Up

Up
Ma Luh Juh



Sesampainya di apartemen


Benar saja, ruang tamu terlihat berantakan


"Mulai sekarang lo harus larang anak Bangtan nginep, kecuali mereka janji beresin lagi"


Leon berjalan masuk sambil memunguti baju dan jaket yang tergeletak. Yunna juga ikut mengambil bantal sofa yang tidak pada tempatnya


"Gue mau mandi dulu. Gak usah di beresin, lo langsung ke dapur aja. Gue laper banget" kata Leon meletakan baju yang dia ambil ke sofa


"Hmmm" balas Yunna lalu pergi ke dapur. Sedangkan Leon pergi ke kamarnya yang ada di lantai 2


Oke,


Dapur tidak kalah berantakannya. Banyak piring, mangkok, gelas dan sendok kotor di wastafel. Belum lagi yang dimeja dan panci bekas masak mie. Ada tumpukan plastik mie dan bekas makanan juga di meja


Hal yang Yunna lakukan adalah meletakan panci, mangkok dan gelas ke wastafel. Membuang plastik dan sampah ke tempat sampah dan mengelap meja yang basah. Setelahnya ia membuka kulkas yang terlihat- kosong?


Hanya ada botol yang berisi air dan minuman kaleng, es batu dan 1 kotak es krim. Ah! Satu lagi, telur dan tomat. Ada 4 butir telur dan 2 tomat yang terlihat sudah tidak segar


"Gede doang kulkasnya, isinya gak ada" gumam Yunna kembali menutup kulkas


Yunna kembali ke ruang tengah. Mengambil tumpukan baju, lalu diletakkannya ke keranjang cucian. Meletakan beberapa CD game dan stik game pada tempatnya. Membuang plastik dan sampah pada tempat sampah dan meletakan mangkok dan helays kotor ke wastafel


"Leon naro sapu dimana ya?" Gumam Yunna mencari-cari sapu


"Udah kelar masaknya?" Tanya Leon berjalan di tangga menghampiri Yunna


"Yang mau di masak apa kalo kulkas lo aja kosong? Masak air?" Tanya Yunna


"Kosong?"


"Punya kulkas gede doang, isinya cuma air"


Yunna kembali mencari sapu


"Lo naro sapu dimana?" Tanyanya


"Gak punya"


"Terus mau nyapu ini gimana?"


Leon pergi ke dapur, kembali dengan alat penyedot debu membuat Yunna kagum


"Lo bisa pake ini kan? Bisa lah, lo kan sering nonton drama Korea"


"Gue bawa pulang boleh ya"


"Bawa! Jangan kayak orang susah napa"


"Coba nyalain" suruh Yunna


Leon menyalakan mesin penyedot debunya


"Gak dicolokin?"


"Gak usah, di cas"


Yunna menganggukkan kepalanya paham, tersenyum kagum


"Sini" pintanya


"Gue aja. Lo kan udah beresin semuanya" tolak Leon


Yunna tersenyum. Ia duduk di sofa, memperhatikan Leon


Leon melirik Yunna, lalu tersenyum


"Gue ganteng ya?" Tanyanya


"Hmmm" balas Yunna sambil menganggukkan kepalanya


"Makanya lo suka kan sama gue?"


"Hmmm"


"Seneng kan punya pacar kayak gue?"


"Hmmm"


Leon tertawa


"Tapi gue takut" kata Yunna


"Takut kenapa?"


"Kalo kita putus, nanti susah movenya. Soalnya lo ganteng sih"


"Ya jangan putus lah"


"Kita gak tau kedepannya kayak gimana"


"Kalo gue ngelamar lo jadi istri gue, mau?"


Yunna diam, berpikir "Gak romantis banget lamarannya" katanya


"Ya kan gue nanya dulu"


"Gak surprise dong"


"Oh iya ya"


"Gak jelas lo" Yunna menyandarkan kepalanya "Mau gofood aja?" Tambahnya bertanya


"Mau masakan buatan tangan lo"


"Cuma ada mie. Masa masak mie? Lo kan baru keluar rumah sakit"


"Belanja dulu"


"Ahhh, males banget"


Leon mematikan alat penyedot debunya, meletakkannya di pojokan. Lalu ia pergi ke kamarnya


"Gofood aja ya! Gue mau pizza!" Teriak Yunna memainkan ponselnya


Leon kembali dengan memakai jaket denim dan topi hitam


"Ayo kita belanja" ajak Leon


Yunna menatap Leon kaget


'Anjir! Kenapa makin hari, makin ganteng sih anak maung' -Yunna


Padahal cuma pake jins pendek, kaos putih ditambah jaket denim biru, tapi kenapa Leon terlihat enak dipandang. Di tambah pake topi hitam polos. Ganteng paket lengkap


Ah! Yunna tidak ingin wanita lain melihat pacarnya ini


"Gofood aja ihhhh" kekeh Yunna


"Gue udah siap gini, Yunna"


"Gofood aja, kenapa sih?!"


Leon narik tangan Yunna untuk berdiri


"Males, Leon. Males keluar ah!"


Leon berdiri di belang Yunna, memegang kedua bahunya lalu mendorongnya keluar


S


K


I


P


"Enaknya tidur nih" Yunna meletakan plastik yang ia bawa ke meja, lalu merebahkan diri di sofa


"Enak aja maen tidur. Iya, lo yang kenyang. Gue laper"


"Siapa suruh gak ikut makan?"


"Ya kan mau masakan lo"


"Iya, iya ih! Nyusahin" Yunna bangun, pergi ke dapur menjinjing plastik belanjaan


Tadi mereka pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan untuk membuat opor ayam


Bukan Una namanya jika tidak mampir pergi jajan saat di mall


Burger, sempol, sosis bakar dan jajanan khas Korea, tteokbokki, bungeoppang, twigim dan Gimbab tidak lupa dengan 2 gelas teh poci


Kadang Leon suka heran. Yunna sangat doyan makan, tapi badannya masih aja kecil. Otomatis perutnya kecil dong, tapi makanan masuk semua


Leon ke dapur, duduk berhadapan dengan Yunna yang sibuk memblender bumbu opor


"Bantuin kek"


"Bantu doa aja" balas Leon


Yunna menatap Leon kesal


"Gue racunin, yaaa?"


"Pake cinta"


"Bucin banget ih"


"Tapi lo suka kan"


Yunna tidak membalas ucapan Leon lagi, malas. Dia mulai menggoreng bumbu


"Wanginya~" kata Leon


Yunna mengabaikan Leon, sibuk dengan kegiatannya


"Kesel banget gue" kata Leon lagi


"Udah semaleman ngecharger hp"


"Eh, yang penuh cinta gue sama lo"


Yunna menatap Leon, lalu tertawa. Sedangkan Leon hanya tersenyum


"Jangan bilang lo belajar gombal dari Ziko"


Leon hanya mengangkat bahunya


"I want you to know"


"I love you the most"


Yunna kembali menatap Leon tersenyum, mendengarkan suara deep Leon yang enak didengar oleh telinganya


"Cuz baby you're always in my mind"


"Just give me your forever"


"Give me your forever" Yunna ikutan


Keduanya tertawa


"Nanti mau liat versi lengkapnya, pake gitar"


"Tidak gratis nona" balas Leon


"Perhitungan banget sama pacarnya"


"Siapa?" Tanya Leon menggoda


"Gak tau!"


"Siapa sih?"


"Menurut lo?"


"Siapa ya?" Tanya Leon belum puas


Yunna hanya menatap Leon malas


"Callista Yunna Arghantara namanya" jawab Leon lalu tertawa


"I don't care. Terserah lo, maung" balas Yunna "Oh iya, Leo mana? Kok gak ada?" Tambahnya bertanya keberadaan kucing peliharaan Leon yang bernama Leo


"Penitipan hewan. Tadinya di rumah, tapi Mami juga sibuk. Gue titipin aja"


"Biar sama gue aja kalo gak ada yang jagain"


"Lo juga sibuk kan?"


"Sekarang kan udah gak sibuk" balas Yunna sambil mengaduk opor yang mulai mendidih


"Aga kan, gak suka kucing"


"Yaelah, Aga doang. Gak papa"


"Minggu depan bisa gue nitip Leo?"


Yunna menatap Leon


"Gue ikut Ayah lagi"


"Kemana?" Tanya Yunna


"Batam"


"How long?"


"2 minggu, mungkin"


Yunna menganggukan kepalanya paham


"Lo marah?"


Yunna menggelengkan kepalanya


"Seneng, lega juga. Gue seneng lo bilang, gak pergi gitu aja kayak waktu itu" jawabnya


"Sorry"


"Gak papa kali. Itu kan emang udah kewajiban lo"


"Makanya, 3 hari ke depan gue mau sama lo terus"


Yunna kembali tersenyum


"Tapi gue gak mau"


"Tapi gue mau" balas Leon meniru ucapan Yunna


Setelahnya, mereka tertawa bersama. Tidak tau apa yang lucu, tapi keduanya sangat senang sekarang. Pengen ketawa terus bawaannya



•     •


•     •     •


Habis makan dan merapihkan dapur, Yunna dan Leon sekarang bersantai sambil nonton drama Korea Voice 4 di TV


Leon duduk sambil nyemil keripik pisang, sedangkan Yunna berbaring dengan paha Leon yang menjadi bantalan


Menatap Leon dari bawah yang khusyuk nonton drama Korea yang paling ia tidak suka. Padahal tadi Leon menolak keras, tapi eh tapi- ya gitu lah


"Menurut gue, nih cewe mati kebunuh. Ikut campur urusan orang terus sih"


"Noh kan mati. Seharusnya dia pergi aja, gak usah ikut-ikutan"


"Ngerti banget"


"Magic banget punya kuping"


"Gue juga bisa cuma tembak-tembakan kayak gitu doang mah"


"Lah! Itu pembunuh berantainya cewe polisi ini?"


"Itu polisi punya kepribadian ganda atau gimana?"


"Berisik ih nontonnya" kata Yunna


Leon hanya melirik Yunna


"Katanya gak suka, tapi nonton" kata Yunna lagi


"Kalo action kayak gini, gue suka" balas Leon lalu memakan kripik


Yunna tidak membalas ucapan Leon. Ia melihat luka ditangannya yang tidak sengaja ke pegang


"Sakit?" Tanya Leon


"Engga, cuma gak nyaman aja"


Leon memegang tangan Yunna, melihat dan mengelus pelan lukanya dengan jari


"Aw!" Kaget Yunna karena lukanya ditekan "Sakit ih!"


Leon tertawa


"Bentar lagi juga sembuh"


"Jangan diteken juga dong"


Leon meniupi luka ditangan Yunna


"Lo kira anak kecil"


Lalu Leon menarik tangan Yunna untuk diciumnya. Tepatnya mencium luka ditangan Yunna


"Apaan sih!" Yunna langsung menarik tangannya


"Ah lo mah, diajak so sweetan malah gitu. Gak seru ah" omel Leon


"Emang kayak gitu sweet apa?"


"Iya lah"


"Bilang kek"


"Atuh gak seru. Nanti jantung lo gak deg-degan"


Yunna hanya tertawa


Leon kembali fokus pada dramanya. Sedangkan Yunna masih menatap Leon sambil ngemil


Melihat Leon seperti ini lebih seru, ketimbang liat detektif Derek Jo yang lagi gelut


"Kalo misalnya lo dijodohin, lo bakal nolak atau terima?" Tanya Leon


"Apaan sih nanyanya, random banget"


Leon menatap Yunna


"Jawab dong"


"Ya tergantung" jawab Yunna


"Kok gitu? Terus lo bakal terima gitu kalo dijodohin? Lo mau ninggalin gue?" Tanya Leon tidak percaya


"Ya engga lah. Siapa juga yang mau jodohin gue?"


"Mama Emy lah"


"Mama gak akan jodohin gue. Soalnya, Mama ngasih kebebasan anaknya buat nyari pasangan sendiri. Nyari kebahagiaannya sendiri" jawab Yunna "Yang ada juga elo. Kalo misalnya lo dijodohin, lo terima atau tolak?" Tambahnya


"Ya gue tolak lah. Dapetin lo itu susah. Gue gak mau ngelepas  apa yang udah gue dapetin dengan susah payah"


Yunna tersenyum


"Kalo misalnya lo dipaksa buat nerima gimana?" Tanya Yunna lagi "Kayak cerita yang sering gue baca di *******. Lo kan anak sultan, pasti kan bokap lo kepikiran buat jodohin lo sama rekan kerja atau sahabat bokap lo. Terus terpaksa lo terima perjodohan itu. Terus nanti lama-lama lo suka beneran sama cewe itu, terus ninggalin gue. Sad ending banget ya gue" tambahnya


"Mulai sekarang lo harus berhenti baca kek gituan. Pemikiran lo jadi ngelantur kemana-mana" Leon mencubit pipi kiri Yunna gemas


"Gue serius, Maung"


"Iya, gue juga serius"


"Ah! Tau ah. Capek ngomong sama lo"


Cup


Leon mengecup bibir Yunna sekilas


Tentu saja Yunna kaget setengah mati


"Gue gak akan ninggalin lo, Callista Yunna Arghantara" katanya


TBC~


YEYYYYYYYYYYYYY🎉


PART FULL YUNNA DAN LEON


Soalnya kan dari kemaren Yunna-Leon jarang banget, jadi sekarang full Yunna-Leon