Up

Up
Wa Luh Ma



Sesampainya di Kafe, Yunna dan Ellen  langsung masuk. Nazwa yang melihat kedua bestienya langsung menghampiri mereka


"Wohooo, Ibu barista" Yunna tertawa melihat Nazwa yang menggunakan celemek khusus pegawai Kafe yang terlihat keren menurutnya


"Bukan barista, gue cuma pelayan"


"Belum ada yang dateng?" Tanya Ellen


"Agam sama Yoga tadi udah dateng, tapi gak tau kemana"


Kafe terlihat kosong. Tidak ada pengunjung satu pun


"Sepi amat, tutup atau emang sepi?" Tanya Yunna


"Emang sepi aja kali"


Yunna menatap kedua bestienya curiga


"Gue mencium bau-bau mencurigakan. Pasti mau bikin kejutan gitu kan lo? Awas ya kalian bikin preng-preng gituan"


"Idih! Mau banget apa lo di preng?" balas Ellen


"Kita preng, Leon ceritanya selingkuh sama Belalabela" Nazwa tertawa


"Ogah lah, males banget. Mending kasih gue kue sama kado aja, mana sini?"


"Yang ada, kita mau minta traktiran sama elo"


"Iyups! Lo kan abis gajian" saut Nazwa


"Yang abis gajian abang gue ya!"


"Yaudah sih kita minta sama pacar lo aja" Ellen


"Pacar? Gue punya pacar?"


"Gak usah muna Na, udah sayang mah bilang aja. Nanti giliran kehilangan baru tau rasa"


"Biasanya sih gitu. Nanti kalo Leon pergi, jangan sampe nangis bawang ya lo" Nazwa ikutan


"Tau ah, mulai kalian mah" sebal Yunna


"Yaudah lah, ayo duduk. Kalian mau pesen apa? Gue buatin"


Yunna dan Ellen duduk di meja dengan 2 sofa panjang yang berada di ujung sebelah kanan dekat maja bar pesanan


Di meja sudah ada 2 gelas minuman. Yunna yakin, pasti ini milik Agam dan Yoga


"Mau apa?" Tanya Nazwa


"Gue mau lemon tea aja" balas Yunna


"Gue mau banana milkshake" Ellen


"Makan?"


"Masih kenyang"


"Gue laper sih, tapi nanti aja" Balas Ellen


"Yaudah, bentar ya guys" Nazwa pergi untuk membuatkan pesanan Ellen dan Yunna


Yunna menatap Ellen heran


"Tumben? Biasanya lo langsung mesen makanan yang banyak. Apalagi kalo yang namanya traktiran"


Ellen tidak menghiraukan ucapan Yunna. Ia mengambil ponselnya "Ayo foto" ajaknya


Setelah mengambil 3 foto selfi, Ellen memotret Nazwa yang sedang membuat minuman di meja bar


Ala-ala kendit gitu


Ia tersenyum melihat hasilnya bagus


"Hasil jepretan gue gak pernah gagal" gumamnya


Lain halnya Yunna, ia memperhatikan sekelilingnya. Kagum dengan Kafe milik teman pacarnya. Ini pertama kalinya Yunna ke sini


Kafe dengan interior kekinian anak muda jaman sekarang sekali. Bisa menjadi sport foto untuk asupan sosmed. Yunna sangat yakin, pasti Kafe selalu ramai pengunjung. Ditambah lagi pemilik Kafe yang terkenal


"Kirimin ke gue" kata Yunna yang mendengar gumaman Ellen


"Hmmm" balas Ellen


Nazwa datang membawa 2 gelas minuman. Ia letakkan di meja


"Agam sama Yoga kemana ya?" Gumam Nazwa


"Nyuci piring kali di belakang" ceplos Yunna


"Goblok" balas Ellen sambil tertawa


"Ziko sama Hanif juga kemana sih? Katanya jam 7 harus udah ngumpul semua. Sekarang udah jam 8" jengkel Yunna


Yoga dengan wajah paniknya menghampiri Yunna


"Leon kecelakaan, Na" katanya tiba-tiba


"What?!" Kaget Yunna


Nazwa dan Ellen juga tidak kalah kaget


"Leon kecelakaan. Buset dah, budek amat ya lo"


"Gue kaget bego" Yunna bangun dari duduknya


"Kecelakaan gimana maksud lo?" Tanya Ellen


"Kok bisa?" Nazwa ikutan


"Mobil. Gak mau nabrak, Leon banting setir jadi nabrak pohon"


"Gak usah bercanda anjing. Gak lucu" kesal Yunna


"Siapa yang bercanda sih, Na? Gue serius. Agam langsung ke rumah sakit"


"Gak usah bohong. Leon bilang, gak bisa jemput gue karena ada latihan band. Sedangkan lo sama Agam udah di sini. Pasti Leon juga udah di sini. Gue bilang jangan ada preng!"


"Siapa yang lagi ngepreng sih?! Selesai latihan jam 7. Gue sama Agam langsung ke sini. Sedangkan Leon, katanya mau beli martabak dulu buat lo. Nico sama Alif pergi beli cake buat lo" jelas Yoga


Oke, kaki Yunna lemas. Ia memegang lengan Ellen


"Na" Ellen memegang tangan Yunna


"Sekarang di rumah sakit mana?" Tanya Nazwa


"Belom tau, Agam belom nelpon lagi"


"Duduk dulu" Ellen menyuruh Yunna duduk


Yunna khawatir?


Jawabannya, iya!


Yunna sangat khawatir. Jika akan seperti ini, ia tidak akan minta Leon untuk membelikan martabak


Ponsel Yoga berbunyi, Ia langsung pergi mengangkat telponnya. Tidak tau siapa yang menelpon


Ponsel Ellen juga berbunyi


"Leon pasti gak papa" Nazwa mencoba untuk menenangkan Yunna "Sebentar ya, gue mau naro ini dulu" tambahnya lalu pergi


Tinggal Yunna sediri di sana dengan rasa khawatir dan takut memikirkan Leon


Ia mengambil ponselnya, mencoba menelpon Leon


Mungkin saja Agam dan Yoga salah. Mungkin Leon mengangkat telponnya dan memberitahu bahwa Leon sedang menunggu martabak pesanannya jadi. Mungkin Leon sedang di jalan otw ke sini atau mungkin-


Yunna semakin takut karena kemungkinannya tidak terjadi. Telponnya tidak diangkat


'


'


'


'


'


'


'


"Happy birthday to you~ happy birthday to you~ happy birthday, happy birthday~ happy birthday Yunna"


Yunna menoleh kaget


Bohong!


Semuanya bohong!


'Anjing😑' -Yunna


Leon berjalan menghampiri Yunna membawa cake dengan 1 lilin menyala di atasnya


Yunna masih menatap Leon yang berdiri dihadapannya, tidak percaya, menahan kesal


Sedangkan Leon, ia tersenyum menatap Yunna


Ganteng pake banget lagi


"Gak usah kaget. Gak usah terharu, iya gue tau gue ganteng" kata Leon


Yunna bangun, berdiri di hadapan Leon


"Happy birthday Yunna. I love you more" tambahnya


Yunna mengepalkan tangannya, menahan agar tidak menangis


"Gak usah nangis. Tiup dulu lilinnya, meleleh kena kuenya" suruh Leon


Oke, Yunna beneran nangis kalo dilarang


Yunna berjongkok, menangis di sana seperti anak kecil yang ingin permen tapi di larang oleh Ibunya


Leon kaget, bingung sendiri melihat Yunna malah menangis


"Lah lah? Kenapa lo jadi nangis kejer sih, Na?"


Leon meniup lilinnya, meletakan cake di atas meja lalu ikut berjongkok di hadapan Yunna. Ia menarik Yunna dalam pelukannya


Ellen, Nazwa, Agam, Yoga, Nico, Alif, Hanif, Ziko dan Letha menghampiri Yunna dan Leon. Ziko memegangi kamera, masih merekam Yunna dan Leon


"Lo kenapa nangis? Cengeng banget. Gue gak papa, cuma bo'ongan doang" Leon melepas pelukannya


Yunna tidak membalas ucapan Leon. Ia masih menangis di sana


"Udah gak usah nangis" Leon membantu Yunna untuk berdiri


Yang lain sudah tertawa melihatnya. Bahkan Ziko meledek Yunna


Yunna Mengusap air mata dan ingusnya menggunakan baju Leon


"Jorok banget najis" kata Ellen


"Cengeng banget kek bocah" Alif ikutan


"Khawatir dia sama gue, takut gue kenapa-napa. Sekarang kan udah sayang"


Bugh!


"Anjing!" Leon memegangi kakinya yang ditendang Yunna sambil mengaduh kesakitan


Semuanya tertawa. Apalagi Yoga, Ziko dan Alif yang sudah tertawa heboh. Sedangkan Nazwa dan Letha menatap Leon ngilu


Mereka memang paling senang jika kawannya kesakitan


"Lo apa-apaan sih? Sakit banget kaki gue"


"Gue takut lo mati" kata Yunna masih dengan isakanya


"Mati tinggal di kubur" ceplos Hanif


"Kalian juga!"


Semuanya diam, kaget menatap Yunna yang membentak


"Gak lucu" tambahnya lalu pergi keluar Kafe


"Noh kan, apa gue bilang. Yunna pasti marah" kata Ziko


"Kejar bego cewe lo" suruh Agam


Masih dengan kesakitannya, Leon berlari menahan sakit mengejar Yunna


"Sekarang kita makan. Nanti yang bayar Leon" semangat Ellen


"Itu bocah yang ngambek gimana?" Tanya Alif


"Biarin, udah ada pawangnya. Bentar lagi juga udahan ngambeknya" jawab Ellen santai diangguki setuju oleh Nazwa dan Ziko


Masalah makanan nomor 1


Dasar Ellen


'


'


'


'


'


'


TBC~


'


'


'