Up

Up
Ma Luh Nem



Perlahan Yunna membuka matanya, diam menatap langit-langit ruang rawat rumah sakit


Loading dia


Leon yang duduk menemani sang Bunda sedang makan, tertawa melihat Yunna. Rissa hanya tersenyum


Yunna mendudukkan dirinya, menatap Leon yang masih tertawa. "Kok infusanya udah di lepas?" Tanyanya


"Hari ini udah boleh pulang"


"Hah? Kok bisa? Emang udah sehat?"


"Udah, abis infusan 3 kantong" jawab Rissa


Yunna melihat jam yang menunjuk jam 10 Lewa 47 menit. Tentu saja dia kaget


"Kok engga dibangunin sih?"


"Lo tidur atau simulasi mati, hah? Dibangunin susah banget"


"Abang ih! Ngomongnya ya" Rissa memukul paha Leon pelan "Kamu pasti capek banget kemaren, sampe pules banget tidurnya. Bunda gak tega banguninnya" tambahnya menatap Yunna


Yunna turun dari ranjang, menghampiri Rissa dan duduk di sebelahnya


"Mau gak?" Tawar Rissa


Yunna menggelengkan kepalanya "Aku mau ke kamar kak Galuh" tambahnya


"Mau ditemenin gak?" Tawar Leon


"Gak usah"


Rissa mengelus rambut Yunna sayang. Sayang banget sama Yunna. "Nanti Bunda sama Leon nyusul" katanya


Yunna menganggukkan kepalanya, lalu pergi setelah mencium tangan Risa


S


        K


                 I


                         P


Di depan kamar rawat Galuh, Yunna tidak langsung masuk. Ia menatap Galuh yang tertawa karena candaan Ziko dan Ellen. Jeo yang sepertinya sedang menyuapi Galuh ikut tertawa. Hatinya sangat senang dan lega melihat Galuh kembali tertawa


Yunna membuka pintu membuat mereka menatap Yunna kaget. Ia menghampiri Galuh dan langsung memeluknya


Tentu saja Galuh kaget, tapi setelahnya tersenyum membalas pelukan Yunna


"Jangan gitu-gitu lagi ya, kak"


"Maaf" balas Galuh merasa bersalah


Ellen, Ziko dan Jeo tersenyum lega. Diantara semuanya, Yunna lah yang paling mengkhawatirkannya


"Assalamualaikum" salam Argha bersama Hanif


"Wallaikumsalam" balas Jeo dan Ziko


Yunna melepas pelukannya


"Berisik!" Saut Yunna galak


"Apaan sih? Galak banget. Kurang sajen?" Balas Argha tidak kalah galak "Ngumpul di sini semua, pada lupa apa semalem Aga pulang? Untung aja bang Hanif jemput, kalo engga bisa nginep di sekolahan" tambahnya ngegerutu


"Kayak gak punya temen aja lo" Ellen


"Assalamualaikum"


Semuanya nengok ke arah pintu


"Mama?" Kaget Yunna dan Argha bersama. Mereka gak tau kalo Mamanya pulang hari ini


Argha langsung menghambur memeluk sang Mama, rindu


"Surprise"


Yunna juga menghampiri Emy, memeluk sang Mama, rindu


Emy tertawa, memeluk kedua anaknya, sayang. Yunna di sebelah kiri, sedang Argha di kanan


"Gak mau ikutan juga, bang Je?" Tanya Ziko


Jeo hanya tertawa. Apakah ia harus ikut?


Oh, tidak. Nanti saja


Hanif, Ziko dan Ellen ikut senang karena semua berkumpul melepas rindu


Argha melepas pelukannya


"Ada apa nih? Kok Mama gak kasih tau aku kalo pulang?" Tanya Argha


Yunna juga melepas pelukannya, menatap Jeo curiga


"Pasti abang, kan? Iya kan? Bang Je tau kan?"


Jeo menghampiri Emy tanpa menjawab Yunna. Ia mencium tangan Emy lalu memeluk Emy tidak kalah rindu


Hanif, Ziko dan Ellen juga menghampiri Emy, mencium tangannya


"Apa kabar Ma? Makin cantik aja" kata Ziko


"Baik, kamu juga makin ganteng aja" balas Emy "Tapi gimana? Udah move on belom?" Tambahnya


"Asal Mama tau ya, Ziko udah move on dari si Caca merica hey hey. Udah punya pacar lagi malah" adu Ellen


"Really?"


"Iya Ma, mau aja lagi, Letha jadi pacar Ziko" Yunna ikutan


"Kuat banget ya peletnya. Beli di mana?" Tanya Jeo


"Gue aduin Letha lo, dibanding sama Angelina Jolie" ancam Ellen


"Ya kan kalo pake pelet!" Kesal Ziko "Lo ada masalah apa sih, El? Ngajak gelut mulu. Sirik kan Lo, jomblo"


"Eh sorry ya, big no! Engga sama sekali gue sirik. Sirik itu tandanya tidak mampu. Bukanya gue gak mampu, tapi males aja. Banyak ya, cowok yang mau jadi pacar gue"


"Alesan aja lo, kecebong!"


"Mau gue pukul?"


"Kalo mau lanjut berantem, mending di luar sana. Ini rumah sakit" usir Hanif garang membuat Ziko dan Ellen diam


"Siapa bilang ini rumah keong" gumam Ziko pelan


Hanif menatap Ziko karena mendengar gumamanya


Dengan cepat, Ziko memalingkan wajahnya tidak mau menatap kawannya yang garang itu


"Kalian tuh masih aja ya, gak pernah berubah" Emy tertawa melihat kawan dari putrinya itu


"Emy!"


Semuanya menoleh


"Ica?"


Risa menghampiri Emy dan langsung memeluknya. Emy juga membalas pelukannya


"Kamu apa kabar? Kenapa susah banget hubungin kamu di Jepang?"


Leon berjalan menghampiri Yunna yang bingung melihat Mamanya dan Ibu dari pacarnya itu terlihat sangat akrab. Berdiri disebelahnya dan merangkul Yunna


"Aku gak percaya, bisa ketemu kamu, Ca" balas Emy


Rissa melepas pelukannya


"Mulai sekarang kita bakal sering ketemu" ucapnya lalu menatap Leon dan Yunna


"Ada apa nih?" Tanya Yunna


"Nanti aja ceritanya" Leon menggenggam tangan Yunna


Leon mencium tangan Emy dan Rissa bergantian, begitupun Yunna walaupun bingung kenapa ia mengikuti Leon mencium tangan Emy dan Rissa


"Leon pinjam dulu Yunna-nya" katanya


"Emang gue pulpen"


"Kalian mau kemana?" Tanya Rissa


"Kemana aja, yang penting berdua" balas Leon


"Ko, minjem motor. Lo pake mobil gue dulu" Leon melempar kunci mobilnya


Refleks Ziko menangkapnya. Kemudian ia melempar kunci motornya


Leon dan Yunna pergi


"Kita ngobrolnya di kantin aja yuk" ajak Rissa diangguki setuju oleh Emy


"Kalian lanjut ngobrolnya, Mama mau ke kantin" Pamit Emy lalu keduanya pergi





"Kita mau kemana?" Tanya Yunna


"Hah?! Makan? Lo belom makan?"


"Mau kemana?!" Ulang Yunna


Mereka sedang di motor, ditambah Leon pake helm full face milik Ziko. Jadinya budeg mode on


"Kemana aja, yang penting berdua sama lo!"


"Lo tuh baru keluar rumah sakit bukannya pulang, istirahat Leon!"


"Gue udah 3 hari istirahat di rumah sakit, emang masih kurang?!"


"Itu mah beda lagi bodoh!" Kesal Yunna mengetuk helm pelan


"Mau ke apart!" Balas Leon


"Ngapain?!"


"Katanya disuruh istirahat"


"Kok gue ikut"


"Temenin. Mau minta dimasakin. Bosen 3 hari makan makanan rumah sakit, mau opor buatan lo"


"Gak gratis yaa!"


"Sekalian beresin rumah. Semalem anak-anak pada nginep, pasti berantakan banget!"


"Emang gue pembantu hah?!"


"Bukan" Jawab Leon "Calon ibu dari anak-anak gue!!" Tambahnya berteriak sangat keras


Tentu saja Yunna malu. Banyak pengendera yang memperhatikan mereka


Yunna memeluk pinggang Leon. Menyembunyikan wajahnya ke bahu bidang pacarnya itu


Leon hanya tertawa, menjalankan motornya sedikit ngebut supaya cepat sampai


TBC~