib berjamaah
"Cari siapa?" Tanya Jeo
"Maaf kak, aku temen kak Argha"
"Aga di dalem. Masuk aja"
"Hah?" Bingung Hani
"Ayo masuk" ajak Jeo
Hani mengekori Jeo masuk ke dalam. Ternyata Jeo mengantar Hani langsung ke kamar Argha
"Aga" panggil Jeo
"Apa?" Jawab Argha
Hani bisa mendengar suara Argha yang membuat jantungnya berdetak cepat
"Ada temen kamu"
"Siapa?"
Hani masuk setelah Jeo mempersiapkan masuk
"Kak" Hani tersenyum canggung, membuat Argha kaget
"Hani?"
"Abang tinggal ya, pintunya jangan ditutup"
"Iya" balas Argha
Jeo pergi membiarkan pintu terbuka
"Aku masuk ya kak?" Izin Hani
Argha mendudukkan dirinya. Menarik bangku belajar ke samping ranjangnya untuk Hani duduk
"Keadaan kak Argha gimana?" Tanya Hani
"Duduk, nanti pegel" suruh Argha
Hani duduk
"Pasti Ran marahin lo ya?"
"Engga" balas Hani menggelengkan kepalanya
"Gak usah boong, dosa"
"Bukan marah, cuma ngasih tau aja"
"Tapi sambil marah kan?"
"Maaf" balas Hani merasa bersalah "Gara-gara aku, kak Argha jadi sakit" tambahnya
"Gak usah minta maaf, bukan salah lo" jawab Argha "Lagian gak banyak yang tau kalo gue punya alergi. Salah gue juga yang gak hati-hati" tambahnya
"Tapi seharusnya aku nanya dulu"
"Udah ya Hani, gak usah diperpanjang. Gue juga udah gak papa"
"Tapi kulit kak Argha jadi merah-merah. Pasti sakit ya?"
"Engga, nanti juga ilang abis minum obat"
Hani menghelakan napasnya, masih merasa bersalah
Argha tersenyum, memberi tahu seolah ia benar baik-baik saja
"Beneran gak papa"
"Aga- eh ada tamu" Yunna tersenyum menatap Hani. Hani ikut tersenyum
"Aku Hani, kak" Hani memperkenalkan diri
"Kenapa kak?" Tanya Argha
"Bang Je belom pulang?" Tanya Yunna
"Pulang abis isya, ada pengajian di rumah pak Ridwan"
"Kamu udah makan belum?" Tanya Yunna kepada Hani
"Hmmm?" Kaget Hani karena tiba-tiba ditanya
"Kak Una, kakak gue" Argha memberi tahu
Hani tersenyum
"Belum"
Yunna ikut tersenyum, ia masuk lalu menarik tangan Hani keluar
'
Disini lah sekarang Hani. Menemani Yunna makan sambil mengobrol. Tidak hanya menemani, Hani juga ikut makan
"Kamu tau gak?" Tanya Yunna
"Engga"
"Kamu cewek pertama yang ke sini setelah Ran. Aku kira, Aga punya temen cewe, cuma Ran"
"Disekolah, banyak cewe yang suka sama kak Argha kok. Temen ceweknya juga banyak"
"Iya kah?"
"Hmmm" Hani menganggukkan kepalanya yang terlihat lucu menurut Yunna membuatnya tertawa
Yunna mengambil ponselnya yang sedari tadi bergerak karena notif masuk
"Bentar ya" izin Yunna
"Iya kak" balas Hani melanjutkan makannya
'
'
'
...WhatsApp...
...Maung🐅💨...
Yunna
Na~
Oy
Ayang
Ay
Beb
Read dong
Kamu kemana?
Gak lagi selingkuh kan?
Ay~
... APAAN SIH!?...
Ebuset
Galak amad
... Ganggu banget tau gak...
Lagi ngapain sih?
Paling lagi rebahan
... Engga ya...
... Lagi dinner home...
Gaya banget pake dinner home🤣
... Gak percaya dia...
Iya Na, iya
Percaya gue
... Gak bohong ya...
Iya, sok silahkan lanjutkan
... Gak boong dong😌...
Read
'
'
'
"Di read doang?" Gumam Yunna "Gak jelas" tambahnya kembali meletakan ponselnya. Melanjutkan makannya
S
K
I
P
Hani dan Yunna masih asik ngobrol. Yunna menemani Hani menunggu ojek online di depan teras rumah
Tiba-tiba ada sebuah motor berhenti di depan rumahnya. Mereka kira abang ojol
"Maung?"
Leon menghampiri Yunna
"Lo lagi makan sama siapa?" Tanyanya langsung
"Bang Leon?" Panggil Hani melihat Leon
"Hani? Ngapain kamu disini?"
"Kalian saling kenal?" Tanya Yunna
"Iya lah, Hani kan adiknya Agam"
"Eh? Emang iya?" Yunna menatap Hani
"Ohhhhhhh, jadi kak Una ini pacar bang Leon yang kemaren di ig"
"Kamu ngapain disini?" Tanya Leon lagi
"Jenguk kak Argha"
"Aga sakit?"
"Iya, tapi sekarang udah sembuh" jawab Yunna
"Maaf, mba Hani yang mana ya?" Tanya abang tukang ojek yang baru datang
"Saya pak" balas Hani "Kakak-kakak, aku duluan ya. Makasih kak Una, makanan enak" tambahnya
Yunna tersenyum
"Iya, main lagi ya"
"Iya kak"
Hani naik setelah memakai helm, lalu abangnya menjalankan motornya
"Jadi, yang lagi dinner sama elo itu Hani?" Tanya Leon
"Emang kata lo siapa?"
"Lo kok gak bilang sih?!"
"Elo gak nanya"
"Iya juga sih" balas Leon yang terlihat bodoh
"Udah ah, gue mau masuk"
Leon memegang tangan Yunna,
"Engga tawarin gue masuk dulu apa?"
"Udah malem ya, mending Lo pulang" Yunna melepas tangan Leon lalu masuk meninggal Leon
"Baru jam setengah 9 Na" panggil Leon rapi dihiraukan oleh Yunna
~
~
"Bang Je" panggil Yunna
"Apa?"
"Tadi aku abis ke apotek"
Jeo menoleh, menatap adiknya. Keduanya sedang duduk santai sambil menonton TV
"Abis ngapain ke apotek? Bukanya obat-obatan masih lengkap"
"Beli obat tidur" jawab Yunna "Terus pas pulang, aku bawanya pelan-pelan biar obatnya gak bangun" tambahnya lalu tertawa
"Hahahaha" balas Jeo tertawa paksa
"Aku mau tanya deh bang"
"Kalo gak jelas, skip aja bisa gak"
"Serius ih"
"Apa?"
"Nih ya, apa iya kalo usus buntu makanannya bisa puter balik?"
"Tau gak kenapa bisa puter balik?"
"Kenapa?" Yunna penasaran
"Depannya ada hajatan"
Tawa Yunna pecah, ia tertawa terbahak-bahak
"Kamu itu yang aneh-aneh aja kalo nanya, heran abang mah"
"Berisik banget" Argha datang, ikut bergabung
"Kamu kok belom tidur sih?" Tanya Jeo
"Belom ngantuk" jawab Argha duduk di sofa singel "Apaan sih yang lucu?"
"Ini nih, abang lagi ngelawan" jawab Yunna "Masa katanya, kalo usus buntu makanannya bisa puter balik soalnya didepannya ada yang hajatan" cerita Yunna
"Gak jelas"
"Una nanyanya yang engga-engga aja"
"Nih ya, masa kipas angin di kamar Aga aneh" cerita Argha
"Aneh kenapa?"
"Masa dari tadi udah nengok kanan-kiri gak nyebrang-nyebrang"
Tawa Yunna kembali pecah, begitupun Argha
"Kalian sekolah bukanya belajar yang bener, malah belajar ngelawan"
"Ketawa dong bang, biar seru elah. Seriusan mulu"
"Oh iya, cewe tadi siapa? Abang kira kamu punya temen cewe, cuma Ran" tanya Jeo
"Namanya Hani, dia adik kelas Aga. Cuma temen biasa doang"
"Temen biasa? Atau emang demen?"
"Temen. Te- me- n, temen" Argha mengejah
"Terus itu, cowok yang sering ke sini siapa?" Tanyanya lagi kepada Yunna
"Leon?"
"Mana abang tau namanya"
"Iya, namanya Leon, senior aku. Dia juga cuma temen doang"
"Boong bang, mereka pacaran" saut Argha
"Apaan sih! Cuma temen doang elah"
"Tapi dia selalu bilangnya pacar kamu"
"Bercanda doang dia mah, dia kan kang lawak"
"Beneran?"
"Iya ih!" Jawab Yunna "Udah ah, gak usah di bahas. Skip aja skip" tambahnya
TBC~