
Sekarang Yunna di kantin rumah sakit. Menunggu Jeo untuk makan bersama. Tadi ada Leon, tapi sekarang lagi ke toilet
"Katanya makan bareng, tapi udah makan duluan" Jeo yang baru datang langsung duduk berhadapan dengan Yunna
"Eh? Ada kak Ijal" sapa Yunna
Rizal duduk di sebelah Jeo, tersenyum membalas sapaan adik dari temannya itu
Tadinya Yunna memanggil Rizal, 'bang Ijal', tapi Rizal tidak mau di panggil Abang
'Jangan panggil abang dong. Kayak tukang bakso aja. Panggil kak Ijal aja' kata Rizal
"Hey, how are you By?" Sapanya
"Not oke" jawab Yunna sedih
"Why?"
"Because, i Miss you"
Rizal tertawa, begitupun Yunna. Sedangkan Jeo menggelengkan kepala melihat keduanya sambil beristighfar di dalam hati
Rizal adalah teman Jeo. Satu kampus, satu jurusan tapi beda spesialis. Jeo dokter bedah dan umum. Sedangkan Rizal dokter spesialis jantung
"Abang ngambil makanan dulu" kata Jeo
Ia bangun, lalu pergi mengambil makanan, diikuti Rizal
Yunna memakan makanannya sambil menahan rambut di dadanya supaya tidak kena kuah mienya
Leon yang habis dari kamar mandi menghampiri Yunna. Menarik rambutnya kebelakang lalu memeganginya. Duduk disebelah masih memegangi rambut pacarnya itu
Yunna tersenyum, lalu melanjutkan makannya
"Gak bawa kunciran?"
Yunna menggelengkan kepalanya
"Lupa" jawabnya
Jeo dan Rizal kembali duduk di tempat tadi dengan masing-masing nampan yang berisi makanan
"Eh? Ada lo juga Yon" sapa Rizal
"Pasti lah" balas Leon menganggukkan kepalanya
Jeo dan Rizal memakan makanannya
"Lo gak makan?" Tanya Jeo memberikan karet gelang kepada Leon
"Masih kenyang" jawab Leon. Ia bangun, berdiri di belakang Yunna, mengikatkan rambutnya
Ia kembali duduk setelah mengikat rambut Yunna
Btw, kalo jam istirahat, pihak rumah sakit menyediakan makanan sistem prasmanan. Hanya di jam istirahat, jam 12.00 sampai 14.00 khusus untuk petugas dan staf rumah sakit saja. Yang bukan pegawai atau staf juga boleh makan, tapi harus bayar
"Kalian ngapain disini? Tumben banget barengan kayak pasutri mau periksa kandungan" tanya Rizal
"Udah cocok jadi pasutri kan?" Tanya Leon
"Mau gue colok kerongkongan lo?" Balas Jeo menatap Leon tajam
Yunna dan Rizal tertawa
"Lagi jenguk temen. Dia ulang tahun hari ini" jawab Yunna setelah berhenti tertawa
"Ohhh, kirain sengaja ke sini mau ketemu sebelum-"
"Zal" potong Jeo
Yunna menatap Jeo
"Kenapa hayo?!" Curiga Yunna
Rizal mengatupkan mulutnya. Mengumpati dirinya karena mulutnya yang selalu keceplosan
"Abang ikut pertukaran lagi?" Tebak Yunna
Jeo menghelakan napasnya
Bingo!
"Kemana?" Tanya Yunna lagi karena tau diamnya Jeo berarti 'iya'
"Singapur" jawab Jeo
"Tapi kamu gak usah khawatir Na, kakak lagi usahain ngomong sama Prof. Ido supaya abang Jeo gak ikut pertukaran" jelas Rizal
Yunna menganggukkan kepalanya
"Udah kenyang, aku duluan ya" pamitnya lalu pergi, tidak peduli Leon yang memanggilnya
"Gue susulin Yunna dulu" kata Leon lalu pergi menyusul Yunna
"Sorry" kata Rizal merasa tidak enak
Lagi, Jeo menghelakan nafasnya
"Gak papa" jawabnya "Kalo lo punya istri jangan selingkuh" tambahnya
"Hah?" Bingung Rizal
"Gue yakin rumah tangga lo gak langgeng, karena lo keceplosan bilang lagi selingkuh didepan istri lo" jawab Jeo lalu pergi membawa nampannya
Marahnya Jeo sangat tenang, tapi sekalinya ngomong langsung nyentil hati, ginjal, jantung, usus besar, usus 12 jari
'
Leon kembali ke kamar Afra, barangkali Yunna kembali ke sana
"Yunna udah balik?" Tanya Leon
Semua menatap Leon
"Lah? Bukanya ke kantin sama lo?" Tanya Ellen
"Kirain udah balik lagi kesini" balas Leon lalu pergi lagi mencari Yunna
Leon mengambil ponselnya, menelpon Yunna tapi tidak diangkat
Leon mencari Yunna ke taman depan rumah sakit, ke taman belakang rumah sakit, tempat bermain anak dan kembali ke kantin tapi tidak ada
"Kemana ya kira-kira? Masa pulang?" Gumam Leon
Ia menelpon Agam, barangkali Yunna sudah kembali ke kamar Afra
"Gak ada, emang kenapa sih?" Jawab Agam
"Berantem sama bang Jeo. Kalo ada Yunna telpon gue"
"Berantem kenapa?"
"Apa udah balik ke rumah ya?" Tanya Leon tanpa menjawab pertanyaan Agam
"Kata Awa, coba cari di atap. Yunna sering kesana"
"Oke"
Sambungan dimatikan oleh Leon, lalu ia pergi ke atap gedung rumah sakit menaiki lift
Benar saja,
Yunna duduk di meja, menghadap ke depan memandang pemandangan perkotaan yang tidak terlalu ramai
Leon menghelakan nafasnya lega, lalu menghampiri Yunna
"Gue keliling rumah sakit, capek, lari-larian sampe keringetan, taunya lo enak-enakan duduk ngadem disini" Leon duduk di sebelah Yunna
"Gak boleh duduk di meja, nanti banyak utang" balas Yunna
"Lo sendiri?"
"Gue sih udah banyak utang"
"Hah? Utang apaan?" Kaget Leon
"Sama El 50 ribu, Awa 30 ribu, sama Hanif 120 ribu. Kesiapan lagi ya? Ziko? Engga kayaknya, dia yang punya utang sama gue. Oh iya! Sama Aga 20 ribu"
Leon menatap Yunna, menggelengkan kepalanya
"Gue juga punya utang"
"Lo kan punya banyak uang?" Tanya Yunna tidak percaya
"Hutang jasa kepada kedua orang tua"
Yunna hanya menganggukkan kepalanya paham
"Lo kenapa maen pergi aja sih?"
"Males aja sama bang Je"
"Malesnya kenapa?" tanya Leon lagi
"Kenapa gak bilang kalo mau dioper lagi? Nyebelin banget"
"Bukanya gak bilang, tapi belom bilang. Tadi kan, kata bang Ijal, dia lagi coba ngomong supaya bang Jeo gak ikut. Makanya bang Jeo belom bilang"
Yunna diam, malas membalas ucapan Leon. Tapi ada benarnya juga
"Sebagai dokter, abang lo harus profesional. Lo juga paham kan dokter tanggungannya gede, menyangkut nyawa. Ya mau gak mau harus siap nanggung semuanya. Lo juga kan calon dokter, harus ngerti posisi bang Jeo"
"Kalo bang Je pergi jauh lagi, rasanya gak enak. Sepi, sedih aja kalo gak ada bang Je" sedih Yunna
"Kan ada Aga. Aga yang sering di rumah sendiri aja biasa aja, masa lo yang ngambek sih" balas Leon
"Udah napa ah, gak usah ditekuk mulu tu muka. Mending kita makan lagi, udah laper nih gue" Leon merangkul Yunna
"Yaudah deh ayo"
Leon tersenyum
"Mau makan apa?"
"Terserah" jawab Yunna
"Mie ayam lagi?"
"Gak ah, gak mood"
"Chicken pake nasi?"
"Gak pengen"
"Ketoprak?"
"Gue kan alergi kacang bodoh"
"Terus mau apa?"
"Terserah"
Leon menghela nafas sabar
"Kita cari makanan yang namanya terserah"
Akhirnya mereka memilih kembali ke kantin untuk membeli makanan dan memakannya di kamar Afra
TBC~
...----------------...
...****************...
......................
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
b.leon_char01
❤️973.973 Suka
b.leon_char01 Si paling terserah kalo di tanya mau makan apa♡
Lihat semua 8.837 Komentar
-
-
-
-
-