
"Aga" panggil Yunna. Ia sudah siap untuk pergi ke kampus
"Aga kemana ya?" Gumamnya, tidak melihat Argha
Yunna memakai sepatunya. Ia keluar sambil memainkan ponselnya
"Wah!" Kaget Yunna saat membuka pintu melihat seseorang duduk di atas motor di depan rumahnya
"Lo ngapain disini? Kan gak mungkin minta infak"
"Nungguin lo lah"
"Hah?" Bingung Yunna
"Naek" suruh Leon
"Naek kemana?"
"Naek pohon"
"Gue gak bisa manjat pohon" jawab Yunna polos
"Naek ke motor lah" geregetan Leon
"Gak jelas banget sih lo" malas Yunna "Lo tau rumah gue dari mana? Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba didepan rumah gue. Kayak jelangkung, datang tak diundang pulang tak diantar, serem banget"
"Gak usah banyak ngomong, buruan naek"
"Males banget. Gue nunggu temen gue"
"Udah gue usir"
"Hah? Kok lo usir sih? Lo kira temen gue ondel-ondel Mampang apa maen usir-usir aja" omel Yunna "Terus gue ke kampus gimana?"
"Ya justru itu gue usir, lo berangkat sama gue"
"Males banget ih, mending gue naek bis"
"Lo mau empet-empetan naek bis gini hari?"
Yunna berpikir
Iya juga ya,
Saat pagi, halte sangat ramai. Mending kalo langsung naik bis
Naik angkot? Pasti lama
Naek sepeda apalagi
Biasanya Yunna naik motor jika tidak ada tebengan, tapi motornya mau di pake Argha
"Lo maksa gue buat bareng gak?" Tanya Yunna
"Udah buru naek gak usah banyak bacot"
Yunna tersenyum lalu naik ke motor gede Leon
Leon menjalankan motornya setelah memakai helm dan menghidupkan motornya
"Lah? Udah berangkat aja, gue beli uduk 2" kata Argha melihat kakaknya pergi dengan motor Leon
Ziko memberhentikan motornya di depan rumah Yunna
"Lah? Kak Una udah pergi. Gue kira sama lo bang Zi"
"Gue baru datang"
"Terus tadi kak Una sama siapa?"
"Nah loh, jangan-jangan setan yg nyamar jadi gue"
"Ya kali bang, suka yg iya-iya aja kalo ngomong"
"Sama Hanif kali ya"
"Tapi tadi bukan motor bang Hanif"
"Motornya kek gimana?"
"Motor gede warna putih"
"Siapa ya? Coba telpon, kan gak lucu kalo kakak lo di culik"
"Ya kali ada yg mau nyulik cewe kayak kak Una"
Ziko tertawa
"Iya juga, yg ada puyeng tu penculik sama kelakuan kakak lo"
"Itu apaan Ga?" Tambahnya melirik plastik yg dipegang Argha
"Nasi uduk, mau bang? Gue beli 2 buat kak Una, dia malah udah pergi"
"Kebenaran gue belom sarapan"
"Ayo lah!" Semangat Argha
Ziko mengekor Argha masuk. Mereka duduk di bawah depan tv
"Gak sekolah lo?" Tanya Ziko
"Libur, kelas 12 lagi pada ujian" jawab Argha sambil memakan nasi uduknya "Kak Una kok berangkat pagi? Lo aja masih di sini bang" tambahnya
"Nanti kelas mulai jam 9. Kakak lo ngumpulin tugas jadi berangkat pagi"
Argha menganggukkan kepalanya paham
~
Setelah Leon memberhentikan motornya, Yunna langsung turun
"Maen pergi aja" Leon menarik kerah baju belakang Yunna sebelum pergi
"Apaan sih!? Kecekek leher gue" Yunna memukul tangan Leon
"Baju gue mana?"
"Lah iya! Lo bukannya bilang tadi di rumah" Yunna mengambil ponselnya untuk menelpon Argha "Nyusahin banget jadi manusia" Yunna menatap Leon kesal
"Halo kak, lo tadi berangkat sama siapa? Lo gak diculik kan? Ada bang Zi nih, lonya udah pergi"
"Iya gue diculik, nyusahin banget penculiknya sumpah. Tapi gue gak papa kok"
"Lo ngomong apa sih kak? Kaga ngerti gue"
"Lo bego sih" kesal Yunna "Ada paper bag di kamar, ambil kasih Ziko. Suruh dia bawa"
"Emang apaan?" Itu suara Ziko
"Elap!" Jawab Yunna tidak santai menatap Leon kesal
"Banyak tanya ih, udah bawa aja elah" sambungan di matikan oleh Yunna
"Bohong! Katanya Ziko udah pergi" omel Yunna
"Kalo gak gitu lo gak berangkat sama gua"
Tanpa keduanya sadari mereka menjadi pusat perhatian. Banyak mahasiswi yg memperhatikan mereka penasaran. Terlebih lagi setelah kejadian ciuman tempo hari
Yunna menatap kesal Leon yang tersenyum
"Ngeselin banget ih!" Omelnya lalu pergi
Leon tidak diam, ia mengejar Yunna. Menggenggam tangan Yunna
"Lo apaan sih megang-megang! Lepas" Yunna mencoba melepas tangan Leon
"Maen pergi aja lagian, aku anterin ke kelas yank"
"Yank-yank pala Lo peyang! Lepas ih gue bukan yanglek!"
~
"Una!" Panggil Ellen langsung duduk di sebelah kiri Yunna
"Kaget gue"
"Lo beneran pacaran sama Leon?"
"Hah?" Bingung Yunna
Nazwa duduk di sebelah kanan Yunna
"Liat nih, foto lo tadi pagi rame masuk ig lambeturah" Ellen menunjukkan ponselnya
Yunna menghela nafas panjang
"Tau ah puyeng" Yunna kembali mengetik pada leptopnya
Mereka sedang di kelas
"Lo beneran berangkat bareng Leon?" Tanya Nazwa
"Iya,,"
"Terus?" Tanya Ellen
"Tadinya gue mau berangkat sama Ziko, si maung bohong, katanya dia udah ngusir si Ziko"
"Terus?"
"Tapi gue engga pacaran sama si maung"
"Terus?"
"Gue tabrak ya terus-terus mulu" jawab Yunna
"Terus lo ngapain ngasih si Leon hadiah?"
"Hah? Hadiah apaan? Gak ada kerjaan banget gue ngasih kayak gituan"
"Kita denger dari anak-anak yg lagi pada ngegibahin lo, lo ngasih hadiah ke Leon"
"Oh, bukan hadiah, baju dia itu. Yg kemaren dia kasihin di kantin"
"Terus kenapa Leon manggil Lo yank?" Tanya Nazwa lagi
"Banyak nanya ih, gue gak fokus nih jadinya" kesal Yunna
"Jawab"
"Jawab"
Kata Ellen dan Nazwa bersama membuat Yunna kaget
Ia menghela napas
"Dia bukan manggil gue, tapi manggil Yangleks"
"Una ihhh"
"Una ihhh"
"Lo berdua panduan suara apa gimana sih?"
"Makanya jawab yg bener" geregetan Nazwa
"Lah emang bener"
Hanif dan Ziko datang. Ziko meletakan plastik yg berisi nasi goreng dan teh kotak di hadapan Yunna
"Dari si Leon, katanya lo belom sarapan. Dibeliin nasi goreng sama teh kotak"
"Noh kan! Pasti lo pacaran sama Leon" kata Ellen
"Engga ih! Gue gak pacaran sama si maung" bantah Yunna "Lagian tu cowo ngapain beliin gue makanan sih? Gak jelas banget hidupnya"
"Naksir lo kali gara-gara kejadian waktu itu" jawab Hanif
"Ya kali, lagian gue gak kenal sama dia"
"Nih ya gue kasih tau. Cowo yg lagi deketin lo itu seorang Briland Leon Charlotte. Lo belom tau aja dia kaya banget, anak sultan. Bokapnya yg punya ini kampus. Ketua Bangtan, ganteng, fames. pokonya perpek deh" kata Ellen
"Ya terus?"
"Ya gak terus-terus sih"
"Lagian gue gak peduli. Anaknya songong gitu, nyebelin banget lagi"
"Terus ngapain coba dia care sama lo?" Nazwa
"Tau ah puyeng, tugas gue masih numpuk. Gak usah bahas si maung, mending bantuin gue"
"Embung ah, males teuing" malas Ellen
"Team El" balas Ziko duduk di belakang Yunna
Hanif ikut duduk di sebelah Ziko
"Noh kan, jahat banget" sedih Yunna
"Sini gue bantuin. Mau dibantuin apa?"
Yunna tersenyum
"Awa doang temen gue"
TBC~