Up

Up
Wa Las



"Untuk memperbaiki nilai, kalian harus membuat pidato bahasa Arab dan harus dihafalkan. Minggu depan kita tes satu-satu maju ke depan"


"Kita ngomong pake bahasa Arab Bu?" Tanya Panjul


"Iya lah, masa pake bahasa Yunani"


"Pake bahasa Korea aja bisa gak Bu?" Tanya Erina


"Kamu mau Ibu tendang ke Korea?" Tanya Bu Rini membuat sebagian murid tertawa "Pelajaran Ibu kan bahasa Arab, masa pake bahasa Korea. Jaka sembung bawa centong, gak nyambung dong" tambahnya


"Saya gak bisa ngomong bahasa Arab, jadinya nilai saya jelek" Dimas


"Ya ini kan lagi belajar, nanti lama-lama bisa. Makanya belajarnya pake niat, biar cepat masuk ke otak" jawab Bu Rini guru bahasa Arab yang memang terkenal konyol dan blak-blakan


"Jangan bisanya maen hp, maen game apalagi maenin cewe. Gak bisa bahasa Inggris, bisa- bisa bahasa Arab kek. Biar nanti kalo ditanya sama malaikat bisa jawab soalnya udah belajar"


"Buat cewek juga sama. Jangan bisanya ngegalau, ngebucin, korea-koreaan, apalagi ngehalu jadi istri artis Korea. Bisa ngomong bahasa Korea, tapi giliran ulangan bahasa Indonesia remedial. Malu sama bendera"


"Saya bisa ngomong bahasa Arab" celetuk Ojan dengan percaya dirinya


"Nilai kamu aja 38 di ulangan kemaren"


"Ya engga lancar kayak orang Arab. Saya kan tinggal di Indonesia bukan di Dubai"


"Coba Ibu mau dengar"


"Ente bahlul" jawab Ojan membuat tawa 1 kelas pecah


"Kamu yang bahlul!" balas Bu Rini tidak santai


"Kalo diganti 'saya', jadinya gimana Bu?" tanya Panji


"Ana bahlul" jawab Bu Rini polos


"Saya gak ngomong apa-apa ya Bu"


Tawa satu kelas kembali pecah


Bu Rini hanya menghela nafas sabar menghadapi murid-muridnya itu


"Kamu gak mau nambahin Argha atau Dimas?" Tanyanya


"Engga Bu, besok aja" jawab Dimas


"Saya juga Bu, next time" balas Argha


Bel pulang berbunyi


"Mudah-mudahan apa yg Ibu sampaikan bermanfaat, jangan lupa pidatonya" ucap Bu Rini merapihkan bukunya "Hati-hati kalian pulangnya, assalamualaikum" tambahnya lalu keluar kelas


Sebagian juga mulai meninggalkan kelas


"Mau sehat?" tanya Dimas entah kesiapa "Cari Istri dokter" jawabnya sendiri


"Mau gemuk?" Ojan ikutan "Cari istri koki"


"Mau pinter? Cari istri guru" Panjul


Argha mengambil ponselnya dan menelpon Yunna


"Mau mati?" Argha tidak ingin ketinggalan "Cari istri orang"


"JIAHHHHHHHHHHHH" Sorak Diman, Panji dan Ojan bersama sambil tertawa. Argha juga ikut tertawa


"Garelo sia teh" saut Erina lalu keluar kelas bersama Kinan dan Dira


"Hmmm?" Kata Yunna saat telponnya terhubung


"Jemput gak?" Tanya Argha


"Gak usah, gue balik sama Maung"


"Yaudah, gue juga balik telat. Ada rapat OSIS. Kayaknya lama"


"Iya"


"Udah"


"Hmmm"


Sambungan mati


Ran masuk, menghampiri Argha


"Mau jemput kak Una dulu?"


"Engga, dia balik sama bang Leon. Langsung ke ruang OSIS aja" jawab Argha


"Lo mau ke kantin dulu gak?"


"Kenapa emang?"


"Aus, minum gue abis"


"Yaudah, lo duluan aja ke ruang OSIS sama Dimas. Gue yg ke kantin. Mau minum apaan?"


"Es teh manis panas"


"Mana ada es teh panas goblok" itu Ojan yang bilang


"Pake saos gak?"


"Jangan, pake sambel aja yg banyak" jawab Ran sambil tertawa. Argha ikut tertawa


"Sama gobloknya" saut Dimas


...🍀🍀🍀...


...🍀🍀...


...🍀...


Leon memberhentikan motornya di depan sebuah klub malam yg lumayan besar


"Kok ke sini?" Tanya Yunna


Leon membuka helmnya dan turun dari motor


"Sebentar doang" jawab Leon


Yunna menarik ujung baju tangan Leon karena ia hendak pergi


"Ngapain ke sini?" tanyanya


"Balikin plasdis temen gue"


"Kok malah kesini?" tanyanya lagi


"Ya temen gue disini"


"Gue tunggu sini aja, gak mau masuk"


"Nanti kalo lo sendirian, takutnya ada om-om pedo yang godain lo"


"Jangan nakut-nakutin dong!"


"Gak usah takut, ada gue. Lo jangan kemana-mana, harus sama gue. Di sisi gue lo aman" balas Leon membukakan helm yang masih dipakai Yunna


Yunna diam, entah kenapa hatinya menghangat oleh ucapan Leon barusan


"Woi! Malah bengong, ayo" tambah Leon membuat Yunna kaget


"Nanti gue dimarahin bang Je gimana?"


"Gak bakal, abang lo gak tau kalo lo disini"


"Mau pulang aja"


"Iya Yunna, kita pulang. Balikin plasdis dulu, abis itu gue anterin lo pulang"


Yunna yg masih duduk di motor, turun. Leon menggenggam tangan Yunna masuk ke dalam


Seperti klub yang ada di drama-drama yang sering ia tonton. Bau alkohol bercampur dengan bau rokok dan berbagai  wangi-wangian parfum saat memasuki klub. Banyak orang berjoget mengikuti musik yg membuat sakit telinga


"Woi, apa kabar lo? Sibuk amat jarang maen. Insap lo?" sapa seseorang yg duduk di meja bar


"Sam mana?" Tanya Leon tanpa menjawab sapaan temannya


"Di atas kayanya"


"Lo tunggu sini, sebentar doang" ucap Leon menatap Yunna


Yunna tidak melepas tangan Leon


"Ikut, gue takut disini sendirian"


"Apalagi di atas, lebih parah"


"Kan ada elo"


"Lo tunggu sini aja. Ni sama temen gue" balas Leon


"Gue nitip cewe gue. Jagain, Jangan diapa-apain" Leon menatap Arif


"Siap"


"Mau minum?" Tawar Arif


"Kalo ada jus mangga gue mau"


"Lo kira kafe"


"Boro-boro minum minuman beralkohol, minum sprite aja perut gue kembung"


Arif tertawa


"Woi! Arif!" Panggil seseorang


Keduanya menoleh


"Kalo lo mau ke sana, ke sana aja. Gak papa" kata Yunna


"Nanti aja. Bisa-bisa kepala gue di gantung kalo ninggalin lo"


"Engga elah, santai aja. Bentar lagi juga Leon balik. Lagian kalo ada yg macem-macem, gue tendang adenya biar mampus" balas Yunna


"Seriusan nih?"


"Iya elah, udah sana"


"Lo jangan kemana-mana, harus disini sampe Leon dateng"


"Iya, udah sana. Temen-temen lo udah nungguin"


Arif pergi meninggalkan Yunna sendiri


Yunna memperhatikan sekitar. Banyak wanita yang memakai baju kurang bahan menurutnya. Menggunakan baju ketat dan rok span atau celana yang sangat pendek. Berbeda sekali dengan penampilannya yang menggunakan celana jins panjang biru telor asin, dengan kaos putih sepinggan di balut jaket jins yg senada dengan celananya


Ia melihat dadanya sendiri


"Sadar diri aja Una. Bersyukur masih punya tete sama pantat walaupun rata" gumam Yunna merapatkan jaket jinsnya


"Ke atas mana sih? Lama banget" kesal Yunna karena Leon tidak muncul-muncul


Ia mulai takut karena banyak laki-laki yg menatapnya


Seorang laki-laki menghampiri Yunna


"Hai"


Yunna melihat ke belakangnya, barangkali laki-laki itu menyapa seseorang yang ada di belakangnya


"Lo nyapa gue?" Tanyanya karena tidak ada siapapun di belakangnya


"Gila aja gue kalo nyapa botol dibelakang lo"


"Kata Mama gue, jangan ngomong sama orang yang kita gak kenal"


"Nama gue Mino"


"Nama panjang lo bukan Song Mino kan?" tanya Yunna


"Bukan lah"


"Gue kira nama lo sama kaya artis Korea"


"Tapi gak kalah ganteng sama artis Korea kan?"


Yunna mendelikan bahunya, malas menjawab


"Gue liat tadi lo sama Leon, lo ceweknya?" Tanya Mino


"Kepo banget sih kayak pembantu baru"


Seorang wanita menghampiri Mino, bergelayut manja di lengan Mino


"Kok di sini sih?"


"Sebentar, aku nyapa temen dulu" jawab Mino


Ia menatap Yunna


"Semoga kita bisa ketemu lagi" katanya lalu pergi bersama wanita itu


"Sksd banget tu orang"


Ia mengambil ponselnya untuk menelpon Leon


"Lama banget sih? Lo ke atas mana sih? Ke atas awan?" Omel Yunna


"Oh iya, lupa gue kalo sama lo"


"Ck! Cepetan ih kesini, berasa pengen di terkam gue"


"Iya, gue otw"


Sambungan dimatikan


Tidak menunggu lama, Leon kembali


"Lama banget ih! Kesel gue"


"Si Arif kemana?"


"Gak tau sama temen-temennya"


"Bego banget, gue suruh jagain lo malah kabur"


"Udah biarin, ayo pulang" Yunna menggenggam tangan Leon, menariknya keluar


"Engga-engga lagi deh gue kesini" kata Yunna saat mereka sudah diluar "Lo juga jangan ke tempat kayak gini lagi, gak baik tau. Gak guna juga. Awas aja kalo gue tau ketempat kayak gini lagi" tambahnya


"Iya-iya, maaf elah. Ayo pulang" Leon memakai helmnya


"Gak mau pake helm ah, ribet" tolak Yunna


Leon naik ke motornya setelah menggantung helm, Yunna juga naik. Ia menyalakan motornya lalu menjalankannya meninggalkan klub


"Beli makan dulu, gue laper!" teriak Yunna


"Mau makan apa?!"


"Apa ya? Pecel lele aja. Gue pengen nasi uduknya sama ayam goreng pake sambelnya"


"Hah?! Mau boncel?! Boncel apaan?!"


"Pecel lele bolot!"


"Oh, oke!"


'


'


'


Tbc~


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


~Mino Raiolad





Deskripsi menyusu ya:)


Soalnya baru nongol sebentar🙃


'


Ojan - Panjul




4 sekawan dunia akhirat kalo kata Ran sama Nadine. Goblok semua kalo kata Nadine. si paling berisik di kelas. Kalo gak ada mereka kelas sepi, sunyi kayak kuburan. Tapi kalo ada mereka ramenya nyalahin presiden hajatan


...Muhammad Paujan (Ojan)...


...⬇️...




...Panji Sakarang (Panjul)...


...⬇️...