Up

Up
Ga Las



"Kalo kenyang gini, enaknya rebahan" ucap Ellen


"Emang lo mah penganut kaum rebahan" saut Nazwa


Yunna membuka leptopnya


Mereka berada di kelas, menunggu kelas pak Yudha. Tidak hanya mereka, banyak mahasiswa dan mahasiswi yg sudah duduk menunggu pak Yudha masuk


"Gimana sih rasanya chat gak dibales? Padahal dia update story?"


"Gak paham gue" jawab Nazwa


"Rasanya seperti jadi iron man" saut Yunna


"Gimana sih rasanya udah telponan tiap malem, tapi gak pacaran?" Tanya Ellen lagi


"Gak paham gue"


"Udah, tinggalin aja. Cari yang lain" saut Yunna lagi "Kenapa sih orang gede malem minggu galau? Kan besok libur" tambahnya


"Galau, soalnya gak ada yang jajanin seblak" jawab Ellen so sedih


"Orang kalo udah gede, ada-ada aja deh"


"Mules ih" celetuk Nazwa


"Mubajir gak sih, baru diisi udah dibuang lagi?"


"Lo tampung aja Na, terus daur ulang. Kan lumayan ada pemasokan" jawab Ellen


Ziko dan Hanif datang, mereka duduk di barisan bawah Yunna, Ellen dan Nazwa


"Katanya ada mabaru. Cewe pindahan dari New York masuk kelas sini" kata Ziko yang duduk menghadap belakang


"Udah tau"


"Udah tau"


Jawab Ellen dan Nazwa bersama


Hanif memainkan ponselnya sambil mendengar obrolan kawan-kawannya, sedangkan Yunna sibuk dengan leptopnya


"Cantik?"


"Cantik kan relatif" jawab Nazwa


"Kalo muka cantik tapi akhlak jelek, percuma. Gak guna" saut Ellen


"Ck ck ck!" Ziko menggeleng kepalanya "Insecure kan lo pada"


"Engga dong, gue mah percaya diri. Buktinya banyak yg naksir sama gue"


"Cantik itu relatif. Gimana orang-orang menilai kita, entah itu kata mereka cantik atau jelek" Nazwa


"Tapi jangan terlalu dengerin omongan orang. Lo harus percaya diri aja sama diri lo sendiri selagi itu baik" kata Hanif


"Betul!" saut Yunna setuju


"Kupu-kupu aja yg punya sayap cantik gak bisa liat sayapnya sendiri. So, love yourself. Lo cantik karena sahabat gue" Ellen merangkul Nazwa


Diantara ketiganya, Nazwa lah yang sangat sering menganggap dirinya paling kurang dalam segala hal. Paling insecure


"Sahabat gue juga lah" saut Yunna


Nazwa tersenyum senang


Seorang wanita masuk. Banyak yang memperhatikannya dan berbisik. Wanita itu tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya, duduk di bangku barisan depan


"Cantik" gumam Ziko


"Pepet Ko, barangkali jodoh. Kan lumayan memperbaiki keturunan" bisik Yunna tertawa


Ellen dan Nazwa ikut tertawa


"Dari pada lo ngegalauin si Caca merica hey hey terus. Mending cari yg baru" Ellen ikutan


...🍃🍃🍃...


Risa berdiri di depan pintu ruangan latihan band Bangtan. Melihat putranya duduk di sofa sambil memainkan ponselnya


"Tok tok.. boleh Mami masuk?"


Leon menoleh


"Masuk aja Mi. Gak ada tulisan 'hewan dilarang masuk' kok" jawab Leon


Risa menatap putranya jengkel


"Terus Mami hewan gitu?"


"Abang gak ngomong"


Risa menghampiri Leon, duduk di sebelahnya


"Kamu gak ke kampus?"


"Ada kelas abis  Jum'atan, jam satuan"


"Kamu bisa izin gak masuk hari ini?"


Leon menatap Maninya


"Why?"


"Temenin Mami makan siang sama keluarganya Bella"


"What's there?"


"Kalo Mami jodohin kamu sama Bella, kamu mau gak?"


"What? Are you kidding me?"


"Kamu bisa gak ngomong pake bahasa Indonesia aja?" Kesal Risa


"Lagian Mami nanya yang engga-engga aja"


"Kenapa? Kamu juga kan masih jomblo. Kamu sama Bella udah lama saling kenal, Mami sama Papi juga kenal banget sama keluarganya. So, why not?"


"Asal Mami tau ya, di kampus abang itu terkenal. Banyak cewek-cewek yg suka dan ngejar-ngejar abang. Mami kira ini jaman Siti Nurbaya apa pake jodoh-jodohan segala"


"Ya makanya itu, kamu jadi banyak main. Sampe sekarang kamu masih jomblo"


"Bukanya main, tapi memilih yang terbaik" Leon tidak ingin kalah "Abang udah dewasa Mi, udah bisa milih yang terbaik buat diri sendiri. So, Mami don't worry"


"Makanya Mami jodohin kamu sama Bella karena khawatir. Setiap Mami ngumpul sama temen-temen, mereka selalu ngebanggain calon menantu atau menantu mereka. Bahkan ada yg udah punya cucu. Kuping Mami panas denger omongan mereka" curhat Risa


Leon menghelakan nafasnya


"Abang udah punya pilihan sendiri Mi"


"Hah? Kamu punya pacar? Kok gak cerita-cerita sih?" Tanya Risa penasaran+antusias


"Mami jarang di rumah, gimana abang mau cerita"


"Pasti kamu bohong kan biar gak Mami jodohin?" Curiga Rissa


"Engga lah. Dosa bohong tuh, masuk neraka"


"Kenalin Mami sama cewe kamu dong kalo gitu. Mumpung Mami di rumah minggu ini. Ajak main kesini"


"Eyyyyy, kamu pasti bohong"


"No, I'm not lying"


Rissa masih menatap putranya curiga


"Oke, besok abang bawa Yunna main kesini"


"Namanya Yunna? Cantik gak?" Tanya Rissa antusias


"Cantik lah, makanya pacar abang"


"Lebih cantik Yunna atau Bella?"


"Cantik itu relatif"


"Ah! Mami jadi cepet-cepet pengen ketemu Yunna" senang Risa tidak sabar


"Gak jadi ya jodohin abang sama Bella?" Tanya Leon


"Kamu udah punya cewe. Masa Mami harus maksa kamu nikah sama Bella"


Leon tersenyum lega


"Gak akan ada masalah apa-apa kan?"


"Ya engga dong. Tadinya Mami ngajak keluarga Bella makan siang pengen ngomong soal perjodohan kamu sama Bella. Tapi karena kamu punya pilihan sendiri, gak jadi. Kita cuma ngomongin masalah kerjaan aja" jawab Risa


"Lagian abang nanggepin Bella kayak adik sendiri dan gak lebih" Senang Leon


...💦💦💦...


"Untuk evaluasi semester ini, saya akan memberikan tugas kelompok"


Sebagian mahasiswa terdengar kecewa dengan ucapan pak Yudha


"Benci banget gue kalo kerja kelompok gini" gumam Yunna


"Gue mah seneng, jadi gak pusing sendiri" balas Nazwa


"Gue juga" saut Ellen pelan


"Sepertinya banyak yang tidak suka dengan tugas perkelompok. Bukanya lebih mudah jika di kerjakan bersama?" Tanya pak Yudha "Saya sengaja memberikan tugas kelompok, karena saya ingin melihat bagaimana cara kalian memecahkan masalah secara bersama. Melihat bagaimana kalian bersosialisasi dan berkerja sama sebagai tim. Saya akan memberikan nilai pada beberapa poin, misalnya kekompakan kalian sebagai tim" tambahnya


"Gimana kalo mereka yg gak punya temen, Pak?" Tanya seorang mahasiswi yang duduk di depan


"Jika kalian ingin dapat nilai, mau tidak mau harus bekerja sama walaupun tidak dekat satu sama lain. Belajar bersosialisasi"


"Kelompoknya kita buat sendiri atau bagaimana pak?" Tanya Hanif


"Kelompok terdiri dari 2 orang. Kalian tidak usah khawatir, karena saya sudah membuatnya"


"Semoga gue sama Hanif ya Allah" doa Yunna pelan


"Semoga gue sama Nazwa" Ellen ikutan


"Terus Ziko sama siapa?" Tanya Nazwa


"Sama mabaru aja, biar PDKT'an mereka" balas Yunna bercanda


"Sudah saya kirim lewat whatsApp daftar kelompoknya"


Semua langsung melihat ponsel masing-masing


Pak Yudha keluar dari kelas begitu saja


"Yey! Kita satu kelompok El" senang Yunna memeluk Ellen


Ellen tersenyum


Hanif menoleh kebelakang, tersenyum menatap Nazwa. Nazwa ikut tersenyum karena ternyata mereka satu kelompok


"What?" Kaget Yunna "Lo beneran sama mabaru, Koko" tambahnya sambil tertawa


"Noh kan! Jodoh gue bilang" balas Ellen


Sedangkan Nazwa dan Hanif tertawa


Ziko menghelakan napasnya panjang


"Kenapa engkau beri cobaan yg berat seperti ini ya Tuhan" gumamnya sedih


Tbc~


...----------------...


..............


...Instragram...


YOUna127



❤️379.887 suka


YOUna127 senyum itu ibadah, tapi kalo udah senyum-senyum sendiri namanya..................?


@el1000 @Zi_koko @m_hanifsaputra @nazwasalzabilah10


Lihat semua 780 komentar


'


'


'


Zi_koko Gila kayak lo kalo udah akhir tanggal


el1000 Kalian aja, gue sih enggak yaa


tuki_yem Yang duduknya di belakang kok ganteng, minta nomornya dong @m_hanifsaputra


hensem_boy Makin kesini kesono makin cantik aja @YOUna127


aw_karin45 Tutor cantiknya gimana sih kak Ellen


haniflovers Ikan hiu makan jahe


Kak Hanif, saranghae😗


YOUna127 Zikoko kok banyak bacot ya. Gue gak ganti, mau?


Zi_koko Jangan dong bebsss, soalnya udah banyak nunggak. Kata pak ustad, kalo hutan itu harus dibayar. Nanti gue gak pinjemin lagi, mau?


YOUna127 Ih gitu masa, baperan banget kek cowok. Iya, nanti gue ganti. Tapi besok nambah kasbon gocap ya


el1000 Tolong kawan-kawan yg aku sayangi, bahasa soal hutan-piutang Disa di personal chat aja gak? @YOUna127 @Zi_koko


'


'


'


'