Up

Up
Ga Luh Lan



"Emang boleh, kalo kak Galuh ketemu kita?" Tanya Nazwa yang kesekian kalinya


"Gak papa. Gue udah nanya kok, dan kak Galuh mau ketemu kalian" jawab Yunna


"Gak bakalan takut?" Sekarang Ziko yang nanya


"Takut sama lo. Lo kan nyeremin, bikin orang sawan" saut Ellen


"Nyeremin juga elo, mba khunti. Hihihihihihi"


"Lo kayak embah gunduruwo, tinggalnya di bawah pohon bambu"


"Lah mending di bawah pohon bambu, teduh, cute kek panda. Lah elo, ngegantung di pohon beringin"


"Cute pantat lo bisul!"


"Coba diem lo pada" Nah loh, Hanif ngomel


"Tau ih, ribut mulu. Pokonya harus jaga sikap kalo ketemu sama kak Galuh" kata Yunna


"Gue kan-"


"Astagfirullah!" Kaget Yunna melihat Jeo di depan pintu setelah di buka, membuat ketiga kawannya ikut kaget


Jeo berdiri melipat tangannya, menatap Yunna seolah banyak pertanyaan yang ingin sekali ia tahu dari sang adik


"Eh abang dokter. Apa kabar bang? Kabar kita baik kok" sapa Ziko mencoba mencairkan suasana


"Ini ada apa Yunna Arghantara? Jelasin sekarang"


'Mampus! Urusannya serius kalo bang Je manggil nama gini',  batin Yunna


Argha sudah menjelaskan semuanya, tapi Jeo ingin mendengar langsung dari Yunna


Mereka masuk bergantian, duduk di sofa ruang TV. Duduk berbaris dengan Jeo di depannya


Argha keluar dari dapur. Kaget melihat kakak-kakaknya seperti maling yang ketahuan dan takut untuk mengakuinya


"Etdah, dah kayak sidang palipurna. Tegang banget"


"Kalian ke kamar aja kalo mau liat kak Galuh, dianter Aga" kata Yunna


"Jangan marahin Una ya kak. Una gak papa, dia cuma nolongin" kata Nazwa


Ia tau kenapa Jeo seperti ini. Jeo mengkhawatirkan adilnya


Hanif, Ellen Nazwa dan Ziko pergi ke kamar, diantar Argha


Tinggal Yunna dan Jeo


"Abang udah denger semuanya dari Aga. Tapi, abang mau denger langsung dari kamu. Apa bener cerita yang abang denger dari Aga?"


"Iyaa" jawab Yunna "Tapi aku gak papa kok? Seriusan deh. Ada Leon sama mang Adul yang nolongin aku sama kak Galuh" tambahnya


Jeo menghelakan napasnya


"Kenapa kamu gak bawa dia ke rumah sakit aja? Kenapa harus di rumah?"


"Emang aku salah nolongin kak Galuh?"  Tanya Yunna pelan menundukkan wajahnya, takut


"Engga salah kamu nolongin orang, abang malah bangga sama kamu. Tapi lain lagi ceritanya. Coba kalo mang Adul atau Leon telat nolongin kalian? Gak bisa abang bayangin. Kamu itu membahayakan diri sendiri, Yunna"


"Masa aku harus diem aja liat kak Galuh di kejar-kejar sama laki-laki brengsek itu?" Tanya Yunna memberanikan diri menatap abangnya "Aku gak bisa diem aja. Apalagi kejadian itu didepan aku, dan kak Galuh minta tolong sama aku" tambahannya


Yunna kembali menundukkan kepalanya, nyalinya ciut melihat tatapan Jeo yang sedang marah seperti ini


"Aku juga cewek. Coba bayangin kalo itu aku dan gak ada orang yang-"


"Yunna!" Potong Jeo sedikit membentak membuat Yunna kaget


Jeo kembali menghelakan nafasnya. Bangun, duduk disebelah Yunna dan menarik adiknya ke dalam pelukannya


"Maaf" katanya "Abang cuma takut kalo kamu yang kenapa-napa"


Yunna paling takut kalo Jeo sudah marah seperti ini


"Tapi beneran kamu gak papa? Ada yang sakit gak?" Tanya Jeo lagi


"Engga, aku gak papa"


Entah ke berapa kali Jeo menghelakan nafasnya. Namun kali ini, karena ia lega melihat Yunna yang memang terlihat baik-baik saja


"Tapi bang Je,"


Jeo melepas pelukannya, menatap Yunna menunggu ucapannya


"Pas aku lagi ngumpet dari cowok brengsek itu, tiba-tiba kepala aku pusing. Kuping aku juga ngedengung keceng banget" adu Yunna "Mungkin karena lari kali ya, udah lama juga gak lari sekenceng itu" tambahnya


Jeo kembali memeluk Yunna


"Jangan kayak gini lagi, abang gak suka. Kalo ada apa-apa langsung kasih tau abang"


"Iya, aku juga minta maaf" balas Yunna membalas pelukan abangnya


~


"Dor"


Argha hanya menoleh, lalu kembali fokus pada ponselnya


Nazwa duduk di sebelah Argha


"Kenapa gak makan?" Tanya Nazwa


"Engga ah, masih kenyang. Kak Awa kenapa gak ikut makan?"


"Engga ah, belom laper"


"Engga ke Kafe?"


"Engga"


"Tumben amat, kenapa dah?"


"Gak papa"


Argha menatap sahabat kakaknya itu. Tidak puas dengan jawaban Nazwa


"So tau banget kamu jadi cowok"


"Ck! Mending maen pow dah" kesal Argha, kalah lagi bermain FreeFire


Ia menyimpan ponselnya dimeja, menatap Nazwa yang memang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya itu


"Pasti ada apa-apa kan sama bang Agam" tebak Argha


Bingo!


"Keliatan?"


"Hmmm" Argha menganggukkan kepalanya "Kenapa lagi? Soal Angel lagi?"


"Kakak juga gak tau, tapi kenapa urusannya ribet yaa?"


"Susah sih kalo masuknya friendzoonan. Mau kesel, bukan siapa-siapa. Mau cemburu, bukan siapa-siapa. Mau tau, siapa gue. Pokonya serba salah"


Nazwa tertawa


"Pengalaman banget keknya"


"Nah! Itu tau"


"Kakak denger Hani suka sama kamu, emang iya?"


"Iya, kalo kata Ran"


"Terus?" Penasaran Nazwa tentang cerita percintaan adik sahabatnya ini


"Ya gak terus-terus"


"Maksud kakak, kamu suka juga gak sama Hani?" Tanya Nazwa "Oh iya ya, kamu kan sukanya sama Ran" tambahnya baru ingat


"Tapi kak, aku suka sama Ran, sama Hani juga"


"Lah? Serakah amat kamu" kaget Nazwa


"Gak tau ah! Bingung" Argha kesal sendiri


"Nih ya, rasa suka tuh beda-beda. Suka karena kagum. Suka karena kita ngefans. Suka karena sayang atau cinta. Suka karena orang itu baik, cantik, ganteng atau cute. Kamu suka sama Hani dan Ran masuknya ke mana?"


Argha menghelakan napasnya, berpikir


"Gak tau, aku juga bingung. Ribet banget suka sama orang"


Nazwa tertawa


"Jalanin aja jalanya, nikmatin aja rasanya"


"Lama deket, suka anter jemput kayak kang ojek tapi gak jadian. Inget kata kang fotocopyan, mau ditunggu apa di tinggal? JIYAAAAA!" Heboh Ziko tiba-tiba meledek adik sahabatnya itu


"Astagfirullah... sabar Aga, sabar. Tahan jangan sampe mukul. Kalo mukul, dosa sama yang lebih tua" kata Argha membuat Nazwa tertawa


"Ketika lo nembak cewek, tapi dia bilang 'kita sahabatan aja ya'. Inget kata tukang sunat, 'tahan ya, sakitnya sebentar kok"


Oke, Argha kesal, sedang Nazwa tertawa terbahak-bahak sampai memukul-mukul pahanya sendiri


Argha melempar sendal ke arah Ziko. Tapi dengan sigap Ziko menghindar, lalu langsung masuk kembali


"Sabar ya, kamu tau sendiri kan kelakuan Ziko yang abnormal" Nazwa menepuk bahu Argha lalu ikut masuk ke dalam


Tbc~


......................


...****************...


...----------------...


Galuh Chandra Kirana





...****************...


...*******...


...****************...


...Instragram...


aga_ptr721



❤️87.736 Suka


aga_ptr721 orang-orang tumbuh keatas atau kesamping, kalo ini kesamping engga keatas engga. Mau heran, tapi ini hujan😗🤣 @rain_ran01


Lihat semua 8.638 Komentar


_


_


_


_


dimasse99 biar kecil kayak ayam Kate, kebanggaan kita semua niehhhh🤣


puanjul_jhs definisi kurcaci di dunia nyata


rain_ran01 tinggi gue normal ya! Lo Lo pada ada yang tingginya gak normal. dasar titan🐽


rose_hd46 gak papa, biar kecil kayak kurcaci yang penting masih chantik and imout🙂


riorio74 aku menerima semua kekurangan mu kok Ran❤️


rain_ran01 heh! ngaca ya. Lo 2cm dibawah gue😏 @puanjul_jhs