
Skype high school sedang mengadakan acara lokakarya untuk murid kelas X di Bogor
Setelah mendapatkan arahan dan pembagian kelompok, mereka harus mendirikan tenda yang sudah di berikan oleh pihak penyelenggara
Ada 10 kelas yang masih-masing terdapat 25 murid. Setiap kelas dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5 orang. Jadi semuanya ada 50 kelompok yang dipilih secara acak dengan 2 laki-laki dan 3 perempuan
Masalah tenda beda lagi. 1 tenda berisi 5, memilih teman sendiri untuk satu tenda. Tentu saja dengan tenda terpisah antara laki-laki dan perempuan
Semua sibuk membuat tenda masing-masing. Ada juga yang membawa persediaan makanan atau minuman. Mencari kayu untuk persiapan api unggun. Ada juga yang sibuk bercanda satu sama lain atau mengobrol
Anak OSIS mengawasi mereka, ada juga membantu serta mengambil foto, mendokumentasikan dengan kamera
"30 menit lagi, tendanya harus sudah siap. Jika sudah siap, langsung masukan tas kalian dan berkumpul di lapangan depan!" Instruksi Argha melalui spikernya "Laki-laki kalo sudah selesai, bisa bantu ceweknya yang belom selesai diriin tendanya!" Tambahnya karena melihat banyak tenda laki-laki yang sudah selesai
Argha melihat Hani yang sibuk mendirikan tendanya yang setengah jadi. Ia menghampirinya
"Itu salah masukinya. Ke atasnya"
Hani dan temannya menoleh
"Noh kan, kata gue juga masukinya di atas"
"Yaudah deh, kamu aja sama kak Argha nih yang masang" balas Hani seperti merajuk
"Eits! Gue mau bantuin Dea bawain tas. Lo sama kak Argha aja yang diriin tenda, pasti cepet" kata Siti "Kak, maaf ya" tambahnya lalu pergi
Argha hanya tertawa, lalu membantu Hani
"Kata gue kan, kalo butuh bantuan bilang. Pegangin ini aja"
Hani memegang kain tenda, sedangkan Argha memasukan penyangga tenda
"Kak Argha sibuk gitu"
"Ya gak papa, bilang aja. Selama lo disini, lo tanggung jawab gue. Kalo lo kenapa-napa, gue yang kena omel sama bokap lo"
...🎶🎶🎶...
Sekarang Yunna sedang di dapur, sibuk membuat sayur sop telur puyuh dan memasak nasi untuk Leon makan dan dirinya
Btw, semalam Yunna tidur jam 3 karena mengerjakan tugas, jadi ia ikut tertidur 2 jam. Karena ada telpon masuk, Yunna jadi terbangun untuk menelpon. Setelah itu, ia langsung ke dapur untuk memasak
Sebentar lagi sayur yang ia buat siap. Hanya menunggu kentang dan wortelnya sedikit empuk. Niatnya, Yunna ingin membuat bubur. Tapi karena Leon tidak suka bubur, jadilah dia membuat sayur dan nasi
Tanpa Yunna sadari, Leon menghampiri dan langsung memeluk Yunna dari belakang. Tentu saja Yunna terlonjak kaget
"Kaget bego!" Omelnya
Leon hanya tersenyum, meletakan kepalanya pada bahu Yunna
"Lagi ngapain sih?"
"Ini centong masih panas, awas gak?"
"Itu bukan centong, tapi sendok sayur"
"Awas, Leon" Yunna mencoba melepaskan diri, tapi tidak bisa
"Seneng banget gue hari ini. Kalo misalnya kita nikah, pasti setia hari bahagia kayak gini"
Blushhhhh
Pipi Yunna merona ternyata guysss
"Apaan sih?! Gak jelas lo"
Leon tertawa, gemas melihat Yunna salting
'Ah! Gemes banget, pengen gue uwel-uwel' -Leon
Leon mengecup pipi Yunna sekilas membuat Yunna membulatkan matanya kaget. Lalu ia duduk di pantry yang berhadapan dengan Yunna
"Jangan pernah salting di depan cowo lain selain gue"
Yunna menatap Leon garang
"Bodo amat, suka-suka gue" balas Yunna seperti menantang "Bersyukur lo sakit. Kalo engga, abis lo" tambahnya mengepalkan tangannya menatap Leon gemas
•
• •
• • •
"Si mba mantan makin aduhay, anjing" kata Nico
"Sayangnya udah mantan" saut Alif
"Si Santi gak kalah bagus bodynya. Gitar spanyol"
"Si Rima, anjing, gemes banget gue liatnya. Gue bingung mau deketin siapa dulu" Yoga
Ya namanya juga cowok, ditambah pada jomblo. Yowesss, yang dibahas pasti cewek
"Si Yanti aja noh. Muka polos banget tapi badan gak bisa polos" kata Ziko ikutan, padahal ada Letha
"Ngapain jauh-jauh kalo ada neng Ellen di sebelah" Nico menatap Ellen tersenyum
Ellen yang sedang makan martabak, menatap Nico jijik gimana gitu
"Kalo cinta mandang fisik, mending pacaran sama ikan aja, yang banyak fisiknya" balas Ellen
"Itu sisik, Ellen" saut Letha sambil tertawa. Alif dan Yoga ikut tertawa
Selesai kelas, Alif, Yoga, Nico, Ellen, Ziko dan Letha langsung ke apartemen Leon
Katanya sih mau jengukin Leon, tapi nyatanya bikin berisik+nyampahin apartemen doang
Yunna yang habis dari kamar Leon, menghampiri teman-temannya
"Gimana?" Tanya Ellen
"Abis minum obat, terus tidur. Panasnya belom turun-turun" Yunna duduk selonjoran di sebelah Letha. Memakan martabak yang dibawa Ellen
"Leon emang gitu kalo sakit. Gak pernah sakiti, sekalian sakit nambru" kata Alif
"Kek bocah" Ellen
Yunna bangun dari duduknya
"Udah ya, gue mau pulang"
"Lah? Kok pulang? Terus nanti Leon gimana?" Tanya Yoga
"Kan udah ada kalian-kalian. Besok gue presentasi, belom siap-siap nih gue"
Ellen juga ikut bangun karena akan menginap di rumah Yunna
"Jangan gitu dong, Na. Leon kan pasien lo, masa maen lo tinggalin aja. Gak bertanggung jawab banget. Kalo tiba-tiba kejang-kejang gimana? Atau mimisan?" kata Nico dengan hiperbolanya
"Udah minum obat, jadi udah aman"
"Lu minumin obat apaan? Bilang udah aman, udah aman, eh taunya tinggal dikubur"
"Udah gue minumin obat kabe. Puas lo?" Kesal Yunna "Bawel banget si lo. Kalo ada apa-apa, tinggal telpon ambulan. Ribet banget hidup lo" tambahnya
Yunna kalo udah capek, terus moodnya jelek, ya gini. Ngomel, ngegas, ucapannya nyelekit ginjal hati dan pikiran
Seharian ini, Yunna full merawat Leon. Ditambah merapihkan apartemen yang berantakannya kayak kapal pecah
"Lu juga ikut?" Tanya Alif karena Letha dan Ziko ikut bangun
"Iya, Letha mau nginep rumah Una. Gue mah nganter doang"
"Bucin banget lu" saut Nico
"Sirik aja jomblo"
"Udah ya, gue balik" pamit Yunna lagi
"Thank you, Na. Kalo gak ada lo, gak tau lagi gue kudu gimana" ucap Alif
"Sama-sama" balas Yunna lalu pergi diikuti Ellen, Letha dan Ziko
~
Karena turun hujan, Ziko memberhentikan motornya didepan gerai warung yang tutup untuk berteduh. Ada beberapa orang juga yang ikut berteduh
"Una sama El nerobos ujan atau neduh dulu?" Tanya Letha mengibas-ngibaskan rambut yang sedikit basah
"Yakin banget, mereka nerobos ujan"
Ziko menarik Letha untuk duduk di atas meja
"Kata Una, jangan duduk di atas meja. Nanti banyak utang kayak kamu"
"Ebuset! Sekata-kata aja kalo ngomong"
Letha tertawa
"Boong Una mah" tambahnya duduk di meja itu
"Tapi kata El sama Hanif iya, kamu banyak utangnya"
"Bukan utang, tapi minta galangin dulu sebentar"
"Galangin apa?"
"Di pinjemin dulu"
"Itu sama aja kamu ngutang"
"Beda. Kalo ngutang itu lama di gantinya. Kalo pinjem langsung diganti"
"Tapi kenapa kamu masih ada untung?"
"Itu kan lupa"
"Tapi-"
"Op! Gak usah banyak tapinya. Capek aku jelasinnya" Ziko menekan kedua pipi Letha "mau naik gak?" Tambahnya
Letha melepas tangan Ziko
"Gak ah" tolak Letha bersandar pada meja yang sebatas pinggangnya
disebelah Ziko, melipat kedua tangannya ke dada "Takut banyak utang kayak kamu" lanjutnya
Ziko merangkul Letha, menariknya bersandar. Mencubit-cubit pipi kiri Letha pelan
"Dingin?"
"No" jawab Letha menggelengkan kepalanya
"Berasa dunia milik berdua. Yang lainnya masih pada nyicil"
"Kalo liat orang pacaran bawaannya jiwa jomblo gue berontak"
"Gemes banget"
"Ya Allah, pengen punya pacar"
Letha dan Ziko menoleh, lalu saling menatap dan tertawa
"Kamu tau gak, kenapa donat tengahnya selalu bolong" tanya Ziko
"Ada yang gak bolong"
"Hmmmm, salah" Ziko menggelengkan kepalanya "Soalnya yang utuh dan bulat hanya cinta ku padamu" tambahnya
Mereka,
Cewek-cewek yang lagi neduh menatap Ziko jijik, baper, dan gemas melihat sepasang kekasih itu. Letha hanya tertawa sambil memukul-mukul paha pacarnya itu, pelan
Dasar! Ada aja kelakuan bekantan timour ini
TBC~~~