Up

Up
Ga



Tanpa mengucapkan salam atau mengetuk pintu, Argha masuk ke kamar kakaknya. Meletakan baju yg sudah bersih dan di lipat rapih di atas meja


Pemilik kamar masih berbaring di kasur dengan menutup seluruh badannya dengan selimut


"Nih kak bajunya di meja"


"Hmmm" balas Yunna tanpa bergerak


"Masih sakit?" Tanya Argha


Yunna membalikan badannya, menatap adiknya yang mengkhawatirkannya


"Engga, tapi masih ngilu-ngilu dikit"


"Telpon bang Je aja ya"


"Gak usah"


"Seriusan?"


"Hmmm" jawab Yunna menganggukkan kepalanya pelan "Bang Je pasti lagi sibuk, kalo harus bolak-balik pasti repot" tambahnya


"Yaudah, kalo mau apa-apa telpon aja, gue di kamar"


"Hmmm, thank you brother"


"Hmmm" jawab Argha lalu keluar dari kamar Yunna


Sakit Perut, kram perut, demam dan pusing yg Yunna rasakan saat pertama haid. Saat itulah Argha dan Jeo repot mengurus Yunna dan khawatir


Kemarin juga saat kejadian bersama Leon, Yunna langsung menangis memeluk Argha saat sampai rumah. Membuat Argha kaget dan juga khawatir. Lama Yunna menangis dan akhirnya ia menceritakan kejadian bersama Leon


Setelah itu ia izin tidak masuk 2 hari. Ia malas pergi ke kampus, terlebih lagi fotonya yg berciuman bersama Leon menjadi viral satu kampus


Ponsel Yunna bergetar, tanpa melihat siapa nama yg menelpon Yunna mengangkatnya


"Hmmm"


"Masih sakit?"


Ternyata Hanif yg menelpon


"Masih tak berdaya di kasur"


"Selesai ini gue sama yg lain ke rumah lo"


"Kalian dimana?"


"Kerja kelompok di kontrakan Awa"


"Yaudah, jangan lupa bawa buah"


"Nanti gue bawain buah berenuk" Itu suara Ziko


"Gak usah di bawa si Koko pandan, berisik doang dia mah. Yang ada gue makin sakit"


"Kalo bisa mah gue masukin karung goni terus gue anyutin"


"Jangan sampe engga"


"Yaudah, udah ya Na"


"Hmmm"


Sambungan mati


Ponselnya kembali bergetar, telpon dari abangnya


"Kenapa?"


"Tadi Aga chat, katanya kamu sakit. Apa abang perlu pulang?"


"Gak usah, cuma kram perut haid doang, udah gak sakit abis minum obat"


"Beneran?"


"Iya, pasti abang lagi sibuk kan. Gak usah pulang"


Terdengar helaan napas di sebrang sana


"Iya, lagi banyak banget jadwal operasi. Ini aja baru keluar"


"Gak usah khawatir sama aku, ada Aga kok. Lagian udah enakan gak sakit lagi"


"Yaudah, kalo ada apa-apa telpon abang"


"Iyaaa"


Sambungan mati


Namun, kembali ponsel Yunna bergetar


"Siapa lagi sih ya Allah,,, udah tau gue lagi sakit butuh istirahat" gumamnya


"Halo?"


"Kata Aga kamu sakit sayang"


"Mama~" panggil Yunna


"Iya, ini Mama"


"I Miss u so bad"


"Mama juga kangen sama kamu dan Aga"


"Kapan pulang?"


"Mama usahain minggu depan pulang"


"Mama sehat-sehat kan di sana?"


"Alhamdulillah sehat, kuliah kamu gimana?"


"B aja gak ada yg wow"


"Kamu sakit apa?"


"Kram perut haid, tapi sekarang udah gak sakit, udah minum obat"


"Syukur deh kalo gitu"


"Emy quickly! The other is waiting" terdengar suara yg memanggil disebra sana


"Okay, I'm coming" balas Emy


"Mama sibuk ya?" Tanya Yunna


"Maaf sayang, nanti Mama telpon lagi"


"Hmmm"


Sambungan mati


Yunna menghela nafas


"Padahal masih pengen ngobrol"


Semenjak Papanya pergi untuk selamanya, sang Mama lah yg menggantikan posisi Papanya mengurus perusahaan di Jepang. Mau tidak mau Emy harus tinggal di Jepang meninggalkan ke-3 anaknya


Alexandre Arghantara meninggal karena kecelakaan mobil yg menimpanya 6 tahu yg lalu. Saat itu Yunna dan Argha ikut menjadi korban karena kecelakaan terjadi saat pulang menjemput Yunna dan Argha dari tempat les


Alex terluka parah dan nyawanya tidak bisa tertolong. Argha juga terluka, ia tak sadarkan diri selama 1 Minggu sedangkan Yunna sempat koma dan tak sadarkan diri selama 1 bulan


Sampai saat ini Yunna masih takut untuk naik mobil, ia trauma tapi tidak untuk mobil bis atau angkot


Jeo, Yunna dan Argha bukan asli Indonesia. Mereka blaster Jepang, Alexandre Arghantara Indonesia-Amerika dan Emy Noguhara adalah wanita Jepang yg lama tinggal di Indonesia


~


"Tu cewe bagus banget badannya, perutnya rata kek anu lo Ell" celetuk Ziko


"Iya tau, gue mah tau diri orangnya. Tete gue mah kecil, tepos pula" balas Ellen


"Itu namanya body gols" Yunna ikutan


Ellen sedang menonton dance cover di leptop Yunna, tapi Ziko ikut-ikutan nonton. Sedangkan Yunna berbaring di bawah dengan alaskan karpet bulu sambil memainkan ponselnya


"Boro-boro punya body gols, makan mie aja masih pake nasi"


"Boro-boro punya body gols, punya badan kurus aja Alhamdulillah"


Nazwa datang menjinjing  plastik yg berisi martabak dan gorengan


"Intinya harus bersyukur. Gak usah banyak ngeluh. Masih untung dikasih badan lengkap lo pada" Hanif sudah berkata


Mereka di rumah Yunna, berkumpul di ruang tv


Nazwa dan Hanif baru kembali membeli makanan


"Aga panggil Na, takutnya mau"


"Aga! Mau gak nih?!" Teriak Yunna


"Berarti lo udah sehat, udah bisa tereak" Ziko


Yunna, Hanif dan Nazwa mengambil martabak rasa keju coklat, sedangkan Ziko dan Ellen mengambil gorengan


Argha keluar


"Mau gak nih?" Tawar Ellen


"Engga ah, masih kenyang" jawab Argha "Gue mau ke rumah Dimas bentar kak" tambahnya izin


"Hmmm, balik sebelum magrib"


"Iya, gue duluan yang kakak-kakak" kata Argha lalu pergi


Argha berjalan sendiri sambil memainkan ponselnya, membalas chat dari Dimas


"Hani?" Gumamnya melihatnya wanita di depannya yg sangat ia kenal


"Hani" panggil Argha


"Eh? Kak Argha?"


"Lo ngapain?"


"Abis beli bahan buat bikin kue. Aku kira gak akan sebanyak dan seberat ini"


Sebuah kardus yg Hani letakan di bawahnya, ia juga menjinjing plastik sedang


'Bantuin jangan? Tapi kasian kalo gak di bantuin' -Argha


"Sini gue bantuin" Argha mengangkat kardus


"Eh? Gak usah kak, berat itu"


"Yaelah engga, biasa aja. Lo kira gue cowo apaan ngangkang segini aja gak kuat" jawab Argha "Lagian gak seberat beban hidup" tambahnya bercanda


Hani tertawa


"Makasih loh kak"


"Iya selo, sama-sama"


Keduanya berjalan bersama


"Rumah lo di komplek sini juga?"


"Iya, baru pindah kemarin"


"Gue di blok D, rumah lo dimana?"


"Rumah aku di blok B"


"Wooo,, kawasan elit"


"Biasa aja kali kak"


Argha tersenyum, Hani juga


Skip


Mereka sampai di rumah Hani. Keduanya masuk


"Eh kak, gak usah di lepas sendalnya" kata Hani melihat Argha akan melepas sendalnya saat akan masuk


"Nanti kotor, sendal gue kotor"


"Gak papa nanti di bersihin sama bibi. Lagian masih kotor belom di bersihin lantainya, masih pada repot di dapur"


"Gue pake nih ya sendalnya, maaf"


"Iya gak papa"


Argha mengekor Hani masuk


"Bunda" panggil Hani


Seorang wanita menghampiri keduanya


"Udah pulang kamu, sama siapa?"


Argha mencium tangan Bunda Hani


"Saya Argha Tante, temennya Hani"


"Oh, ini belanjaannya ya? Sini mau langsung Tante pake"


Bunda Hani mengambil kardusnya lalu pergi


"Sebentar kak, aku mau buat minum dulu"


"Gak usah, gue mau langsung aja. Mau ke rumah Dimas" tolak Argha


"Gak mau minum dulu kak?"


"Gak usah, makasih. Kasian si Dimas pasti udah nungguin. Lagian kakak gue lagi sakit di rumah, harus balik sebelum magrib"


"Oh yaudah, makasih ya kak, maaf jadi ngerepotin"


"Gak ngerepotin elah, santai aja"


"Lain kali harus maen ya disini, harus minum atau makan"


Argha tersenyum


"Iya"


Hani mengantar Argha sampai depan rumah


"Gue duluan"


"Iya, sekali lagi makasih"


"Iya sama-sama"


Argha pergi


"Gak nyangka ketemu kak Argha" gumam Hani senang


"Temen kamu udah pulang de? Bunda udah bungkusin kuenya"


"Ah Bunda mah telat. Bukanya tadi"


"Siapa sih dia? Gebetan kamu ya?"


"Bukan, dia kakak kelas aku. Yg aku ceritain loh Bun, yg nolongin aku"


"Oh dia! Ganteng, Bunda suka"


"Ih apaan sih Bunda. Dia tuh kakak kelas doang, gak lebih"


"Iya deh, sekarang mah masih kakak kelas, gak tau kalo nanti" Sang Bunda tertawa "Kamu tau gak rumahnya? Ini anterin aja kuenya"


"Ah! Aku lupa nanya nomor rumahnya" sedih Hani


"Yaudah nanti aja di sekolahan"


TBC~


...----------------...


..............


~Ahmad Dimas Ramadhan





Pecicilan abis, random abis, konyol abis, pokonya anaknya rame abis. Kalo dia kalem, semua temen-temennya heran+takut. Moodmaker semua orang. Kadang Argha heran, Mamanya dulu ngidam apa sampe kawannya ini gak bisa diem abis. Bucin abis sama Nadine, tapi Nadine bucin sama Teyong, si kakek anak basket