Up

Up
Ga Luh



"Di jalan, hati-hati. Bawa motornya yang bener"


"Siap! Yunna aman sama gue" balas Leon


Yunna keluar menjinjing sepatu dan tas ransel. Ia duduk untuk memakai sepatunya


"Kalo udah sampe telpon abang"


"Iya"


"Kalo ada apa-apa telpon abang"


"Iya"


"Hati-hati kamu di sana. Jangan banyak ningkah"


"Iya"


"Kalo capek istirahat dulu, berenti di jalan"


"Iya"


"Kamu belom makan nih, beli makan dulu di jalan"


Yunna bangun


"Iya abang, iya. Cuma ke Bandung dong, 4 jam nyampe. Gak usah alay gitu dong. Kaya mau pergi ke Arab aja ihhh"


"Aga mana? Masih ngambek?" Tanya Leon


"Iya, di kamarnya. Pintunya di kunci" jawab Yunna sambil tertawa


Ponsel Leon bergetar, telpon dari Argha


"Gue cuma ngingetin. Pasti nanti lo bakal ketemu sama cowo yang namanya Haikal. Dia temen kak Una dan masih naksir sama kak Una"


Sambungan langsung mati


Leon menatap Yunna


"Siapa?" Tanya Yunna


"Aga"


"Hah? Kenapa dia nelpon?"


"Cuma ngingetin"


"Ngingetin apaan?"


Leon tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Engga. Udah ayo berangkat" ajaknya


Setelah berpamitan dan bersalaman. Leon dan Yunna pergi ke Bandung menggunakan motor


...🦁🦁🦁...


"Una chat gue, dia udah otw ke Bandung" kata Ellen


"Jadi sama Leon?"


"Iya, naek motor"


"Itung-itung refreshing" balas Nazwa


"Nanti libur semester ini, gimana kalo kita muncak?" Tanya Ellen


"Boleh! Kayaknya seru"


Ellen ikut tersenyum


"Pasti lah. Nanti kita ke villa Papa yang di Cisarua"


"Kita ajak Letha juga. Nanti dia sama gue"


"Ah! Bener banget!"


Keduanya ber'hi-five senang


"Bentar, gue mau ngebuang dulu" kata Ellen langsung berlari ke arah toilet


"Jangan lama-lama!"


Keduanya masih di kampus. Di taman kampus, duduk lesehan beralaskan rumput di bawah pohon


Nazwa menemani Ellen yang sedang mengerjakan tugas untuk presentasi. Tidak hanya menemani, Nazwa ikut membantu Ellen


Selagi menunggu Ellen, Nazwa memeriksa tugas Ellen di leptop


"Heh, lo!"


"Woi! Lo yang lagi duduk megang leptop!"


Nazwa mendongak, menatap wanita yang berdiri di hadapannya


"Lo manggil gue?" Tanyanya


"Iya lah! Masa gue manggil pohon"


"Kenapa?"


"Hah? Engga"


"Pasti lah. Agam gak akan macarin cewe rendah kayak lo"


Nazwa bangun, berdiri di hadapan cewek yang ia tidak kenal itu


"Maksudnya apa cewe rendah? Gue?"


"Ya iya lah! Ya kali rumput" jawab Angel "Tolong dong ya, jangan terlalu deket sama Agam. Banyak gosip kalo lo pacaran sama Agam, gara-gara elo selalu nempel-nempel sama Agam" tambahnya


"Terus apa masalah lo? Apa urusannya lo sama gosip itu? Suka-suka gue lah mau deket sama siapa pun. Lo siapa larang-larang gue?"


"Risih lah! Pasti Agam juga risih sama gosip itu. Lo aja yang gak tau" jawab Angel ngegas "Dasar cewe gatel, gak tau diri banget. Inget tempat dong. Masih untung bisa kuliah di kampus elit, jadi jangan banyak ningkah. Jangan mentang-mentang lo miskin, terus minta di kasihani, ujung-ujungnya manfaatin Agam buat di porotin doang" tambahnya


"Heh! Jaga ucapan lo ya. Gue sama Agam cuma temenan doang. Gak usah ikut campur kalo gak tau apa-apa"


"Semuanya udah pada tau kalo lo manfaatin Agam. Tau diri dong lo! Emang ya, orang miskin kayak lo suka gak tau posisi"


Nazwa menatap Angel kesal sekaligus tidak percaya dengan ucapannya


Iya tau, Nazwa hanya orang biasa yang dapat berkuliah di kampus elit dengan modal beasiswa, itu pun dengan bantuan Yunna dan Hanif. Nazwa tau kok posisinya, ia sangat tau dan paham


Tapi apa masalah berteman dengan Agam yang berbeda keadaan? Toh tidak membuat Angel repot


Tidak hanya Nazwa, banyak yang sama sepertinya. Dari keluarga yang sederhana, kuliah dengan beasiswa dan berteman dengan siapa saja tidak memandang kaya atau miskin


"Wajar sih kebanyakan orang kayak lo kayak gitu. Soalnya kurang didik sama orang tuanya" Angel melipat kedua tangannya ke dada


Oke,


Nazwa kesal jika sudah membawa nama orang tua


"Jaga ucapan lo ya! Lo boleh jelek-jelekin gue, tapi engga orang tua gue"


"Apa?! Emang nyatanya kan!"


Nazwa menghelakan napasnya kasar. Ia kesal, mengepalkan tangannya


"Yang ada, gue kasian sama orang tua lo. Udah keluar banyak uang, tapi tingkah dan kelakuan lo kayak orang yang gak berpendidikan"


"Apa?!"


"Percuma sekolah tinggi kalo kelakuan lo kayak preman. Orang tua lo tau gak kelakuan anaknya yang katanya berpendidikan tapi tingkahnya kayak preman?"


Sekarang mereka menjadi pusat perhatian


"Jaga mulut lo!" Bentak Angel mendorong bahu Nazwa kencang sampai Nazwa terjatuh


"Woi!" Teriak Ellen berlari menghampiri Nazwa. Membantunya berdiri


"Punya masalah apa lo sampe dorong temen gue!?" Sekarang Ellen berdiri di hadapan Angel kesal


"Gue cuma ngingetin temen lo jangan deket-deket sama Agam. Dan ngingetin dia supaya sadar diri"


"Maksud lo apa hah? Masalahnya apa buat lo, kalo temen gue deket sama Agam? Lo siapanya Agam? Nyokapnya? Bukan kan. Bokapnya juga bukan. Sodaranya bukan. Apalagi ceweknya. Setau gue Agam gak punya pacar" omel Ellen


"Dan di sini lo yang harusnya sadar diri mbak! Lo bukan siapa-siapanya Agam. Lo gak berhak ngatur-ngatur hidup orang. Jangan so tau dan ngurusin urusan orang lain. Jangan mentang-mentang lo senior ya, gue gak takut sama lo selagi gue dan temen gue gak salah. Kalo misalnya lo kanibal, baru gue takut"


"Lagian lo siapa sih hah? Gak ada angin, gak ada ujan, dateng-dateng gak jelas. Gak punya kerjaan apa Lo ngurusin urusan orang lain? Kalo gak ada kerjaan, nih gue kasih kerjaan. Kerjain tugas gue. Repot banget sih jadi orang!"


Mampus!


Mulut cabe rawit setan Ellen di lawan


"Sama aja lo kayak dia. Asal lo tau ya! Agam baik sama lo karena kasian sama lo. Gak usah kegeeran" balas Angel lalu pergi


"Kabur dia kalah bacot" Ellen masih kesal


"Udah lah El. Diemin aja orang kayak gitu mah"


Ellen berbalik menatap Nazwa


"Lo gak papa? Tu cewe kenapa sih? Lo ada masalah sama dia?"


"Engga ada"


"Ya terus?"


"Gak tau. Tiba-tiba dateng ngomong gak jelas"


"Dia bukanya Angel temennya si Bella itu bukan sih?"


"Iya kali, gak tau juga"


"Nama doang Angel, tapi kelakuan kek jurig!" Ellen ngedumel


"Udah lah, lanjutin nih. Dikit lagi" Nazwa menarik Ellen untuk duduk kembali


"Dia ngomong apa aja sama lo? Mukul lo gak?"


"Engga. Udah lah, gak usah di perpanjang"


"Gue tandain tu cewe. Awas aja"


Nazwa menghelakan nafasnya, jadi kepikiran perkataan Angel tadi


TBC~