Up

Up
Pat Luh Lan



"Lo tau gak?" Tanya Ellen


"Engga" jawab Yunna


"Temen gue magang di restoran, jadi tuh kerjanya berat banget"


"Iya, terus?" Saut Nazwa menyimak cerita sahabatnya ini


"Kerjanya mana full time. Jadi juru masak. Laku banget dagangnya kan"


"Hmmm" balas Letha ikut menyimak


"Tapi bayarannya dikit, kadang juga suka gak digajih, udah mah bosnya pelit banget. Partner kerjanya judes banget"


"Kasian amat"


"Mau tau gak kerjanya dimana?"


"Dimana?" Tanya Letha penasaran


Yunna menahan tawanya. Sedangkan Nazwa sudah malas menyimak cerita Ellen yang tau arah ceritanya ini akan kemana. Yakin 100 persen


"Krusty krab"


Tawa Ellen dan Yunna pecah, sedangkan Nazwa hanya tersenyum paksa sambil menggelengkan kepalanya


"Bodo, El" balas Letha malas


Ellen tertawa sambil memukul-mukul meja, kadang juga bertepuk tangan atau memukul bahu Yunna saking ngakaknya. Jangan deket-deket Ellen kalo lagi ketawa. Kalo lagi ngakak, Ellen serem. Suka melakukan kekerasan yang menimbulkan sakit badan


"Percaya aja sih lo" kata Nazwa


"Iya aku ngerti. Tapi, why? Kenapa harus-"


"Bodo amat Bambang!" Yunna masih ngakak


Letha menggelengkan kepalanya


"Udah lah El, suka-suka kamu aja" parahnya


Nazwa menggendong tas dan memeluk bukunya


"Udah ah, gue duluan ya" pamit Nazwa yang akan pergi ke Kafe


"Gue juga deh" kata Ellen juga


"Ihhhh, gue beneran ditinggal sendiri?" Sedih Yunna


Letha tersenyum karena Yunna menatapnya dengan memelas


"Sorry" balasnya


"Yaudah lah, gue pulang aja"


"Mau sekalian?" Tanya Nazwa


"Boti gitu? Ogah banget"


"What's boti?" Tanya Letha


"Bonceng tiga" jawab Ellen


Letha menganggukan kepalanya paham. Ponselnya bergetar ada telpon dari Ziko


"Aku duluan ya guys" pamitnya


"Hmmm, hati-hati" balas Yunna


"Oke" Letha pergi sambil mengangkat telponnya


"Ayo ah" ajak Ellen merangkul Nazwa


"Bayar dulu bego"


"Oh iya" Ellen melepaskan rangkulannya, lalu pergi ke kasir untuk membayar


...๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ...


Tanpa mengucapkan salam atau mengetuk pintu, Leon masuk ke kamar Hanif. Menidurkan dirinya ke kasur


Si pemilik kamar yang sedang mengerjakan sesuatu di meja belajarnya, tidak peduli dengan kehadiran Leon


"Sama Una gimana? Udah baikan?" Tanya Hanif tanpa menoleh


"Pengen nyerah aja rasanya"


"Payah banget, najis. Kalo lo nyerah, gue yang-"


"Gak usah macem-macem lu. Kan baru pengen, bukan nyerah" potong Leon "Gue juga gak bakal nyerah lah. Dapetin Yunna itu susah. Gak bakal gue lepas"


Hanif memutarkan kursinya, menatap Leon


"Una lagi sendiri di rumah, samperin sana"


"Yang ada gue diteriakin maling lagi"


Hanif tertawa


"Resiko. Lagian lo bikin masalah mulu"


Leon menghelakan napasnya. Bangun, lalu pergi


"Mau kemana?" Tanya Hanif


"Jinakin macan betina!" Teriak Leon dari luar kamar Hanif


S


K


I


P


Leon memberhentikan motornya didepan rumah Yunna. Turun dari motor, mengetuk pintu rumah. Dia sudah tidak tahan lagi. Leon sangat merindukan Yunna


Saat membuka pintu, Yunna kaget melihat Leon. Terlebih lagi, Leon langsung mendorongnya, memojokkannya pada tembok setelah menutup pintu


"Apaan sih? Awas!" Yunna mencoba mendorong Leon


Tanpa meminta izin, Leon mencium bibir Yunna


Yunna membulatkan matanya kaget bukan main. Ia mendorong bahu Leon kuat


"Lo kenapa sih?! Awas gak? Gue lagi flu"


Entah kenapa, hati Yunna menghangat. Rasa kesalnya hilang seperti asap yang menguap ke udara


Leon melepas pelukannya. Menatap Yunna


"Maafin gue ya? Gue janji, gak bakal gitu lagi. Janji, demi Allah"


"Kalo mau boong gak usah bawa-bawa nama Allah. Yang ada lo dosa kalo gak bisa pegang janjinya" balas Yunna


"Gue serius, gue bakal bilang sama lo. Gue gak akan buat lo kesel atau sedih lagi. Jadi gue mohon sama lo, jangan tinggalin gue"


Leon kembali memeluk Yunna "Miss you so bad" katanya


Jujur, Yunna juga kangen banget sama Leon, tapi kesel juga


"Lo gak kangen gue apa?"


"Bego!" balas Yunna


Leon melepas pelukannya kembali. Melihat Yunna yang sudah mengeluarkan air matanya


"Lo jahat. Gue benci lo, Leon"


Leon kembali memeluk Yunna yang dibalas pelukannya


"Gue juga sayang sama lo, Yunna" balasnya


"Di maafin?"


"Engga!"


Leon malah ketawa


Mengelus rambut Yunna lembut


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


"Hani!" Panggil Argha yang baru saja turun dari angkot


Hani yang masih di halte menoleh, melihat Argha nyeberang jalan menghampirinya


"Kak Argha baru pulang?" Tanya Hani


"Abis maen PS di rumah Ojan" jawab Argha


"Tumben naek angkot, gak bawa motor?"


"Dipake kak Una" jawab Argha. Keduanya berjalan bersama "Lo kenapa baru pulang? Sendirian naek bis?" Tambahnya bertanya


"Abis les. Mau mesen grab, hp aku low. Yaudah deh, naek bis" jawab Hani "Gak sendiri kok, aku naek bis sama temen"


"Biasanya anter jemput abang lo"


"Kan belom pulang"


"Oh iyaya, bang Agam kan lagi di Bali" Argha tersenyum, Hani juga ikut tersenyum


"Loh kak? Kok ikut belok?" Tanya Hani berhenti berjalan. Argha juga ikut berhenti


Seharusnya Argha pergi lurus, sedangkan Hani berbelok saat di perempatan kearah rumah masing-masing


"Gak baik cewe jalan sendirian, apalagi malem-malem" balasnya lalu berjalan


Hani diam, merasakan jantungnya yang berdetak cepat


Ah, sial! Anak bujang orang terus-terusan ngajak naksir tapi engga tanggung jawab


"Kok malah diem? Ayo, mau pulang gak?" Argha berjalan mundur menatap Hani yang menatapnya juga


"Oh? I-iya" jawab Hani menyusul Argha


"Jangan jalan malem sendirian, bahaya. Sekarang lo bisa nelpon gue kalo pulang sendiri"


Hani menatap Argha


"Kalo aku nelpon, terus kak Ran juga nelpon, kak Argha milih siapa?" Tanya Hani pelan


Argha menoleh


"Hah?"


"Hmmm?" Kaget Hani "Engga" lanjutnya memalingkan wajahnya


Argha hanya tersenyum. Ia mendengarnya, terdengar sangat jelas. Ia hanya kaget dan bingung dengan pertanyaan Hani barusan


"Nih ya, hewan hewan apa yang jago berenang?" Tanya Argha, niatnya menghilangkan suasana canggung


"Pasti jawabannya ikan dong"


"Salah"


"Hah? Kalo bukan ikan, apa?" Bangun Hani


"Bebek" jawab Argha "Kalo ikan kan menyelam" tambahnya


Hani tertawa. Sedangkan Argha tersenyum, senang melihat tawa Hani


"Oh iyaya, bisa juga"


"Ada lagi" kata Argha lagi


"Apa?"


"Ayam, ayam apa yang bikin kesel?"


"Ayam yang bikin kesel?" Hani berpikir "Apa ya? Ayam bertelur?"


"Salah"


"Terus apa? Kalo ayam lagi bertelur itu berisik banget, bikin kesel kan?"


"Ketauan, ternak ayam ya?"


"Engga yaaa" jawab Hani "Terus apa jawabannya?" Tambahnya penasaran


"Ayamnya abis, nasinya masih ada"


Lagi, Hani tertawa


"Ada-ada aja kak Argha ini"


Argha ikut tertawa. Lucu aja liat tawa Hani, bikin gemes


TBC~~~~~>